
Malamnya mereka kembali menuju USA sekarang mereka tengah berada di dalam pesawat
"Dave?.. kenapa dari tadi diam terus..." Ujar Violet duduk di samping Dave
Ya, sendari tadi Dave hanya memandang langit malam wajahnya begitu terlihat sedih
"Tidak ada apapun... kamu sudah makan?..." Violet mengangguk "tidurlah kamu pasti lelah..." Mengingat bagaimana Violet bersenang senang tadi siang ia yang paling bersemangat diantara semuanya
Dave membawa Violet kedekapannya untung saja Rykel sudah tertidur di ranjang
Dave melirik Violet yang tengah memejamkan matanya ia mengingat percakapannya dengan Regan
Flashback on
"Kakak diam saja dan tunggu kabarnya..."
"Dave?"
Dave menoleh saat Regan memanggilnya "Apakah kamu tidak bisa kembali kesini lagi?... Kakak tidak ingin jauh dengan kalian..."
Dave memalingkan wajahnya terlalu banyak kenangan disana ia tidak suka melihat Violet mengingat kejadian dulu
"Tapi aku sudah nyaman dengan kehidupan ku sekarang..." Regan menghela nafasnya ia mengangguk kecil lalu menepuk pundak Dave
Siapa yang tidak ingin dekat dengan saudara tentu Dave mau hanya saja ia tidak mau kembali kesana walaupun ia pindah rumah dari sana ia pasti akan selalu teringat kenangan tersebut
Flashback off
Dave ingin Violet nya aman jauh dari musuh yang selalu mengincar nyawanya tapi itu mustahil
Dave tidak mungkin melepaskan Violet ia tidak mungkin membiarkan Violet pergi dari sisinya
Jika ia bisa mungkin sendari dulu sudah ia bebaskan Violet hanya saja ia terlalu cinta dan terlalu menyayangi Violet
Dave berterima kasih pada Violet yang telah datang di kehidupannya memberi warna pada hidupnya
Dan Dave meminta maaf karena telah menghancurkan keluarganya sekaligus keluarga Violet
Mungkin jika kasih sayang orang tuanya tidak hanya pada Regan yang notabenya pewaris perusahaan Dave tidak akan sekekeh ini untuk mendapatkan Violet
Bisa saja sekarang mereka tengah bercanda ria bersama Dave dengan kehidupan nya begitu pula Violet yang bahagia dengan keluarga nya
Violet mendongak ia menatap Dave yang juga tengah menatapnya
"Jantung kamu kencang banget..." Dave terkekeh ternyata Violet belum tertidur
"Jantungku berdetak dua kali lipat jika bersama kamu..." Violet tersenyum entahlah yang penting sekarang ia senang
*
Beberapa hari pun berlalu Rykel tengah berada di lapangan sekarang ia tengah berada di dalam lapangan
Ia sedang bersiap untuk lomba lari dan ia sudah optimis bahwa ia akan menang tapi nihil ia yang paling lamban
__ADS_1
"Kau. Payah." Ujar Bryn dengan wajah menyebalkan "aku lemah..." Ujar Rykel mengusap keringatnya
Bryn melirik Rykel bagaimana bisa orang lemah ditakuti seluruh siswa sekolah bahkan kepala sekolah pun takut padanya
"Nanti sore bagaimana jika kita main ke rumahku?..." Bryn mengangguk cepat ia sangat ingin ke rumah orang kaya! Eh maksudnya ke rumah temannya
"Ajaklah Aiden mungkin ia juga ingin ikut..." Bryn mengangguk ia hendak merangkul Rykel tapi tak sampai membuat Rykel tertawa
"Aku hanya mengambil bulu di bajumu.." ujarnya dengan memalingkan wajah sungguh ia malu
Sepulang sekolah mereka bertiga sudah berkumpul di parkiran
"Apakah naik kendaraan umum mengasikkan?..." Tanya Rykel saat mereka hendak masuk ke dalam mobil jemputan Rykel
"Tentu" Bryn memang suka naik angkutan umum tapi sekarang ia hanya ingin naik mobil milik Rykel
"Apakah kau ingin mencobanya?" Tanya Aiden dibalas anggukan oleh Rykel
"Hei bagaimana dengan mobilnya?..." Bryn memegang pintun mobil ia sudah tak tahan ingin mendudukkan pantatnya
"Kalau begitu mari kita coba..." Aiden pergi meninggalkan mereka berdua menuju terminal
"Bilang pada mommy bahwa aku akan sedikit terlambat..." Ujarnya lalu langsung pergi menarik tangan Bryn
"Aaaakhhhh pantatku sangat ingin itu..."
"Tu-tuan muda!" Sang supir hanya bisa diam dan menghela nafas kasar lalu pergi meninggalkan sekolah
Mereka tengah duduk di dalam bus memang mereka masih kecil untuk naik angkutan umum tapi itu yang mereka lakukan setiap harinya
"Simpanlah aku yang akan bayar.." Bryn dengan cepat memasukan kembali uang nya ke dalam saku
"Aku lupa jika kau orang kaya.." ujar Bryn dengan senyumannya
Aiden tak bisa berkata ia hanya menggeleng
Aiden melirik ke luar saat bis berhenti agar penumoang naik ia melihat sekolah besar yang tidak jauh mewahnya dengan sekolahnya
"Ada apa dengan sekolah itu?.." tanya Rykel pada Aiden
"Kau tau jika sekolah itu adalah bibit dari para anak brandal... Tampang mereka sangat biasa saja hanya saja mereka selalu memandang remeh sekolah lain..."
"Sialan! Rokok ku habis kau tau jika Evelin suka lelaki perokok!"
Rykel memperhatikan siswa sekolah dasar yang tengah berbincang dengan ketiga temannya
Aiden melirik siswa tersebut dan ternyata siswa tersebut bersekolah di sekolah yang baru saja Aiden ceritakan
"Shit! Kenapa bertemu mereka..." Bryn memelingkan wajahnya ia tidak ingin bertatap muka dengan mereka
"Rokok! Aku minta rokok cepat!" Orang yang baru saja berkata menoleh ke belakang ia melihat siswa sekolah lain
"Damn" Bryn menutup wajahnya ia tidak mau berurusan dengan mereka begitu pula Aiden yang hanya menatap ke luar jendela
__ADS_1
"Woah ada anak sekolah lain" ujarnya lalu berdiri dan mendekat disusul para temannya
"Bagi aku uang! Aku ingin beli rokok!" Rykel menaikan halisnya anak kecil tidak boleh merokok
"Jangan ganggu dia..." Ujar Bryn dengan nada yang ketakutan ia tidak mau Rykel memukul anak sekolah lain
"Kau tau jika kakak ku preman di sekolahnya!! Dan aku juga preman di sekolahku!!"
'ya dan aku pecinta hello Kitty'
"Fftt.." semua menatap Rykel yang sangat ingin tertawa apa-apaan perkataan Baran sangat aneh
"Kau menertawai ku?!" Rykel mengangkat bahunya acuh ia tidak ingin ribut tapi apa boleh buat
Srakk
Baran berdiri sudah pasti perbandingan antara mereka sangat jauh
Tatapan dingin membuat semuanya begidik nyeri
"K-kau tidak tahu jika a-aku anak dari seorang Dave hah?!!"
Baran mengerutkan keningnya kenapa harus membawa nama daddynya sunggu bocah bodoh
"Benarkah?!! Kalau begitu panggil ia kemari!!" Baran berbicara dengan nada datar tanpa emosi
"D-dia sibuk!!" Baran terkekeh geli pembohong amatir
"Jika benar kau anaknya!! Untuk apa kau memalak?!! Ia kaya bagaimana bisa anaknya miskin?!!"
Bryn menutup mulutnya ia tertawa ia tak kuat menahan tawanya mengaku anak dari seorang Dave sedangkan anak aslinya ada di hadapannya
"Kau diam!..." Ia Hendak memukul dengan cepat Baran menggapai tangan mungil tersebut meremasnya dengan pelan
"Lihatlah baik-baik!!"
Srakk
Srakk
Mata itu berubah dari hijau ke hitam terus menerus membuat sang pemalak itu menelan kasar ludahnya
"Jika kau memang benar anaknya berarti aku memiliki saudara kandung baru!!"
"Ma--maaap!!! Ahh!!!" Mereka berlari keluar dari bus kalang kabut seperti dikejar hantu
Baran duduk menyenderkan tubuhnya "Rykel kau memang yang terbaik..." Ujar Bryn memukul main-main tangan baran
Baran membuka matanya ia melirk mereka berdua "kau yakin?!!"
Mereka berdua mengerutkan keningnya "baiklah!!"
"Rykel kau kenapa?..." Tanya aiden karena Rykel berbicara sendiri
__ADS_1
"Baran. Itu namaku!!"