
Sinar mentari pagi menerobos langit kota D, Karin yang masih setia berada di rumah tuan Imran memilih untuk menikmati udara pagi bersama dengan Dania yang hobinya ikut kelas yoga di pagi hari.
Di usia kehamilamnya yang ke tiga bulan ini membuat dirinya rada sensitif jika berkurung di dalam rumah saja.Dania yang menepati janjinya membawa sepupunya itu berkeliling taman kuliner milik Adhytama Star Hotel yang telah resmi menjadi hak Karin.
"Apa kau tahu kak,makanan di sini sangat enak."ucap Dania Riang.
"Emm..Kau benar.Aku juga pernah ke sini waktu itu.Sekedar untuk mencari bubur ayam dan nasi goreng spesial."jawab Karin antusias.
"Aku rasa kau juga wajib mencoba menu lain di sini kak,seperti roti gandum selai alpukat dan roti panggang cokelat,salad buah dan sayuran,aneka jus segar atau bahkan sup ayam spesial jika kau menginginkannya." jelas Dania riang.
"Boleh,aku juga ingin mencobanya satu persatu."
Karin antusias menanggapi ucapan Dania. Dalam hal kuliner saja wanita ini pasti akan heboh membahasnya karena memang sudah menjadi hobinya untuk mencoba kuliner dari setiap negara yang pernah ia kunjungi.
"Di malam hari menu makanan berat istimewanya lebih banyak lagi kak.Aku jamin kau pasti menyukainya."tambah Dania ikut senang melihat Karin yang penuh semangat.
"Oh ya?Itu berarti ceritanya kau juga penggemar kuliner seafood sama sepertiku sayang."cicit Karin riang.
"Ya,kau benar kak.Itu warisan sifat dari oma kita.hehe.Kemarilah kak,"balas Dania tertawa kecil,"akan kutunjukkan juga tempat mangkal favoritku dan itu tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun." lanjutnya seraya melebarkan matanya.
Karin tertawa renyah mendengar ada tempat mangkal favorit dari gadis yang kini mengajaknya berjalan-jalan itu.Dalam pikiranya bergelayut pertanyaan apakah ini lantaran efek daripada suka berburu kuliner itu yang membuat gadis ini sedikit ekstrem dalam hal memanjakan lidah hingga rela mempertahankan pangkalannya di lapak yang menurutnya istimewa.
Kedua wanita beda status itu seketika larut dalam cerita yang menyenangkan sembari menikmati pesanan nikmat sesuai selera.
Sementara itu di ruang owner Adhytama Star Hotel,Diego dan tuan Imran sedang asyik membahas rencana pemindahan sementara sistem pengelolaan Adhytama Star Hotel yang akan dialihkan kepada pihak Karin selama masa transisi.
__ADS_1
Di mana Diego yang ditunjuk sebagai penanggung jawab, sambil menanti pelantikan resmi kandidat manager baru yang akan dilaksanakan tahun depan. Jadi untuk sementara di masa ini baik dari pihak Imran maupun Karin sama-sama memiliki kewajiban untuk memantau jalannya kegiatan operasional dan juga perkembangan omzet serta pendapatan hotel tersebut.
"Om sangat optimis dan sama sekali tidak khawatir ataupun ragu melepaskan hotel ini ke tanganmu."
"Terima kasih atas kepercayaan ini paman."
"Oh ya,om minta maaf soal Danang yang agak acuh belakangan ini.Dia berlagak seperti tidak mengenal kalian lagi."ucap tuan Imran menyesal.
"Tidak apa-apa paman,kami memakluminya. Selagi Karin merasa itu hal yang wajar maka saya juga demikian paman."
"Entahlah,satu bulan belakangan ini dia memang jarang pulang ke rumah.Tidak ada yang mengetahui dia menginap di mana kecuali mama Andin.Dia memang lebih dekat dengan mamanya."
"Ah,ya.Kita sama-sama berharap yang terbaik buat Danang paman.Kita percaya saja bahwa dia memang sedang terpuruk dan butuh ketenangan agar tidak berlarut dalam belenggu masa lalunya."
Tuan Imran menghela napas panjang dan membenarkan ucapan Diego.
••
Sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki ke kota itu,Diego merasa tertarik dengan keindahan dan pesona kota D yang terpahat sempurna.Sebagai cucu menantu dari dari seorang nyonya Hasnah Setiawan ia ikut merasakan derita wanita renta itu.
Betapa sang oma sangat tidak salah apabila merindukan kampung halamannya yang bagaikan syurga di zamrud khatulistiwa ini.Hanya karena kenangan pahit masa lalu membuatnya terpaksa untuk mengambil keputusan berat itu namun di balik hati kecilnya ia sangat merindukan tanah yang memiliki keindahan syurgawi ini.
Dirinya yang hanya sebatas pengunjung biasa saja tidak rela jika sampai tidak memiliki properti di daerah tersebut.Ini kan pula penghuni asli seperti mendiang beliau.
Ya,Diego sengaja membeli sebuah rumah elit yang terletak di jalan T.yang tidak jauh dari ASH agar mempermudah proses penginapan manakala mereka melakukan perjalanan panjang dan membutuhkan waktu yang lama untuk bermalam di kota ini.
__ADS_1
Di rumah baru ini,Diego juga mengajak kedua orangtua dan mertuanya untuk menginap di sini.Usai membersihkan diri semua anggota keluarga memilih untuk berkumpul di ruang keluarga seraya menikmati pengalaman seru yang pernah mereka alami.
Bertukar cerita bersama di antara besan dan juga anak menantu membuat waktu terasa berputar begitu cepat hingga tidak terasa mereka telah mempergunakan waktu awal sepertiga malam hingga terakhirnya hanya untuk bercengkerama ria.
"Tidak terasa sebentar lagi kita akan mendapatkan cucu kedua setelah Adhytama dan Farah ya pa."Mama Nadine berkicau haru.
"Heeum..,cucu kedua kita ya ma."Papa Haikal membalas seraya merangkul bahubsang isteri.
"Dan jangan lupa bahwa ini adalah calon generasi ke tiga TF.Electro kita Joe."Papa Fahmi ikut menimpal membuat semua yang ada di sana tertawa bahagia meskipun di balik itu ada sedikit kerutan yang muncul di kening Diego yang sempat terbaca oleh sang papa.
"Aku rasa sudah waktunya untuk anak-anak kita mengetahui tentang masa lalu yang kita simpan bersama Joe,"ucap Tun Fahmi kepada Joe Haikal yang ikut manggut tanda setuju.
"Ya,kau benar Fa,sudah saatnya untuk kita beri penjelasan kepada mereka."
Diego dan Karin yang belum pernah mengetahui sesuatu yang dimaksudkan hanya bisa mematung dan memasang kuping,sementara kedua ibunda tercinta mereka hanya tersenyum penuh arti.
"Jadi ceritanya dulu TF.Electro pernah terancam pailid akibat papa kehilangan anak yakni kakak laki-laki pertamamu sebelum David,"ucapan papa Fahmi yang seketika membuat sepasang suami isteri itu membelalak dan tak kuasa menahan kesedihan.
Diego yang paling terkesiap karena merasa baru mengetahui satu rahasia besar yang selama ini sengaka ditutup-tutupi.
"Ya,dan waktu itu papa kalian sempat mengunci diri selama beberapa tahun lamanya akibat ancaman orang-orang tidak bertanggung jawab yang sengaja ingin melenyapkan satu persatu anggota keluarganya."Papa Haikal ikut menimpal.
Kedua pria paruh baya itu menjelaskan secara terperinci tentang rahasia masa lalu mereka hingga kepada kepemimpinan TF.Electro yang sempat gantung akibat nazar yang diucapkan oleh sang papa Fahmi hingga menjadi alasan utama mengapa David sebagai kakak tertua namun tidak berhak untuk menerima tanggung jawab sebagai pewaris generasi kedua.
Hal ini lah yang membuat Diego merasa benar-benar terkejut dan ia baru paham mengapa sang papa begitu keras mendidiknya hingga tega memisahkan seorang anak yang masih membutuhkan curahan kasih sayang dari ibunya yang sangat ia cintai.
__ADS_1
•••
Bersambung..