Crazy Daddy

Crazy Daddy
extra chapter


__ADS_3

"Benarkah?.. itu sangat menakutkan... Lalu apa dia dan suaminya selamat?.."


"Suaminya meninggal di tempat.."


Violet terlihat berempati setelah mendengar berita jika salah satu teman tetangganya ada yang di rampok


Arin adalah ibu rumah tangga yang menjadi teman ngobrol bagi violet ia sangat ramah dan juga menyenangkan


Mereka tengah berada di kediaman Arin tengah membuat kue untuk makanan mereka


Ibu-ibu pengangguran yang kaya. Apa lagi yang bisa mereka lakukan selain menghabiskan uang


"Aku turut berduka atas kepergian suaminya.." ujar violet merasa sedih mendengar kematian suami temannya tersebut


Setelah cukup menghias kue nya mereka memakannya dengan sangat lahap sesekali bercanda ria membicarakan hal tidak penting


Drtttt


Violet menoleh melihat handphonenya yang berdering ternyata itu Dave


"Ya?"


"Sayang aku sudah di luar ingat perjanjiiannya sebelum sore kamu sudah harus pulang"


"Baiklah aku akan keluar sekarang"


Tutt


Violet memasukan handphone nya pada tas kecil di genggamannya


"Arin.. maaf aku harus pulang suamiku sudah menjemput ku.. sesekali mainlah ke rumah ku..."


"Ya tentu aku akan main ke rumahmu..."


*


Manusia adalah mahluk sosial dan tentu violet membutuhkan teman untuk menemani waktunya


Kehidupan violet bukan hanya mengurus keluarga tapi ia juga harus mengurus dirinya dan mempunyai waktu untuk dirinya sendiri


"Sayang kamu tau sekarang sedang banyak kasus rumah kemalingan.." violet duduk di samping dan yang tengah berkutik dengan laptopnya


"Benarkah?.. kita juga harus berjaga makanya kalau tidur kamu jangan terlalu jauh denganku.. kalau bisa buang bantal guling yang menjadi penghalang kelonan ku..."


Violet menghela nafasnya sepertinya Dave tengah membicarakan violet yang selalu memeluk bantal guling ketimbang memeluk Dave


"Aku serius aku khawatir..." Dave tak paham bagaimana violet bisa ragu dengan keamanan di rumahnya


Dan untuk violet apakah ia tidak sadar siapa yang ia khawatir kan? Ini Dave bagaimana bisa violet khawatir Dave di rampok


Yang ada Dave khawatir jika violet akan di culik lalu menyukai rampok tersebut dan mereka saling jatuh cinta lalu Dave akan benar-benar menjadi duda


Tidak. Makanya Dave harus memperketat keamanan rumahnya apalagi sekarang violet sudah mulai keluar rumah untuk rumpi dengan temannya


"Tidak ada yang perlu di khawatir kan sayang... Semua akan baik-baik saja..." Dave mengecup kening violet penuh cinta dan kasih sayang sungguh Dave gemas dengan bibir mungil violet yang mengerucut


"Jangan menggodaku sayang.." violet mendorong Dave yang mengeratkan pelukannya


"Dave lepas... Siapa yang goda jangan ngaco... Lepas kamu banyak kerjaan.."


Seketika Dave langsung menutup laptopnya membawa violet ke pangkuannya dan violet sangat ringan atau entah tenaga Dave yang terlalu besar


"Dave.. udah tua juga ngapain masih kayak gini.." oceh violet sembari berusaha melepas cengkraman Dave pada pinggangnya


"Benarkah? Kita lihat bagaimana si tua ini menumbangkan kamu... Sudah lama aku tidak membuatmu susah bangun dari ranjang sayang..."


"Dave!..." Jangan sampai niat Dave untuk menerkam violet sampai kakinya mati rasa itu tercapai


Karena violet sibuk ia harus mengurus dua anak dan suami mesumnya yang akan melakukan apapun agar mereka bisa bercinta


"Kenapa hm?... Wajahmu merah sayang... Apakah kamu sangat tidak sabar untuk aku makan?... Kenapa kamu kaget seperti itu?... Ternyata istriku ini sangat mesum ya tak kusangka sayangku semesum ini..."


Violet tak bisa berkata ia menahan Dave yang terus mendekat mencoba untuk menciumnya sebenarnya siapa yang mesum kenapa malah violet yang di salahkan


"Dave kita udah 'itu' kemarin lusa.." Dave membuat ekspresi seakan berkat 'lalu apa hubungannya dengan hari ini?'


"Ssttt!.. jangan bicara lagi aku gak mau... Lebih baik kamu selesaikan pekerjaan kamu... Aku gak mau ganggu waktu kerja kamu.."


Violet berdiri dari duduk ia berjalan menuju kamarnya meninggalkan Dave yang terlihat langsung seperti tidak memiliki gairah hidup


Dave mendengar suara mobil sepertinya dua anaknya sudah pulang dari menuntut ilmu


"Daddy... Aku ingin sepeda baru..." Ujar vykel duduk di samping Dave


"Beli saja suruh Petra belikan.." vykel terlihat senang ia berdiri berlari menuju kamarnya ia rindu violet


Disana tinggal Rykel dan juga Dave sangat hening tidak ada yang berbicara


"Sepertinya ada ingin kau katakan..." Ujar Dave memperbaiki duduknya memperhatikan Rykel yang duduk di depannya


"Vey baru saja beli sepeda Minggu lalu... Jika mommy sampai tau Daddy terlalu memanjakan vey mungkin mommy akan marah pada Daddy.."


Disini Dave akan memperbaiki kesalah pahaman sebenarnya Dave bukan memanjakan ia tidak peduli dan ia tidak mau repot oleh kebutuhan anak nya


Ia orang sibuk. Sibuk mencintai violet sibuk memanjakan violet sibuk membuat violet bahagia paham?.

__ADS_1


"Jadi kau berniat memberi tahukan nya?.." tanya Dave dengan smirknya


"Tidak. Aku sibuk... Sibuk menyayangi mommy.." Dave memudarkan senyumnnya ternyata Rykel sangat hebat membuat masalah dengan Dave


"Fttthh! Ahahah tidak Daddy sudah hahahaha... Baiklah aku kalah.." Rykel terus menghindar dari semua serangan Dave yang terus melemparkan tatapan tajamnya


"Sepertinya waktumu sangat kosong... Bagaimana jika kau mulai urusi beberapa perusahaan ku?.."


"Aku malas Daddy... Lebih baik aku bersama mommy di rumah... Dan Daddy yang bekerja bagaimana?"


Rykel terkekeh geli tatapan Dave sungguh tak main-main bulu kuduk Rykel berdiri di buatnya


"Aku tau mulai besok jadwal mu kosong... Pergilah ke Indonesia dan urus perusahaan disana... Temani juga pamanmu... Dan ingat kembali Minggu depan selesai kan pekerjaannya... Petra akan menemanimu.."


Berdiri menyurusul violet ke kamarnya meninggalkan Rykel yang mematung di tempatnya ini sangat mendadak padahal Rykel ingin bermalas-malasan di rumah


Tapi apa boleh buat ini bukan permintaan melainkan perintah jadi mau tidak mau Rykel harus pergi besok


Tak apalah ia bisa bertemu si kembar dan juga Regan yang sudah sangat ia rindukan tak lupa juga Anon yang selalu kaget akan kedatangannya karena takut jika harus bertemu Baran


Ah tentang Baran. Rykel juga merindukan dirinya jika saja Baran tidak pergi mungkin akan sangat seru berdua dengannya


Menggoda Baran yang selalu marah jika tersinggung dengan hal kecil dan itu sangat menyenangkan


Bersiap untuk keberangkatannya besok Rykel bergegas menuju kamarnya menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa


Ia bukan pemboros yang akan membeli sesuatu yang sudah ia punya tapi jika kepepet urusannya sudah lain lagi


*


Violet melirik kursi Rykel dan anaknya itu tidak ada mengapa ia belum turun juga padahal makan malam hampir selesai


"Vey dimana kakak mu?.." tanya violet pada vykel yang tengah makan dengan khidmat


"Di kamarnya katanya lagi gak mau makan.." Violet mengerutkan keningnya apakah Rykel sakit? Mengapa ia tidak mau makan


Dave tak berbicara ia sibuk dengan makanannya hingga tak memperhatikan violet yang meninggalkan meja makan


"Sayang kamu mau kemana?" Tanya Dave melihat violet yang sudah berada di anak tangga


"Makan saja dulu nanti aku turun lagi.." Dave mangangguk lalu kembali dengan makanannya


Ceklek


"Ya siapkan saja semuanya aku akan berangkat besok pagi-pagi sekali.."


"Kamu mau kemana?" Violet masuk ia duduk di samping Rykel yang tengah duduk memunggungi nya


"Mommy.. aku akan ke Indonesia untuk beberapa hari... Daddy menyuruhku untuk mengurus beberapa hal disana.."


Violet terlihat kaget tentu saja ia kaget ini sanga mendadak bahkan besok pagi Rykel akan berangkat


"Mommy ikut.." ujar violet dengan mantap


"Iya ayo?! Eh?!... Tidak mommy.. Daddy pasti tidak akan mengijinkannya.." violet menyilang kan tangannya


Ia khawatir apalagi dengan cerita Arin tentang penjahat tentu violet semakin khawatir ia takut Rykel kenapa-kenapa


Lebih baik ia ikut sekalian jalan-jalan di Indonesia ia juga sudah lama tidak bertemu Regan


"Besok mommy akan ikut sama kamu.. sepertinya vykel juga akan ikut.. kita akan liburan.. sudah lama mommy tidak bertemu dengan paman mu.. dan Rykel kenapa kamu tidak makan malam?.."


Banyak yang harus ia siapkan untuk besok tentu makan malam hanya akan menghambat pekerjaannya


"Nanti aku makan.."


"Baiklah istirahat jangan tidur terlalu malam besok pagi kita berangkat.." ujar violet mengelus kepala Rykel begitu lembut penuh kasih dan sayang


*


Majalah yang Dave baca sangat membosankan apalagi tanpa violet di sampingnya ia semakin kesepian


"Sayang kamu sedang apa?.." tanya Dave melihat violet yang sibuk di meja riasnya ia memasukan beberapa make up ke dalam tas kecilnya


"Aku mau pergi.. aku sama anak-anak mau ke Indonesia besok... Kamu jangan rindu ya.. kamu banyak pekerjaan.. jadi jangan ikut.."


Majalah di tangan Dave sudah terbang entah kemana ia rewas mendengar ucapan violet yang seakan tidak memerlukan nya


"Aku tidak mengijinkannya" Dave mendudukan dirinya menatap violet yang kini perlahan menoleh padanya


"Kamu gak usah takut ada pencuri disini... Nanti minta tolong aja sama bawahan kamu.."


Come on dude. Bawahn dan juga Dave tentu lebih hebat Dave dari segi apapun ia memiliki ilmu bela diri yang bisa di sebut seorang master


Apakah violet ikut dengan Rykel itu karena takut Rykel akan di rampok atau semacamnya?


Rampok pun akan takut setelah melihat Rykel dengan sisi Baran siapa yang berani dengan sisi Baran tersebut? Tidak ada! Kecuali Dave


"Tidak sayang... Aku akan mengunci gerbang... Pintu utama.. dan menyiapkan beberapa penjaga agar kamu tidak keluar.."


Violet berdiri ia duduk di samping Dave "Dave! Kasian anak-anak mereka mau liburan.." ujar violet penuh emosi


"Siapa yang sebenarnya ingin liburan? Anak-anak atau kamu?" Violet gelapan pertanyaan yang sangat mengguncang membuat violet tak bisa berkata


"Ya tapi kamu jangan gitu juga... Aku bosan di rumah aku mau ketemu kak Regan..." Dave menghela nafasnya ia memalingkan wajahnya

__ADS_1


Violet harus apa? Ia yakin Dave takkan mau jika ikut bersamanya ia juga ingin liburan dan anak-anak pun tidak akan pernah menolak di ajak liburan


Dengan kecepatan kilat violet duduk di pangkuan Dave menciumnya penuh nafsu ******* dengan lihai


Membuat Dave yang pura-pura menolak pun akhirnya terbuai dan membalas ciuman tersebut


"Kasih izin ya?" Begitu menggoda violet berbisik tepat di telingan Dave


Dengan bagian bawah yang tidak mau diam sukses membuat Dave menelan ludahnya sendiri


Ia suka violet yang menjadi dominan karena gairah Dave semakin terpancing contohnya saat ini


"Ucapan ku tadi siang tidak main-main sayang... Bagaimana jika kita lakukan?.." violet menggeleng jika ia tidak bisa jalan bagaiman bisa liburan besok


"Yasudah aku tidur.." dengan cepat violet mmebaringkan Dave menciumnya kembali dengan lihai sungguh Dave yang mengajarkannya


"Baiklah... Kamu memang gak bisa di lawan.." Dave tersenyum membalikan posisinya dengan violet yang berada di bawahnya


Kini ia yang harus ambil alih karena violet belum terlalu proposional jika di bandingkan dengan Dave


Tangan Dave perlahan menelusuri tubuh violet masuk ke dalam kaos yang violet kenakan


"Enghh.." semakin tertantang Dave semakin gencar menjamah tubuh violet


*


*


*


*


Semua sudah bersiap dengan koper mereka Rykel memasukan kopernya ke dalam mobil


"Aduh!.." violet menggeram ucapan Dave tidak bohong ia susah menggerakkan kakinya


Ia harus memegang tembok untuk menjadi pegangan agar violet tidak terjatuh


Berjalan menuju mobil. Karena koper sudah dibawa oleh Rykel maka violet tinggal masuk ke dalam mobil


Anak-anak sudah berada di dalam mobil aneh sekali kenapa mereka tidak membantu violet yang kesusahan berjalan


"Kyaaaa!" Violet kaget karena seseorang mengangkat nya dengan tiba-tiba


"Kenapa kamu sangat lambat sayang?.." Violet memperlihatkan Dave ia tampan apakah Dave akan pergi ke kantor tapi pakaiannya terlihat santai


"Kamu mau kemana?.." tanya violet saat Dave membawanya menuju mobil mereka tidak ada Rykel maupun vykel hanya ada mereka berdua


"Tentu ikut denganmu.."


Wat te pak!


Jika Dave akan ikut untuk apa jatah semalam untuk apa Dave membuat violet tak bisa berjalan


Jika tau akan ikut maka violet akan langsung berbaring dan memeluk bantal guling nya


"Jangan mengumpat sayang... Kita akan segera berangkat.."


Dave mulai menjalankan mobilnya mengikut mobil Rykel yang sudah maju terlebih dahulu


Membiarkan violet yang terlihat sangat amat kesal dengannya dan itu sangat lucu


*


Rykel yang duduk di sofa pesawat dengan vykel di depannya yang tengah tertidur ia fokus dengan buku di tangannya ia kira hanya akan pergi sendiri tapi seluruh keluarga nya ikut


Dan sendari tadi mommy nya itu terus memarahi Dave Sekali lihat saja ia langsung paham dari cara jalannya violet sudah sangat aneh dan sendari tadi Dave selalu tersenyum


Rykel sudah dewasa ia paham apa yang terjadi


Rykel hanya bisa berharap jika apa uang Daddy nya lakukan tidak sia-sia dan membuahkan anak


Karena Rykel ingin adik lagi ia ingin adik perempuan ia ingin mengepang adiknya mendandaninya se imut mungkin


Sebenarnya ia bisa melakukannya pada violet tapi ia masih ingin hidup karena jika Dave tahu mungkin ia akan tewas di tempat


Liburan sangat menyenangkan dengan adanya keluarga Regan dan keluarga anon tentu menjadi liburan yang amat sangat menyenangkan


Adanya si kembar juga menambah canda tawa di liburan mereka


Tingkah laku mereka sangat mengundang tawa dan juga emosi bagi Dave


"Sayang aku ingin mempunyai anak lagi mungkin lima lagi cukup" ujar Dave membuat violet menoleh tajam


Bukan anak yang Dave inginkan melainkan kenikmatan yang nantinya akan memunculkan seorang anak


Dan inilah kehidupan manis dari keluarga vidave yang tak pernah luput dari kebahagiaan


Rykel bahagia ia berdoa agar keluarga nya terus seperti harmoni dan penuh dengan cinta


Rykel akan sepenuhnya melepas Baran karena ganti dari perginya Baran adahak hal yang sangat manis di dunia


"Noel... Kau ingin adik?"


"Tentu siapa yang tidak mau.. memangnya Noe tidak mau?.."

__ADS_1


"Aku mau hanya saja tidak ingin yang mirip dengan papi ataupun kau.."


Hening.


__ADS_2