Crazy Daddy

Crazy Daddy
Obat tidur


__ADS_3

Betapa paniknya Violet saat ia melihat alat pendeteksi jantung yang semakin melemah dengan cepat Violet memanggil Elly untuk segera memanggilkan dokter


"Sepertinya pasien mengalami depresi berat... Kami sudah berusaha sebaik mungkin... Tapi sekarang hanya keinginannya untuk bertahan hidup semakin melemah... Seakan ia tidak mau kembali..."


Violet tak percaya bagaimana bisa Rykel tidak mempunyai keinginan untuk bertemu dengannya kembali


Apakah Rykel membenci Violet "Rykel sayang... Bangun nak ini mommy... Mommy kangen sama kamu..."


Baran mendengar dengan jelas suara Violet tapi sayangnya tidak dengan Rykel


Violet berdoa agar Rykel mau kembali ia sangat ingin melihat wajah ceria itu tersenyum lagi padanya ia merindukan Rykel


'Tenang mommy aku Takan pergi!! Mungkin membuat drama denganmu akan menyenangkan!! Dan pak tua sialan tunggu aku akan membalas perbuatannmu kau telah melukai raga milik Rykel!! Tunggu maksudku raga milikku!!'


"Rykel?..." Violet kaget saat detak jantung Rykel kembali normal "Dokter?" Dokter yang mengerti langsung memeriksa keadaan Rykel dan wajah lega pun terlihat di wajah dokter tersebut


"Keadaannya membaik sepertinya setelah mendengar suara anda ia mendapatkan pencerahan dan ingin kembali..." Rykel menangis haru ternyata dirinya membawa pengaruh besar untuk Rykel "ughh..." Violet kaget saat ia melihat Rykel yang sedikit membuka matanya "Rykel?..." Rykel tersenyum tapi sepertinya sekarang kita harus memanggilnya Baran


"Mommy..." Ujarnya dengan suara lemah


Setelah dokter pergi Violet kembali menghampiri Baran yang tengah duduk sembari tersenyum "mommy merindukan mata hijau itu..." Ujar Violet dengan senyum hangatnya


"Dan aku merindukan wajah indah mommy..." Mereka tertawa kecil inilah yang Baran sukai karena Violet tidak pernah mencurigai seseorang otaknya seolah selalu berfikir positif untuk semua orang terkecuali Dave mungkin karena Dave selalu menyakitinya itulah mengapa kepercayaannya pada Dave sedikit goyah


"Apakah ada yang sakit?..." Tanya Violet memerhatikan tubuh anaknya "Aku tidak apa-apa hanya saja kakiku sedikit linu saat digerakkan..." Baran menyunggingkan senyumnya ia melirik Violet yang tengah memandangi kakinya


"Rykel bagaimana jika kita kembali ke Indonesia?... Kita tinggal di rumah mommy lagi?..." Baran menggapai tangan Violet


'Dan melepas kesempatan untuk menghancurkan kalian? Lelucon yang buruk'


"Mungkin Daddy hanya marah pada Baran yang ingin menyakiti mommy... Aku ingin kita membangun dari awal... Aku mau mommy dan Daddy kembali lagi dan aku mau segera pulang ke rumah... Mommy ayo pulang ke rumah Daddy..." Baran mengeluarkan puppy eyesnya membuat Violet bingung dan akhirnya ia hanya bisa mengangguk


'Bingo! Kau masuk perangkapku mommy!'


Baran berusaha menggerakkan kaki kanannya dan rasanya sangat ngilu ia tak kuat tubuh Rykel memang lemah untung saja ada Baran dengan begitu ia akan meningkatkan kemampuan tubuhnya


"Jangan digerakkan kamu masih lemah..." Ujar Violet menggenggam tangan Baran

__ADS_1


'lemah? Sialan!'


"Aku tidak lemah!" Baran menutup mulutnya ia keceplosan "maksudku aku sudah sehat mommy... Aku tidak mau terlihat lemah di depan mommy..." Violet mengerti ia mengusap kepala Baran


"Mommy mengerti... Tapi jangan digerakkan terlebih dahulu karena itu akan memperburuk situasi..."


Mereka berbincang cukup asik hingga akhirnya Dave datang membuka pintu


Baran menatap Dave ia sudah tak sabar untuk menghancurkannya


"Daddy..." Baran tersenyum bisa dengan jelas Dave merasa jijik dengan senyuman Baran wajar saja mereka saling benci pasti akan merasa jijik jika diberi senyuman


"Baguslah jika kau sudah sadar..." Ingin sekali Baran memukul wajah angkuh itu tapi ia tahan "terima kasih sudah menghawatirkanku... Daddy..." Baran tersenyum senyuman yang sangat manis namun mematikan


"Itulah yang kau kira bocah?!... Tapi sayangnya aku hanya tidak mau kau merepotkan istriku!!"


"Dave?!... Sudah jangan bicara lagi!..." Violet memasang wajah marahnya dan itu sangat menggemaskan bagi Dave


'Sangat hebat kau mempermalukanku! Lihat ini pak tua!'


¶∆¶


Setelah hari itu Baran pun diperbolehkan pulang dengan catatan ia harus meminum obatnya sampai habis dan tentu Baran menyanggupinya sepahit apapun obat itu pasti tidak akan lebih buruk daripada racun yang selalu ia minum


Baran digandeng Violet masuk ke dalam rumahnya dan Dave dibelakangnya dengan tatapannya yang terus memperhatikan Baran membuat Baran risih dan tak kuat ingin menendang wajah datar itu


"Mommy... Bagaiman jika mommy tidur denganku di kamarku?..." Violet mengangguk membuat Dave mengerutkan keningnya "Ia sudah besar biarkan dia tidur sendiri!!"


"Rykel lagi sakit... Hanya sementara saja Dave... Aku mohon..." Dave memalingkan wajahnya wajah Violet sangat memelas ia tidak tega


"Baiklah..." Dave melangkah "kali ini kau beruntung anak kecil!!" Ujarnya dengan dingin sembari meninggalkan mereka berdua


Baran membaringkan tubuhnya di atas ranjang ia sudah selsai makan dan sekarang ia tengah meminum obat tidak lupa dengan bantuan dari Violet


"Apakah pahit?.." Baran menggeleng ini bahkan tidak terasa pahit atau mungkin lidahnya yang sudah terbiasa


"Baiklah sekarang kamu istirahat... Mommy tinggal sebentar..." Baran melirik jam dinding ternyata pukul sembilan pagi ia tidak akan bisa tidur ia memandang kamar mandi dimana sekarang Violet tengah didalamnya mungkin buang air

__ADS_1


Baran menekan tombol di sampingnya dan pelayan pun datang "Buatkan teh hangat!!" Pelayan itu mengangguk lalu pergi dan setelah beberapa saat teh itu sudah ada di atas laci


Baran melirik pintu kamar mandi dimana Violet belum kunjung keluar sepetinya ia sakit perut


Baran mengambil sesuatu di dalam lacinya itu bubuk putih lalu ia tuang pada teh tersebut


Baran menyenderkan tubuhnya "Sudah ratusan kali aku memakan bubuk itu!! Kau mommyku kau pasti bisa memakannya!!" Baran melirik pintu yang terbuka "ada apa mommy?" Tanya Baran saat melihat Violet yang memegangi perutnya


"Perut mommy sakit..." Baran yang menyelimuti dirinya hingga mulut tersenyum ini kesempatan bagus


"Aku sudah membuatkan mommy teh... Minumlah.." Violet berjalan mendekati Baran dan duduk di sampingnya "terimakasih... Sekarang kamu tidur..." Baran memejamkan matanya tapi ia membuka matanya hanya untuk sekedar melihat apakah Violet meminumnya atau tidak dan ternyata ia menghabiskannya


Baran menyelimuti seluruh tubuhnya ia memasukan kepalanya ke dalam selimut tawanya tak kuasa ia tahan ia tertawa tanpa mengeluarkan suaranya wajahnya begitu gembira


Violet meletakan gelasnya ia berjalan keluar kamar lalu berjalan menuju ruang tamu ia duduk sembari menyenderkan kepalanya


Tanpa aba-aba Dave langsung memeluk Violet dari belakang "Kamu pasti lelah..." Violet melirik Dave "Duduklah..." Ujar Violet menepuk sebelahnya dan Dave menurut ia duduk di samping Violet


Dave mengelus pipi Violet pipi itu semakin chubby sangat menggemaskan "Sayang... Jangan terlalu memanjakannya... Jangan buat ia terbiasa dengan dengan hak itu... Dia lelaki ia harus bisa mandiri disiplin--"


"Sstt... Tapi dia masih kecil... Belum waktunya buat mengerti hal seperti itu..." Dave menghela nafasnya bahkan dirinya sendiri sudah mengerti hal seperti itu sebelum memasuki sekolah dasar


Dave membawa Violet kedepankannya dan Violet tak menolak toh ia juga nyaman "Baiklah sesuai keinginanmu sayang..." Dave mengelus kepala Violet "setelah Rykel pulih kembali aku mau daftarin dia buat sekolah... Pasti akan menyenangkan jika dia banyak teman..." Ujar Violet dibalas anggukan oleh Dave


"Apakah dia tidur nyenyak?..." Tanya Dave dengan tangan tak henti mengelus kepala Violet "Tentu, Rykel pasti lelah..." Dave menungging kan senyumnya


*Flashback on


"Tambahkan dosisnya menjadi lima kali lipat!!" Sang suster kaget mendengar ucapan Dave "Tapi tuan akan sangat berbahaya menambah obat tidur pada pasien..." Dave terkekeh jika dua kali lipat saja hanya berefek kecil maka lima kali lipat akan membayarnya tidur seperti mayat


"Dia anakku aku tau apa yang harus aku lakukan cepatlah!!" Suster yang takut hanya mengangguk dan memberikan obatnya pada Dave


Flashback off*


Sedangkan di salah satu kamar


"Sialan!... Kenapa sangat mengantuk!... Apakah karena aku sudah jarang meminum racun akhirnya aku bisa terpengaruh dengan obat tidur?!!"

__ADS_1


__ADS_2