Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Keluarga Peduli


__ADS_3

Selamat membaca kawan-kawan terima kasih semoga suka 🙏😍


Siang yang terik....Pintu gerbang kediaman Tun Fahmi di buka oleh salah seorang dari beberapa sekuriti berwajah teduh namun tidak dengan sorot mata elang yang menyala.Mempersilahkan mobil hitam mewah edisi terbatas memasuki area pelataran rumah besar tersebut kemudian menghentikan putaran rodanya di garasi yang disana terlihat beberapa mobil edisi terbatas dengan merek yang berbeda berjejer rapi.


Diego menapaki pijakannya di bumi sembari menenteng jas yang bergantung di lengannya menuju ke pintu masuk utama rumah berdesain modern klasik tersebut.Menekan tombol bel rumah.


Ting tong


Ceklek


Seseorang membukanya dari dalam dan mempersilahkannya masuk dengan hormat.Ia mengangguk sopan lalu kemudian memasuki ruang tamu dan membawa dirinya menuju ke ruang keluarga dimana terlihat empat sosok laki-laki hebat sedang duduk berbincang ria di sana.Sesekali terdengar tawa khas maskulin memecah ke seluruh ruangan.


Diego menghampiri keempat sosok yang tidak lain adalah papa Fahmi,kakak David,Fahri dan juga Ardhani suami kakak Heny yang biasa di sapa Ar oleh semua orang.


Ardhani Zacky adalah sosok pengusaha sukses ya ng membawa nama besar keluarganya 'Ardhani Group' merupakan anak tunggal dari tuan Zacky Ardhani.


Pria satu anak berwajah tipikal Asia yang tampan sempurna dan bertubuh ideal serta memiliki selera humor tinggi ini lebih sering ke luar negeri dalam rangka mengurus perusahaan keluarga hingga ia jarang terlihat berkumpul bersama keluarga besarnya maupun keluarga besar sang isteri.


Hari ini kebetulan ia baru pulang dari Dubai dan mendengar kabar bahwa adik iparnya telah pulang dan akan segera diadakan resepsi pernikahan mereka maka ia sengaja mendatangi kediaman ayah mertuanya untuk mencari informasi lebih lanjut.


Melihat kehadiran dirinya maka sang mertua langsung menghubungi David dan Fahri untuk segera ikut bergabung untuk membahas langkah persiapan resepsi selanjutnya.


"Selamat datang kakak ipar.Senang bertemu denganmu."Ucap Diego yang berjalan kian mendekat.


Disambut hangat oleh pria itu dengan tepukan bahu.


"Selamat bertemu kembali adikku."Balas Ardhani antusias dengan gayanya yang khas humorist.Menyundul kepala adik iparnya.


"Apa kabar Dubai kak Ar?"Tanya Diego menyambut sundulan kepala lelaki muda seumur dua tahun dibawah sang kakak David itu.


"Gersaaanng..."Jawabnya sembari tertawa riang,"Kau boleh ikut kakak ke sana jika kau memang menginginkan gadis manis serba jenjang di sana.Bohai!"Bisiknya ke telinga Diego sembari mengedipkan mata usilnya.


Seketika membuat tawa renyah memecah di antara keduanya.


"Apa yang kalian ketawakan hmm katakan!"Tanya David ketus.


"Ehm..tidak apa-apa kak,aku hanya mengatakan kepada adikmu bahwa kami akan pergi ke Dubai dan mencuci piring bersama di apartemenku tanpa isteri dan anak kami yang berjauhan." Jawabnya dengan wajah kalem.


Ardhani melirik ke arah Diego sembari memberi isyarat agar ia mengiakan ucapannya.


Diego tertawa dan manggut-manggut lucu sembari mengedikkan bahunya.


David mendengus kecil melihat kebohongan di wajah adik dan adik iparnya itu.


"Awas saja kalau bohong!"Balas David ketus.


Papa Fahmi turut berdehem meleraikan.


Fahri ikut bersuara mencairkan suasana,"Ar memang begitu,dia juga suka mengajakku untuk ikut cuci mangkuk bersama."Timpal Fahri sembari menahan tawa geli.


Sedangkan Diego masih terpingkal melihat tingkah kedua kakak iparnya yang cepat mengalihkan suasana.


'Pantas saja kakakku Heny betah dengan pria gila ini.Bahkan kakak juga jadi tertular humornya.' Batinnya sembari menggeleng-geleng.


Berhubung pertemuan yang sangat jarang terjadi diantara mereka membuat berbagai cerita mulai bermunculan dalam acara pertemuan kecil tersebut.Sampai-sampai Diego hampir lupa jika ia memiliki janji kepada sang isteri.


"Diego,hari ini kau pulang awal?"Tanya David sembari mengernyit mata.


'Oh ya!' Gumamnya pelan sembari melirik arloji ditangannya.


"Ya,aku hampir lupa kalau aku kemari hanya untuk mengantar Karin ke boutique milik kakak." Jelasnya sembari berdiri dan siap beranjak.

__ADS_1


"Oh." Ucap David singkat.


Sementara di kamar....Karin yang sudah siap dengan dandanan cantiknya sengaja rebahan di kasur sembari menunggu kehadiran Diego.


'Kenapa suamiku lama sekali ?' Gumamnya pelan mulai jenuh.


Beberapa kali terlihat menguap dan kemudian tak terasa iapun terlelap.


Diego yang baru saja masuk kedalam kamar setelah berpamitan kepada keempat pria hebat yang mendahului dirinya.Seperti biasa meletakkan jas di atas sofa lalu melepaskan sepatu kemudian beranjak ke wastafel untuk mencuci tangannya.


Sesaat kemudian merapatkan diri ke ranjang dan memperhatikan wajah oval isterinya dengan saksama.Jemarinya bergerak naik turun merapikan anak rambut yang membingkai wajah sang isteri.Menatap intens ke bibir cherry nan ranum lalu kemudian mendaratkan satu kecupan singkat di sana membuat pemilik bibir itu ikut terjaga.


"Kau sudah pulang Dy?" Ucapnya sembari menggeliat.


"Hmm.Apa kau lama menungguku?"Balasnya masih membelai pelipis sang isteri.


"Hmm,tidak."Jawabnya sembari tersenyum.


Diego merapatkan tubuhnya semakin menindih sang isteri yang masih menelentang.


"Sayang,di luar ada kak Ardhani." Ucapnya sembari mencium pipi isterinya.


"Anabela dan kakak Heny juga."Tambah Karin.


Diego mengernyit,"Oh ya? Lalu dimana mereka sekarang?" Tanyanya memastikan.


"Di kamar mama.Tadi Anabela bersamaku di sini tapi mama menjemputnya karena ia ingin aku beristirahat."Jelas Karin sembari mengalungkan kedua lengannya ke tubuh kekar Diego lalu mengeratkan pelukannya.Menghirup dalam-dalam aroma khas maskulin yang menguar dari dada bidang yang tertutup oleh kemeja.


"Sayang,apa kau merindukanku?"Bisiknya ke telinga sang isteri.


Karin mengangguk cepat tanpa mau bersuara seakan memberi sinyal bahwa jangan mengganggu hasratku saat ini.Diego memakluminya.


Baru kali ini ia meninggalkan sang isteri setelah mereka menikah dan setelah ia benar-benar sembuh.


Diego melancarkan ciumannya bertubi-tubi ke pipi dan kening sang isteri kemudian turun ke bibir ranumnya.Mengecup lembut menggigit pelan dan ******* hangat.


Untuk pertama kalinya sang pemuja ini menjelajahi rongga mulut isteri tercintanya memainkan lidah di ujung rongga yang terdalam menyesap isi dan merengguk nikmat nan menggelenyar dari pertukaran saliva mereka yang selama ini masih belum sampai pada titik ternikmat.


Diego memang benar-benar menunjukkan jiwa melindungi yang ia miliki.Dia tidak pernah serakah dalam memanfaatkan keadaan untuk mencapai kesenangan pribadinya jika memang isterinya belum siap.


Dia selalu memberi kesempatan kepada sang isteri untuk berjalan di atas haknya hingga sang isteri benar-benar bisa membuka diri untuknya.


Hingga sesuatu mengejutkan mereka.Bunyi ketukan pintu yang berasal dari tangan bibi Nisah yang mengantar dua gelas jus buah segar pesanan tuan mudanya sesaat sebelum ia datang menemui isterinya.


"Ini pesanannya nak."Ucap bibi Nisah setelah Diego membuka pintu kamar.


"Ok bi.Berikan saja kepada Karin."Ucap Diego tersenyum sembari beranjak ke ruang ganti baju.


Bibi Nisah mengangguk patuh sesaat kemudian ia menyodorkan nampan tersebut kepada Karin yang melangkah mendekatinya.


"Terima kasih bi."Ucap Karin setelah meletakkan nampan tersebut di atas meja.


Disambut anggukan sopan dari bibi Nisah sebelum ia beranjak dari sana.


•••


Sebelum berangkat Diego dan Karin menemui Henny di kamar mama Cyntia yang juga tengah membahas seputar persiapan resepsi pernikahan adik bungsu keluarga ini dan puas bermain dengan Anabela yang cerewet serta memiliki selera humor tinggi mewarisi sifat Ardhani sang papa.


"Bibi Karin,kuharap bibi menjaga pamanku dengan baik."Ucapnya sembari mencium kedua pipi Karin lalu berpindah melakukan hal yang sama kepada paman Diego.


"Tapi kenapa sayang?"Tanya Diego pura-pura tidak mengerti.

__ADS_1


"Ehm..Karena banyak sekali tante devil yang berkeliaran di luar sana dan pamanku tidak bisa menjaga matanya dengan baik." Pesan gadis kecil seusia anak PAUD itu sembari menggoyang lincah tangan Diego yang pura-pura mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah sayang,bibi akan menjaganya untukmu."Jawab Karin tertawa lucu mencubit pipi gebu milik bocah menggemaskan itu.


"Ya,untukku dan untuk bibi juga."Timpalnya.


"Ya,untuk kita semua sayang."Lanjut Karin tertawa.


"Yeay!"


•••


Gracia boutique.....


Di Diego dan Karin disambut ramah dan penuh hormat oleh karyawan yang bekerja di sana.Bagi beberapa karyawan yang mengenal Karin dengan baik sempat terlihat berbincang-bincang ria dengan dirinya.Menceritakan bahwa mereka sempat mengikuti berita tentang kecelakaan yang menimpa dirinya dan menyampaikan keprihatinan mereka.


Berhubung isu terakhir yang beredar bahwa kecelakaan itu disengajakan oleh seseorang yang sengaja ingin menyabotase pertunangannya dengan generasi kedua pewaris perusahaan raksasa di negara ini.Namun Karin segera menampiknya.


"Akh! Itu hanya isu yang sengaja dibesar-besarkan saja."Ucapnya sembari tersenyum memicingkan mata.


"Syukur anda selamat dari kecelakaan itu nona."Ucap Karyawan yang antusias dengan mimik harunya.


"Terima kasih."Jawabnya sembari tersenyum.


Diego duduk mengamati sang isteri yang terlihat sibuk memilah-milah gaun yang menurutnya cantik sempurna.Beberapa kali ia mencoba di kamar pas lalu keluar bertanya pendapat Diego.Penolakan demi penolakan hingga akhirnya Diego menyetujui satu setelan yang menutupi lengan dan lututnya.


Karin menerima dua paperbag yang telah dibayar oleh suaminya.


"Untuk apa kau membeli ini sayang?" Tanya Diego sedikit mengernyit.


Menurut pengetahuannya semua pakaian isterinya sudah disiapkan oleh sang mama sebelum kepulangan mereka dari negara S.


"Aku akan memberikannya kepada seseorang."Jawabnya santai.


Diego menggeleng dan mengantuk kepalanya yang tidak gatal.


'Apa? Dia menyuruhku menilai penampilannya dan aku rela menunggunya selama ini hanya untuk membeli sesuatu yang akan diberikan kepada orang lain?' Gumamnya sembari menepuk jidat menyusul langkah Karin yang sudah selangkah di depannya.


Karin berbalik menatap sang suami yang masih bergumam.


"Kau kenapa sayang? Apa kau marah?"Tanya Karin mengerucut bibir manakala menyadari sikap suaminya.


"Ti_tidak sayang,aku hanya tidak percaya jika pilihanku akan kau berikan kepada orang lain."Sanggahnya sembari merangkul pinggang sang isteri.


"Oh,ya.Jelas tidak sayang.Mana mungkin aku memberikan pilihanmu untukku kepada orang lain."Jawabnya sembari tersenyum.


Karin melangkah disamping sang suami yang masih terlihat bingung.


"Aku memilih dua setelan.Satu yang kau pilih untuk kupakai,dan yang lainnya akan kuberikan kepada sahabatku."Jelasnya panjang lebar berharap Diego bisa memakluminya.


"Oh!Baiklah,aku salah mencerna ucapanmu.Maafkan aku sayang." Ucapnya sembari menggelitik pinggang Karin.


Disambut oleh gadis itu dengan senyum menyimpul dibibir cherry miliknya.


•••


Bersambung.....


*****


Terima kasih atas dukungan kawan-kawan semuanya..Semoga suka..Semangat up buat kita semua yang mulai berkarya dan jangan lupa tinggalkan jejak..

__ADS_1


😍😍😍🤗🤗🤗


__ADS_2