
Selamat membaca 🙏😍
Kediaman Tuan Amran
Danang terlihat baru pulang dari tempat kerja.Dengan wajah kusut tak bersemangat ia memasuki ruang keluarga.Mendapati om Amran dan tante Mira sedang berkumpul.Sepertinya tengah membicarakan hal penting.Dimas dan Vania juga berada di sana.Melihat kehadirannya,om Amran segera mengajaknya untuk bergabung.
“Duduklah nak!”Tuan Amran mempersilahkan disertai dengan sebuah anggukan kecil dari Danang.
“Baik,terimakasih om.”Menjatuhkan posisi duduknya disamping pria itu.
“Tadi sore Kak Imran menelepon om.”Meraih cangkir kopi dari atas meja,”Besok pagi papamu dan kakak ipar Andin akan tiba dibandara.Mereka kemari untuk menjenguk bibi Hasnah dan nona Karin.”Lanjutnya sembari menyesap kopi hitam miliknya.
“Oh ya,baiklah om.Biar aku yang menjemput papa dan mama di bandara besok.”
“Dan satu hal lagi yang perlu kau ketahui nak!”Ujar tante Mira.
“Apa itu tan?”
“Tanggal pernikahan adikmu Dimas yang semakin mendekat,terpaksa kita tunda sampai ke batas waktu yang belum ditentukan.”
“Benarkah itu?Tapi kenapa demikian tante?”
“Kita harus menunggu Omamu dan puterinya paman Joe sembuh terlebih dahulu.”Jelas tante Mira.
“Minimal salah satu diantara mereka siuman.”Timpal om Amran.
“Ya,kak.Kita semua sudah menyepakati hal ini.Kami akan menunggu sampai kak Karin sembuh dulu.”Tambah Dimas meyakinkan diikuti oleh anggukan kecil dari Vania.
Danang manggut-manggut mengerti.
Ia baru menyadari kalau ternyata keluarga yang terhitung dari satu garis keturunan ini sangat menghormati darah Setiawan yang mengalir ditubuh mereka.
Di Hospital ... Keluarga Joe Haikal didatangi oleh Tuan Imran-Amran.Kedua kakak beradik itu sengaja datang mengunjungi keluarga sang bibi yang sedang ditimpa musibah.
Bantuan doa dan dukungan moril yang berdatangan membuat raut wajah opa Jery, papa Haikal dan mama Nadine yang semula terlihat rapuh kini mulai menunjukkan adanya tanda-tanda harapan untuk bangkit dari keterpurukan.
“Imran,terimakasih kau dan Andin jauh-jauh mau berkorban kemari hanya untuk menjenguk kami.Maaf telah merepotkan kalian.”
“Kakak,pengorbanan kami ini tidak ada artinya dibandingkan dengan perngorbanan bibi Hasnah kepada keluarga kami.Kami sangat berhutang budi kepadanya kak.”Ucap Tuan Imran tidak enak hati.
“Ya kakak ipar,itu benar sekali.Kami tidak pernah merasa direpotkan oleh keadaan ini.Kami menganggap ini sebagai bentuk kepedulian yang harus kami jalani sebagai keluarga.”Timpal Andin sopan.
“Terimakasih banyak Andin.Kalian membuatku merasa tidak sendirian di dunia ini.”
“Sudah menjadi kewajiban kita untuk saling menghormati dan menghargai antar sesama manusia kak.”
Ya,dan Oma Hasnah adalah satu-satunya pewaris tunggal Tuan Adhytama Setiawan yang masih tersisa.Sang pemilik bisnis terbesar Adhytama Star Group di negara asalnya.
*Flashback on Kehidupan Nyonya Hasnah Setiawan ~ settingan tahun 1962
Kala itu ia seorang gadis belia berumur ± 21 tahun.Ia adalah puteri bungsu dari lima bersaudara.
Mereka adalah anak mantan orang nomor satu kota D yang bernama Tuan Adhytama Setiawan.
Hasnah hidup di tengah keluarga terpandang yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.Ayahnya yang menjabat sebagai walikota D menganggap semua manusia setara dimata Tuhan.Harta dan kekayaan bukan menjadi ukuran untuk menilai seseorang.Akan tetapi nilai penyetaraan itu sendiri yang membuat manusia menjadi bernilai dimata Tuhan.Singkatnya mereka adalah keluarga bahagia yang gemar traveling.
Keluarga Itu memiliki aset kekayaan yang melimpah.Mereka mulai merintis usaha kuliner dan membangun hotel di tempat-tempat wisata yang sukses menarik minat banyak turis lokal maupun luar negeri.Nyonya Hasnah dan kedua kakak perempuannya berperan sebagai guide bagi para turis manca negara yang berkunjung ke tempat wisata di kotanya.
Hingga pada suatu saat ia mengenal seorang pria berkebangsaan Inggris yang menjadi tamunya di pesta 'sun shade' di pantai K.Singkatnya mereka jatuh cinta pada pandangan pertama.
Pria itu bernama lengkap Mr. Jeremy Joe Jolly yang akhirnya menjadi suami tercintanya.
Kebahagiaan dan kehangatan keluarga itu berjalan sebagaimana mestinya tanpa mengenal luka dan kesedihan.
Hingga suatu saat nasib mengubah jalan takdir mereka dengan cobaan hidup. Membuat nyonya Hasnah mengalami keterpurukan yang cukup lama.
Semuanya bermula ketika keluarga besar itu memutuskan untuk melakukan perjalanan rekreasi ke luar kota.Sayangnya mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba mengalami rem blong dan menabrak pembatas jalan kemudian jatuh ke jurang.
Dari ketujuh anggota keluarga Tuan Adhytama Setiawan termasuk sang ayah,ibunda tercintanya Yasmin,dua orang kakak laki-laki dan dua kakak perempuannya yang ikut terjebak bersama dengannya dalam kecelakaan tersebut meninggal dunia dalam peristiwa naas tersebut.Hanya oma Hasnah yang selamat dalam peristiwa itu.
Namun berkat kehadiran Tuan Jery dan cinta yang tulus telah membuat dirinya menjadi wanita tangguh yang kuat melawan badai kehidupan.
Hal inilah yang membuat nyonya Hasnah memutuskan untuk meninggalkan tanah kelahirannya hanya untuk membuang kenangan pahit yang pernah menimpa keluarganya.
Seluruh aset kekayaan dan properti yang sepenuhnya menjadi miliknya ia serahkan kepada sepupu sekalinya Tuan Wayan Surudin yang tidak lain adalah opa dari Danang dan Dimas untuk mengelolanya.Dan hingga saat ini semua usaha yang dijalankan oleh Tuan Imran ayahnya Danang masih sah milik oma Hasnah.
Sepuluh tahun lalu ia pernah pulang ke Indonesia untuk melakukan pembagian warisan tersebut kepada kedua keponakannya Imran dan Amran.Setengah bagian yang masih menjadi miliknya diatasnamakan kepada putri semata wayangnya Nadine Farahdilla Jolly.
Rencananya warisan itu akan ia berikan kepada kedua cucu kesayangannya Adhytama dan Karin.
Hal inilah yang membuat keluarga besar Imran - Amran ini merasa sangat berhutang Budi kepada oma Hasnah.
Apapun yang menjadi keputusan dari wanita renta itu akan dianggap sebagai ‘suara sabda' bagi keluarga keturunan Wayan Surudin yang oleh beliau sendiri dengan ikhlas menggunakan nama Setiawan sebagai identitas pengenal dibelakang nama anak-anak dan cucunya.
Flashback off.......
Dan sekarang wanita renta itu terbujur kaku tak sadarkan diri.Imran merasa perlu mendatanginya.
"Bibi,ini aku Imran..Aku datang bi.."
"Jika bibi mengabaikanku maka aku siap untuk pergi bi.Bangunlah!"
"Bibi,apa bibi lupa?Kita sudah sepakati bersama menitipkan Danang kepada kakak Haikal hingga disaat yang tepat aku akan mengambilnya kembali sebagai penerus generasi ke tiga Adhytama Star Group."
Seketika ucapan Tuan Imran menimbulkan gerakan refleks ditangan dan mata oma Hasnah.Sesekali kemudian berkali -kali.Tangan itu mulai bergerak.Mata itu mulai mengerjap.
"Bi,aku hanya berdoa agar bibi segera sadar dan lekas sembuh.Kita akan melalukan apa yang bibi inginkan.aku tunggu ya."
Seketika ucapan terakhir Imran sontak mendapat respon positif dari sang oma.
"Imran...Kaaukah itu?!"Pelan,parau dan terdengar lemah.
"Bibi?!..Bibi sudah sadar? Bibi..Ya ini aku Imran..Alhamdulillah bibi sadar..Bibi..Aku merindukanmu bi!" Pekik Imran penuh haru.Tanpa sadar airmatapun meleleh dari kelopak mata cekungnya.
Tuan Imran sangat bahagia dan terharu manakala mengetahui sang bibi Hasnah sudah sadar dari koma.
"Imran,apakah kita bisa membahasnya sekarang?" Tanya wanita renta itu tanpa basa-basi.Meskipun suaranya terdengar sangat lemah.
Imran menarik napas dalam lalu membuangnya pelan,"Bibiii_" Seakan tidak yakin,"Baiklah jika bibi menginginkan demikian."Jawabnya pasrah mengiyakan.
"Aku sudah persiapkan semua tentang Danang.Sekarang aku ingin tahu bagaimana dengan rencanamu selanjutnya."Ujarnya lemah.
"Bi,sebenarnya aku belum membicarakan hal ini kepada Danang.Tapi jika keputusan itu berasal dari bibi maka aku yakin dia pasti akan menerimanya."
"Lalu?"
"Lalu aku dan Billy sudah sepakat untuk saling menjodohkan anak-anak kami.Berhubung Billy sekarang dalam perawatan dokter mengenai riwayat penyakit jantungnya maka kami berniat untuk segera mempertemukan mereka agar pernikahan itu bisa dilaksanakan secepatnya."
"Oh..! Billy kah? Baiklah.Lalu kapan rencana pertemuan itu?"
"Dua hari lagi Carnelian Group akan mengisi agenda temu janji dengan klien mereka langsung di perusahaan TF.Electro Group dan satu-satunya puteri Billy akan ditunjuk olehnya sebagai utusan.Maka itu kami akan segera pertemukan mereka setelah urusan puterinya selesai."
__ADS_1
"Hhhhmmm....."
"Tapi bi,kalau boleh aku bertanya,apa Danang sudah benar-benar ikhlas melepas Karin kepada generasi kedua TF.Electro group itu?Apa Karin juga benar-benar mencintai pemuda itu bi? Maaf bi, aku hanya mengkhawatirkan perasaan anak-anakku saja."
"Sudaah..! Tidak ada yang perlu kau khawatirkan.Aku sudah pastikan semuanya sebelum hari dimana penyakitku kambuh."
"Syukurlah kalau begitu bi,aku harap bibi dan Karin lekas sembuh agar kita bisa mengajak mereka semua kesana."
"Hhhhhmmmm.....A_apa yang kau bilang Imran? Ka_karin sakit?Apa benar itu Karin sakit?"Wanita renta itu seketika panik.
"I_iya_"
"Ya, sayang,Imran benar.Karin memang sedang sakit karena sudah seminggu ini dia lupa menjaga pola makannya.Itu sebabnya asam lambungnya kumat lagi.Dia ada diruang sebelah ma."Potong Tuan Jery yang tiba-tiba muncul dari belakang seakan menyelamatkan suasana.
"Oh..! Kalian ini buatku khawatir saja.Anak itu memang ceroboh!" Sahut oma Hasnah pelan.
"Maafkan aku bi.Aku tidak bermaksud membuat bibi khawatir.Aku hanya terbawa suasana saja." Ucap tuan Imran lega.
"Hhhhhhmmmmm......"
Tuan Imran menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal,'Hampir aja!' Batinnya frustrasi.
••
Pusat Perbelanjaan Davie Group
Hari ke dua setelah peristiwa tragis menimpa Karin.Sudah dua jam David duduk terpekur di atas kursi kebesarannya.
Matanya menatap kosong ke langit-langit ruangan dikrektur.Seolah tidak percaya pada kejadian dua hari yang lalu.
Kejadian yang menyebabkan Karin masih terbujur diatas pembaringan.Belum sadarkan diri.
‘Kariinn...' Batinnya.
Pikirannya berkecamuk.Calon adik iparnya begitu tulus memaafkan orang yang telah menyakitinya tanpa perlawanan sedikitpun.
Hatinya jelas sangat jernih terlihat dari tatapan bola mata beningnya.Dan senyum tulus itu seharusnya membuka semua mata yang melihatnya kalau dia benar-benar bersih dari tuduhan kejahatan apapun.
Lalu dosa apa yang membuatnya harus menerima tamparan keras dari Elyca?Padahal dia hanyalah seorang gadis polos yang dipilih Diego untuk menjadi pendamping hidupnya.
Mengapa kejadiannya bisa bersamaan dengan hari dimana peristiwa tragis itu terjadi?
Andai waktu itu Diego yang melihat sendiri kalau Karin disakiti oleh wanita bar-bar itu entah apa jadinya dengan wanita itu.Mungkin sudah dijadikan perkedel lalu dibiarkan membusuk di tong sampah olehnya.
'Elyca....’ Gumamnya pelan.
'Akh! Wanita itu! Aku merasa ada yang aneh padanya.’ Lanjut David bingung.
Daripada bingung David memutuskan untuk membongkar kembali CCTV dua hari yang lalu.
Untuk sejenak ia melupakan semua janji dan meeting penting yang harus ia jalankan hari itu.
Tok tok tok
Ceklek
“Silahkan masuk!”
“Maaf tuan,saya cuma mengingatkan satu jam lagi anda akan mengikuti rapat bersama klien di Hotel Sh.”
‘Veny! Batalkan semua janji dan meeting untuk hari ini.Atur kembali jadwalnya dilain waktu.’ Perintahnya kemudian disetujui oleh sekretaris yang bernama Veny itu.
Ceritanya David masih penasaran dengan wanita bar-bar itu.Bukan cuma dirinya saja tapi juga keluarganya yang terkesan arogan dalam menjalani bisnis keluarga mereka.
Bahkan ayah Elyca si Tuan Paul terkadang suka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
*Flashback Elyca menyerang Karin ~ David POV
Waktu itu aku baru saja tiba di pusat perbelanjaan milikku yang tidak pernah diketahui oleh siapapun kecuali anggota keluargaku sendiri.
Ya,memang benar karena keluarga kami tidak pernah memamerkan kekayaan yang kami miliki.
Jangankan aset dan properti dalam negeri,luar negeri saja keluarga ini memilikinya namun tidak ada yang mengetahuinya secara terperinci.
Yang mereka tahu hanyalah ayahku sebagai pemilik perusahaan raksasa itu.Dan adikku Diego bakal menjadi generasi kedua penerusnya.Sedangkan aku sebagai pemilik perusahaan yang memakai namaku sendiri Davie Group.
Tapi sisi lain yang ada pada kami dan soal anak cabang usaha lain yang melebar kemana-mana dan menyangkut group 'gangster putih' yang dikelola oleh ayahku sendiri.Bukan tanpa alasan beliau melakukan itu.
Semua itu demi menjaga keamanan keluarga dan pertahanan bisnis kami dari niat jahat pesaing bisnis yang tidak sehat dan juga orang-orang yang tidak ingin melihat kami hidup rukun dan damai.
Dan menyangkut hal inipun kami tidak pernah ingin memberi tahunya kepada publik.
Tidak ada satupun yang mengetahui tentang sisi lain ayahku ini.Terkecuali pria paruh baya yang menjadi sahabat masa muda ayahku itu.
Kupercepat langkahku menuju ke lift sembari menatap CCTV yang tersambung ke layar ponsel milikku.
Satu hal yang membuatku tertarik adalah manakala melihat Karin tengah tersenyum manis sembari memilih beberapa jenis camilan sehat dan buahan segar yang tertangkap di layar cctv-nya.Seketika membuatku menatap intens ke wajah gadis pilihan Diego adikku.
Ku tatap intens senyum manis itu seketika membuat sisi maskulinku ikut tergugah.Senyum itu laksana virus menular yang memaksa senyum tipisku ikut mengembang mengingat ucapan adikku,’Aku sangat menginginkannya Kak! Hanya dia!Bukan yang lain!”Lantas mengapa adikku bisa tergila-gila kepadanya?
Hatinya yang sekeras baja dan sedingin es kutub sama sepertiku bisa tertawan dan meleleh hanya karena sebuah senyuman yang dilemparkan olehnya.
Ya,kini aku mengerti mengapa demikian.Karena dia gadis polos,cantik dan bersahaja.' Gumamku memuji keindahan yang selama ini begitu asyik berkeliaran disekitarku namun baru saja aku menyadarinya.
Tiba-tiba aku terpaku dengan kekhawatiranku sendiri, menatap seorang wanita yang ku kenal jelas sedang mengendap-endap dengan wajah seram dan tatapan membunuhnya menuju kearah Karin.Tingkahnya aneh!
Wanita itu tiba-tiba muncul dari belakang kemudian perlahan mengitari tubuh Karin yang belum menyadari akan keberadaannya.Sesaat setelah itu terlihat mereka saling menyapa.
Namun ada raut kebingungan diwajah Karin yang jelas kutangkap.
Aku beropini bahwa Karin tidak begitu mengenalnya dengan baik.Mengingat Elyca itu anak siapa dan bagaimana sepak terjangnya di dunia bisnis membuat hatiku tiba-tiba berdebar kencang! Ada sesuatu yang sontak membuatku panik luar biasa lalu memutuskan menekan tombol lift menuju ke lantai tiga dimana Karin berada.
‘Sepertinya dia dalam bahaya!’ Gumamku.
Dugaanku tepat sekali.Ternyata gadis bar-bar itu sengaja datang untuk menyerang Karin.Terjadi adu mulut diantara kedua gadis seumuran itu.
‘Ck! What the ****! Kenapa lift-nya ini lama sekali terbuka??’
‘Oh tidak!Dia terlihat sangat brutal!’ Geramku sesaat setelah pintu lift terbuka dan mendapati satu tamparan keras telah mendarat telak ke pipi calon adik iparku itu seketika membuatku makin berang!
Hinaan dan cercaan yang begitu jelas ditujukan Elyca kepadanya membuat telingku terasa panas. Apalagi semuanya berkaitan dengan Diego adikku,membuat sisi maskulinku tertantang.
Tanganku gesit menahan aksi brutal wanita yang tiba-tiba membabi buta ingin mencekik batang leher jenjang calon adik iparku.Jantungku seketika menjadi tidak karuan menahan amarahku sendiri.
"Jangan sentuh dia atau kau akan tahu akibatnya!Kau gadis berpendidikan luar negeri,bersikaplah santun di tengah keramaian!” Bentakku lantang seraya membawa Karin kedalam pelukanku.
“Jangan buat hal yang memalukan seperti ini!” Ketusku sembari menatap tajam kepada Elyca dengan amarah yang membuncah.
‘Berani sekali dia menyentuh adikku!’ Batinku berang.
Kelakuan wanita bar-bar yang melampaui batas ini membuatku merasa perlu bertindak! Apalagi melihat pipi mulus gadis yang kupeluk itu lecet dengan lima jari yang membekas.
__ADS_1
Aku merasa benar-benar harus melindunginya karena dia adalah keluargaku.
Sengaja kutawarkan pilihan untuk membalas kejahatan yang telah dilakukan Elyca kepadanya.Lantas jawabannya membuatku kaget! Dia memilih untuk tidak membalas perbuatan Elyca padanya.
Lantas mengapa?Bukankah Elyca telah menyakitinya?Menjatuhkan harga dirinya di depan khalayak ramai.Membuatnya seolah-olah menjadi wanita nomor dua dihari adikku.
"Karena sebaik-baik balasan bagi suatu kejahatan adalah kebaikan itu sendiri kak.Jadi biarkan kebaikan sendiri yang akan membalasnya nanti." Jawabnya tenang membuatku berdecak kagum.
Dia bahkan menjunjung tinggi prinsip kebaikan.Hatiku semakin yakin bahwa pilihan adikku tidak salah.
Hingga disaat ia beranjak pergipun aku merasa masih ada bahaya yang bakal menguntitnya.
Tapi entahlah bahaya apa itu! Ditambah ia menolak tawaranku untuk mengantarnya pulang membuatku merasa makin tidak enak.
Namun aku berusaha membantah setiap kata hatiku yang mengatakan soal keburukan yang bakal dialaminya.Kutepis semua firasat buruk itu daann.. akhirnya...Semuapun terjadi diluar keinginan..
'Akh! Sakitnya! ‘
Flashback off..
David masih berkutat dengan laptop miliknya.Jemarinya cekatan mengutak-atik papan Q-board.Tidak ada niat lain selain membongkar kembali cctv dua hari yang lalu.
Tujuan utamanya adalah ingin melihat wajah calon adik iparnya yang tiba-tiba ia rindukan.Disamping rasa penasarannya mencari titik-titik dimana dan bagaimana Elyca bisa mengetahui Karin berada di pusat perbelanjaan ini hingga ia menemukan sesuatu disana lalu kemudian tangannya bergeser menekan salah satu tombol disana.
Drrrttt.....Drrrttt.....
David menyambut panggilan
Hallo
Baik aku akan segera kesana sekarang juga.
Memutuskan sambungan.
~
Tangannya segera meraih sesuatu di atas meja kemudian melangkah gesit keluar dari ruang kebesarannya.
••
Di Hospital......
Hari kedua Karin berada diruang yang paling menakutkan itu.Ibunda Nadine begitu setia menjaga puteri semata wayangnya.Seakan dirinya tidak rela membiarkan ia sendirian terbaring disana.Sorot mata sendu yang tidak luput dari air mata yang mengalir.
Diruang tunggu terlihat Diego yang sejak semalam tidak beranjak sedikitpun dari tempat duduknya.
Matanya yang sembab terlihat mulai membengkak.
Ingin masuk ke ruang ICU,tidak diberi kesempatan oleh mama Nadine.
Ingin menyapa papa Haikal yang sempat bolak-balik dari ruang milik oma dan Karin terasa begitu berat karena beliau seolah begitu acuh terhadapnya.
Ingin pergi bekerja rasanya tidak sanggup membiarkan Karin sendirian terbaring disana.
Sekujur tubuhnya terasa remuk! Hatinya begitu sakit manakala teringat ucapan secara emosi mama Nadine yang tiba-tiba ingin membatalkan pertunangan puterinya dengan dirinya.Entah apa penyebabnya.
"Papa,kalau begini mama memilih untuk membatalkan pertunangan puteri kita saja.Mama tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepadanya dikemudian hari. Baru saja bertunangan sudah celaka begini!" Air matanya mengalir tak terbendung.
"Mama,jangan berburuk sangka dulu.kita belum tahu kejelasan dari peristiwa ini.Serahkan semuanya kepada Tuhan.Biarkan pihak kepolisian yang membuktikan penyebab terjadinya kecelakaan ini."Papa Haikal berusaha menenangkannya.
"Jika dengan mereka puteriku tidak aman maka mama tidak ingin berhubungan dengan mereka lagi! Mama tidak ingin hal yang lainnya.Mama hanya menginginkan kebahagiaan dan ketenangan hidup puteri kita pa.Masih ada waktu untuk kita dan kita bisa membatalkan pertunangan ini pa ..."Ucap mama Nadine sembari terisak.
Diego merasa buntu.Dia tidak ingin berkomunikasi dengan siapapun termasuk keluarga besarnya.Perasaannya kacau mengingat-ingat apa yang terjadi dua hari yang lalu.Bahkan ponselnya saja tidak ingin ia hidupkan meskipun sudah diisi daya.
"Diego sayang, kenapa ponselmu tidak diaktifkan?Mama menghubungimu sejak semalam sayang.Mama mengkhawatirkanmu nak!"Sapaan sang mama menyentaknya dari lamunan.
"Mamaa...Aku baik-baik saja ma.Mama kemari dengan siapa ma?"
"Dengan supir sayang.Mama ingin memastikan keadaanmu sekalian menjenguk Karin."Ucap sang mama sembari beranjak menuju ruang yang dimaksud.
"Ma_mama,mama..Sebaiknya kita pulang saja ya." Meraih tangan sang mama,"Jenguk Karinnya dilain waktu saja ma."Lanjutnya mengajak sang mama meninggalkan ruang tunggu.
"Tapi ini kan jam besuk nak!" Ucap mama Cyntia bingung.
"Ya,itu benar ma.Tapi kepalaku mendadak pusing jadi kita pulang saja.Mama temani aku ya,biar paman Fery pulang sendirian.please mom!"
Terlihat sang mama termenung,"Baiklah sayang,jika itu maumu mama ikut saja.Tapi mama pamit pada calon besan dulu ya nak."
"Ti_tidak usah ma.Bibi Nadine sedang pergi ke toilet.Kita tidak perlu menunggunya.Kepalaku sudah semakin pusing dan perutku semakin mual ni ma,ayolah!"Suaranya mendadak manja.
Dengan langkah berat sang mama menuruti kehendak puteranya.
'Maafkan aku ma.Aku hanya tidak ingin mama tahu hal yang sebenarnya disaat yang tidak tepat begini.' Batin Diego.Sebak............
Ditempat lain...disebuah ruangan khusus.
Di tempat lain dalam sebuah ruangan khusus seorang pria paruh baya terlihat sedang murka melihat obyek dihadapannya.
Iapun melampiaskan amarahnya dengan menghentak kasar kepalan tinju di atas meja kerja yang ada dihadapannya.Hawa dingin menyeruak seisi ruangan.
Terlihat seorang pria muda juga ikut menatap penuh amarah kearah visual yang terpampang dilayar laptop tersebut.Pemuda itu tidak lain adalah David Hadi. Ayah Fahmi dan putera pertamanya tengah berada di dalam ruangan rahasia milik mereka.
David sengaja membawakan flashdisk yang berisi rekaman cctv di pusat perbelanjaan dua hari yang lalu.
David duduk membisu seraya mengepalkan jemarinya.Tangannya ikut gemetar dan tidak percaya akan apa yang dilihatnya disana.
Ya,di layar itu terlihat Elyca sudah mengikuti Karin sejak awal gadis itu masuk kedalam lift.Dilanjutkan kepada aksi saling adu mulut selanjutnya ketika Elyca keluar sembari menelpon seseorang.
Ditempat lain yang masih bisa terjangkau cctv, Elyca terlihat berbicara dengan dua orang pria sangar yang berpakaian serba hitam kemudian keduanya berjalan menuju ke mobil yang digunakan untuk melancarkan aksi mereka sebelum akhirnya dua pria itu mengekori mobil yang ditumpangi Karin dan supirnya.
Pria paruh baya itu bertanya datar kepada kepala asistennya.
"Sudah kau cek diantara kelima mobil yang kecelakaan itu salah satunya adalah milik mereka?"
"Sudah Tuan besar! Kami sudah mengeceknya dengan teliti.Salah satu mobil naas tersebut tertera plat nomor sesuai yang ada dicctv itu.Pengemudinya meninggal dunia sedangkan seorang lagi terluka parah dan dievakuasi ke rumah sakit.Tidak lama kemudian iapun meninggal dunia dirumah sakit akibat batok kepalanya yang pecah.Sedangkan ketiga mobil yang lain hanyalah milik masyarakat biasa yang terjebak dalam aksi serempet anak buah Mr.Paul."
"Dengar baik-baik! Aku ingin kau ringkus semua pelaku kejahatan tersebut!Kumpulkan semua bukti yang memberatkan keluarga iblis itu sebelum pihak kepolisian mendahului kita."
"Baik Tuan besar!"
Dengan berapi-api ia memerintahkan kepada kepala asisten pribadinya.
“Perketat penjagaan ke seluruh wilayah kekuasaanku mencakup TF.Electro Group,Davie Group,Gracia boutique dan Hany Group beserta cabang usahanya masing-masing.Jangan lupa Adhytama Hotel dan Jolly Group familly.Terutama keselamatan calon menantuku yang sedang terbaring dirumah sakit.Lakukan penjagaan berlapis di hospital itu.Jangan sampai puteriku dicelakai lagi!" Serunya datar namun penuh penekanan.
“Baik Tuan besar! Perintah dilaksanakan!” Ucap sang kepala asisten dengan tegas menyambut tugas barunya.
'Mr.Paul.Kau berani bermain api denganku.Kau dan puterimu telah melukai puteriku.Bersiaplah terima akibatnya!!!'
*****
Bersambung.....................
__ADS_1
Salam Lanjut 🙏😍Jangan lupa tinggalkan jejak ya..🥰