Crazy Daddy

Crazy Daddy
kesalahan


__ADS_3

Anon tengah menaiki taksi untuk menuju rumah Dave ini pagi dini hari ia sangat ngantuk ingin segera tidur


Anon turun dari mobilnya ia melihat penjaga yang mondar-mandir


"Kenapa penjagaannya sangat ketat?.." tanya anon pada dirinya sendiri ia berjalan masuk


"Selamat datang tuan anon..." Semua menunduk hormat tentu anon dengan sombongnya berdehem dan membenarkan dasinya "ya malam" ujarnya melanjutkan langkahnya ke dalam rumah


Penjagaannya sangat ketat bahkan di dalam rumah pun masih banyak penjaga yang berpatroli


Anon melirik salah satu maid "kemarilah..." Ujarnya dan pelayan itu pun mendekat


"Ada apa ini? Kenapa penjagaannya diperketat seperti ini?" Tanya anon penasaran


Maid itu sedikit ragu untuk memberi tahu anon karena ia juga takut


"Bicaralah tidak akan terjadi apapun aku janji" pelayan itu menelan ludahnya


"Tuan besar dan nyonya bertengkar hebat... Itu karena mantan pacar nona yang ada di Indonesia mendatangi nona ke rumah... Dan tuan muda juga kena imbasnya karena telah membawa mantan pacar nyonya ka rumah..."


Anon hampir menjatuhkan rahangnya ia yakin Dave pasti sudah membuat Violet menangis


"Lalu dimana Rykel?..?" Tanya anon karena ia khawatir pada anak kecil itu


"Tuan muda berada di ruang bawah tanah..." Anon menghela nafasnya Dave memang sudah gila membiarkan anak kecil itu dikurung di tempat seperti itu


Anon berjalan ke ruang bawah tanah ia melihat seorang anak kecil tengah menunduk tangan dan kakinya yang di rantai membuatnya tak bisa bergerak


"Rykel?..." Baran membuka matanya ia sangat lelah ia ingin istirahat pak tua sialan itu terlalu menyiksanya


Baran mendongak "Rykel?..." Anon kembali memanggil Baran


Ada yang aneh tatapan Rykel sangat tajam tidak seperti Rykel pada umumnya


"Kau Baran?..." Baran menyunggingkan senyumannya dan anon pun langsung paham jika dia bukan Rykel


"Bagaimana bisa?... Bahkan matamu hijau kenapa tidak berubah seperti biasanya?..." Anon sangat bingung


"Bodoh! Lebih baik kau pergi jika tidak ingin anggota tubuhmu menjadi pajangan bersama mayat yang disana..."


Anon melirik anggota tubuh yang terpampang jelas di setiap sudut ruangan


"Bagaimana bisa kau melakukannya?..." Tanya anon penasaran Baran tertawa bahkan di kondisi seperti ini ia masih bisa tertawa


"Aku pintar tidak sepertimu bodoh!!" Anon menghela nafasnya ia berdiri berbalik meninggalkan Baran


Setalah ia pikir ia tahu apa yang terjadi dan itu pasti akan sangat merepotkan

__ADS_1


Anon masuk ke dalam kamarnya ia harus tidur mengisi kembali tenaganya yang terkuras habis tadi di perjalanan


*


Violet membuka matanya ia melirik ke belakang Dave tengah menjilati pundaknya itu kebiasaan Dave


"Pagi sayang..." Dave mencium pipi Violet


Violet menatap kosong ke depan "Kau kenapa?" Tanya Dave saat melihat Violet yang bengong


"Bisa-bisanya kamu bersikap seolah tidak ada yang terjadi!!.." Dave menggeram tangannya langsung meraba bagian bawah Violet


"Akhh..." Itu sangat sakit semalam Dave melakukannya dengan bruntal tentu akan sakit


"Semakin kau membuatku marah semakin kecil kemungkinan kamu bisa berjalan!!"


Dave mengelus wajah Violet dengan jarinya


"Apa kamu mau mandi bersama?... Sepertinya sudah sangat lama kita tidak mandi bersama..." Dave tersenyum


"Nggak---"


Belum selsai Violet menyelesaikan kalimatnya Dave langsung membawa Violet ke kamar mandi


*


"Aku lupa jika aku sedang di rumah ********..." Anon bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi ia harus tampan dimana pun dan kapan pun


*


Violet sudah memakai pakaiannya ia terus mendobrak pintu ia tidak tahu Dave menyembunyikan dimana kunci tersebut


"Brengsek!!... Dimana anakku?!...cepat buka pintunya!..." Dave mengabaikan Violet ia fokus pada pemandangan di luar jendela


"Jika sudah tahu aku benci kamu karena kamu pembunuh berdarah dingin yang menghabisi nyawa orang tuaku!!... Lalu kenapa kamu mengulang kejadian yang sama?!... Apakah otakmu sudah tidak ada?!!.. dia anakmu darah dagingmu!!.."


"Kenapa harus aku yang selalu disalahkan?!!! Apakah mencintai orang yang selalu mendapatkan cinta di sekitarnya itu salah?!! Apakah kesalahan besar jika aku mencintai kamu?!! Aku tau caraku mendapatkanmu memang kotor!! Kamu terus menyalahkan ku tentang kematian kedua orangtuamu!! Apakah kamu tidak berfikir jika saja ibumu tidak menikah dengan ayahku semua ini tidak akan terjadi!! Dan jika saja kamu tidak mencoba untuk lebih dekat denganku mungkin ini juga tidak akan terjadi!! Kenapa harus aku yang disalahkan?!! sekarang tidak apa jika kamu memang ingin menyalahkan ku tapi setidaknya tinggalah di sisiku... Hiduplah denganku... Aku bersumpah akan selalu membahagiakan kamu... Aku mencintaimu sayang... Sangat mencintaimu..." Dave putus asa


"Nggak aku benci kamu!!... Aku menyesal menikah dengan kamu!!.. pertemuan kita itu sebuah kesalahan!!..."


Wajah datar Dave sangat menyeramkan seberusaha apapun ia untuk berbicara baik-baik pada Violet tetap saja Violet masih keras kepala


Hancur sudah hati Dave perkataan Violet memang selalu menyakitkan tapi ini sudah melebihi batas Violet berkata bahwa pernikahan mereka adalah sebuah kesalahan sedangkan ia sendiri yang memilih Dave


Dave mendekat kameja putihnya ia gulungkan sampai siku


Mencengkram tangan Violet membawanya dengan kasar ke ruang bawah tanah lalu melempar Violet ke hadapan Baran

__ADS_1


Violet kaget dengan perlakuan kasar Dave ia terduduk di hadapan Rykel


"Rykel?.." Violet mendekat


"Aku bukan Rykel!!" Teriak Baran karena saat ia melihat perlakuan kasar Dave pada Violet itu artinya tidak ada gunanya ia berpura-pura jadi Rykel


Violet terdiam "aku Baran!!... Jangan panggil orang lemah itu lagi karena untuk selamanya hanya akan ada Baran!!"


Dave tertawa "Ini anak yang kamu banggakan?!!" Dave sangat ingin membuat Violet jera


Dave memangil salah satu bawahannya dengan menggunakan jarinya yang naik turun dengan cepat "panggilkan anon"


Hening


Sampai anon datang pun semua hening


"Ada apa?..." Tanya anon lalu berdiri di samping Dave ia kaget melihat Violet yang matanya sudah memerah menahan tangis dan mengapa Violet duduk di lantai dan bagaimana bisa Dave membawa Violet ke tomat ini haah banyak pertanyaan di otak anon


"Aku yakin kau sudah tau mengapa kau kusuruh kemari!!" Ujar Dave dengan dingin


"Baiklah setelah aku pikir semalam ternyata dia memang pintar..." Dave mendesakkan lidahnya


Violet serasa tidak ada, dua pria itu mengobrol seakan tidak ada siapapun disana


"Logikanya yang akan menyelamatkan Rykel adalah Violet... Tapi sepertinya logikaku salah..." Violet mendongak menatap anon


"Apa maksudmu?... Jadi aku tidak bisa menyembuhkannya?..." Anon mengangguk ia ragu untuk mengatakannya


"Kita tidak bisa berbuat apapun... Cara membuat Rykel kembali adalah Baran sendiri yang mengetahuinya..."


Baran tertawa


"Baran hanya bocah yang memiliki keingin Tahuan besar contohnya saat ia ingin melihat Violet... Ia bersikeras keluar dari tempatnya... Dan jika sudah bosan ia langsung mau main bunuh saja..."


Dave tidak mengerti dengan perkataan anon sangat bertele-tele


"Intinya adalah kembalikan keseharian Baran dan juga Rykel... Karena mereka bukan anak biasa yang membutuhkan main..." Dave melirik Violet tetesan air mata susah membasahi pipi Violet karena ia yang baru saja bertemu dengan Rykel harus berpisah kembali agar Rykel kembali


"Bagaimana jika mengubah kebiasannya?... Bagaimana jika ia tinggal dengan ibunya?..." Tanya Violet dengan tergesa-gesa


"Tidak bisa... Aku sudah bilang itu satu-satunya cara agar ia kembali..."


"Kalau begitu aku bisa tinggal dan membantu Baran untuk menjalani rutinitas biasanya kembali..."


"Tidak!! Hanya aku yang bisa menyembuhkannya!!" Ujar Dave menatap tajam anon


"Apa? Ah.. iya ..." Anon kikuk

__ADS_1


__ADS_2