Crazy Daddy

Crazy Daddy
si gendut


__ADS_3

Semua sudah bersiap di lapangan guru olahraga pun sudah datang


Rykel sudah memakai baju olahraganya ternyata Violet sudah menyiapkan semuanya saat ia melihat isi tas ternyata ada kaos olah raga


"Sekarang kita pemanasan... Keliling lapangan sebanyak yang kalian bisa..."


Para murid pun mulai berlari begitu pula Rykel


"Bagaimana jika kita berlomba..." Ujar Bryn pada Rykel dan juga Aiden


"Aku yang akan menang..." Ujar Aiden dengan semangat membara


'Dia meremehkanmu!!'


Semua bersiap begitu pula Rykel


Dan dalam hitungan ketiga mereka mulia berlari Rykel berada paling belakang ia sudah ngos-ngosan ini sudah lima keliling dan hanya mereka bertiga yang masih berlari


Rykel berhenti ia sudah sangat lelah duduk di tengah lapangan


Bryn terus berlari bersama Aiden mereka sangat kuat


Aiden langsung duduk di samping Rykel


Setelah melihat Aiden yang duduk Bryn langsung berlari dan berhenti setelah ia memenangkan pertandingan


"Aku memang yeah..." Aiden memandang malas


"Rykel?... Bagaimana bisa kau tidak kuat?... Badanmu besar... Terlihat lelaki sekali..."


'Hancur sudah harga diriku!!'


"Entahlah sepertinya aku memang lemah..."


'Kau memang lemah sebaiknya aku keluar saja!!'


"Jangan!" Semua hening mereka berdua menatap Rykel yang tiba-tiba berteriak


"Jangan apa?" Tanya Bryn mengangkat satu halisnya


"Tidak" Rykel menggeleng sembari tersenyum


Rykel melihat gerombolan siswa berkaos berbeda


"Kelas berapa mereka?.." tanya Rykel menunjuk


"Kelas 6" ujar Bryn yang sudah duduk di samping Rykel


"Kau lihat yang gendut itu... Dia pemilik sekolah ini jadi jauhi dia nanti bisa langsung dikeluarkan kalau bermasalah dengannya..." ujarnya sedikit berbisik


Rykel mengangguk paham ia tidak takut lagi pula ia punya Baran, eh tidak Baran tidak boleh keluar nanti masalah besar kalau dia keluar


"Dia sangat gemuk"


Mulut Rykel langsung dibungkam oleh tangan kotor Bryn


"Siapa itu?!" Mencari seseorang yang mengatainya gemuk


Menoleh pada Rykel lalu langsung mendatanginya


Bryn menunduk takut begitupula Aiden


'wah wah Rykel kau hebat ini hari pertamamu tapi kau akan segera mendapatkan masalah!!'


"Berdiri kau!" Teriaknya dan Rykel menurut

__ADS_1


Kaget tak bisa berkata saat Rykel berdiri perbedaan fisiknya sangat jauh salah satu guru mengambil handphonenya


"Kau mengataiku gemuk?! Kau ingin aku melaporkannya pada ayahku?!"


Rykel mengerutkan keningnya itu memang kenyataan


"Kamu masih kecil jangan jadi jagoan di sekolah... Bergaul lah seperti anak pada umumnya.."


CUIH


Apa itu? Ludah di wajah Rykel? Dude? Dia serius meludahi wajah Rykel sekaligus wajah Baran?


Semua tidak ada yang berani melerai mereka berdua


Anehnya sang guru pun tidak ada yang berani


"Aku memang jagoan! Kau takut?! Aku bukan anak kecil! Kau yang anak kecil! Aku anak pemilik sekolahan ini kalian harus tunduk padaku! Jangan karena badanmu yang besar kau menentang ku! Aku bisa lapor ayahku kapan saja! Kau jelek dengar aku tidak!"


Rykel yang memejamkan matanya perlahan membuka matanya dan sayangnya itu bukan Rykel


"Kau tahu aku anak dari seorang DAVE ADHYASTA RANJAYA!!" Baran mendekat menatap wajah besar yang memandangnya takut


"Aku berusaha berbicara baik-baik denganmu!! Tapi apa nyatanya?!! Kau meremehkanku!! Kau telah berani menginjakku bocah!!"


Baran memegang kaos anak kelas enam tersebut


"Kau mengotori wajahku!! Sekarang kau tinggal pilih!! Dengan cara apa aku harus menghabisimu?!! Menguliti?!! Memenggal?!! Kau pilih yang mana?!!"


Bryn dan Aiden kaget dengan perubahan Rykel kenapa Rykel menajdi begitu mengerikan


"Apakah kau bisu?!! Bicaralah!! Ingin ku putuskan sendiri?!! Kau kenapa?!! Takut?!!"


"Cukup!!" Baran tidak perlu menoleh dari suaranya saja ia sudah tau itu siapa


"Ada apa?!!" Tanya Dave dengan dingin


Rykel bingung harus jujur atau tidak ia juga tidak sadar saat Baran tiba-tiba keluar tadinya ia hanya marah karena ia di ludahi


Dave melirik anak di samping Rykel


"Kau!! Anakku kenapa?!!" Bryn yang di tunjuk gemetar takut kenapa Rykel mempunyai ayah semengerikan ini


"Rykel di ludahi hanya karena mengatakan dia gemuk..." Dave menoleh pada Rykel


"Benar begitu?.." Rykel mengangguk


Dave melirik anak gemuk tersebut


"Ayahmu akan bangga mempunyai anak sepertimu!!" Ujar Dave dengan smirknya


"Kemari dan ikutlah!!" Dave menggenggam tangan Rykel masuk ke dalam sekolah


"Kita kemana Daddy?..." Dave tidak menjawab ia masuk ke salah satu ruang bertuliskan kepala sekolah


"Tuan Dave... Sudah lama anda tidak kemari... Jadi ini anak anda... Sangat tampan seperti anda..."


Dave memandang datar pria di hadapannya sungguh penjilat menjijikan sangat bodoh tidak menyelidiki Rykel yang bersekolah di sekolahnya


"Anakmu berkelahi!!" Dave membuka suara


"Benarkah? Dia memang nakal..." Dave terkekeh kecil menarik Rykel ke depan


"Dengan anakku!!"


Membulatkan matanya tak percaya bisa terlihat jelas sang kepala sekolah ketakutan

__ADS_1


"Lihat wajahnya!! Terdapat ludah anakmu!!"


Sang kepala sekolah langsung mengambil tissue dan membersihkan wajah Rykel


"Maaf saya minta maaf... Anak saya memang tidak berguna... Saya minta maaf..."


"Jika ini terulang lagi kupastikan sekolah ini hancur!!"


Dave berbalik diikuti Rykel dibelakangnya


"Daddy... Maaf aku tidak tahu jika Baran akan keluar..." Dave berhenti berbalik menatap Rykel


"Baran!! Dengarkan ini baik-baik!! Jangan pernah keluar di area sekolah!!"


Dave berlalu pergi kembali ke kantornya dan Rykel tentu harus mengikuti pelajarannya lagi


'Baiklah aku mengerti' bisa Rykel rasakan Baran tengah ketakutan


"Tidak apa Baran aku tau kamu mencoba melindungiku..."


*


"****... Cepatlah kemari kita lihat mami dan papi..." Arnon menarik tangan Arnold menuju kamar kedua orangtuanya


"Tapi Noe kenapa harus ****?... Masih banyak nama hewan lucu lainnya..."


"Ayam lucu?... Tidak ****..."


Ceklek


Anon menoleh pada si kembar kini elija sudah sembuh


"Mami..." Arnold langsung naik ke ranjang memeluk elija


"Kangen... Mami sudah sehat?..." Elija mengangguk ia juga rindu kedua anak nakalnya


Arnon mendekat menghampiri elija lalu ikut memeluknya


"Apakah papi bersikap baik pada mami?... Dia tidak jahat?... Bilang saja padaku jika dia jahat nanti aku jual papi pada lelaki tua..."


Elija tertawa kecil ternyata sakitnya dirinya membawa dampak aneh pada anaknya


"jangan menonton TV malam-malam lagi..." Ujar anon pada si kembar


"Tapi ini kemauan ayam..."


Anom dan elija mengerutkan keningnya siapa ayam? Apakah mereka mengadopsi ayam?


"Ayam?" Elija bertanya pada Arnold


Arnold mengangguk lalu menunjuk Arnon


"Kata Noe dia mau buat nama panggilan lucu buat aku jadi aku panggil Noe ayam... Begitu juga Noe yang manggil aku pake nama hewan..."


Elija dan anon kembali tertawa ternyata si kembarnya sangat lucu dan menggemaskan


Wajah mereka yang sama dan tingkah yang bertolak belakang membuat rumah semakin berwarna


Ternyata tidak sia-sia elija menikah dengan anon ternyata anon menanam bibit unggul di rahim elija


"Noe? Kamu memanggil Noel apa?..." Tanya elija


Arnon tersenyum ia mengatakan nama hewan yang membuat kedua orang tuanya tak bisa berkata apapun


"****"

__ADS_1


__ADS_2