Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Kesempatan Kedua


__ADS_3

Selamat membaca semoga sehat selalu 🙏😍


Karin melongo memandangi punggung Diego yang kian menjauh melewati ambang pintu.Entah apa yang membuatnya merasa seakan baru saja dilempar jauh ke dasar jurang yang tidak ada ampun baginya untuk bisa kembali.


Jiwanya serasa keluar dari raga dan meninggalkan keping-keping luka yang bersarang seakan tiada penawar untuk menyembuhkan.Ia berusaha bangkit mengekori langkah pria yang sukses memporakporandakan seisi jantung hatinya.


•••


Karin memasuki sebuah ruangan luas yang dijaga ketat oleh bodyguard sebagai buntut dari mengekori langkah Diego.Ruangan lengang yang dilengkapi penerangan penuh dan di iujung ruangan tersebut ada petakan yang membagi beberapa kamar.


Karin melangkah hati-hati mendekati salah satu pintu kamar dimana suara-suara berisik terdengar dari dalamnya.Ia berusaha menguping dan berhasil menangkap jelas suara yang ia kenal betul.Suara tangis seorang wanita yang meratap memohon untuk dikasihani oleh Diego.


Ya,benar itu suara Elyca yang berteriak histeris melihat kehadiran pria pujaannya didepan mata.Pantas saja tadi ia sempat melihat bayangan Elyca melalui cctv di ruang utama.Wanita itu tampil dalam keadaan memprihatinkan dimana kedua tangan diborgol dan wajahnya ditampar saat memilih mogok makan.Karin memutuskan untuk menepi sebelum benar-benar masuk kedalam ruangan tersebut.Wanita itu terdengar memohon-mohon.


"Diego,Diego maafkan aku.Aku mengaku semua kesalahanku.Aku janji tidak akan mengulangi perbuatanku ini.Katakan padaku Diego,apa kau datang untuk menjemputku hah? Tolong,lekaslah keluarkan aku dari sini.Kasihanilah aku Dy?Aku tidak ingin tinggal ditempat pengap dan terkutuk ini.Tolong aku Diego!Buka sedikit hatimu untukku.Please!"Ungkapnya panjang lebar.


"Apa kau bilang? Kau meminta dikasihani setelah semua kejahatan yang kau lakukan tanpa belas kasihan? Mencelakai orang tidak berdosa hingga harus menanggung derita akibat kebiadapanmu itu,dan sekarang kau meminta untuk segera dibebaskan tanpa merasa berdosa sedikitpun?" Sentak Diego berang.


Ekspresi wajah pemuda itu tidak terbaca.Sorot matanya gelap dengan kobaran api menyala-nyala di dada seakan tengah menunggu aba-aba untuk segera menyemburkan bara panasnya kewajah wanita yang memelas meminta pertolongan dihadapannya itu.


"Dy,aku melakukan itu karena aku mencintaimu dan kau mengabaikanku.Waktu di London kau lebih memilih bersama si jalang Puteri Carnelianmu itu! Lalu di sini kau pinang dia..Karin?Dia sudah menantangku! Dia merampas kebahagiaanku! Sudah sepantasnya dia mendapat perlakuan demikian.Apa kau lupa kalau kita saling menginginkan Dy?Lalu kenapa kau sengaja menutup mata dan kupingmu hanya demi wanita murahan seperti Karin?Aku benci menyebut namanya! Hiks hiks hiks! "Ucapnya disela tangis dan kebencian yang menyala.


"Diam kau!" Bentak Diego geram.


Di ambang pintu Karin mencerna setiap ucapan Elyca.


Kesabaran Diego mulai hilang.Ia melangkah mendekati Elyca dan menarik kerah baju khusus terpidana ala 'gangster putih' yang dikenakan oleh wanita itu.Untuk sesaat wanita itu terlihat mundur selangkah sebelum kerah bajunya sukses ditarik oleh Diego.


"Kau menginginkan diriku bukan?Sekarang,ambil jika kau bisa! Tapi apa kau bisa hidup bersama jasad yang tidak memiliki hati hmm?Apa yang kau dapatkan dari tubuh kosong itu,hah?! Obsesimu menggelapkan matamu!" Bentak Diego bertubi-tubi sembari menghempas kasar tubuh wanita itu hingga jatuh tersungkur ke atas lantai.


Wanita yang nyaris kehilangan tenaga akibat tidak makan dan tidak minum itu dengan sekuat hati bangkit lalu bersimpuh di kaki Diego.


"Di_Diego aku mohon, jangan menyiksaku.Aku sudah terlanjur mencintaimu dan mengharapkan agar kau menjadi milikku seutuhnya.Kita bisa hidup bersama.Itu impianku sejak lama."Ucapnya gagap.


"Hentikan mimpimu itu Elyca! Kau bukan siapa-siapaku!" Bentak Diego berang.


"Jika kau tidak menginginkanku lalu mengapa sepuluh tahun lalu kau rela berkorban demi untuk menyelamatkan diriku?Kenapa tidak kau biarkan saja aku meninggal disaat itu agar hatiku tidak menderita seperti ini?Jawab Diego!" Balasnya tak mau kalah.Menatap sendu kearah Diego yang terdiam.Pria itu gagal mencerna maksud dari ucapan gadis itu.


Diego mengernyit bingung menebak-nebak peristiwa apa yang pernah terjadi sepuluh tahun lalu seperti yang dimaksudkan oleh Elyca.Mencoba mengingat kembali tapi sungguh ia lupa.

__ADS_1


"Dengar baik-baik nona Elyca.Jika kau menganggap kebaikanku selama di London itu sebagai ungkapan rasa cinta maka kau salah besar!Jadi jangan pernah menganggap kalau aku pernah memberikan cinta kepadamu!"Bentak Diego dengan nada meninggi.Tangannya gemetar menahan amarah yang membuncah.


"Lalu bagaimana dengan ucapanmu sebelum kau pingsan waktu itu?Bukankah kau mengatakan kepadaku bahwa kau akan segera kembali untukku?" Pertanyaan yang sukses membuat Diego memicingkan mata.


Sementara Karin ikut mengernyit bingung mendengar semua yang memang jelas tidak pernah diketahuinya.Ia lalu memutuskan untuk segera menampakkan batang hidungnya.


Sedangkan Elyca semakin gencar melawan Diego.Pertanyaan bertubi-tubi ia lontarkan berharap agar Diego mau membuka hati untuknya.


"Lalu kenapa kau masih mengharapkan cinta Karin?Wanita itu sudah mati! Apa yang kau harapkan dari wanita yang sudah meninggal Diego?"


Plaakkk!


Satu tamparan keras mendarat ke pipi Elyca.Wanita itu terkejut sembari meringis memegang pipinya.


"Kau!" Pekiknya pendek.


"Ya,aku.Kenapa?Kaget melihatku masih hidup?" Bentak suara yang tidak lain adalah Karin.


Elyca terperangah melihat kehadiran Karin di ruangan itu dalam keadaan yang baik-baik saja.Bagaimana tidak, dalam berita kecelakaan yang beredar waktu itu adalah seorang gadis muda menjadi korban tabrakan beruntun.Lalu bagaimana mungkin gadis itu selamat dalam mobil yang telah dipastikan remuk tak berbentuk itu.


"Ka_Karin maafkan aku.Aku memang berniat membunuhmu waktu itu.Tapi maafkanlah aku.Jangan bunuh aku." Pintanya gagap dan memelas.


Plaakkk!


"Argh!" Erangnya kesakitan.


"Dengar baik-baik nona Elyca! Anggap saja tamparan pertamaku tadi sebagai balasan kau pernah menamparku waktu itu.Dan tamparan kedua adalah balasan karena kau telah mencoba menyingkirkanku."Ucap Karin datar sembari menarik rambut wanita itu.


"Argh! Sakit!" Teriaknya memelas.


"Kau mencelakaiku dengan harapan aku segera mati agar kau bebas untuk mendapatkan Diego.Kau ingin suamiku Diego?Ambil dariku jika kau bisa! Tapi siapkan dulu mentalmu baik-baik jika ingin berhadapan denganku,karena aku Karin_pernah kau buat mati_dan aku hidup kembali berkat dari cinta Diego.Jadi aku tidak takut dengan apapun jenis bahaya yang mengancamku!"Serang Karin mencabik-cabik isi hati wanita yang telah merencanakan kematian terhadap dirinya itu.


Elyca terlihat menangis tersedu-sedu sembari bersimpuh di lantai memohon belas kasih Karin dan Diego.Akan tetapi Karin tidak mengindahkan ratapannya itu.


"Satu lagi nona Elyca! Aku tidak akan mengotori tanganku dengan membunuhmu saat ini tapi dengan satu syarat! Jangan pernah ganggu kehidupanku lagi jika kau masih ingin menghirup udara segar di bumi ini."Ucapnya tegas.


"Ba_baiklah!"Jawabnya ketakutan.


"Karena aku tidak akan segan-segan membunuhmu dikesempatan berikutnya! Dan akan kupastikan papamu yang iblis itu akan sengsara selama didalam penjara!" Lanjutnya penuh penekanan sesaat sebelum ia menyentakkan kakinya keluar meninggalkan ruangan terkutuk itu.

__ADS_1


"Karin! Jangan Karin! Aku mohon jangan! Tolong bebaskan papaku! Tolong keluarkan aku dari sini Karin ku mohon! " Teriak Elyca makin parau dan mulai kehilangan kontrol.


'Apa? Dia memberiku kesempatan kedua? Karin tidak membunuhku?' Gumamnya pelan namun masih terdengar oleh Diego.


"Dengar nona Elyca! Berubahlah selagi masih diberi kesempatan.Karena keserakahan hanya akan menjerumuskanmu kedalam kubang dosa dan kesengsaraan hidup yang berpanjangan."Ucap Diego datar lalu kemudian sekonyong-konyong pergi dari sana menyusul Karin yang telah lebih dulu menjauh.


"Diego! Jangan pergi!Lepaskan aku dulu.Aku janji akan berubah dan pergi dari kehidupan kalian..Tolong Diego!Tolong aku! Aku akan berubah Diego!!!"Teriakan Elyca makin lama semakin serak dan kedengaran meracau.Hingga akhinya ia diberi suntikan obat penenang oleh para medis yang bertugas di ruang bawah tanah.


•••


Diego berlari sekuat tenaga menyusul Karin yang telah menghilang dari pandangannya.Ia berpacu menyusuri lorong gelap,mencari keberadaan sang isteri yang entah dimana.Perasaan gelisah dan takut akan terjadi sesuatu kepada isterinya itu membuatnya panik tak menentu arah.Kini ia berada di pintu lift yang siap membawanya ke permukaan ruang owner.Pergerakannya ini tidak luput dari perhatian sepupunya Haidar secara saksama melalui cctv.


Drrrrrrrttttttttttttt


Hallo


Hey! Kau pergi lalu bagaimana_


Jangan dilenyapkan! Lakukan saja sesuai keinginan isteriku.Selebihnya terserah kau mau apakan dia.


Oke, Diego tapi bagaima_


Sudah kubilang terserah kau mau apakan dia.Terserah! Aku mau mencari isteriku!


Tapi bro _


Tutututututtut


Diego memutuskan sambungan.


'Hah! Dia bahkan lupa kalau sebenarnya sang isteri tidak tahu jalan pulang dan masih disini bersamaku.Plukk! ' Celetuk Haidar sembari menepuk jidat.


Bingung memandang Karin yang masih duduk berselonjor di kursi tamu.


"Ck!" Decaknya.


•••


Bersambung.........

__ADS_1


*****


🤗🤗🤗


__ADS_2