Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Eps 27


__ADS_3

Hari ini tepat seminggu nenek Karin berada di ruang ICU.


Karin mulai menjalani aktivitas rutinnya meskipun masih dalam pembatasan tugas kerja oleh bosnya.Diego sengaja memberikan kesempatan agar gadis itu bisa istirahat secukupnya dan bisa fokus menjaga sang oma.


Ya,memang benar belakangan ini sebagian besar tugas Karin dikerjakan oleh karyawan pengganti yang telah ditunjukkan oleh Diego.Karin hanya tinggal memeriksa dan meneliti hasil kerjanya kemudian diantarkan ke ruang direktur.


Pagi itu Karin ke ruangan direktur untuk menyerahkan berkas penting yang akan segera dibawa oleh Diego untuk kepentingannya selama perjalanan dinas di luar kota.Diego yang masih dalam posisi duduk segera berdiri menyambut kehadiran wanita pujaannya itu.


"Rin,hari ini aku seharian penuh di luar kota.Ada meeting penting bersama Tuan Nori Osamu pemilik perusahaan raksasa di Jepang.Beliau penanam saham ellectro busines terbesar untuk sepuluh negara terkaya di dunia.Sangat bagus bagi kita untuk mendapatkan peluang kerjasama dengannya,"jelas Diego panjang lebar yang hanya disambut dengan tatapan datar dan sebuah anggukan kecil darinya.


"Rin,ayo tersenyumlah!Aku butuh support darimu,"memelas.Meraih jemarinya.


"Yaa,sayang,"menarik napas dalam seakan berat melepaskan."Aku yakin kau pasti bisa meraih kesempatan emas ini dengan baik,"jawab Karin sembari merapikan dasi generasi kedua TF.Electro itu,"Kau hati-hati di sana ya!Aku akan sangat merindukanmu," ucapnya sembari melemparkan senyum kecil ke arah Diego.


"Sudah pasti sayang,aku akan tetap hati-hati dan menjaga hatiku hanya untukmu,"ucapnya sembari tersenyum penuh maksud.Lirikan mendamba ditujukan ke arah bibir tipis pemilik wajah oval itu.Karin berkelit menjauh.


"Ya,kau boleh membagi seperempat persen hatimu kepada tuan pemilik Naruto itu,"ucapnya membalas lirikan dan mulai mengusik,"Sedangkan sisanya baik jiwa dan ragamu bawa pulang sepenuhnya untukku!"lanjutnya menatap dengan bola mata penuh dan tajam ke arah pemilik mata elang itu.Diego mengunci pandangan sesaat setelah keduanya saling beradu.Perasaannya kembali bergejolak namun lekas dikendalikan.


'Sumpah!Setiap usikannya selalu membuatku hanyut!'batinnya berdecak.


"So sweet sayang! I love you!"ucapnya dengan wajah yang sedikit memerah namun masih luput dari penglihatan Karin.


"Basa-basinya sudah akh! Aku mau lanjut pekerjaanku,"ucap Karin menampik.


Namun Diego mendadak menangkap tubuh mungil yang siap beranjak itu kedalam pelukannya,"Sayang,tidak ada basa-basi di sini.Semuanya serius!"serunya mendekap erat,"Kau mau bekerja kan,"tanyanya sekilas mengulumkan bibir dan membuatnya menjadi satu kecupan hangat yang menimbulkan sensasi mint di bibir gadis pujaannya,


"ini juga pekerjaan yang sangat penting.Bahkan lebih penting dari pekerjaan manapun!"lanjutnya sembari mendaratkan sentuhan kecil di keningnya sebagai penutup kemesraan pagi itu sebelum ia berangkat keluar kota.


Mekipun sudah ke tiga kali mendapat perlakuan begitu namun Karin masih belum pandai membalasnya atau memberikan respon balik kepada Diego.Ia terlihat kaku dan malu menatap lelaki yang menjadi kelemahan terbesarnya itu.Pemuda yang sangat pandai menaklukkan perasaannya.Memporak porandakan benteng pertahanan 'tembok China' di hatinya.


Siang itu Karin memilih pulang lebih awal dari jam normal.Ia memutuskan untuk menjenguk oma ke hospital dijemput oleh paman Rul supir pribadi opa Jery.


Tiba di pusat perbelanjaan Karin singgah sebentar untuk membelikan buah tangan yang ingin ia berikan kepada sang mama dan opa yang sudah seharian menjaga omanya.


Ya, setelah beberapa hari belakangan ini memang mama Nadine yang aktif menjaga ibunya berhubung anggota keluarga yang lain memiliki rutinitas harian di kantor yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja.Sedangkan opa Jery lebih sering pulang istirahat di rumah mengingat kondisi beliau yang sudah cukup renta dan rawan sakit.


Ketika Karin memasuki area pusat perbelanjaan ia merasa seolah-olah sedang dikuntit oleh seseorang. Namun ia berusaha menepis prasangka buruknya. Tangannya sigap memilih beberapa jenis buah dan makanan ringan yang akan dibelinya.


“Kau sendirian nona?”suara seseorang dari arah samping membuyarkan konsentrasinya.Pancaran kaget mendera wajahnya lantaran sapaan yang tiba-tiba dan terdengar keras memecah gendang telinganya.


Karin mendongak,”Ya,aku sendirian,"jawabnya sembari berkerut kening. Menebak-nebak wajah yang menurutnya tidak asing dipenglihatannya.


‘Bukankah dia wanita yang pernah kutemui di salon kakak Heny waktu itu? Ah,ya,dia temannya Hany,"batinnya menebak.


“Lalu mengapa bukan asistenmu yang melakukan pekerjaan membeli ini?”tanyanya datar.


“Maaf,aku tidak punya asisten,"jawabnya sembari tersenyum ramah,”Bukankah kau temannya Hany sahabatku?”lanjutnya mencoba bersahabat.


Gadis itu menoleh dengan wajah menyeramkan,”Apa aku terlihat seperti temannya Hany atau sahabatmu itu??? No! Aku bukan temannya Hany!!! Tapi aku adalah Elyca! Kekasih Diego selama di London!”jawabnya menantang mata Karin yang sedikit mengerjap. Seketika membuat Karin merasa bergidik dengan tatapan seramnya.


Ia berusaha menguasai gugupnya,“Oh ya? Benarkah?Aku baru mengetahuinya kalau Diego punya kekasih di London.Jadi maafkanlah jika aku tidak pernah mengenalmu,"jawab Karin mulai terlihat santai.


“Ya,kurasa kau bukan anak kecil lagi.Dan kau juga tahu seperti apa pergaulan anak muda di London.Jadi mulai sekarang jaga batasanmu! Kau harus belajar untuk menjauhinya jika tidak ingin diduakan.Karena akulah wanita pertama yang telah mendapatkan hatinya setelah sepuluh tahun kami hidup bersama di sana!” ucapnya ketus dengan tatapan membunuh.


Karin hanya bisa menahan tenggorokannya yang mulai kering,”Baiklah nona Elyca,aku akan menjauhinya jika memang itu keinginanmu.Tapi kau harus buktikan dulu bahwa Diego adalah milikmu.Kalau kau tidak bisa membuktikan itu maka silahkan angkat kaki dari kehidupan kami!”tegas Karin seraya menatap tajam ke arah Elyca dengan tatapan yang tidak kalah maut.


“Dasar wanita murahan!!!Plakkk!!!”satu tamparan keras! Mendarat dipipi Karin,"Aku bunuh kau sekarang juga!”teriak Elyca kesetanan.Amarah yang terpendam sekian lama membuatnya lepas kontrol dan hilang kendali.Seakan Karin adalah mangsa yang siap untuk diterkam.Sigap wanita muda itu mengangkat kedua tangannya siap untuk mencekik leher gadis yang terlihat memegang pipinya yang sakit.


Namun tangan seseorang dari arah yang berbeda lebih sigap menahan tangan wanita yang diselimuti amarah dalam dirinya itu.


“Jangan sentuh dia atau kau akan tahu akibatnya!Kau gadis berpendidikan luar negeri,bersikaplah santun di tengah keramaian!” Suara lantang seorang pria muda dari samping seraya membawa Karin kedalam pelukannya,“Jangan buat hal yang memalukan seperti ini!”seru pemuda yang tidak lain adalah Tuan muda David Hady.Kakak Diego.


“Kakak David!”seru Karin sedikit lega,”Akh!”sembari merintih kecil meraba pipinya yang memerah dengan lima jari membekas di sana.


“Karin,kau tidak apa-apakan?”tanya David khawatir,”Katakan,apa perlu kita balas menyiksanya?”


“Aku tidak apa-apa kak.Biarkan saja,jangan dibalas kak,",jawab Karin sopan.Namun masih melotot kesal ke arah Elyca dengan senyum kecewa.


"Apa yang membuatmu tidak ingin membalasnya dek?"Tanya David penasaran melihat sikap gadis itu,"Dia telah menyakitimu!"seru David membantah.


"Karena sebaik-baik balasan bagi suatu kejahatan adalah kebaikan itu sendiri kak,"jawabnya membuat pria muda itu seketika berdecak kecil mencerna ucapannya,"Jadi biarkan kebaikan sendiri yang akan membalasnya nanti,"lanjutnya tenang.


David berbalik menatap tajam ke arah Elyca tanpa suara.Akan tetapi wajah dan bola matanya jelas tergambar amarah yang membuncah.


“M_maafkan aku kak David,aku hanya kesal padanya.Dia berani berulah di hadapanku ka,"ucap Elyca membela diri sembari menunjuk-nunjukkan jari telunjuknya ke muka Karin.


“Tidak penting siapa yang duluan berulah di sini.Yang terpenting adalah kalian ini berasal dari keluarga yang terpandang.Jadi hargailah martabat keluarga besar kalian!” sahut David penuh penekanan.


“Maafkan aku kak David!”ucap Elyca mulai ciut nyali.


“Pergilah!Sebelum aku berubah pikiran menyuruh calon adik iparku menyiksamu disini!”serunya tegas.


“Ba_baiklah,aku pergi,"seketika gadis bar-bar itupun menatap sendu kepada David,"Tolong jangan siksa aku kak David" Dengan kelopak yang berkaca-kaca manakala mendengar kalimat 'calon adik ipar' itu keluar dari mulutnya.Namun rasa ketakutan yang mendera membuatnya tidak ingin berlama-lama lalu segera beranjak dari sana dalam dendam dan amarah yang masih tersulut.


“Karin,kenapa kau sendirian,mana Diego?”


“Ehm..Diego ada tugas ke luar kota sejak pagi.Dia baru akan pulang sebentar malam kak.”


"Oh ya ya,kau benar.Kakak sampai lupa!"sahutnya menepuk jidat."Kalau begitu biar kakak saja yang mengantarmu ya.”


“Eh,tidak usah kak.Aku bersama paman Rul.Dia menungguku di luar.”


“Oh,baiklah kalau begitu pulanglah! Urusan bayar nanti asisten kakak yang mengurusnya,"ucap David tenang seraya menunjukkan asistennya yang siap menuju ke meja kasir.


Karin mengangguk seraya mengucapkan terimakasih sebelum ia beranjak pergi.

__ADS_1


Baik Karin maupun Elyca tidak ada yang mengetahui kalau sebenarnya pusat perbelanjaan terbesar di kota ini adalah milik Tuan David Hady.


‘Entah kenapa aku merasa sangat khawatir dengannya.’batin David. ‘Hhusshhy!’ menyapu kasar wajahnya sendiri.Berusaha menepis pikiran buruk yang mendera.


Perusahaan Jolly Group


Tuan Joe Haikal sedang mengamati perkembangan grafik pertumbuhan output perusahaan ayah mertuanya.Perushaan yang dipercayakan kepadanya semenjak Tuan Jeremy mulai menua. Ada perkembangan positif yang cukup signifikan.


Beberapa pesan masuk dari email yang berbeda.Salah satunya dari Adhytama Hotel membuatnya wajib untuk membukanya.Puteranya Adhytama mengirimkan berita terkini yang sudah mulai tersebar ke seluruh penjuru kota.


~


Laporan wartawan televisi dan radio setempat.Dilaporkan secara langsung dari tempat kejadian perkara.


~ Telah terjadi kecelakaan beruntun di jalan PG pada pukul 14.35 waktu setempat yang melibatkan lima kendaraan bernomor plat pribadi dan salah satunya diduga milik dari pengusaha sukses Perusahaan Jolly Group. Dalam kecelakaan tersebut dua orang meninggal dunia,dua di antaranya menderita luka parah,dan dua lainnya luka ringan.Korban yang meninggal salah satunya adalah seorang wanita muda.Saat ini para korban telah dievakuasi ke Hospital terdekat.~


Deg


Deg


Drrrtttt


Sontak menyambut panggilan ponsel yang masuk tanpa membiarkannya lama berdering.


~


Tama,itu mobil opa.Siapa yang berada didalamnya???


^^^Aku baru saja menelepon opa,^^^


^^^katanya dipakai oleh paman Rul untuk menjemput Karin.^^^


Apa???


^^^Ya,itu benar papa.^^^


^^^Tapi aku belum tahu pasti keadaan adikku.^^^


Cari tahu keberadaan adikmu sekarang juga.


Pastikan berita ini jangan sampai ke mamamu sebelum semuanya jelas.


Pantau keadaan mama.Papa akan segera ke sana.


Memutuskan sambungan.


~


'Karin anakku!' Pria paruh baya itu terlihat sangat panik.Matanya berkaca-kaca sembari memegang dada dengan jeritan tertahan,'Tuhan selamatkanlah nyawa puteriku,"lanjutnya.Larut dalam doa.


Adhytama setengah berlari menuju ke kamar ICU tempat Karin mendapat penanganan khusus. Sebelumnya ia telah mendapatkan informasi mendetil dari meja loket.Sang adik dan supirnya sama-sama mendapat penanganan khusus di ruang ICU akibat mengalami cedera parah.


Kepanikan jelas tergambar di wajahnya.Tubuh yang hampir limbung dipaksakan berjalan kian mendekat.Membawa kelopak mata elang yang nampak berkaca.Keringat panas dingin kian mengucur.


“Dokter! Bagaimana keadaan adik saya,"berlari mendapati dokter yang baru saja keluar dari sana.


“Bapak bisa ikut saya ke ruang dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.”


Di ruang dokter....Adhytama dipersilahkan duduk.


“Begini pak,adik anda mengalami benturan keras dikepalanya membuat pasien tidak sadarkan diri. Ia mengalami pendarahan hebat akibat luka serius dibagian kepalanya.Akibatnya pasien kehilangan banyak darah.Sekarang ia membutuhkan pendonor untuk segera melakukan transfusi darah."


“Saya siap melakukan transfusinya dok.Apa itu artinya adik saya mengalami luka dalam yang parah dokter?”


“Untuk pemeriksaan sementara adik anda mengalami pendarahan akibat cedera luar yang tidak berpengaruh kepada kinerja sistem saraf otak.Jadi besar kemungkinan pasien akan segera sadar.”


“Dok! Tolong lakukan yang terbaik untuk kesembuhan adik saya dok.”


“Baik pak,kami akan mengupayakan pengobatan terbaik untuk kesembuhan pasien.Diharapkan kesabaran dan doa dari pihak keluarga demi kelancaran penanganan pasien oleh pihak kami.”


“Baik pak,terimakasih.”


Usai melakukan transfusi darah,Addhytama hanya bisa berdoa dan berharap akan kesembuhan sang adik.


Dengan langkah gontai ia memasuki ruang ICU di mana adiknya dirawat.


Semakin dekat langkahnya dengan segenap kekuatan yang dipaksakan.


Seketika tangis pemuda itu pecah manakala melihat kondisi sang adik yang sangat memprihatinkan.


Hampir sekujur badannya dibaluti perban hingga kepala.


“Dek,ini kakak.Bangunlah!Kau yang paling cerewet kalau kakak menjengukmu.”


“Dek,kita punya acara kumpul bersama yang masih tertunda.Kau belum memenuhi panggilan kakak kan?”


“Dek,bangunlah! Sebentar lagi kau akan menikah kan?”


“Dek,kenapa ini harus terjadi kepadamu?”


“Kakak merasa sangat bersalah padamu.Kakak tidak bisa menjagamu dengan baik.Hingga kau harus begini.Maafkan kakak dek.Bangunlah!”


Ucapan demi ucapan di sela tangisan pilu sang kakak.


Tidak lama kemudian terdengar derap langkah cepat dari belakang.Bunyi sepatu yang berbentur dengan lantai berjalan kian mendekat.Papa Haikal dengan wajah yang pucat seraya menjerit pilu...

__ADS_1


“Kaariiin....Anakku!”tangis ayah memecah.Hatinya begitu hancur berkeping manakala melihat sang buah hati dalam keadaan terluka parah dan tidak sadarkan diri.


"Nak! Kenapa bisa begini? Selama ini papa tidak pernah membiarkanmu lecet walau sedikitpun.Tapi sekarang,sekujur badanmu dibalut perban nak?Siapa yang berani melukaimu seperti ini?"


"Apa yang terjadi?Ayo ceritakan!Bangunlah! Papa sangat menyayangimu."


“Papa!” Adhytama segera bangkit memeluk sang ayah.Kedua pria hebat itu larut dalam derai airmata yang tidak terbendung.


“Bagaimana dengan mamamu?”


“Aku sengaja belum memberitahu mama sebelum transfusi darahnya berhasil dilakukan,papa.Aku khawtir mama syok berat!"


Baiklah,ayo kita ke ruang oma, kita akan bicarakan baik-baik kepada mama dan juga opa.”


Ayah dan anak itu segera berjalan ke ruang yang berseberangan sembari membicarakan keadaan sang supir yang juga mengalami luka serius dan membutuhkan banyak darah.Belum ada satupun keluarga beliau yang mengetahui akan hal itu.


“Ehemm...,keluarga kita memang sedang ditimpa cobaan nak!”ucap sang ayah parau sebelum ia menemui sang isteri.


••


Di ruang tunggu,mama Nadine menangis.Menjerit histeris memanggil-manggil nama Puteri kesayangannya.Hingga beberapa kali ia pingsan tak sadarkan diri.


Seluruh keluarga yang mendapat kabar mulai berdatangan memenuhi ruang tunggu.


Termasuk keluarga besar calon suaminya.Terlihat Tun Fahmi dan ibu Cyntia, David,Heny dan juga Fahri.Semuanya hadir dengan kesedihan dan airmata yang memilukan.Bagaimana tidak,keluarga itu sudah menganggap Karin sebagai bagian dari mereka.Mereka sangat menyayangi Karin seperti puteri kandung mereka sendiri.


Di antara mereka semua,David lah yang paling merasa terpukul.Bagaimana tidak beberapa menit yang lalu sebelum kejadian naas menimpa calon adik iparnya, mereka berdua sempat bertemu dan itu dalam keadaan di mana Karin sedang membutuhkan pertolongan.


Hatinya benar-benar sakit mengingat kejadian di mana Elyca sempat menampar keras pipi gadis itu.Ada perasaan bersalah dalam dirinya lantaran terlambat menolongnya.


Lebih-lebih lagi firasat tidak baik terhadap Karin yang sudah ia rasakan di awal pertemuan namun tidak mampu membuatnya menahan Karin untuk tetap berada di posisi yang aman dan terhindar dari peristiwa naas itu.Itu merupakan penyesalan terbesarnya.


‘Karin,Karin,Karin!Kenapa seperti ini?Kakak merasa menjadi orang yang paling bersalah kepadamu! Sadarlah dek!Kakak ingin minta maaf kepadamu!’bisiknya sambil terisak ke telinga gadis yang belum sadar dari tidur panjangnya itu.


••


Di suatu perjalanan pulang....


Tepat jam tujuh malam,Diego baru saja memasuki area Center Park penghubung utama jalur kota.Dengan mood yang tidak terlalu baik.Berhubung perjalanan dinasnya yang memakan waktu seharian membuat letih di sekujur tubuhnya tidak terbendung.Selama ia berada dalam perjalanan dinas tidak ada tanda -tanda yang membuatnya harus merasa cemas.Berhubung ponselnya dalam keadaan low baterai membuatnya tidak bisa mengikuti perkembangan berita terbaru disekitarnya.


Disamping itu pertemuannya dengan klien yang berasal dari luar negeri juga membuatnya minim informasi lokal selama sehari itu.Akh! Meskipun lelahnya saat itu sudah mencapai tingkat akut,namun bayangan Karin yang tiba-tiba bergelayut begitu saja membuat perasaannya meronta-ronta ingin segera bertemu dengan wanita itu.Ingin segera melepas rindu walau hanya dengan menatap mata indah itu.Ingin segera meraihnya ke dalam pelukan sembari mencium pucuk kepalanya. Membelai wajah oval itu meski dalam sentuhan yang terbatas.Namun semua itu telah menjadi candu baginya.


‘Bahkan hanya dengan memikirkannya saja jantungku sudah berpacu ria.Lalu bagaimana jika dia telah benar-benar menjadi milikku?Aku berjanji akan segera menghalalkanmu sayang!'batinnya sembari tersenyum sendirian.


Sesaat tangannya ingin meraih ponsel untuk menghubunginya.Seketika itu juga ingatannya kembali sadar bahwa baterai ponselnya sedang sekarat.Maka ia pun memutuskan untuk segera ke hospital mengikuti kata hatinya yang terkuat.


Sesaat tangannya ingin meraih ponsel untuk menghubunginya.Seketika itu juga ingatannya kembali sadar bahwa baterai ponselnya sedang sekarat.Maka Diegopun memutuskan untuk segera ke hospital mengikuti kata hatinya yang terkuat.


Perlahan mobilnya memasuki area parkiran hospital yang sebelumnya telah lebih dahulu melewati lokasi kejadian naas yang menimpa calon isterinya itu.Dan sudah tentunya suatu kebenaran yang belum diketahuinya sama sekali. Kebenaran yang ada sekarang justeru membawa tubuh atletis itu melangkah pasti menuju ke ruang ICU di mana Oma Hasnah dirawat.


Niat ingin membuat kejutan kepada gadis pujaannya itu seketika pupus.Hanya ada luka yang dalam di hatinya.Malah sebaliknya ia mendapat kejutan buruk yang sungguh satu kebaikanpun tidak berpihak kepadanya.


Senyumnya mendadak sirna manakala mendengar penjelasan dari Danang yang sedang menjaga oma dengan mata sembab dan wajah yang sendu.Ia terpaksa mengambil alih menjaga oma lantaran ahli keluarga yang lain masih dalam keadaan syok berat atas apa yang dialami oleh puteri kesayangan mereka.


“Apa??? Karin??? Karin kecelakaan???”Pekiknya setengah sadar.


Mata elang itu tiba-tiba memudarkan cahayanya.Sekujur badannya terasa lemas.Tulang belulang seakan remuk.Detak jantung yang tiba-tiba berhenti memaksa tubuhnya limbung.Terdengar jeritan panik sang mama tercinta memanggil namanya dari arah yang berseberangan sebelum akhirnya pemuda itu ambruk! tak sadarkan diri.


Di ruangan Karin dirawat.....Diego yang baru saja sadar dari syok beratnya.Kini mulai tertatih mengumpulkan segenap kekuatannya untuk menemui pujaan hatinya yang tengah terbaring kaku.


Kini apapun keadaannya ia harus menerima kenyataan bahwa calon istrinya sedang dalam keadaan sekarat dan membutuhkan penanganan khusus dan juga dukungan moril maupun penguatan hati.


Cukup lama pemuda itu menangis tanpa suara.Hanya terdengar isakan kecil yang menghiasi heningnya suasana di ruangan yang paling menakutkan bagi segenap keluarga pasien itu.


Sesekali jemarinya menyentuh pelan dan membelai lembut bagian-bagian tubuh gadisnya yang terbalut perban.Memperhatikan perban yang membalut kepalanya tanpa sehelai rambutpun yang tersisa.Cairan bening dari pelupuk mata tiada henti membasahi wajah sembab pemuda itu.Ucapan demi ucapan mengutuk dirinya sendiripun tidak luput keluar dari bibir kering itu.


“Aku bahkan jadi tidak berguna samasekali disaat kau sedang dalam kesulitan.”


“Seharusnya aku tidak membiarkanmu pulang sendirian!”


“Hey!Gadis bodoh! Lihat aku! Seharusnya aku yang berada diposisi ini.Bukan kau sayang! Kenapa Tuhan tidak mengutukku saja?!”


“Sayang,kau harus kuat! Bangunlah!Apa kau merasa bahwa aku bisa menjalani hari-hariku ke depan tanpa dirimu? Apa kau yakin sayang? Kau salah,sebenarnya aku tidak bisa hidup tanpa dirimu,bangunlah!”


“Apa kau tahu sayang,selama sepuluh tahun aku tinggal di luar negeri tidak mengubah perasaanku padamu.Bahkan di setiap peristiwa penting yang pada akhirnya membawaku pada kesuksesan juga tidak membuatku merasa hidup dan berapi-api seperti saat bertemu denganmu.”


“Apa kau ingin tahu alasannya?Itu karena aku telah jatuh cinta kepadamu sejak awal masa remaja kita,sayang.Rasa sayangku padamu tidak mampu mengubah hatiku untuk berpindah ke lain hati.Percayalah!”


“Aku percaya kau gadis yang kuat!Kau pasti bisa melewati masa kritis ini sayang!Aku berjanji setelah ini kau tidak akan pernah kutinggalkan lagi.”


'Kariiiinnn sayaaannnggg!!!!!


"Kenapa harus kau yang mengalami ini???....Huhuhuhuhuuuuu..........


~


•••


Bersambung............


*****


Maaf baru up lagi.Jangan lupa tinggalkan like. 🙏😍


Semangat Lanjut......

__ADS_1


__ADS_2