
Violet berbalik berjalan menuju pintu utama "Violet!!" Violet melirik Dave
Syutt
Pisau lipat mengarah tepat ke pintu utama membuat pisau lipat itu mengenai pipi kanan Violet dan meneteskan darah yang langsung mengalir ke lehernya "mommy!!... Daddy aku mohon berhentilah!..." Rykel menangis saat melihat Violet terduduk kaget "ternyata kamu memang tidak banyak berubah... Kamu tetap keras kepala..." Dave mensejajarkan wajahnya dengan Violet yang gemetar takut
Dave menarik dagu Violet membuatnya menatap langsung wajah murka Dave "Aku akan membunuhmu jika kamu meninggalkanku..." Anon tak percaya dengan pendengarannya itu perkataan bruntal yang pernah ia dengar bagaimana bisa dave berbicara seperti itu pada wanita yang ia cintai anon yakin perkataan itu bukan ancaman untuk menakuti Violet tapi itu ucapan lelaki dimana ucapan itu sudah menjadi sumpah bagi Dave
"A--apa?... Ke-kenapa aku?.." Dave tersenyum ia mendekat memberi kecupan di bibir Violet "karena aku mencintaimu" Dave mengangkat Violet ala bridal style dan anehnya Violet tidak menolak ia juga tidak berontak mungkin saking takutnya sampai tak bisa berkutik
"Paman Daddy mau apain mommy?..." Tanya Rykel khawatir "Dia akan baik-baik saja... Mari paman obati lukamu..." Rykel mengangguk 'mommymu akan mati! Dave pasti akan membunuhnya! Sebaiknya kau cepat keluarkan aku dengan begitu aku akan menyelamatkan Violet' Rykel percaya jika Dave tidak akan membunuh Violet "Diamlah aku yakin mommy akan baik-baik saja..." Ujar Rykel membuat anon bingung "apakah Baran mengatakan sesuatu?..." Tanya anon dan dibalas gelengan kepala oleh Rykel "baiklah"
"Aku mohon jangan lukai dia lagi... Dia masih kecil sudah terlalu banyak beban yang ia tanggung..." Violet membuka suaranya setelah Dave mengobati luka di pipi Violet "untuk apa?.. kita sama-sama tidak membutuhkannya..." Ujar Dave dengan enteng "maafkan aku jika dulu aku berbicara seperti itu... Tapi sekarang sudah berubah aku mau jika harus ke pengadilan untuk mengambil hak asuh Rykel..." Dave duduk di samping Violet
"Apa karena kamu hilang ingatan bahasamu menjadi formal begitu?..." Dave mengusap bibir Violet membuat wajah Violet menajdi pucat pasi "jangan takut..." Dave menghela nafasnya "aku merindukanmu Vi..." Dave memeluk Violet bahkan pelukan itu sangat erat "maaf aku melukai kamu... Kamu mau apa untuk aku menebus luka itu?..." Dave melepaskan pelukannya "tapi ingat akan ada banyak pengecualian..." Ujarnya dengan senyum hangat di wajahnya
"Paman sepetinya paman belum sembuh total.." anon menatap tangannya "tadinya sudah sembuh..." Anon berdecak kesal "kamu tidur dengan paman disini eh tunggu!.." anon menatap lekat mata Rykel "ada apa paman?..." Tanya Rykel merasa tidak enak dipandang seperti itu "apakah Baran akan keluar?..." Rykel mengangkat bahunya "entahlah jika aku kurang waspada mungkin iya..." Anon menelan ludahnya lalu berbaring di samping Rykel dan membatasi ranjang dengan bantal guling "ini batas kita tidur... Aku akan selalu waspada... Jadi aku akan siaga jika Baran tiba-tiba muncul..." Anon sudah sangat bersemangat untuk tidur tetapi ia juga khawatir tentang nyawanya
__ADS_1
'kau pikir aku akan keluar?! Aku lelah! Walaupun aku hanya diam tapi dirimu terus bergerak! Sialan istirahatlah bodoh! Argh aku sangat kesal!'
"Berbaringlah..." Violet menggeleng "jangan takut... Aku akan menjagamu..." Violet mendongak "tapi baru saja kamu melukai aku..." Dave membaringkan Violet "maaf mungkin hari ini emosi ku sedang tidak stabil..." Dave menyelimuti Violet sungguh ia ingin menggigit pipi chubby milik Violet karena Violet memang masih mengantuk akhirnya ia pun tertidur pulas
Dave berbaring di samping Violet ini sungguh pemandangan yang sangat ia rindukan ia berbalik menatap Violet wajahnya yang terlelap tidur tidak berubah sama sekali sama serti dulu "apakah aku boleh mengikat kamu... Mengunci kamu dalam kontak agar kamu tidak bisa pergi lagi?... Rasanya itu tidak mungkin... Tapi jika kamu Bernai pergi lagi mungkin ucapanku dibawah tadi akan menjadi kenyataan... Aku akan membunuh kamu dan akan selalu menyimpan kamu di sampingku..."
¶∆¶
Dave membuka matanya ia melirik jam dan ini masih pagi sekitar pukul enam Dave melirik ke samping wajah Violet begitu tenang membuat Dave terus ingin di ranjang tapi ia tidak mau bermalas-malasan Dave bangun dan langsung menuju kamar mandi setelah itu ia turun ke lantai bawah
"Permisi tuan besar... Saya membawakan ini karena sendari tadi terus berdering di dalam mobil..." Dave menerima handphone pemberian supir tersebut "pergilah" supir itu pun langsung pergi
"Vi? Kamu dimana kenapa tidak ada di toko? Aku bawain martabak manis buat kamu tapi makannya nanti di rumah aku Oya kamu kok diem terus? Lagi ngajak main anak kita ya? Mau aku bawain apa buat Rykel? Vi? Kamu marah? Violet? Hei sayang kamu kena--"
Tuutt
"Sayang?" Dave tertawa sinis bagaimana bisa Violet selingkuh di luaran sana sedangkan Dave disini menunggunya sungguh luar biasa Violet! Sungguh pencapaian yang luar biasa jika saja Dave mempunyai tangan kanan ia pasti akan secara tidak langsung menghabisi orang tersebut ah tidak ia punya tangan kanan yaitu Baran
__ADS_1
Brak
Anon membuka mata sembari bersiap untuk lari ia sangat terkejut dengan dobrakan pintu tersebut tunggu! Lari? Yang benar saja apa barusan anon mengigau?
"Kau ini apa-apaan!... Apakah tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu?!..." Dave mengacuhkan anon ia berjalan mendekati Rykel yang masih tertidur "Bangun!!" Dave membuka selimut Rykel dengan kasar "eh.. ah! Daddy?.." Rykel langsung berdiri menatap Dave "Siapa Diego?!!" Rykel mematung Diego adalah pacar Violet sekarang ia harus apa ia takut jika Dave akan memukulnya "BARAN!!"
Dave terkekeh saat melihat mata hijau itu berganti menjadi hitam dan untuk pertama kalinya anon melihat kejadian langka tersebut ternyata munculnya Baran memang tidak tentu dan Dave bisa kapanpun memanggil sosok menyeramkan tersebut
Baran tersenyum pada Dave tapi anehnya senyum itu sangat berbeda dari senyum manis Rykel "apa?!" Nada bicara Baran sangat menyeramkan "Siapa Diego?!!" Dan Nada bicara Dave sangat dingin jika mereka disatukan orang ketiga pasti akan sangat ketakutan contohnya anon sekarang hawa di ruangan itu sangat mencengkam membuat anon susah bernafas
"Pacar barunya!! Kau masih belum terlambat mungkin wanita itu belum terlalu mencintai Diego!! Tapi sepertinya kau membutuhkan bantuan ku!! Daddy?!" Baran menyunggingkan senyumnya membuat Dave menggertakan giginya
"Jangan jadi orang bodoh!! Kau tau apa maksudku!!.." ujar Dave melipat kedua tangannya "apa yang akan aku dapat?!.." Dave terkekeh "apa yang aku mau itu juga kemauanmu!!... Cepat lakukan!!.." Dave berbalik meninggalkan Baran yang terlihat kesal
"Ada apa? kenapa aku tidak paham dengan percakapan kalian?..." Tanya anon dengan hati-hati ia tidak mau menyinggung Baran Karena bisa-bisa ia terjun dari lantai tiga
Baran melirik anon "aku sangat ingin membunuh!! Dan dia memberikan seseorang untuk aku bunuh!! Jika orang bernama Diego itu mati kami berdua akan sama-sama untung!! Yang pertama saingan untuknya menghilang dan yang kedua nafsuku terpenuhi!! Oya paman sudah lama tidak berjumpa tapi aku harus segera pergi!! See u!!" Baran tertawa lalu menyambar jaketnya dan keluar dari kamar tersebut apakah jika Baran sedang tidak sibuk anon akan terjun dari lantai tiga? Ya Tuhan kenapa ada orang seperti Baran di dunia ini
__ADS_1
"Kenapa malaikat sepertimu melahirkan iblis sepeti Baran?..." Anon tidak bisa berkata apapun ia juga takut dengan kedua iblis tersebut