Cintai Aku Sahabat Kecilku

Cintai Aku Sahabat Kecilku
Ruang Utama


__ADS_3

Selamat Membaca 🙏😍


Diego menerobos pintu yang tersambung ke ruang owner dengan perasaan yang bermacam-macam.Benci,dendam,marah,dan sedih mengingat apa yang baru saja dilihatnya.Tangnnya gesit memutar gagang pintu.


Ceklek


Berjalan mendekati Karin yang sedari tadi sedang asyik memandang keindahan alam luar yang cahayanya mulai berpadu antara temaramnya senja melukis indah cakrawala dengan lampu kota yang gemerlap diseluruh penjuru kota S seakan membawa kesan bahwa bumi dan langit bersinergi dan saling melengkapi.


Karin menoleh pelan,"Dy,kau rupanya!Aku kira siapa." Ucap Karin lega.


"Ya,ini aku.Memangnya kenapa hmm sayang,apa kau sudah merindukanku?"


Jawab Diego berseloroh menutupi gejolak amarah yang masih meletup-letup di dada.


"Hhhh! jika aku menyangkal maka itu sama saja dengan berbohong."Balas Karin dengan tatapan berbinar.


"Jadi benar kau merindukanku,hmm sayang?"Tanyanya memastikan tanpa membiarkan sorot elangnya lepas dari bola mata indah milik sang isteri turun ke bibir ranumnya.Merengkuh tubuh mungil itu ke dalam dekapan dada bidangnya. Memeluknya erat seakan tidak ingin melepaskan.Napasnya menderu menahan gejolak resah di dada.Diego berusaha menetralkan hatinya,mengatur napas yang sedang dibalut amarah dendam terhadap pelaku keluarga iblis yang nyaris merenggut nyawa wanitanya.


Karin mengangguk sembari tersenyum menawan.Membuat sisi maskulin pemuda itu bergetar ria ingin segera menikmati bibir ranum yang menawan rasa didada.Secara spontan bibir ranum itu berhasil ia kecup lama.Jemarinya turun agresif meremas kuat pinggang ramping isterinya lalu kemudian ia ******* dalam-dalam bibir itu tanpa memberikan jeda kepada sang isteri untuk segera mengurainya.


Karin yang sudah setengah terseret arus kenikmatan serta -merta menyadari bahwa ini adalah tempat umum, ia pun dengan sekuat hati melawan rasa yang mulai menggerayangi tubuhnya.Ia mencoba mendorong tubuh Diego yang nyaris kehilangan kendali.Berusaha menyadarkan suaminya dari bertindak lebih kepada dirinya.Diego yang merasa ditolak serentak menangkup rahang oval sang isteri.


"Sayang,kemarilah! Tidak akan lama,tenangkan hatiku sekejap saja." Pintanya manja.


"Jangan berlebihan Dy,ini bukan kamar pribadi.Kalau Haidar melihat kita nanti bagaimana?" Sanggah Karin ingin mengelak.


Diego menghela napas,"Haidar tidak akan melihat kita sayang,dia sudah kutugaskan ke tempat itu dan kita akan segera menyusul ke sana."Jawabnya masih memburu,"Ayolah sayang,layani aku sekejap saja.Ini tidak berlebihan, cukup tenangkan hatiku dulu."Pintanya memelas sembari memeluk erat tubuh sang isteri dengan manjanya.

__ADS_1


"Kau kenapa Dy? Sejak masuk tadi sikapmu aneh.Buru-buru,terus menyerang begitu saja,ada apa? Apa ada masalah dengan kinerja hotel ini? Lalu apa yang kau maksudkan dengan tempat itu?Ayo ceritakan kepadaku." Sergah Karin penasaran.


"Sayang,tenanglah! Akan kujelaskan semuanya.Asal kau mengizinkan aku memelukmu sekarang ya!" Balasnya santai.


'Kenapa suamiku mendadak manja begini ?' Gumamnya pelan.


"Sayang,lihat sana.Tingkahmu ditertawai oleh senja yang mulai tenggelam itu." Usik Karin mengalihkan aktivitas Diego.


"Bahkan didetik terakhirnya pun senja masih iri melihatku berdampingan denganmu sayang."Balas Diego menarik senyum di bibirnya.


"Senja itu bilang kau telah menodai matanya dengan mencumbui seorang gadis dihadapannya." Tambah Karin membuat Diego kembali tersenyum.


"Sayang,bukan matanya ternoda melainkan mata senja ikut berbinar memantulkan bias jingganya yang siap memberi ruang dan waktu untuk sekedar turut menikmati kemesraan kita berdua.Dia hanya jeda sebentar memandang kita sebelum benar-benar pergi."


Ucapan Diego sekonyong-konyong membawa Karin tenggelam dalam dekapan hangat di dada bidangnya.Gadis itu seakan terhipnotis dengan kemegahan anugerah terindah yang terpahat sempurna terpampang nyata di depan mata dan dapat ia raih kedalam dekapannya.Seakan telah menjadi kehendak alam yang tidak bisa ditantang keberadaannya.Nyata dan dapat dirasakan.Merengguk dalam-dalam nikmat anugerah yang menguar ke seluruh alam jiwa dan raganya seakan tidak ingin dibiarkan lepas setelah sekian lama terpisah.


"Akh! Kau harus bertanggungjawab karena sudah membuatku haus akan dekapanmu." Celetuk Karin merutuk ulah Diego yang telah membuatnya tertular oleh hasrat dan perilakunya.


Diego tertawa renyah.Tak henti-hentinya ia mendaratkan ciuman ke wajah dan pipi sang isteri yang terlihat semakin menggemaskan manakala gadis itu sedang cemberut.


"Kau menyebalkan Diego!"Ketus Karin tidak terima diperlakukan demikian.


"Siapa suruh kau menggemaskan.Salahkan saja hatiku ini.Dialah yang suka mengusikmu.Kau kan jago bicara kepada kerang kepiting.Pasti hatiku juga bisa kau jamah,hmm sayang."Celetuk Diego sembari menariknya kepelukan dengan tatapan memuja.Menambah tekuk diwajah sang isteri yang kian bersemu merah.


"Hmm,baiklah! Senyumlah sayang.Kita perlu banyak tertawa saat ini." Pintanya manja,"Maka akan kutunjukkan kepadamu sekarang juga.Kemarilah ikuti aku." Lanjutnya sembari mengarahkan sang isteri berjalan disampingnya.


Diego meraih lengan Karin menggenggam erat jemari itu lalu kemudian membawa sang isteri menuju ke dinding yang menghubungkan lift rahasia menuju ke ruang bawah tanah yang hanya dibantu dengan penerangan secukupnya saja.Suasana gelap membuat Karin merasa ciut dan seram.Kedua tangannya langsung merangkul erat pinggang Diego.

__ADS_1


"Sayang,apa kau baik-baik saja?" Diego tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menoleh kepada Karin.


"Kenapa harus ke sini?Aku takut! Kita pulang saja ya Dy." Pintanya memelas.


"Sayang,ini sedikit lagi.Apa kau yakin tidak ingin melihatnya sekali saja?"Ucap Diego sembari menggenggam erat jemari lentik sang isteri dan menciumnya lembut.


"Ya,tapi kenapa gelap Dy? Ada apa ini?Terus apa yang bisa kita lihat diruang segelap ini?" Tanya Karin bertubi-tubi mulai kehilangan kesabaran.


"Sabar sayang,aku Carikan tombol lampunya."


Satu petikan jari saja membuat lampu menerangi ruangan tersebut.Karin mengamati ruangan elit yang dipenuhi dengan peralatan detektif tercanggih di dunia dan berbagai jenis senjata rahasia otomatis khusus detektif juga terpampang nyata diruangan tersebut.Ada beberapa ruangan yang dijaga ketat oleh para bodyguard yang susah ditembus.


"Ada apa ini Dy? Ini ruangan apa?" Tanya Karin mulai resah.


"Tenanglah! Ada aku di sini.Kau harus melihat semua isi ruangan ini sebelum mengambil keputusan untuk pergi." Ucap Diego merangkul pinggang Karin lalu kemudian mencium pipinya.


Seorang bodyguard yang juga berpenampilan elit dan berwajah teduh,namun tidak dengan tatapannya yang sangar.Tatapan sangarnya lebih seperti seorang pembunuh berdarah dingin.Pria itu datang menghampiri kedua anak muda itu sembari membungkukkan badannya tanda hormat kemudian ia segera membuka pembicaraan kepada Diego dengan bahasa kode.Dan Diego juga tidak kalah tegas menanggapinya dan bahkan sangat fasih dengan bahasa kode tersebut membuat Karin terkesiap kembang kempis melihat pemandangan di depan matanya dengan napas satu dua.


"Sayang,ayo kita ikuti dia."Ajak Diego lembut sembari menarik lengan Karin.


Melihat Karin yang masih melongo bingung,Diego lagsung menjelaskan kepadanya kalau asisten tadi mengatakan kalau mereka sedang ditunggu oleh Haidar di ruang utama.Karin terpaksa manggut-manggut namun bergidik ngeri mengingat gaya bahasa sang suami yang terkesan dingin dengan tatapan membunuh ketika berhadapan dengan asisten sangar tadi.Susah payah ia menelan liurnya yang terasa pahit di tenggorokan.


••


Bersambung............


*****

__ADS_1


🤗🤗


__ADS_2