Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Tim Gerakan Satu Malam


__ADS_3

Selamat membaca 😍


Diego menyapu pandangan ke seluruh ruangan yang gelap.Mencari celah dan kesempatan untuk kabur dari sana.Namun ruangan yang kedap suara ditambah akses jalannya cuma satu yaitu pintu masuk membuatnya ketiadaan solusi.


Diego masih memperhatikan gerak pemuda misterius tersebut,mencoba menghitung gerakan jemarinya di atas Q-board siapa tahu ia mendapat petunjuk dari sana.


Manakala Diego berupaya menghitung gerakan satu,dua....,untuk meraih kunci borgol di atas meja depan pemuda misterius itu tiba-tiba seseorang mendobrak pintu ruangan sembari mengumpat,


"Sial,nyaris ketahuan!"ucapnya kepada si pemuda misterius.


"Lakukan,sesuai petunjukku!"balas pemuda bertopeng.


"Sudah kulakukan,bahkan sesuai perintahku mereka telah menyebarkan berita kematian generasi ke dua TF yang telah menjadi korban dalam ledakan bom itu,tapi..." ucapnya menjeda,


"Mr.Patrick seakan belum percaya dan dia akan segera kemari untuk memastikannya sendiri."lanjutnya hati-hati.


Pemuda misterius itu menghela napas panjang,"Bukankah itu menguntungkan bagi kita?"


Diego yang mendengar penuturan kedua orang tersebut tampak terbelalak mendengar dirinya disebut-sebut telah meninggal dalam peristiwa ledakan bom di Bruno Palm.


Diego menggeram dan jelas tidak bisa mengontrol amarahnya yang membuncah.Tanpa berpikir panjang iapun sigap menyambar penutup kepala orang tersebut dan wajah pria misterius itupun berhasil dibuka topengnya oleh Diego.


Diego membentak keras,"Siapa kau mencoba bermain-main denganku hah?!"


Geramnya seraya menyerang ************ orang misterius itu sehingga membuatnya meringis kesakitan.Kesempatan yang ada,tidak disia-siakan oleh Diego.


Ia segera meraih anak kunci yang tergeletak di atas meja di depannya itu. Lantas membuka borgol yang memasung kedua tangannya.Gerakan Diego yang sigap dan di luar dugaan membuat kedua orang itu sama sekali tidak menyangka apalagi melawan.


Maka terbukalah kedok pemuda misterius itu hingga wajahnya tampak jelas di sorot mata elang Diego.


Sementara itu di rumah besar kediaman Tun Fahmi...,


Karin selaku wanita hamil yang tinggal menunggu tibanya masa partus mulai mengerang kesakitan yang luar biasa.Dari kontraksi palsu yang ia alami sejak semalam kini perut buncitnya sudah merasakan mulas secara teratur setiap setengah jam.


Jika ditanya bagaimana perasaannya saat itu,maka yang akan ia jawab adalah merasa sedih dan juga kehilangan.Bagaimana mungkin sang suami menghilang begitu saja.


Padahal dialah yang selalu siaga selama sembilan bulan,membantu meringankan segala penderitaan di awal kehamilan,setia menemani dirinya di setiap waktu dan rela bergadang hanya untuk mengelus dan mengajak bermain dengan calon bayinya itu.


Kini saat ia akan memasuki masa yang paling ditunggu-tunggu oleh sepasang orangtua yakni masa partus,tiba-tiba saja suaminya menghilang entah ke mana.Rasa sakit yang mendera itu,ia tepis dengan mencoba lebih rileks dengan berinteraksi dengan calon bayinya dan menerima kenyataan bahwa sang suami masih sibuk di luar sana.

__ADS_1


"Kau baik-baik saja kan,nak?"ucap mama Cyntia.Karin mengangguk pelan.Meski tatapan sendu itu tidak bisa membohongi isi hatinya.


Mama Cyntia tersenyum ramah,"Mereka akan segera kemari."ucapnya menghibur dan Karin tersenyum getir.


Sore itu,Karin terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat air ketubannya mulai pecah. Sang papa yang masih terjebak di tempat rahasia Diego Spirit,tidak berani menampakkan wajahnya di hadapan sang menantu jika tanpa kehadiran puteranya.


Sedangkan David yang siaga dengan kabar burung bahwa sang adik Diego telah meninggal dunia mencoba menggunakan kekuasaannya untuk menutup rapat akses wartawan agar tidak menyebarluaskan berita tersebut hingga ke pelosok negeri mengingat isteri dari adiknya itu sedang dalam masa bertaruh nyawa.


Tun Fahmi dan tuan Haikal yang mendapat kabar dari David sangat terpukul dengan berita tersebut.Namun David menekankan kepada kedua orang tua itu agar tidak terpancing dengan berita tersebut.


Karena yang menyebarkan berita itu berasal dari pihak lawan saja,sedangkan dari tim Diego Spirit sendiri,belum mendapatkan sinyal dari tim gerakan satu malam.Kejanggalan ini yang membuat David merasa bahwa ada kemungkinan sang adik masih terjebak di sana.


Tuan Haikal memutuskan untuk menyusul puterinya ke rumah sakit dan meminta kepada Tun Fahmi sahabatnya itu agar bertahan di tempat sembari menanti kabar terbaru dari David tentang Diego.


Kembali lagi ke Falcano Group....,


Diego menatap tajam ke arah pemuda misterius yang kedoknya mulai terbuka.


"Kau?!"pekik Diego manakala mendapati pantulan wajah Danish di balik topeng tersebut.


"Yeah!"balas Danish mengedikkan bahu.


"Bagaimana mungkin,mengapa kau membuatku meninggal di luar sana,apa kau seorang pengkhianat?"serang Diego makin geram.


"Kau yang memintaku kemari,dan kau pula yang menyerangku?!"lanjutnya menyesal.


"Aku kira kau hanya mengirim anak buahmu saja,seperti waktu menyerang Mr.Paul dan puterinya." balas Diego meyeringai sinis.


"Diamlah,atau kalian benar-benar akan mati di tempat terkutuk ini!"bentak salah seorangnya lagi yang tidak lain adalah Falcano,putera Mr.Patrick,


"Bukan mudah melawan mafia kelas elit seperti pria jahat itu..,"geramnya penuh penekanan namun sedikit mereda,


"M_maksudku,ayahku."lanjutnya meluruskan manakala mendapati Diego yang terpana menatapnya tidak percaya.


Diego yang mulai mengerti akan taktik gerakan tim satu malam di bawah pimpinan langsung oleh Danish.Pemuda pemberontak mafia sejagat Eropa itu bekerja sama dengan Diego untuk melumpuhkan lawan, sementara Falcano meminta bantuan Danish untuk melumpuhkan pergerakan ayahnya sendiri.


Danish dan Falcano berteman zaman kuliah dan mereka sama-sama mengenal Karin dengan baik.Bahkan setiap kesulitan yang mereka alami selalu dibantu oleh Karin yang lincah dan tulus.


Sepak terjang Danish sahabatnya itu sudah meranah di bumi Eropa dan juga Afrika. Hal ini yang membuat Falcano teringat akan dirinya lalu meminta bantuan kepadanya dan gayungpun bersambut.

__ADS_1


Kini ketiga pemuda yang saling memiliki keterikatan dengan Karin itu,mulai berjuang dan bersatu mengangkat senjata. Melawan mafia yang mengincar nyawa gadis tidak bersalah.


Mereka sepakat menyerbu markas besar Mr.Patrick demi menyelamatkan wanita yang mereka sayangi baik itu sebagai isteri tercinta,sahabat sejati,maupun sang pelindung masa lalu....,


'maka cintai aku sahabat kecilku.'batin ketiga pemuda tersebut masing-masing dengan rasa yang berbeda.


Diego tampak mulai bersuara,


"Terima kasih karena telah mendukung kebaikan."ucapnya mantap.


"Baiklah,bukan saatnya bersulang!Katakan apa rencanamu selanjutnya."tukas Falcano mencebik.


Diego mengangguk yakin,memaparkan langkah yang perlu diambil selanjutnya.Trik yang biasa digunakan oleh sang ayah dan kakaknya dalam membekuk lawan.Yakni kerja sama yang baik dan meringkus musuh tanpa harus membunuh mereka.


Falcano mengangguk mantap,


"Aku sudah mencabut cctv di beberapa titik, dan kita akan melewatinya."ucapnya yakin.


Baru saja usai membentangkan rencana mereka,tiba-tiba bunyi peluit darurat alias sirene mengagetkan mereka membuat ketiganya saling pandang.


"Sial,Tempat ini sudah dikepung!"umpat Falcano geram.


"Lakukan sesuai kesepakatan!"teriak Diego seraya bangkit.


"Baik,serahkan kepadaku!"balas Danish siap beranjak.


Ketiga pemuda itu akhirnya berpencar melewati lorong bawah tanah yang telah dipilih oleh Falcano sebelumnya.


Falcano dan Danish bertugas memutuskan semua kabel yang dianggap berbahaya, sedangkan Diego bertugas mengalihkan perhatian lawan dengan membelokkan petunjuk ke jalur terbalik yang menghubungkan mereka dengan tim gerakan satu malam.Sehingga pergerakan mereka menjadi lebih leluasa untuk melepaskan diri dari tempat terkutuk itu.


Mereka kini benar-benar berhasil menutup akses dari pencarian Mr.Patrick.Pria tua itu tampak kesal dan melemparkan semua benda yang berada didekatnya,termasuk komputer dan laptopnya yang sudah todak berfungsi lagi.


"Anak sialan,mereka mencoba bermain-main denganku."umpatnya geram manakala mengetahui ada orang lain di tempat itu selain puteranya,


"Cepat ringkus mereka,bawa mereka ke hadapanku hidup ataupun mati!"titahnya geram kepada para asistennya dan mereka tampak patuh dan mulai berpencar.


"Kau harus kuberi pelajaran,biar tahu caranya menghormati orangtua!"pekiknya di sela amarah yang membuncah seraya melempar belati tajam lalu matanya menancap tepat di dinding dekat foto puteranya Falcano Wade Shimpson yang telah memilih untuk berpaling darinya.


•••••

__ADS_1


Bersambung....


🤗🤗🤗


__ADS_2