Crazy Daddy

Crazy Daddy
khawatir


__ADS_3

Karena panik dan juga khawatir tentang keselamatan anon dan juga Rykel


Dave pulang hari ini berdua bersama sang istri yaitu Violet


Mereka tengah berada di dalam pesawat


"Sekarang bagaimana?... Aku khawatir Dave! Bagaimana keadaannya hikss..."


Dave memeluk Violet membawanya kedalam dekapannya


Handphone anon mati apakah anon memang ingin mati karena telah membuat Dave tidak tenang seperti ini


"Mereka akan baik-baik saja... Kamu jangan panik..."


Sangat Enteng sekali Dave mengatakan itu padahal ia juga panik setengah mati


*


Rykel mendudukan pantatnya di kursi besi tunggu di depan UGD


Para bawahan menjajar sembari menundukan kepalanya takut


Ceklek


"Dokter!... Bagaimana keadaan paman?..." Rykel khawatir bahkan sang dokter terkejut dengan kedatangan Rykel


"Pendarahannya cukup hebat... Tapi syukurlah dia tidak terluka terlalu parah... Dan untuk tindak selanjutnya kita akan melihat kedepannya seperti apa.... Permisi..."


Rykel berlari masuk kedalam ia menatap anon yang tengah menutup rapat matanya wajahnya pucat pasi kemana wajah ceria anon kemana wajah menyebalkan anon kemana tingkah anon yang selalu abstrak Rykel mau itu ia mau anon segera sembuh


"Paman?... Ini aku Rykel bangunlah..."


'memangnya jika Baran kenapa?!! Sepertinya namaku sangat sensitif untuk diucapkan!!'


"Diamlah ini bukan saatnya untuk membahas itu!... Sekarang keselamatan paman anon jauh lebih penting.... Paman jangan buat aku khawatir bangunlah..."


Rykel meneteskan lagi air matanya ia menggenggam tangan anon


'Cengeng tetaplah cengeng!!'


"Diam Baran!!... Hikss... Jangan berisik!.."


Jika Baran yang tengah berada di dalam raga tersebut mungkin sekarang ia tengah memutar bola mata malas


'kenapa harus se histeris itu? Come on Dude! Dia tidak akan mati tunggu beberapa menit lagi dia akan sadar! Dia hanya kelelahan jika kau berisik dan membuat kekacauan dengan tangisanmu itu hanya akan memperburuk keadaan!! Apakah kau tidak pernah berfikir kesana?! Ya aku tau pikiranmu sangat dangkal dan hanya berfikir bahwa dia akan mati--'


"Ja-jangan lanjutkan!..." Rykel malu dengan pikirannya sendiri


'Hei lihatlah kata-kata itu persis sebelum tadi aku terbangun bukan? Kau hebat dalam berakting'


"Baran! Siapa yang berakting?!... Sebaiknya kamu diam kamu sangat berisik aku tidak suka!..." Rykel mengusap pipinya ia berjalan keluar ruangan dan duduk disana ia kesal dengan ucapan Rykel sementara itu ia menunggu suster datang untuk memindahkan anon ke ruang rawat

__ADS_1


*


Malam sudah berlalu dan sekarang pagi menjelang siang Rykel tengah duduk disamping anon yang tengah memakan makan siangnya


"Kenapa hanya nasi Padang?" Tanya anon setelah menghabiskan dua bungkus nasi Padang pembelian Rykel


"Hah? Apa maksud paman?..." Anon meminum air putih di depannya


"Dessert nya mana?... Apakah kamu tidak membelikanku makanan penutup kamu tega?... Aku sedang sakit mana bisa membeli makanan keluar rumah sakit kau sangat jahat..." Wajah anon sangat menyedihkan ia membuat wajah sedih dengan tangah memegangi dada


Rykel kesal ia sudah tiga kali keluar rumah sakit hanya untuk membeli dua nasi Padang dan satu air mineral itu semua permintaan anon


Rykel mempunyai ide yang akan membuat anon tidak bisa memerintahnya lagi


Srakk


Anon terkejut saat mata hijau itu menghilang dan memunculkan mata hitam yang kini tengah menatapnya dengan senyuman di wajahnya


"B-baran?... Sudah lama sekali kita tidak bertemu hehe..." Anon menelan ludahnya ia takut pada anak dihadapannya pembunuhan tidak! Lebih tepatnya pembantaian yang Baran lakukan itu sangat tidak terduga ia lakukan pada usia sangat muda seperti ini


"Sepertinya kemarin kita bertemu!!" Anon hanya cengengesan dengan apa yang Baran katakan


"Kau menyusahkannya!!?" Ini pertanyaan tapi mengapa seperti peringatan nadanya sangat dingin kedua halis Baran naik ke atas seolah sedang bertanya


"Siapa? Rykel? Siapa yang menyusahkannya?... Ahahahah Kau sangat suka sekali bercanda..." Anon memukul bahu Baran yang juga sedang tersenyum kecil padanya


"Ya paman aku sangat suka bercanda... Dan kemarin juga aku sedang bercanda!! Penculikan yang mereka lakukan aku membalasnya dengan candaan!!"


Anon tak bisa berkata itu artinya ia sedang serius pembunuhan itu serius dan pertanyaan tadi juga serius ini sangat menyeramkan


"Eehhh!... Tidak! Aku tidak mungkin mengompol!... Aku sangat mainly tidak mungkin mengotori celanaku..." Anon membela dirinya meskipun harga dirinya sudah terbanting ke tanah


"Hanya itu?!! Bagaimana dengan wajah ketakutannya?!! Berarti kau membenarkannya paman!! Kau takut padaku! Dan lukamu itu tidak parah!! Hanya goresan kecil jangan membesar-besarkannya!!"


Siapa yang tidak takut pada Baran mungkin hanya Dave dan luka itu cukup serius karena anon hanya manusia biasa berbeda dengan Baran yang beda spesies


"Kau mempermainkan ku..." Anon mendatarkan wajahnya


"Fftt BHUAWAHAHAHAH!..." Rykel kembali ia tak kuat menahan tawanya anon begitu sangat lucu


"Itu tidak lucu Rykel!... Dan kalian sangat tidak mengasikkan..." Anon mengambil apel disampingnya ia memakannya dengan raut wajah yang kesal


"Oh ya ampun sepertinya paman terlihat sangat kesal... Bagaimana jika aku pertemukan lagi dengan Bar--"


"Tidak usah!... Paman akan istirahat paman sudah kenyang..." Anon menyimpan apelnya dan berbaring ia membungkus tubuhnya dengan selimut


"Paman sangat lucu bahkan Baran berbisik ia sangat ingin menguliti paman..."


"Rykel!!... Berisik!..."


Rykel hanya tertawa terbahak-bahak

__ADS_1


'Disaat aku sudah tobat kau malah mempermainkan ku!! Bagaimana jika ucapanmu benar-benar akan kulakukan?!!'


"Jangan! Aku hanya bercanda..." Rykel mengupas buah jeruk ia bosan dan mungkin dengan memakan jeruk bosannya akan hilang


'sangat tidak masuk akal' apa yang Rykel pikirkan Baran selalu menentang contohnya seperti hal ini bagaimana bisa jeruk menjadi obat kejenuhan seseorang


Beberapa menit berlalu


BRAKK


Rykel menoleh ke arah pintu yang sudah didobrak oleh Dave


"Daddy bagaimana bisa Daddy tahu jika aku disini?..." Itu pertanyaan bodoh dan tentu Dave tidak membalasnya


'Banyak bawahannya diluar tentu ia tahu kalian sedang disini!!' oke itu masuk akal mungkin Rykel memang bodoh


Rykel tersenyum saat Violet masuk ke ruang rawat wajahnya penuh dengan keringat dingin


"Mommy?..." Rykel berlari memeluk Violet ia sudah sangat merindukan Violet


Dave kesal melihat Rykel yang tengah memeluk Violet bagaimana pun Violet itu miliknya tapi yasudah lah ia mengalah untuk saat ini biarkan mereka melepas rindu


Dave berjalan menuju ranjang pasien ia membuka perlahan selimut yang anon kenakan


Dave menatap Anon yang tengah tertidur pulas


Lalu dimana keadaan daruratnya


"Kau ingin mati?!!" Bisik Dave tepat di telinga Anon


"Enghh... Pergilah aku sedang istirahat... Kau tidak lihat aku terluka parah Rykel..." Anon mengatakannya dengan mata tertutup anon memang tidak waras dobrakan pintu saja ia tidak mendengarnya


"Paman aku disini..."


Anon membuka matanya


"Huaaaa!!..."


Bruk


Anon terjatuh dari ranjangnya ia memegangi pantatnya yang kesakitan karena berciuman dengan lantai


"Dave?! Sejak kapan kau datang?.." anon berdiri ia menatap bingung Dave yang juga menatap datar dirinya


"Separah apa lukamu hingga kau dirawat?!! Mungkin aku harus cek tubuhmu kemarilah!!" Anon mundur saat Dave mulai mendekat


"Aku sudah sembuh... Lihatlah aku bisa berdiri..." Elak anon memperlihatkan kedua kakinya memang bodoh


"Anon?... Apakah kamu baik-baik saja?... Tapi kau pucat..." Violet mendekat dan tentu Rykel tertawa dan Dave hanya tersenyum kecil mereka tahu jika anon sekarang tengah panik karena kedatangan Dave


"Aku tidak apa-apa... Bagaimana keadaanmu... Sepertinya kamu mengalami hal yang tidak menyenangkan..." Violet tersenyum dan hanya membalas dengan gelengan

__ADS_1


"Keadaanmu jauh lebih penting..." Ujar Violet dan Dave memberikan tatapan tajam pada anon


"Keadaanku mungkin sekarang memang baik tapi entah jika nanti..." Anon pasrah ia menatap Dave dengan wajah ketakutannya


__ADS_2