
"tuan muda... Saya melihat laptop baru tuan besar di tong sampah..." Rykel memijat keningnya ini sudah kesekian kalinya ia harus membeli laptop baru
Dan kenapa pelayan tersebut mengatakan hal tersebut di depan Violet apakah ia tidak lihat jika ia dan Violet tengah bersantai berdua di taman
"Sebaiknya mommy tunggu disini bersama Elly... Aku akan segera kembali..."
¶∆¶
Violet berjalan menuju bagasi ia baru ingat tentang handphone dan juga kopernya yang lupa ia simpan dan ia juga baru tahu jika penjaga di rumah besar ini sangat banyak bahkan digerbang saja ada lima penjaga tapi kenapa kemarin sangat kosong? Mungkin kemarin mereka Istirahat
"permisi nyonya?..." Violet melirik ke belakang saat ia melihat seorang lelaki yang sepertinya dia seorang supir "apa ada yang bisa saya bantu?..." Tanyanya dengan ramah
"Ah.. iya sepetinya aku lupa menyimpan handphone dan koperku kemarin..."
"Tapi nyonya kopernya sudah dipindahkan ke kamar tuan besar... Bahkan pakaian nyonya saja sudah rapi di lemarinya..." Pasti Elly yang merapikannya dan tentu saja lelaki tua ini tau karena lelaki ini adalah suaminya Elly
Violet mengerutkan keningnya kapan ia membawa kopernya ke atas dan kapan ia merapikan pakaiannya di dalam lemari "dan handphone nyonya... Maaf saya sudah berikan pada tuan besar itu karena sendari tadi terus berdering..."
Violet tak bisa berkata lagi ia harus bagaimana untuk menghubungi Regan di Indonesia "kenapa kamu kasih dia!... Pemiliknya kan masih ada!..." Supir itu menunduk takut membuat Violet merasa bersalah
Violet berjalan menaiki tangga ia harus segera mengambil handphonenya bisa saja lelaki itu mengotak-atik handphonenya
Saat Violet hendak membuka kamar utama ia tak sengaja melihat anon yang tengah membawa banyak cemilan ditangannya "anon?..." Panggil Violet dan Anon pun langsung menoleh lalu menghampiri Violet
"Kamu tau orang yang bernama Dave itu dimana?..." Tanya Violet dengan tergesa-gesa "ia pasti ada di ruang kerjanya..." Jawab anon dengan tenang "dimana?.." Anom menunjuk ke arah depan di lorong sana terdapat sebuah pintu dan itulah ruang kerja Dave "baiklah makasih..." Violet berlari menuju ruang kerja itu dan anon malah berjalan menuju ruang tamu dimana ia akan menonton film
__ADS_1
Tok tok
"Masuklah!!" Violet yang mendengarnya saja bergidik ngeri mendengar suara dingin tersebut
Violet perlahan membuka pintu tersebut lalu menutupnya kembali ia melihat Dave yang tengah membaca entah apa itu mungkin berkas-berkas Dave yang mengetahui bahwa orang yang mengunjunginya Violet ia langsung memasang senyum manisnya dan berdiri menghampiri Violet "ada apa Vi?..." Nadanya menjadi lembut berbeda saat tadi ia akan masuk
"Maaf mengganggu aku hanya ingin mengambil handphoneku yang supir berikan padamu..." Dave tersenyum ia mengingat kejadian tadi pagi dimana orang yang bernama Diego menelpon dengan nada yang sangat memuakkan
"Untuk apa?..." Violet mengerutkan keningnya kenapa orang dihadapannya ini sangat ikut campur tentang hidupnya come on semua manusia pasti membutuhkan handphone "berikan saja apa susahnya..."
Dave tertawa dan langsung menggenggam kedua pundak Violet dengan kasar "aku suamimu!! Jangan berharap aku akan membiarkanmu selingkuh di luaran sana!! Jika kamu terus ingin mengambil handphone mu dan menelpon si Diego sialan itu maka jangan salahkan aku jika orang itu tewas terlintas kereta!!..." Dave melihat Violet yang meringis kesakitan
"Lepaskan!.. apa yang kamu lakukan!... Ini sakit!..." Violet berusaha melepaskan tangan Dave yang semakin mencengkram erat "sakit? Lalu bagaimana dengan aku? Orang yang kamu buang? Dan dengan seenaknya kamu datang lalu mau pergi lagi... Itu sangat sakit Vi..." Dave menatap sendu Violet yang serptinya sudah tidak berontak lagi "tapi tidak apa karena itu masa lalu... Dan aku akan mengikatmu untuk selamanya!!"
Dave menarik Violet dan membantingnya ke atas meja kerjanya membuat Violet meringis karena kepala belakangnya terbentur cukup kencang "pergi!... Jangan mendekat dasar monster!..." Pemilihan kata yang sangat salah
Violet berlari menuju pintu ia berusaha membuka pintu tersebut tapi nihil sepetinya pintu ini terkunci "buka!.. siapa saja tolong!..." Violet memukul pintu tersebut berharap seseorang menolongnya "sayangnya tidak akan ada yang berani menolong kamu disini..." Violet menatap takut Dave ia bahkan sudah hampir menangis
Violet terduduk takut sembari bersender pada pintu Dave berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan Violet "apakah aku harus pakai ini?..." Dave mengeluarkan benda kotak kecil berisikan °pengaman° Violet menggeleng "nggak! Aku mohon jangan!..." Dave tertawa hambar "mungkin sebaiknya langsung saja ya?..."
Dave membaringkan Violet dengan kasar apakah Dave gila? Ia akan melakukannya di depan pintu dan di bawah lantai? Mungkin jawabannya YA Dave memang gila
"Tunggu apa yang kamu lakukan!... Jangan! kamu gak boleh kayak gini!..." Violet menangis saat Dave merobek paksa pakaiannya "kenapa? Aku suami sah mu!!" Dave meremas payudara Violet dengan kasar lalu mencium bibir Violet dan menggigitnya membuat Violet menangis tak henti
Dave hampir menuju puncaknya bahkan ia sangat menikmati suara indah Violet yang sangat ia rindukan
__ADS_1
Tok tok
Dave sangat terganggu dengan ketukan pintu tersebut karena mereka sekarang tengah di depan pintu tentu saja itu sangat terdengar bahkan Violet membungkam mulutnya untuk tidak bersuara
"Daddy?.." Violet membelalakkan matanya untung saja Dave memberhentikan kegiatannya "apakah mommy disana?..." Dave menyunggingkan senyumannya ia sedikit membungkuk menggenggam kedua tangan violet dan menahannya di atas kepala Violet
Dave ******* bibir indah Violet "jangan bersuara sayang... Atau Rykel tau bahwa kita sedang bercinta..." Dave melakukan kegiatannya lagi dengan bruntal "akh.. hmpp" Violet membungkam mulutnya sendiri seberusaha mungkin ia tidak boleh bersuara Violet yang mengalungkan tangannya pada leher Dave pun mencakar leher Dave
Dave semakin bruntal saat ia hampir mencapai puncaknya dan mereka pun klimaks bersamaan membuat Violet kelelahan dan hanya bisa memejamkan matanya
"Daddy?.." Dave kesal karena sendari tadi anak sialan itu terus memanggilnya
Dave mencium kening Violet dan memakai Violet kamejanya lalu Dave hanya memakai celana hitamnya
Dave mengangkat Violet lalu membawanya ke luar membuat Rykel yang masih disana terdiam "Berisik!! Pergilah bermain dengan anon!!" Dave berjalan meninggalkan Rykel yang masih tak bisa berkata apapun "bermain?... Apakah aku harus membunuh paman anon?.." tanya Rykel yang masih mengartikan kata bermain menjadi kata membunuh Rykel tersenyum "Daddy sedikit berubah..." Ujarnya lalu berjalan menuju anon yang masih setia dengan filmnya
"Paman..." Anom melirik Rykel "apa?.." tanya anon yang baru saja memastikan mata anak dihadapannya "Katanya Baran rindu..." Anon langsung melirik tajam Rykel membuat Rykel tertawa puas melihat ekspresi wajah anon yang panik "tenanglah paman aku hanya bercanda..." Anon mendengus kesal dan melanjutkan memakan cemilannya
'sialan! Jangan jadikan aku bahan jandaan bodoh!'
Dave membaringkan Violet dengan pelan takut Violet akan terbangun setelah itu ia menyelimuti Violet dan ikut berbaring di samping Violet
Dave memeluk erat Violet ia masih kepikiran tentang dirinya mengapa ia menjadi sekasar ini pada Violet bahkan ia sampai berani membanting Violet ke meja kerjanya "maaf sayang... Maaf aku telah melukaimu..."
Cup
__ADS_1
Kecupan hangat Dave berikan di kening Violet lalu Dave pun menyusul Violet ke alam mimpi