
Setelah pembicaraan itu suasana pun menjadi canggung
Beberapa hari Violet dan Rykel tidak saling bertanya lebih tepatnya Violet yang semakin hari semakin menjauh apalagi setelah hari itu Alena menjemput grizelle dengan amarah di wajahnya setelah mengetahui apa yang Rykel perbuat dan dengan teganya Alena mengucapakan kata yang seharusnya ia tidak ucapkan pada anak kecil
Jika kamu tidak mau menyekolahkannya maka didik dia dengan benar dan kamu seharusnya sopan dengan anakku dasar anak yatim
Violet sangat ingin marah tapi ia urungkan dan lebih baik memeluk Rykel sembari mengusap kepala Rykel agar lebih tenang
"Mommy?... Apa boleh aku membuat sarapan untuk mommy?..." Pagi ini sangat hening Violet yang selalu menatap kosong ke arah depan membuat Rykel merasa semakin bersalah karena kejadian hari itu
"Sepertinya mommy harus segera ke kantor.... Kamu jaga rumah..." Begitu tergesa-gesa Violet meninggalkan rumah padahal ini masih pagi untuk Violet pergi ke tokonya "hikss... Kenapa?... Kenapa rasanya sakit seperti ini?... Lebih baik aku meminum racun daripada mommy memperlakukanku seperti ini hikss..." Rykel hanya bisa menatap kepergiaan mobil Violet yang sekarang sudah tak terlihat
'itu karena kau bodoh! Aku sudah bilang sebaiknya kau lampiaskan emosimu pada orang lain! Menangis bukan jalan keluarnya dasar cengeng! Kau memang tidak berguna!'
"Diam!!" Bentakan yang begitu kencang Rykel teriakan Rykel menangis karena ia tidak tau harus apa jika saja itu Baran mungkin jalan keluarnya hanya membunuh tapi ini berbeda ini Rykel sang anak yang hanya ingin kasih sayang orang tua tidak lebih "aku lelah mendengar omong kosongmu... Jika boleh pergilah... Pergilah dari ragaku..." Rykel menjambak rambutnya ia sudah muak dengan keberadaan Baran
'aku akan hilang, jika kau juga menghilang dari bumi'
__ADS_1
Kematian Baran adalah kematian Rykel itu masuk akal tapi Rykel masih ingin hidup ia tidak ada pikiran untuk bunuh diri ia masih sayang nyawanya "aku membencimu Baran... Aku sangat membencimu..." Rykel mengepal kuat tangannya 'kau tidak sendirian aku juga membenci diriku'
Perkataan Alena memang luar biasa menusuk hati tapi untungnya ada Violet disamping Rykel itu membuat emosi Rykel sedikit menurun dan lebih ke pasrah saja
Tapi tentang Rykel yang tidak sekolah itu memang benar entah mengapa Rykel tidak mau sekolah walaupun Violet sudah menawarkannya beberapa kali tapi Rykel kekeh tidak mau sekolah ia takut jika harus melukai anak-anak kecil disana ia tidak mau jika emosinya tidak terkontrol apalagi Baran yang sebegitu inginnya membunuh seseorang saat ini
Jika dipikir pikir mungkin jika Rykel sekolah ia sekarang kelas empat SD dan kalian pasti tau berapa umur Rykel pertumbuhan Rykel tidak umum seperti anak-anak biasanya karena badannya lebih besar ketimbang umurnya bahkan pemikirannya saja lebih dewasa dibanding anak seumurannya
Ini sudah malam dan kenapa Violet belum juga kembali betapa khawatirnya Rykel saat ia tak kunjung melihat mobil milik Violet "mommy... Cepatlah pulang..." Dan akhirnya orang yang ia tunggu-tunggu tiba
Violet turun dari mobilnya wajahnya sangat lelah bahkan sesekali ia memegangi keningnya yang berdenyut "mommy?..." Violet menatap Rykel yang terlihat sedih "masuklah diluar dingin..." Rykel mengangguk lalu menggandeng Violet masuk dan mereka pun duduk di sofa ruang tamu
Dan makan malam pun tiba sekarang mereka tengah menikmati makan malam tanpa suara bahkan dentingan sendok pun tidak terdengar "Rykel apakah kamu tidak merindukan Daddymu?..." Rykel tersenyum apa artinya Violet mau pulang bersamanya? "Aku merindukannya..." Ujar Rykel dengan antusias
'bodoh'
"Kalau begitu kapan kayu pulang?..." Senyuman Rykel menghilang dengan cepat ia kira Violet akan ikut ternyata Violet malah mengusirnya betapa sakitnya hati Rykel mendengar kata itu dan pantas saja Baran mengatainya bodoh ternyata ia tahu maksud pertanyaan Violet
__ADS_1
"Mungkin secepatnya karena disini aku sudah cukup merepotkan mommy..." Rykel tidak selera makan ia menyimpan sendoknya "kamu gak ngerepotin..." Violet teringat saat ia tadi tengah bersama Regan "Ah ini menyebalkan... Baiklah mommy akan ikut kamu bertemu Daddymu..." Senyuman itu kembali mengembang "benarkah?!..." Violet mengangguk "ya tapi jika kamu menghabiskan makan malammu..." Rykel langsung makan dengan lahap membuat Violet terkekeh kecil "besok kita akan pergi menemui Daddymu..." Rykel mengangguk senang
*FLASHBACK ON
"Ada apa kemari?..." Tanya Alena dengan wajah juteknya "aku ingin bertemu kak Regan..." Alena memutar mata malas "kenapa harus sekarang?... Ini sudah hampir malam..." Violet merasa orang dihadapannya ini semakin lama semakin berubah "sayang ada apa?..." Regan tiba-tiba datang di belakang Alena "eh Vi?... Masuklah..." Ujar Regan dengan senyumannya
"Tapi ini sudah sore mungkin aku bisa kesini lagi besok..." Violet melirik Alena yang tengah menatap sinis padanya "kenapa harus besok?... masuklah... Sayang minggir dulu Violet mau masuk..." Dengan berat hati Alena memberi jalan Violet untuk masuk
Violet melirik Alena yang tengah menutup pintu utama Violet membuntuti Regan yang membawanya ke ruang tamu "whoaa ini spaghetti saus tomat... Terimakasih kak..." Regan duduk di hadapan Violet "makanlah lagian kakak tidak begitu lapar..." Alena menatap tak percaya Regan "sayang itukan aku yang buat..." Violet tersenyum penuh kemenangan ia mengangkat piring tersebut lalu memasukan sesendok spaghetti ke dalam mulutnya "ini enak kak... Hanya saja tatapan kak Alena yang tidak enak.." Alena menghela nafas lalu kembali ke kamarnya
"Berhentilah menggoda dia... Kau bukan anak kecil..." Ujar Regan pada Violet yang tengah memakan spaghetti saus tomat "dan ada apa kamu kemari?.. Bagaimana dengan Rykel?..." Violet menyimpan spaghettinya lalu meminum air putih dihadapannya
"Dia sudah besar dia pasti bisa jaga diri.." Regan mengerutkan keningnya "kamu gak boleh gitu Vi... Dia anak kamu..." Regan gelapan "ma-maksud kakak dia anak yang kakak titipkan padamu..." Violet menghela nafas panjang "sepeti yang kakak bilang tadi... Bahwa aku sudah besar sekarang kakak tinggal jelaskan siapa anak itu... Dan satu hal lagi siapa Dave?... Kenapa namanya begitu terngiang di telingaku bahkan sekilas ingatan yang bahkan malah membuatku semakin bingung dengan situasi saat ini... Aku tau kakak pasti bisa menjawabnya..." Regan menegaskan posisi duduknya
"Dia anakmu dan Dave dia adalah suamimu" perkataan itu sukses membuat Violet diam semua hening untuk beberapa saat "tapi aku belum menikah..." Regan menatap Violet wajahnya menjadi sangat serius "sudah, kau sudah menikah dan Rykel dia anakmu... Kamu temui Dave dan kakak yakin kamu akan ingat siapa mereka... Hanya saja ada suatu hal yang membuat kalian berdua terpisah... Itu karena memang kemauan kamu Vi... Kamu yang mengusir Dave bahkan kamu tidak menerima Rykel dan malah memberikan hak asuhnya pada Dave...." Violet terkekeh kecil
"Tidak mungkin aku seperti itu..." Ujar Violet dengan yakin "temui dia maka kamu akan mengerti semuanya..." Violet berdiri "bagaimana Jika aku membuatnya pergi?..." Regan ikut berdiri "jangan pernah mengusirnya... Dia anakmu..." Violet kaget saat nada bicara Regan begitu tinggi berarti ini benar bahwa sekarang Regan tidak sedang bercanda "aku pergi dulu..." Violet berjalan menuju mobilnya ia bingung harus apa ia tidak peduli siapa mereka tapi di sisi lain ia membutuhkan ingatannya untuk kembali lagi agar ia bisa mengingat apapun akh! ini membingungkan
__ADS_1
FLASHBACK OFF*