
"Aku punya kabar untukmu sayang." Memeluk erat kemudian beralih menangkup wajah oval itu.
"Apa itu?"
"Ini data base sistem Adhytama Star Hotel yang sudah aku programkan sendiri.Kau sudah bisa memantau semua kegiatan operasional dan juga perkembangan hotel dari sini." Jelasnya mendetil.
Tangannya mengarahkan sebuah gawai yang dirancang khusus oleh TF.Electro Group. Berisi aplikasi yang dimaksudkan oleh Diego.
Karin menerimanya dengan hati-hati.
"Sesuai permintaanmu,aku sudah meminta kepada papa dan kakak untuk mengurus seseorang yang akan mengelola hotel itu wahai nyonya pemilik."Lanjutnya tertawa tipis.
Tangannya menyodorkan sebuah amplop besar yang pernah diberikan oleh David kepadanya di ruang kerja beberapa minggu yang lalu.
"Terima kasih sayang.Kau baik sekali." Ucapnya seraya memeluk erat tubuh kekar sang suami.
"Eit!Tapi ini tidak gratis sayang,"balas Diego licik.
"Apa?Emm..Baiklah.Katakan berapa mominal yang kau minta,"pungkas Karin.
"Sayang,bukan duit yang aku inginkan melainkan dirimu."Diego tersenyum licik.
"Bagaimana jika anakmu yang menolak?" Karin memicingkan mata.
"Anakku tidak akan menolaknya karena dia pasti akan merindukan papanya sayang." Lanjutnya tertawa usil.
"Ya,terserah kau saja."Balas Karin menyerah.
malam itu Diego memang pulang terlambat.Karena harus menyelesaikan beberapa urusan penting yang menyangkut pekerjaan.
Sewaktu di kota D ketika ia membiarkan isterinya berbagi cerita dengan Danang di apartemen lalu ia memilih pergi ke Adhytama Star Hotel untuk mengambil data penting perusahaan agar mempermudah pengontrolan.
Berhubung Karin yang sedang ia persiapkan menjadi seorang ibu dari anak-anaknya, maka ia meminta Karin agar bersedia melimpahkan seluruh tanggungjawab Adhytama Star Hotel kepadanya.
Diego juga menggunakan kekuasaan sang papa untuk mengurus kelengkapan data diri sepupunya Ibnu Haidar yang akan ia pindah tugaskan di hotel tersebut atas izin sang papa dan sang kakak David
Karin menyimak isi dari amplop tersebut di mana tertera nama dirinya sebagai pemilik Adhytama Star Hotel yang baru menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada Diego serta nama Ibnu Haidar yang ditunjukkan sebagai staf pengelola hotel yang baru menggantikan posisi tuan Imran sebagai staf direksi lama.
Karena cuma pria muda yang pernah memegang peranan penting di Diego Spirit Hotel itulah yang ia anggap mampu menjalankan bisnis hotel berbintang lima berlabel raksasa di negara ini.
Sedangkan Diego Sprit Hotel,diserahkan sepenuhnya oleh sang papa kepada David untuk mengaturnya karena sang kakak dianggap sangat mampu mengurus pusat misi keamanan dunia bisnis mereka itu.
__ADS_1
Diego meraba perut datar isterinya,
"Hadiah ulang tahun yang luar biasa." Bisiknya ke telinga sang isteri dengan tatapan haru.
"Apa yang tidak untukmu sayang.Kau sudah banyak berkorban untuk merawatku dengan penuh cinta.Kini giliran kau menikmati hasilnya."Balas sang isteri.
"Aku yakin anakku adalah seorang putera." Ucapnya sembari turun menempelkan pelipisnya ke perut datar sang isteri.
"Aku juga yakin karena kita sama-sama mendoakannya di malam itu."Timpal sang isteri.
"Ya,kau benar sayang.Dan aku ingin malam ini kau benar-benar menikmatinya seperti di malam itu."
Karin yang menerima sentuhan-sentuhan tangan lincah dari sang suami hanya bisa memasrahkan diri dan mengangguk,"Apa yang tidak untukmu sayang,"ucapnya lirih.
Dan malam itu mereka saling mengisi saling melengkapi dan saling memadu hati demi memenuhi hasrat dan birahi masing-masing hingga menjemput fajar.
Tiga bulan berlalu
Kota D
Kehamilan Karin kini memasuki umur tiga bulan.Calon ibu itu kini tengah bolak-balik dari kota kelahirannya ke kota D dalam rangka menjenguk sang oma yang tengah sakit keras.Selain itu,ia dan suaminya juga masih harus menangani Adhytama Star Hotel yang telah menjadi tanggung jawabnya.
Amanah yang wajib ia emban atas kepercayaan yang diberikan oleh sang oma. Sementara menunggu sang suami yang masih mengurus proses pemindahan alamat sepupunya yang bernama Ibnu Haidar.
Ia mendapat panggilan darurat agar segera mendatangi rumah oma Hasnah di kota D yang mana selama ini menjadi tempat tinggal keluarga Imran.
Berhubung kondisi sang oma yang semakin renta,wanita tua itu sering mengalami sakit-sakit akibat penyakit yang di deritanya.
Malam ini rumah itu dipenuhi oleh keluarga besar yang mendapat panggilan darurat.
Papa Haikal,mama Nadine,Adhytama dan juga keluarga Amran ada dalam ruangan yang luas tersebut.
Wanita renta itu terlihat mengukir senyum yang terindah di dampingi Mr.Jolly sang suami tercintanya.
'Hhhmm..Adhit,Farah,Karin,Diego,Danang,Dania,kemarilah."Ucap sang oma lemah dengan tarikan napas berat.
Ucapan terima kasih karena telah memenuhi keinginan terakhir oma dan permintaan maaf telah merepotkan kalian menjadi ucapan terindah yang ia lontarkan.
"Terima kasih untuk kalian semua cucu oma yang sangat oma cintai.Jadilah anak yang berbakti kepada orangtua kalian."
Jemari rentanya meraba perut rata Karin yang mendekat di sisi terjangkau olehnya.
__ADS_1
Dengan bangga beliau menghembuskan napas terakhirnya dengan tenang.
"Jadilah ibu yang baik buat calon pewarismu ini nak."
Karin mengangguk di sela tangis yang tidak tertahankan.
"Kalian harus mengikhlaskan agar oma pergi dengan tenang,"ucapnya di penghujung kalimat.Ada senyum sukacita tertaut di wajah renta itu meskipun pihak keluarga besar yang ditinggalkan mengalami duka cita yang mendalam.
Tangis pilu dan sedih akibat ditinggal mendiang oma Hasnah menghiasi rumah duka keluarga Imran.
Akan tetapi ya begitulah,bahwa setiap pertemuan yang hangat akan ada perpisahan yang menyakitkan.Sama ada rela ataupun tidak kita harus menerima takdir tersebut sebagai kenyataan hidup yang harus kita jalani sebagai anak manusia yang tidak kekal di dunia ini.
'Selamat jalan oma sayang,selamat beristirahat wahai srikandi kami.Semua pengorbananmu tidak akan terlupakan oleh anak dan cucumu yang masih berjuang di muka bumi ini.Terima kasih banyak atas kasih sayang yang oma berikan kepada kami dengan tulus.Semoga amal dan ibadah oma diterima di sisi sang pencipta.Aamiin' Doa Karin mengiringi kepergian sang oma tercinta.
Usai melakukan penguburan keluarga besar itu menggelar doa tahlilan atas kepergian sang oma tercinta.
Sikap dermawan dan kasih sayang beliau yang tiada tara membuatnya dikenang oleh segenap keluarga besarnya dan juga orang-orang yang pernah ia berikan pertolongan.
••
Tengah malam usai acara tahlilan Karin tengah duduk di ruang keluarga bersama dengan Dania.Karin menemani gadis itu duduk santai sembari menikmati segelas susu ibu hamil.
"Kak,gimana rasanya jadi ibu hamil,aih!Calon mama yang semakin cantik,"goda Dania kepada Karin.
"Seperti yang kau lihat sekarang,kakakmu ini jadi banyak makan dan banyak maunya."
"Bahkan terkadang menyebalkan."Diego yang kebetulan lewat ikut menimpal.Calon ayah itu dipanggil oleh tuan Imran ke ruang kerjanya.
Karin cengar-cengir mendengar ucapan sang suami.Sedangkan Dania yang bingung hanya bisa mengernyitkan kening seraya memandang punggung Diego yang kian menjauh.
"Sudah,jangan bingung Nia.Sejak hamil kakak memang jadi tukang pemaksa.Semua keinginan kakak wajib dipenuhi olehnya kalau tidak ya kakak pasti merajuk.Itu sebabnya dia bilang kakak menyebalkan." Karin menjelaskan dan tertawa sendiri.
"Oh,pantas saja.Kalau begitu besok malam cari makan di taman kuliner yuk kak,"ajak Dania kepadanya,"mumpung kakak masih di sini kan,"lanjutnya tertawa kecil.
"Boleh juga tuh.Asyik."Karin menyetujui.
•••••
Bersambung..
Terima kasih kawaan-kawan.Maaf kelamaan up.Ada sedikit kendala dalam urusan keluarga.Tetap dukung dan tetap tinggalkna jejak bagi yang berkenan..🤗
__ADS_1
Imformasi buat karya fiktif ke dua author berjudul "I Need You"sudah up enam episode untuk hari ini tanggal 11 Februari 2021.Selamat membaca karya fiktif ini dan semoga suka.Jangan lupa berikan dukungan bagibyang berkenan..Tingkyu salam persahabatan dari author..
🤗🤗🤗