
Violet berbaring di ranjangnya ia tak bisa tidur bagaimana bisa ia sejahat ini pada Rykel bagaimana bisa ia menghindar dan juga berpisah ranjang dengan Rykel "haah..." Violet melirik jam dinding di sampingnya dan ini jam dua pagi bahkan mata Violet tidak berat Sama sekali
Violet bangun kamar utama dan kamar tamu cukup dekat hanya selisih satu ruangan dan jadi Violet berniat untuk melihat Rykel dikamarnya Violet berdiri di pintu kamar utama ia memegang kenop pintu lalu membukanya perlahan
"Sudah kubilang aku tidak akan perduli ocehanmu... Maka teruslah bicara sampai mulutmu kering..." Violet diam saat ia melihat dengan jelas Rykel yang tengah memandang bulan sembari bicara dengan dirinya sendiri? "Jika kamu terus mengataiku bodoh... Itu berarti kamu juga bodoh..." Rykel terkekeh kecil "diamlah Baran aku sedang melihat bulan..." Violet menutup kembali pintu kamar itu ia berbalik
"Apakah dia gila?... Kenapa dia bicara dengan dirinya sendiri?..." Violet langsung pergi kembali ke kamarnya ia tidak mau memikirkan apa yang baru saja terjadi "lebih baik aku tidur..." Violet berbaring menyelimuti seluruh tubuhnya lalu berusaha memejamkan matanya agar bisa tertidur
Jeng!
Violet tidak tidur.
Ia masih terbangun sampai matahari terbit menyinari wajahnya "kenapa aku gak bisa tidur?..." Violet membuka selimutnya matanya sangat lelah "hoam... Akhirnya aku mengantuk..." Violet memejamkan matanya
Tok.. tok.. tok..
Mata Violet kembali terbuka setelah mendengar suara ketukan pintu "mommy?... Apakah mommy sudah bersiap-siap?... Mommy tidak lupa kan jika kita akan bertemu Daddy?..." Orang yang membuat Violet tidak bisa tidur malah mengganggu saat Violet hampir akan tidur "iya mommy akan bersiap-siap..." Ujar Violet dengan lesu "baiklah aku tunggu dibawah..." Violet bangun ia berjalan menuju kamar mandi dan melakukan ritual paginya
__ADS_1
"Selamat pagi mommy..." Violet duduk sembari melihat makanan di hadapannya sepertinya Rykel memasak selagi Violet bersiap-siap "kenapa mommy terlihat lelah?... Apakah mommy sakit?..." Violet menggeleng "mommy hanya masih mengantuk..." Rykel mengangguk paham "mommy lupa jika mommy belum pesan tiket penerbang--"
"Aku sudah mengaturnya..." Violet mengerutkan keningnya "maksud kamu?..." Rykel tersenyum bagaimana bisa ia naik pesawat umum itu akan lebih menekan waktu untuk ia pulang "aku punya pesawat pribadi... Tidak, lebih tepatnya itu milik Daddy..." Violet mengangguk paham sekaya itukan ayah dari bocah ini
Violet dan Rykel tengah di jalan menuju bandara dan tentu Violet membawa beberapa pakaian jika sewaktu-waktu ia harus menginap "mommy... Sepertinya mommy memang benar-benar mengantuk..." Ujar Rykel saat melihat Violet yang tengah menyetir mobil "kamu jangan khawatir mommy masih bisa menyetir..." Ujar Violet sembari menguap Rykel mengangguk patuh ia duduk dengan tenang
Violet berjalan di bandara sembari membawa koper berukuran besar (kebutuhan cewek tuh banyak) Violet hanya mengikuti Rykel yang sendari tadi terus menggandengnya "nah ketemu... Itu pesawat kita..." Violet mendongak menatap pesawat pribadi milik Rykel betapa kagetnya ia saat melihat namanya menempel jelas dibadan pesawat tersebut "ini punya Daddy jadi wajar kalau ada nama mommy di pesawatnya..." Violet ragu untuk melanjutkan langkahnya ia merasa takut
"Mommy ada apa?..." Violet menelan ludahnya "mari kita berangkat..." Violet mengangguk lalu mereka pun masuk ke dalam pesawat tersebut di dalam sana memang sangat familiar apalagi bantal di belakangnya membuat Violet merasakan rasa yang bercampur aduk dari bahagia sampai rasa takut pun ada
Rykel melirik Violet disampingnya sepertinya Violet akan tertidur terlihat matanya yang semakin lama semakin terpejam 'dia tidur karena mabuk pesawat' ucapan Baran dengan datar mungkin Baran bosan memberi tahu Rykel untuk membunuh Violet
"Haah.." Rykel bosan karena ini sudah hampir lima jam ia hanya duduk di sofanya ia heran Violet yang tidak kunjung bangun sendari tadi
Rykel berdiri ia menghampiri Violet dan duduk di sampingnya akan sangat kasihan jika Rykel tidak membangunkan Violet mungkin Violet akan pegal setelah ia bangun
"Mommy?... Wake up..." Rykel menggoyang-goyangkan tangan Violet membuat Violet sedikit membuka matanya "apakah sudah sampai?..." Tanya Violet sembari membenarkan posisi duduknya Rykel tertawa kecil "setengah perjalanan pun belum bagaiman bisa kita sudah sampai?..." Violet melirik Rykel "ayo kita makan... Nanti setelah makan mommy boleh tidur lagi..." Violet mengangguk
__ADS_1
¶∆¶
"Akhirnya tanganku bisa normal kembali..." Anon duduk di sofa ruang tamu bersama Dave yang sedang melihat lihat perusahannya di handphone "kenapa kau tidak langsung pergi?..." Maksud Dave kenapa anon tidak langsung pulang ke Indonesia malah pulang ke rumah Dave "ish kau jahat sekali... Aku akan pulang besok... Aku takut kau masih rindu padaku..."
Pletak!
Dengan indahnya handphone genggaman Dave melayang ke kening anon membuat anon sedih meratapi nasib "sakit! Sebenarnya kau punya dendam apa Dave?!" Dave menghela nafas panjangnya "entahlah sepertinya tanganku gatal ingin mencekikmu... Tapi karena aku masih berbaik hati aku hanya melemoarmu dengan benda kecil itu..." Anon melongo mendengar ucapan Dave "ya, memang benda kecil tapi kekuatanmu saat melempar itu bukan hal kecil bodoh... Itu sakit lihatlah sampai ungu seperti ini..."
Anon beesender lalu mengambil remote tv ia menekan tombol merah di paling atas "sepetinya tidak ada yang seru..." Anon terus mengganti channel TV tersebut dan anehnya mengapa iklan-iklan tersebut sangat familiar? Dave melirik iklan tersebut mengapa ia teringat seseorang? Nasi goreng? Udang goreng? Ikan goreng? Kenapa hatinya jadi tidak nyaman seperti ini? Mata Dave melihat kesana-kemari
semakin anon merubah channel TV semakin banyak iklan yang Dave lihat "cukup!!" Anon kaget dengan suara kencang Dave "aku akan mengurus sesuatu.." Dave berdiri dan masuk ke ruang kerjanya mungkin dengan pekerjaan hatinya akan kembali normal "sialan... Aku kaget..." Anon memegangi dadanya yang berdegup kencang bagaimana dia tidak kaget suasana sedang hening dengan tiba-tiba Dave berteriak seperti itu mungkin benar dugaan anon bahwa Dave sedang stres
Aku tidak merindukannya aku hanya teringat saja itu suatu hal yang biasa bukan? Ya Dave tau jika ia hanya teringat saja "tidak berguna!!" Dave membanting laptop yang baru saja anon belikan kemarin malam "kenapa semakin banyak anjing-anjing kecil merusak perusahaanku?!!"
Anon yang kaget karena suara bantingan pun menghampiri Dave "kau ini apa-apaan?... Itu baru saja aku beli dan sekarang sudah ancur seperti ini?..." Dave mengusap wajahnya "jaga rumah.. aku akan ke kamtor..." Anon tidak bisa berkata saat Dave berjalan melaluinya dan masuk ke dalam mobilnya Anon memanggil salah satu maid disana "tolong buatkan kebab dan lopis susu..." Anon pun kembali ke ruang tamu dimana sekarang ia menunggu pesanannya datang
¶∆¶
__ADS_1
"Benarkah?... Pft..." Rykel memegangi perutnya yang sakit sendari tadi ia terus tertawa membuat pipinya menjadi pegal "ya, seharusnya kamu lihat wajahnya saat mommy memakan spaghetti buatannya..." Violet menceritakan Alena saat kemarin ia bertamu ke rumahnya "tapi mau apa mommy kesana?..." Tanya Rykel penasaran "ah.. itu mommy hanya ingin bertemu dengan paman Regan..." Rykel mengangguk paham walaupun ia tahu bahwa Violet tengah berbohong