
Selamat Membaca semoga suka 🙏😍
Malam semakin larut..Diego baru saja mendatangi rumah mertuanya.Di ruang keluarga terlihat mama Nadine yang masih bertahan menunggu kehadiran suami tercinta.
Sedikit basa-basi bertanya apakah sudah makan atau belum mengisi dialog singkat menantu dan mertua tersebut.Hingga akhirnya ia dipersilahkan untuk menyusul sang isteri ke kamarnya.
Diego melangkah canggung.Untuk pertama kalinya ia masuk ke kamar Karin setelah mereka menikah.Kamar yang benar-benar bernuansa feminin lengkap dengan aksesoris wanita dan juga peralatan kosmetik yang berjejeran di meja rias.
Aroma wangian lavender yang menggoda menyeruak seisi ruangan menggelitik indera penciuman.
Perlahan ia mendekati sang isteri yang tertidur lelap.Mencoba merapikan sulur rambut yang menutupi sebagian wajahnya berharap sang isteri tidak terjaga,berhasil.
'Dia sangat berbeda ketika tidur di kamarnya sendiri.' Batinnya tersenyum ramah.
Diego bergerak menuju ke meja kerja Karin.Beberapa berkas kerja yang tertata rapi di sana.Sesuatu yang menarik perhatiannya adalah pernik kristal diletakkan di atas sebuah mobil mainan di antara beberapa mobilan yang berjejer.
Diego mengernyit,tidak menyangka isterinya yang begitu feminin memiliki beberapa koleksi maskulin apalagi itu hanyalah mainan anak-anak.
'isteriku punya koleksi mainan anak laki-laki?' Batinnya menahan tawa.
Namun sesaat ia memicingkan mata berusaha mengingat sesuatu yang mungkin tertinggal di memori kepalanya.Ia meraih kristal bening itu lalu mencermati dengan baik.Ada senyum yang mengembang di bibir kering miliknya.
'I_ini seperti milikku.' Gumamnya pelan.
Kemudian meraih salah satu dari mobil-mobilan yang berjejer. Membolak-balik mencari sesuatu yang ia ingat pernah menaruh sebuah tulisan di sana.
'Yes,ketemu!' Batinnya kembali riang.
'Jadi isteriku masih menyimpan semuanya,ini luar biasa.' Gumamnya pelan.
Kemudian ia berbalik memandang ke arah dinding,ada sebuah foto masa lalu ukuran besar yang terpajang di sana.Dua anak kecil berbeda jenis kelamin terlihat saling merangkul bahu mereka.Senyum polos merekah di bibir masing-masing.
'Itu foto yang dijepret oleh papa Haikal waktu itu.' Gumamnya tertawa.
Perhatiannya lalu turun ke sebuah syal yang menggantung di leher dua bocah di dalam foto tersebut.Hatinya semakin trenyuh mengingat kembali saat-saat kepulangannya dari London.
Hanya karena kesalahpahaman kecil ia rela mendiami gadis pujaannya itu.Padahal yang seharusnya adalah ia meraih ; memeluknya erat agar luka-luka perpisahan itu bisa terobati.
Namun kenyataannya adalah ia malah menambah luka baru di hati gadis yang telah sekian lama menunggu kepulangan dirinya itu.
"Apa yang kau lakukan di situ?"Suara Karin mengagetkan dirinya.
"Mengulang masa lalu."Jawabnya tersenyum.
Diego melangkah mendekati sang isteri sembari memegang kenangan masa lalu yang masih tersimpan rapi bersamanya. Merapatkan dirinya ke tubuh sang isteri yang sebelumnya telah mengambil posisi duduk.
"Ini hanya mainan anak-anak dan kau masih menyimpannya hmm sayang?"Ucapnya tersenyum samar.
Karin mengangguk tanpa bicara.
__ADS_1
Diego menatap dalam ke bola mata sang isteri yang saling bertembung dengannya.Kemudian beralih turun ke bibir ranum yang menggoda jiwa maskulinnya.
"Katakan kepadaku,untuk apa kau menyimpannya."Ucap Diego yang mulai mendekatkan wajahnya ke arah objek yang diincarnya.
Tangannya menangkup cepat pelipisnya menopang wajah sang isteri agar tidak bergeser dari tempatnya lalu kemudian iapun menautkan bibirnya membentuk satu kecupan hangat dan lama.
******* dan meninggalkan gigitan kecil di sana kemudian menjelajah ke dalam rongga mulut gadis yang mulai terbawa arus kenikmatan, menyesap,meneguk,dan menikmati tiap sensasinya dengan penuh rasa cinta dan sayang.
Cukup lama setelahnya ia baru menghentikan aksinya tersebut dan membiarkan keduanya mengatur kembali napas mereka yang hampir habis.
"Ayo jelaskan kepadaku sayang."Ucapnya sekali lagi.
Karin mendongak,"Untuk memastikan hatiku benar-benar untukmu."Ucap gadis itu sangat pelan disela napas yang masih memburu.
Diego menarik napas dalam kemudian melepasnya pelan. Tangannya meraih tubuh mungil itu ke delam dekapannya. Menghirup aroma lembut tubuh sang isteri merengguk dalam wangian nikmat anugerah terindah yang telah sah menjadi miliknya itu.
"Katakan kepadaku kenapa demikian hmm? Bisiknya ke telinga sang isteri.
Gadis itu menggeliat manakala Diego mengecup lembut daun
telinganya.
"Ayo katakan,aku ingin mendengarnya."Lanjutnya sembari menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher jenjang Karin.
Mengecupnya berkali-kali dan memaksa gadis mendesah lirih.
Kali ini Diego tidak menyia-nyiakan kesempatan.Perlahan ia mulai benar-benar mengajak isterinya menikmati hasrat yang kian mengalir di antara mereka.Terbawa arus birahi yang menggebu meminta untuk segera dilepaskan.
Perlahan Diego mulai berani menyentuh pangkal leher dan bagian dada isterinya.Menjelajah setiap inci kulit sensitifnya yang mulai mengencang, mencium, mengecup,menyesap dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana.
Diego yang lihai,Diego yang penuh kasih sayang benar-benar memberikan kesempatan memilih kepada sang isteri untuk merespon sinyal yang ia berikan ataupun tidak.
Ia tidak gegabah ataupun terburu-buru melancarkan setiap aksinya karena baginya perasaan isteri adalah segalanya. Kebutuhan cintanya akan lebih bermakna jika sang isteri telah benar-benar siap menerima dirinya lahir dan batin.
"Sayaangg!"Ucap Diego lirih dengan nada sedikit bergetar.
Karin pasrah.Hanya ada desahan lirih dari mulutnya namun tidak ada pergerakan refleks yang berbentuk perlawanan.
"Kenapa kau diam saja,apa kau sudah benar-benar siap merima tubuhku?"Tanya Diego yang nyaris tidak bisa menahan gejolak birahinya namun berusaha sekuat tenaga menunggu bentuk respon balik dari sang isteri.
Karin mengangguk pasrah sembari kedua tangannya merangkul punggung kekar sang suami.
"Aku akan menghentikannya jika kau masih canggung."Lanjutnya lirih.
Namun Karin yang masih canggung berusaha menahan gerakan sang suami dan membiarkan tubuh kekar berotot itu tetap mengungkung tubuhnya.
"Aku siap lahir batin sayang."Bisiknya hampir tidak kedengaran.
Rona merah menyembul menghiasi wajah oval yang sedang tersipu itu.
__ADS_1
Menanggapi jawaban isterinya itu Diego lantas tidak membuang waktu.Iapun dengan gencar melancarkan aksinya.Tanpa sadar pakaian yang dikenakan oleh keduanya berhasil ia lucuti satu per satu.
Diego mencermati tubuh polos sang isteri dengan tatapan berbinar memuja,sinar mata elangnya menyala dengan sorot mendamba pada nikmat anugerah terindah yang terpampang nyata di depan mata seakan enggan melepasnya pergi begitu saja.
Diego agresif mengungkung tubuh sang isteri lalu mengeksplor setiap inci tubuhnya dengan gerakan-gerakan nakal yang membangkitkan gairah dan birahi lawan mainnya.
Sedangkan Karin belum pernah melihat Diego sang suami memiliki keberanian yang tak terkalahkan ke atas dirinya seperti ini sebelumnya.Jika sebelumnya ia pernah mengalah maka saat ini ia memilih untuk lebih gencar menyerang dirinya nyaris membuatnya membeku dan kehabisan napas.
Puas ia merengguk nikmat tubuh indah sang isteri,meninggalkan tanda kepemilikan di tempat-tempat yang belum pernah disentuh olehnya dan baru kali ini ia diberikan kesempatan untuk menjelajahinya setelah tiga bulan mereka hidup bersama.
Sementara Karin meskipun ia seumuran dengan Diego namun ia termasuk buta dan tidak tahu apa-apa soal itu.
Berhubung pola pergaulannya yang terbatas dan juga kesehariannya di dalam lingkup keluarga yang menjunjung tinggi norma kehidupan dan mengutamakan kehormatan keluarga, maka untuk hal semacam ini ia hanya belajar dari ilmu yang dipelajarinya dalam batas yang wajar.
Namun kali ini tubuhnya tidak bisa menolak untuk tidak bereaksi. Ia benar-benar menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Diego.Ya karena sang suami adalah pria yang ia cintai sejak masih remaja.
Atau dengan kata lain Diego adalah cinta pertama dan terakhirnya.Dialah pria yang menjadi cinta sejatinya.
Meskipun Karin masih belum terlalu peka dengan setiap perlakuan Diego akan tetapi suami tercintanya itu tidak menyerah sedikitpun dengan hal semacam ini.Ia justeru lebih banyak bersabar menanggapi tingkah-tingkah refleks Karin yang nyaris membuatnya gagal fokus.
Manakala tiba kepada saat yang paling dinantikannya yaitu penyatuan antara dua tubuh,dua hati dan dua jiwa menjadi satu ikatan yang tak terpisahkan lagi.
"Sayang..."Bisik Diego memelas parau menatap sang isteri penuh damba.
Sementara sang isteri yang mulai mengerti hanya mengangguk menyetujui tanpa ingin menolak.
Maka terjadilah penyatuan tubuh di antara kedua insan yang saling mencintai dan sedang dimabuk asmara.Perlahan tapi pasti ia melakukannya.
"Sayang,maafkan aku,bertahanlah sedikit saja.Aku akan memaksakannya."Bujuk Diego sembari mengecup lembut kening wanita belahan jiwanya itu.
Karin mengangguk pelan disela desahan dan lenguhan panjang. Membiarkan raganya larut dalam kepasrahan yang mendalam.
Maka sekali saja sentakan keras ke tubuh sang isteri yang berada di bawah kungkungan tubuhnya.Hasrat kelelakian yang tak terbendung memaksa raga kokohnya mendorong kasar ke dalam tubuh sang isteri sembari menahan kepala belahan jiwanya itu dengan kedua tangan agar tidak bergeser.
Lolos dengan satu pekikan tertahan.Nikmat hasrat yang kian merajai membuat Diego kehilangan kendali dengan gerakan- gerakan liar nan membara namun tetap hati-hati mengingat isterinya sedang tidak berdaya.
Keduanya hanyut dalam renggukan nikmat birahi yang mencekam melanglang ke seluruh atmosfer ruangan.Memuji mengagungkan nama sang pencipta yang telah menganugerahkan nikmat kasih dan sayang kepada mereka.Menyatukan dua hati yang lama terpisah,mengobati luka yang sempat tertoreh laksana obat termanjur di dunia.
Setelah beberapa lama saling berpacu sepasang anak anak Adam ini akhirnya menyudahi nikmat percintaan mereka dengan sensasi pelepasan yang nikmat menggelenyar ke seluruh alam jiwa dan raga mereka seakan ingin menceritakan kepada dunia bahwa inilah kekuatan cinta kami yang tak akan tergantikan dengan apapun hingga kami menua bersama.Bahkan semestapun seolah turut memberikan lampu hijau untuk membenarkan hal itu.
•••
Bersambung.......
*****
Terima kasih banyak buat teman-teman pembaca yang sudah mendukung karyaku ini..Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah..amin..Terima kasih atas like komen dan rate dan juga vote nya...Sayang kalian semua..Salam saling mendukung..
😍😍😍🤗🤗🤗
__ADS_1