Crazy Daddy

Crazy Daddy
bertamu


__ADS_3

"ada apa?!!" Baran meantap tajam lelaki tua di hadapannya sungguh penjilat yang menjijikan


Saat Rykel turun dari mobil dengan cepat kepala sekolah tersebut menyambut Rykel


Tentu Baran tidak suka padahal ia sudah janji tidak akan keluar tapi sepertinya itu pengecualian jika berurusan dengan orang sepertinya


"Rykel anda tau jika anak-anak memang polos dan tidak tahu apapun jadi yang kemarin saya minta maaf..."


Baran menyunggingkan senyumannya ingin tertawa tapi ia tahan


"Kau tau jika buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya!!"


Sang kepala sekolah menunduk menelan ludah sendiri wajahnya terlihat sangat ketakutan dan ingat itu bukan pertanyaan itu kenyataan


"Aku maafkan!!"


Wajahnya terlihat lega senyuman terukir di wajahnya


Baran mendekat menatap dingin wajah keriput itu


"Tapi jika itu terjadi lagi kamu tenang saja aku tidak akan memberi tahu Daddy!! Karena, aku yang akan turun tangan!!"


Baran berlalu meninggalkan wajah pucat pasi itu


Mata hitam berganti menjadi hijau


Rykel lega tapi ia juga merasa kasihan melihat kepala sekolah yang Baran ancam dan ancaman itu tidak main-main Baran serius karena Rykel bisa merasakan aura membunuh Baran


'Tenang saja ia tidak akan berani berbuat apapun karena itu aku tidak akan membunuhnya!!' Rykel mengangguk ia berjalan menuju kelasnya


"Kau hebat bagaimana bisa kau berkata seperti itu dengan wajah super menyeramkan?... Padahal kau tidak seperti itu saat bersamaku..."


Entah sejak kapan Bryn tiba-tiba ada di depan pintu dan langsung berkata seperti itu membuat Rykel hanya bisa tersenyum canggung


Rykel berjalan menuju kursinya diikuti Bryn di belakang Aiden sudah duduk rapi di kursinya


"Rykel?... Kau hebat" ujar Aiden memberikan satu jempolnya


'See kau mendapat pujian'


Tak lama setelah itu bel berbunyi dan guru pun masuk


"Aku pasti akan mengantuk..." Ujar Bryn menyender pada kursi


"Kau tidak boleh bermalas-malasan..." Rykel mengeluarkan bukunya


Bryn melirik Rykel menatap wajah tampan itu ia penasaran dengan ibunya jika ayahnya saja sudah setampan itu bagaimana dengan ibunya pasti sangat cantik


'Bryn!! Dia memandangmu!!'


Rykel menoleh "ada apa?" Bryn membenarkan duduknya


"Apa aku boleh main ke rumahmu?..."


Rykel mematung untuk pertama kalinya ada seorang teman yang akan main ke rumahnya


"Tentu!" Satu kelas menoleh pada Rykel yang berteriak


Bryn tertawa Rykel memang teman yang mengasikan ia unik


Guru tidak berani menegur jika kepala sekolah saja takut apalagi guru disana

__ADS_1


*


"Dave!.. pergi sana aku lagi nonton film.." Dave semakin mengeratkan pelukannya ia telah di acuhkan


"Lebih baik kamu jemput Rykel..." Dave menggeleng ia lebih suka bersama istrinya


"Haah.." Violet menghela nafas panjangnya


"Manjanya suamiku..." Dave mengangguk membuat ekspresi sedih saat Violet menoleh padanya


Violet teringat Dave dulu dimana wajah dingin dan sifat psikopat yang selalu membuat Violet ketakutan


Kejadian dimana seorang Dave terus memperebutkan dirinya dengan Agra yang sekarang sudah tiada karena ulahnya sendiri


"Bagaimana kabar anon?.." Dave mengerutkan keningnya mereka sedang bermesraan untuk apa menanyakan orang lain?


"Dia mungkin sedang sibuk karena istrinya mengandung..." Violet mengerjapkan matanya lucu


"Benarkah?... Si kembar akan punya adik... Past rumah tidak akan sepi.."


Dave memandangi Violet wajahnya sangat senang apakah wanita memang sangat suka anak kecil?


Dave mendekat mencium bibir kecil Violet menggenggam tangan halus itu


"Bagaimana jika kita membuat adik untuk Rykel?..."


Dave begitu antusias itu bukan tujuan utamanya ia hanya ingin lebih dekat dengan Violet dan bercinta dengan istri nya


"Sayang... Aku tau kamu pingin... Tapi bukannya terlalu sering?... Lagipula tanpa kamu tanya tentu aku mau punya anak lagi... Tapi kita harus sabar menunggu... Bukannya terlalu sering melakukannya..."


Dave menyenderkan punggungnya menatap televisi dengan malas mengambil temot dan memindahkan channel ke channel yang lain


*


Pulang sekolah Rykel tengah berjalan menuju parkiran bersama Bryn karena ajakan Rykel akhirnya Aiden juga ikut


"Lihatlah anak kepala sekolah itu..." Tunjuk Bryn pada anak gendut di dekat parkiran


"Wajahnya masih angkuh..." Ujar Aiden sedikit kesal


"Siapa namanya?..." Tanya Rykel penasaran dengan nama anak kepsek Tersebut


"Namanya Erlan bagus bukan?..."


Sontak mereka bertiga menoleh ke belakanga


Itu kepala sekolah sepertinya ia mempunyai niat tersembunyi


Bryn dan Aiden mereka takut jadi hanya menundukan kepala


"Lebih bagus lagi jika kalian berteman... Mungkin kalian akan cepat akrab..."


"Benarkah?!!" Yup itu Baran entah mengapa Baran sangat jengkel dengan orang dihadapannya hingga keluar tanpa izin dari Rykel


"I--iya tapi jika tidak mau juga tidak apa-apa..."


Baran menyunggingkan senyumannya sungguh penjilat menjijikan mengapa orang seperti ini menjadi kepala sekolah ah iya uang memang yang paling utama


"Aku membencimu tentu aku benci anakmu!! Enyahlah jangan munafik karena aku adalah anaknya!! Bersikaplah dengan berwibawalah seperti seorang kepala sekolah!! Dan kau boleh munafik jika Daddy sedang bersamaku!! Kau membuatku jijik saja!! Dan satu lagi ingatkan pada anakmu jangan terlalu angkuh aku tidak suka!! Ck! aku muak dengan wajahmu!!"


Baran berbalik membuat Bryn dan Aiden langsung menyusul mereka

__ADS_1


Sang kepsek tak bisa berkata apapun harga dirinya sangat terbanting


Tak perlu Baran lirik kepala sekolah itu pasti tengah menyumpah serampahinya sangat lucu bukan? Rasanya sangat ingin Baran mengambil jantungnya dan menguntun usus-usunya


"Rykel?..."


Srak..


Rykel melirik Bryn yang memanggilnya


"Kau sangat keren!... Aku kagum padamu... Bagaimana kau punya keberanian seperti itu?..." Bryn membinarkan matanya


"Entahlah..." Ujarnya dengan ragu


Mereka berjalan menuju mobil dimana sang supir sudah berdiri dan membukakan pintu untuk sang tuan muda


Mereka bertiga masuk mobil


"Tolong beritahu mommy jika temanku akan main ke rumah..." Supir mengangguk


"Baik tuan muda..." Mengambil hamdpon dan langsung mengirim pesan pada Violet


Bryn dan Aiden kagum supir saja memanggilnya tuan muda sekaya apa Rykel sehingga kepsek pun tunduk padanya


"Apakah tidak akan merepotkan?..." Tanya Aiden merasa tidak enak


"Tentu tidak... Mommy akan senang jika kalian main ke rumah..."


Mobil pun melaju dengan kecepatan normal sang supir harus membuat tuan mudanya nyaman jika tidak mungkin pukulan beruntun akan mendarat di tubuhnya


Violet mengambil handphonenya ia tersenyum lebar sembari memberitahu Dave jika Rykel akan membawa temannya


Ingat ini oertam sekalinya Rykel akan membawa temannya tentu harus memberi kesan yang baik


"Aku harus buat sesuatu..." Ujar Violet di depan Dave yang tengah memandangnya


"Tidak" Dave menahan tangan Violet yang bersiap beranjak pergi ke dapur


"Kenapa? Aku mau buat makanan...."


Wajah Dave menjadi datar helaan nafasnya sangat kasar


"Pelayan yang akan melakukannya... Jika tidak aku tidak akan membiarkan mereka masuk ke dalam rumah..."


Violet berekspresi sedih dan itu terlihat menggemaskan di mata Dave


Dave mengangkat kedua halisnya memberi tanda apa keputusan Violet


"Baiklah..." Violet mendudukan tubuhnya memperhatikan Dave yang memanggil tangan kanannya dan menyuruhkan pelayan untuk memasak makanan anak kecil


Dave kembali menarik Violet dan membuatnya duduk di pangkuannya


"Ish apa?..." Tanya Violet dengan wajah kesalnya


"Kamu mau kemana?..." Tanya Dave mengelus pipi chubby Violet


"Aku mau nunggu di depan..." Dave menggeleng pelan


"Tunggu disini Petra yang akan menjemput mereka..."


Lagi, Violet berekspresi sedih membuat Dave terkekeh kecil

__ADS_1


__ADS_2