Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Kembali Pulang


__ADS_3

Selamat membaca 🙏😍


Pemuda itu meyibakkan tirai tipis yang menutupi jendela kamar apartemen. Membiarkan sinar surya menembus seisi ruang kamar,menelusup malu-malu kewajah oval menggebu yang matanya masih memejam. Seketika mengerjap namun tidak berhasil menyesuaikan pandangan.Berat!


"Sayang,bangunlah! Kita akan bersiap-siap untuk pulang." Ucap Diego yang baru saja mendaratkan posisi duduk disamping isterinya yang masih berjuang mengumpulkan nyawanya.


"Hmm..."Jawabnya sembari menggeliat.


"Rupanya isteriku masih betah berlama-lama di negara ini.Apa benar demikian, hmm sayang?" Usik Diego yang menyadari sang isteri masih mendengkur.


"Hmm...Betah.."Jawabnya masih terbuai.


"Baiklah kalau begitu,kita akan menetap disini seminggu lagi."Ujarnya menahan tawa.


"Hmm...Se_minggu_" Ucapnya setengah sadar.


"Oke,kalau begitu,aku akan menelpon Haidar dan membatalkan kepulangan kita."Lanjutnya pura-pura meraih ponsel dan mengutak-atik sesuatu dilayarnya.


"Eh! Akh! A_ku pulang.Ki_kita pulang!" Serunya gagap manakala kesadarannya mulai penuh.


"Tapi tadi kau bilang masih betah di sini."Celetuk Diego pura-pura tidak mengerti.


"Tidak,a_aku hanya sedang bermimpi melihatmu habis man_mandi dan_"Lanjutny dngan ucapan terpotong.


"Dan apa,hmm?" Desak Diego menahan tawa menyeringai.


"Dan be_,betah melihat wajah segarmu."Ucapnya tersipu sembari memicingkan sebelah mata menahan rona merah yang kian menyembul.


Diego mendengus kecil,"Hhhh...Jadi kau menggodaku?"Tanya Diego penuh sarkas.


"Ti_tidak,itu hanya mimpi."Sanggahnya sembari mengambil langkah seribu dengan wajah seperti udang goreng.


"Hey! Sayang,aku belum selesai bicara.Kau harus bertanggungjawab karena telah menggodaku."Seru Diego tertawa geli ketika mendengar suara pintu kamar mandi dibanting keras oleh Karin.


Karin yang sudah terlanjur malu segera menjawab dari balik pintu yang sesaat sebelumnya telah dibanting,"Jangan dibahas lagi.Aku mau mandi!"Teriak Karin dari dalam kamar mandi sesaat setelahnya terdengar suara-suara gemericik air yang mengalir.


Diego hanya tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah isterinya yang menggemaskan.


"Dia sangat cantik untuk digoda."Gumamnya pelan sembari terkikik.


Usai berdandan rapi Karin didatangi oleh seorang wanita muda berusia kurang lebih tiga puluh delapan tahun bergaya maskulin yang mengaku sebagai asisten pribadi Haidar, sepupu Diego.Wanita itu diutus oleh Haidar untuk membantu kakwak iparnya itu membereskan semua perlengkapan pulang ke negara asalnya.Wanita bersama Elice itu mengaku sudah mengabdi kepada keluarga TF. sejak dua puluh tahun yang lalu.


"Boleh aku bertanya sesuatu bu?"

__ADS_1


"Silahkan nyonya muda,saya akan menjawab semampu saya."Jawab Elice sembari menunduk sopan.


"Apa saja yang ibu ketahui tentang 'Diego Spirit' ?


_


•••


Rumah besar kediaman Tun Fahmi.


Sementara di rumah besar kediaman Tun Fahmi,pria paruh baya itu baru saja mengumpulkan seluruh keluarga besarnya untuk mengadakan persiapan acara syukuran keluarga dalam rangka menyambut kepulangan putera bungsu dan menantu mereka.


"Mulai malam ini dia akan menempati rumah besar ini.Aku ingin menyambutnya dengan acara keluarga yang mewah." Ujar pria paruh baya itu di tengah pertemuan keluarga besar TF.


"Itu benar papa,dia bukan hanya menantu tapi dia juga puteri kita.Dialah yang bakal menggantikan Hany di rumah ini setelah Dian menggantikan Heny."Timpal sang isteri diikuti anggukan penuh arti oleh pria tersebut.


Menjelang malam,semua anggota keluarga baik dari pihak Diego maupun Karin yang sejak tadi telah berkumpul di rumah besar tersebut sudah bisa bernapas lega.Mereka sangat antusias menyambut kehadiran putera puteri bungsu serta menantu mereka yang baru saja tiba.


"Ini seperti mimpi puteri kita pulang dengan selamat."Ucap mama Nadine haru menyambut Karin kedalam pelukannya.Wanita paruh baya itu terlihat menitikkan air matanya.


Diego terpaku memandang ibu mertua yang pernah bersikukuh menolak dirinya itu.Hatinya tiba-tiba ciut antara hendak menyapa atau membiarkan dirinya disapa.


"Mama,Karin rindu..."Ucap Karin disela Isak tangisnya yang menjadi-jadi.


Karin mengangguk disela Isak tangis harunya.


"Hay,menantuku sayang!Kemarilah ini mama nak!"Seru mama Cyntia yang sudah tidak sabar menunggu giliran menyambut peluk cium anak menantunya.Lalu kemudian memapah sang menantu menuju ke ruang keluarga dan mendaratkan dirinya diatas sofa diikuti oleh anggota keluarga yang lainnya.


Karin menerimanya dengan perasaan gembira,haru dan juga sungkan bercampur aduk menjadi satu.


"Kenapa kau diam saja nak?Ayo ceritakan pada mama,apa kau betah disamping Diego nak?" Tanya mama Cyntia bertubi-tubi.Karin mengangguk cepat beberapa kali namun tidak mampu mengeluarkan kata-kata saat mengenang kebaikan dan ketulusan Diego selama mereka terpisah jauh dari orangtua mereka.


Yang sebenarnya adalah nama Cyntia juga sangat yakin bahwa puteranya pasti akan membuat sang isteri tercinta merasa bahagia.


Sementara Diego mendapat sambutan hangat dari papa Haikal,mama Nadine dan juga Adhytama.Ucapan terimakasih datang bertubi-tubi kepada pemuda yang telah berhasil membuktikan janjinya sendiri untuk menjaga dan merawat puteri tercinta mereka.


"Terima kasih telah menjaga adikku dengan baik."Ucap Adhytama sembari menepuk hangat bahu Diego dengan penuh penghargaan.


"Sama-sama kakak,sudah menjadi tanggungjawabku selama aku hidup bersamanya."Balas Diego merendah diri.


"Kau benar-benar membuktikan tanggungjawabmu nak!"Timpal mama Nadine berkaca-kaca sembari menerawang tiga bulan yang lalu dimana dirinya menolak keberadaan Diego hingga berujung kepada pernikahan secara paksa di ruang ICU.


Flashback on

__ADS_1


Di ruang ICU .... Diego yang meminta izin kepada tuan Haikal dan nyonya Nadine untuk segera membawa Karin ke luar negeri masih belum mendapat respon baik dari kedua orangtua tersebut.Berhubung penolakan tegas yang dibuat oleh mama Nadine beberapa hari belakangan ini membuat Diego merasa pesimis antara diterima ataupun tidak.Ia hanya memasrahkan diri saja sembari berdoa agar keajaiban segera terjadi kepadanya.


"Baiklah paman.Aku siap menunggu keputusan apapun dari paman dan bibi."Jawabnya memasrahkan diri.Namun dalam hatinya memohon dan berharap ada secuil rasa dari mama Nadine sebagai penerimaan terhadap dirinya.


Beberapa jam setelah Diego pamit pergi....


Tun Fahmi dan nyonya Cyntia terlihat mendatangi ruang tunggu ICU dimana tuan Haikal bersama isteri dan putera tertua mereka sedang duduk membincangkan sesuatu disana.Kehadiran pasangan ternama tanpa ada sebarang kabar terlebih dahulu itu jelas menimbulkan tanya di kening keluarga kecil yang sedang dirundung masalah tersebut.


"Maafkan atas kelancangan kami ini tuan dan nyonya."Ucap nyonya Cyntia seraya membungkukkan badannya dengan sopan.Pelupuk matanya mulai berkaca-kaca menahan kesedihan yang sudah tidak terbendung.


"Maksud kedatangan kami ke sini adalah untuk meminta izin kepada tuan dan nyonya agar ikhlas menyerahkan puteri kalian kepada putera kami.Nikahkanlah mereka agar putera kami bisa menjalankan tanggungjawabnya dengan baik. Hanya itu satu-satunya yang ingin kami lakukan saat ini demi membalas kebaikan keluarga ini yang telah banyak berkorban buat kami."Tambah Tun Fahmi membuka pembicaraan inti.


"Aku merasa tidak pernah berbudi kepada siapapun.Yang kutahu adalah puteriku hampir kehilangan nyawa akibat masalah putera kalian.Sudah sewajarnya aku menolaknya untuk kembali mendekati puteriku.Aku tidak ingin puteriku menderita terus -menerus didalam hidupnya."Tandas mama Nadine datar dengan sorot mata yang berapi-api.


"Mama,tenanglah! Biar papa yang berbicara."Ucap papa Haikal sembari mengarahkan puteranya Adhytama agar mengajak sang mama masuk ke dalam ruang ICU menemui Karin yang masih lemah tidak berdaya.


Tun Fahmi melanjutkan ucapannya,"Tadi Diego mendatangiku.Dia menyampaikan niatnya untuk membawa Karin ke luar negeri untuk pengobatan lebih lanjut.Dan aku merasa perlu mengambil keputusan yang tepat sebagai seorang ayah demi melancarkan niat baik puteranya yang sedang didera kebingungan.Maka di sini aku melamar puterimu untuk puteraku meski dalam situasi dan kondisi yang tidak tepat."Ucapnya sambil menundukkan wajahnya menahan perasaan malu dan bersalah.


Diikuti anggukan pelan dari papa Haikal.Pria itu seketika menyapu kasar wajahnya yang kusut.


"Tapi ini adalah niat ikhlas dan hanya cara inilah yang bisa kami lakukan agar bisa menerima tanggungjawab dan memperlakukannya sebagai puteri kami disaat dia sedang membutuhkan dukungan dan perlindungan seperti ini."Lanjut Tun Fahmi dengan suara pelan dan sedih.


Setelah lama berbicara akhirnya dicapailah kesepakatan bahwa Diego dan Karin akan seger dinikahkan dalam satu kali duapuluh empat jam mengingat kondisi Karin yang harus segera mungkin mendapatkan penanganan lebih lanjut.Hingga akhirnya mereka benar-benar menikah dalam suasana yang sangat memprihatinkan.


Flashback off.


Diego menundukkan kepala menyambut pelukan mama Nadine dengan pandangan yang berkaca-kaca.


"Tugas dan kewajibanku menjaga puterimu secara fisik maupun psikis sudah kujalani dengan sebaik-baiknya.Maka akan kukembalikan dirinya sekarang juga jika memang mama menginginkannya." Ucapnya disela linangan air mata yang tak terbendung.


Mama Nadine menggelengkan kepala sembari mengalirkan rintik yang tidak tertahankan.


"Akan tetapi kewajiban seumur hidupku untuk menjaga dan mengayominya baik itu lahir maupun batin telahpun berlangsung secara sakral.Jika mama berniat mengambilnya dariku maka akan kuizinkan.Namun aku juga akan tetap ikhlas memperjuangkannya kembali hingga jiwa ini memisah dari raga sekalipun." Lanjutnya sembari memeluk sayang kepada wanita paruh baya yang kini telah menjadi ibu mertuanya itu.


"Terima kasih nak! Kau telah membuat mama menjadi semakin yakin untuk menitipkan puteri mama kepadamu." Balas mama Nadine terharu.


Kini rasa percaya dirinya kembali mencuat.Melanglang memancarkan kharisma yang sempat meredup dimata wanita paruh baya itu.Rasa haru bercampur bahagia menyelimuti jiwa dan raganya seakan ingin berteriak kepada dunia bahwa 'inilah aku Diego yang berhasil membawa pulang Karinku dengan selamat tanpa kurang satu apapun.'


•••


Bersambung.....


*****

__ADS_1


Terimakasih buat teman-teman yang sudah berkenan untuk mampir dan meninggalkan jejak di karya pertamaku ini..Semoga semuanya diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah ...aamiin.. 😍😍😍🤗🤗🤗


__ADS_2