
Baran tertawa itu yang Rykel dengar dan Baran tertawa karena melihat Violet yang membawa vidio game sedangkan ia sendiri tidak bisa memainkannya "ah... Lebih baik sekarang kita makan... Mommy tau jika kamu belum makan..."
"Baiklah lagian aku memang tidak tertarik pada game.." Violet berdiri dan langsung berjalan ke dapur diikuti Rykel di belakangnya
Ini sangat berbeda jika biasanya Rykel hanya makan makanan yang mengandung berbagai protein agar staminanya kuat disini ia bebas makan apapun termasuk memakan udang goreng dan rasanya sangat lezat
"Ini sangat lezat Mommy... Aku suka..." Rykel makan dengan lahap "kalau begitu habiskan saja... Nanti mommy buatkan lagi yang banyak..." Rykel mengangguk
Tok.. tok..
Argh! Kenapa selalu saja ada yang menganggu jika Rykel sedang berdua seperti ini
Violet berdiri lalu membuka pintu utama "hai... Ngapain kesini..." Ujar Violet tak lupa dengan senyumannya " cuman kebetulan lewat aja... Sekalian aku beliin martabak telor spesial kesukaan kamu..." Violet menerima kresek tersebut "makasih... Yauda masuk aja... Kita makan bareng..." Tawar Violet "baiklah..."
Rykel terus memperhatikan seseorang di balik pintu tersebut dan ia melihat Violet yang menerima sesuatu apakah itu berbahaya atau tidak ya? Setelah itu Rykel melihat Violet membuka lebar pintu utama dan ia pun bisa langsung melihat siapa orang yang masuk Rykel berdiri dan langsung menghampiri Violet
__ADS_1
"Mommy... Dia siapa?..." Violet mematung di depan temannya Rykel malah memanggilnya mommy dan tentu saja Rykel tidak peduli itu siapa yang penting ia memanggil Violet mommy "ah.. ini teman.." Violet kikuk "Vi.. kamu sudah punya anak?.." tanyanya dengan alis mengkerut seperti tidak suka "ini.. ah.. bagaimana ya..." Rykel melirik lelaki tersebut
"Kamu.. jauhi mommy... Dia milikku..." Ujar Rykel dengan menunjuk "Ryke... kamu gak boleh gitu itu gak baik... Ini teman mommy... Namanya Diego panggil dia paman Diego oke.." Rykel mengangguk "yasudah lanjutkan makan kamu.." Rykel berbalik ia kembali ke meja makannya "siapa dia?.." tanya Diego "aku tak bisa menjelaskannya..." Diego mengangguk perlahan ia juga pasti mengerti situasi ini
Rykel menatap Violet yang sedang makan dihadapannya tapi tatapannya juga tidak lepas dari Diego di samping Violet siapa sih lelaki ini menganggu kebersamaannya saja
"Jadi seperti ini rasanya jika aku sudah berkeluarga denganmu.."
apa?! Apa yang baru saja si pengacau itu katakan?! Berkeluarga? Dengan siapa? Mommy? Ya ampun halusinasinya sangat tinggi sekali ingin rasanya Rykel menggebrak meja makan
"Berhenti menggoda..." Diego terkekeh kecil "paman jangan menganggu mommy yang sedang makan..." Ujar Rykel sembari mengunyah udangnya "baiklah nak.. Daddy tidak akan menganggu mommy..."
Tapi apa daya setelah selsai makan Violet langsung membawa Rykel ke kamar dan membaringkannya di ranjang tapi ada hal yang tidak terduga jika Violet juga ikut berbaring di samping Rykel "tidur ya kamu pasti cape.." pelukan Violet mampu membuat Rykel tak berkutik ia nyaman pelukannya sangat hangat Rykel membalas pelukan Violet "terima kasih mommy..." Sebenarnya Violet akan membawa Rykel ke kamar tamu tetapi entah mengapa Violet merasa bahwa Rykel memang membutuhkan pelukannya dan perasaannya juga tenang jika berdekatan dengan Rykel ia melirik Rykel yang sudah tertidur pulas ia melepas pelukan Rykel lalu keluar kamar dan menghampiri Diego dibawah
"Sepertinya ia tidak suka sama perkataan kamu di meja makan tadi.." ujar Violet setelah duduk di samping Diego di ruang tamu "maaf aku hanya bercanda... Lagian aku hanya ingin lebih dekat dengan calon anakku.." Violet memukul tangan Diego "jangan bercanda... Dia bukan anakku.. apa kamu gila.. aku bahkan belum punya anak..." Diego tertawa sangat asik menggoda calon istrinya ini
__ADS_1
"Jangan bercanda dia bukan anakku apa kamu gila aku bahkan belum punya anak" kata-kata itu terus terngiang di telinga Rykel ia hanya hendak melihat Violet dibawah tapi malah perkataan ini yang ia dengar padahal ia memang anaknya apakah kelahiran Rykel memang sebuah kegagalan? Apakah kelahiran Rykel adalah sebuah kesalahan? Rykel tidak ingin dilahirkan seperti ini ia hanya ingin dianggap ada
¶∆¶
"Kau terlalu meremehkannya dan inilah akibatnya..." Anon berdecak kesal ia terbaring lemah dengan tangan yang digantung karena perbuatan Rykel tangannya patah "aku hanya ingin mengobrol saja dengannya... Jika bukan karena anakmu mungkin sekarang aku sedang bersama keluargaku di Indonesia..."
Kelurga ya apa Dave bisa merasakan lagi apa itu keluarga apakah ia bisa kembali bersama Violet? Entahlah apakah amnesia Violet sudah sembuh? Ia juga tidak tahu
"Kapan ia akan ingat semuanya lagi?" Tanya Dave dengan dingin "entahlah tetapi kemungkinan besar harus kau yang melakukannya dan itulah yang membuatku khawatir karena caramu selalu salah!.." ujar anon dengan sinis "seberusaha apapun aku untuk melupakannya rasa ini tak pernah hilang dan karena rasa inilah yang membuatku tidak bisa membunuh anak menyebalkan itu.."
¶∆¶
Tengah malam pun tiba dengan tiba-tiba mata Rykel terbuka tidak! Buka mata hijau yang terlihat melainkan mata hitam "sudah! Semuanya sudah kau miliki semuanya sudah tercapai sekarang tinggal aku membunuh mereka setelah itu aku buang jiwamu Rykel..." Baran melirik Violet yang tertidur di sampingnya "nona kamu sangat cantik tapi sayang tanganku sangat gatal ingin segera membunuh kalian semua..." Baran menggapai leher Violet smirk di wajahnya membuat malam semakin mencekam "eghh.."
Rykel kembali ini bukan karena Baran yang takut tapi ini karena Rykel yang dengan cepat mendorong jiwa Baran yang hampir saja membunuh ibunya tercinta ini "kamu gila Baran... Jangan pernah lakukan hal itu lagi!.." Rykel melirik Violet yang kembali terlelap meskipun tadi ia terganggu
__ADS_1
Rykel memeluk Violet ia harus menjaga Violet terutama dari dirinya sendiri karena bagaimana pun ia mempunyai sisi gelap yang bisa saja membahayakan orang terdekatnya dan dengan adanya kejadian ini Rykel akan semakin waspada ia tidak akan terlalu lelap jika tertidur ia akan mengontrol emosinya agar Baran tidak keluar dan ia akan menjadi kuat ia tidak akan cengeng lagi ia akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi mommy Violet dari marabahaya yang mengincarnya
Dan Rykel juga akan menjaga Violet dari yang namanya Diego itu karena entah mengapa ia sangat tidak suka orang bernama Diego itu