Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Eps 23


__ADS_3

Selamat membaca


ceklek


“Maaf nona Karin,nyonya besar menyuruh saya untuk menjemput nona karena acaranya akan segera dimula,"ucap seorang waiters dengan wajah yang menunduk sopan.


“Baiklah terimakasih.Saya akan segera ke sana,"jawab Karin seraya mengangguk sopan.


Karin kembali ke dalam kamar seraya menghadap cermin dan berkaca,ia tampil dengan sangat cantik.Tubuhnya dibaluti gaun malam berwarna putih yang sopan dan cantik.


Kharakter Karin yang sederhana mampu membawa penampilan gadis itu kepada nuansa mewah yang menyejukkan mata. Manakala Karin yang berjalan santai keluar dari kamarnya, tiba-tiba lengannya digenggam paksa oleh seseorang dari samping namun tidak menyakitinya.


Seketika membuat tubuhnya terdorong masuk kembali ke dalam kamarnya.


Seseorang mendorong paksa tubuhnya bersandar di dinding pintu yang sengaja ditutup kembali.


Belum sempat ia mendongak,tiba-tiba orang itu malah dengan nekad memaksa menindihnya sambil merangkul erat pinggangnya yang ramping.


Karin nyaris berteriak namun seketika ia urungkan karena mendapati tubuh yang menindihnya itu tidak lain adalah sosok Diego.Sahabat kecil yang telah menjadi bosnya itu.


Lalu mengapa Diego sampai bertindak demikian? Apakah Diego sedang mabuk? Pikiran buruk mulai bergelayut di otaknya.


Belum sempat ia menghindar tiba-tiba pingganggnya terasa sudah diramas dan satu ciuman mendarat di bibir mungil miliknya.Ya,kini ia tersadar bahwa ciuman pertamanya telah diambil paksa oleh Diego.


‘Sudah kuduga dia pasti akan berulah!’ Batin Karin kesal.


“Dengar baik-baik nona Karin.Ini perintah! Kau harus menyetujui segala sesuatu yang akan diucapkan oleh kedua orang tua kita tanpa ada bantahan sedikitpun.”


Satu kecupan lagi mendarat cukup lama.Kali ini disertai dengan gigitan kecil yang membuat mulut gadis itu terbuka.Diego yang tidak menyia-nyiakan kesempatan sontak memainkan lidahnya dengan sekali *******.Lalu melepaskan dengan satu tarikan kecil yang lembut.

__ADS_1


Aroma maskulin yang menyeruak dari tubuh kekar pemuda itu seketika membuatnya seolah tersengat arus listrik sontak menggeliat menahan napas dan nyaris kehilangan fokus.


Namum berhasil ia tepis lantaran otak warasnya masih tetap bekerja.Setiap gerakan lincah pemuda itu membuat Karin sukses mematung.


Diego melanjutkan ultimatum,“Kau tidak boleh menunjukkan bentuk perlawananmu di hadapan semua keluarga kita.Mereka sangat mengharapkan sesuatu yang baik dari kita berdua.Jangan pernah mengecewakan mereka,"menangkup lembut wajah gadis tersebut, dan menatapnya dalam,


”Ingat! Cukup satu kata ‘YA’ yang wajib keluar dari bibir manismu ini,"membiarkan bibirnya bergesek lembut di bibir gadis yang dirangkulnya paksa itu,”dan Jangan pernah ditambah apalagi dikurangi.Kurasa kau cukup mengerti akan hal ini,”lanjutnya menyeringai memberi peringatan.


Satu belaian mendarat di dagu runcingnya,”Dan satu lagi!Bersikaplah santun kepada semua yang ada di sini dan anggap saja tidak pernah terjadi sesuatu sebelumnya,"lanjutnya sembari mengecup lembut kening gadis yang melotot kaget! Belum berhasil lepas dari keterkejutannya yang luar biasa itu.


Sesaat kemudian pemuda itu segera berlalu dari hadapan Karin sambil melemparkan senyum misteriusnya.Meninggalkan Karin yang masih belum sadar sepenuhnya.


'Kenapa dia bisa sebejat ini?’ gumam Karin pelan tidak percaya,'Dia benar-benar pria mesum!' lanjutnya masih belum terima diperlakukan demikian.


Bagaimana mungkin ia bisa merasa biasa-biasa saja kalau ciuman pertamanya saja telah direnggut paksa oleh direktur muda itu.


’ Ck! Dasar pemuda gila!’


‘Mana mungkin aku bisa tenang kalau kau saja sudah mencium paksa bibirku?’


Karin dengan napas yang tersengal berusaha netral dengan menghirup udara segar berkali-kali mengatur ruang kosong di rongga dadanya.


Ia berusaha memperbaiki langkahnya yang limbung melewati beberapa meja tamu yang tersedia termasuk meja utama Tuan Fahmi, papa Haikal dan opa Jery yang terlihat duduk bersama pasangannya masing-masing.Ketiga pria beda fase itu sedang tertawa bahagia dan larut dalam cerita mereka tanpa memperhatikan kehadiran Karin dari arah samping.


Sedangkan Diego yang baru saja memasuki ruangan setelah keluar beberapa saat terlihat mematung memperhatikan kehadiran Karin yang tiba-tiba berada dihadapannya.


Kedua pasang bola mata itu seketika saling menatap singkat dan sekilas beradu lama kemudian saling melemparkan ke arah yang berbeda.Sangat singkat namun menyirat arti yang cukup dalam bagi keduanya.Namun seketika berubah menjadi tatapan beku dan dingin.Karin berusaha lebih santai dan memilih menjauh dari sana.


Dari arah yang berlawanan, terlihat Hany yang melambaikan tangan kepadanya.Diikuti oleh senyuman manis pak Fahri.Ya, senyum yang sangat dirindukan Karin.Selama beliau menjabat sebagai wakil direktur TF.Electro Group, senyum itu tidak pernah terlepas sebagai ciri khas seorang pemimpin yang baik dan penuh senyum.Karin memilih bergabung dimeja pasangan tersebut.

__ADS_1


Tidak lama kemudian terlihat Diego juga ikut bergabung dan mengambil posisi duduk di samping Karin.


'Tuhan,kalau begini terus jantungku bisa terlepas! ' batinnya.


“Hai sayang, rindunya aku.” Hany yang tidak sabar menyambut kehadiran sahabatnya.


“Kau curang sayang, kenapa tidak kau kabari aku sebelum kemari?” Balas Karin tidak mau kalah.


“Maafkan aku sayang,ini semua ide kak Fahri.Dia menyuruhku untuk tetap diam tidak mengabarimu.Ayolah kak, bertanggungjawablah kepadanya!”seru Hany berapi-api kepada Fahri.


Kemudian disambut baik oleh pak Fahri dengan tawa lepas,”Itu betul Karin.Kami hanya ingin memberimu sedikit kejutan biar lebih seru dan asyik.Apalagi dihari bahagiamu begini,"ucapan pak Fahri yang mengundang tanya dihati Karin.Seketika ia melirik tajam ke arah Diego mencoba mencari kepastian di sana.


Sontak disambut oleh pemuda itu dengan senyuman dan sebuah tepukan bahu kepada kakak iparnya.


“Ya,hari bahagia kita semua,"ucapnya sembari membalas lirikan Karin.Namun tidak lama kemudian iapun kembali acuh dan tersenyum tanpa dosa ke arah Karin.


Karinpun membalasnya dengan senyum sinis tidak mau kalah.


'Ada apa ini sebenarnya?’


Karin masih berusaha mencerna ucapan pak Fahri dengan kejadian tak terduga bersama Diego di kamar hotel.Karin berusaha membuang semua pikiran buruk terhadap apa yang baru saja dialaminya.


Setelah usai menikmati hidangan, acara pun mulai berlanjutan hingga kepada acara inti dimana papanya Diego,om Fahmi mulai membuka kalimatnya kepada keluarga Jolly.


“Jadi begini tuan Jeremy dan tuan Haikal,maksud dari pertemuan singkat kita malam ini adalah sebagai tujuan utama nuntuk menyampaikan niat baik kami dan juga putera kami.Yaitu kami ingin melamar puteri tertua dari keluarga Jolly menjadi pendamping hidup putera bungsu kami.Sudi kiranya niat baik kami diterima oleh Tuan Jolly dan terutama oleh nak Karin sendiri agar kedepannya hubungan baik persaha batan kita bisa berlanjut kepada jalinan keluarga.”


Karin baru mulai membaca maksud dibalik semua kejadian yang baru ia alami. Sepertinya Diego sengaja membuat alasan agar dia tidak menolak lamaran ini.


Bersambung.....

__ADS_1


Terimakasih,,atas like dan votenya.........Jumpa lagi dan lanjut .....Jangan lupa tinggalkan jejak...Kritik saran pun boleh. Asal yang membangun...Makasih ya.........


__ADS_2