Crazy Daddy

Crazy Daddy
maaf


__ADS_3

*Flashback on


Violet memegang pergelangan tangannya yang sedikit memerah


Diego memberhentikan mobilnya turun lalu memutari mobil dan menarik Violet masuk ke tempat pemakaman umum


Jarak alun-alun dan TPU bisa dibilang tidak terlalu jauh jadi masuk akal jika Diego membawa Violet ke alun-alun persiapan jika saja Violet menolaknya seperti sekarang Violet di seret menelusuri makam


Mereka berhenti di salah satu makam


Diego mendorong Violet hingga Violet terduduk di hadapan makam tersebut


"Kau tau siapa dia?!... Orang yang kau bunuh!.. aku memang tidak tahu siapa dia tapi aku merasa kasian karena dia mati konyol karena tergila-gila padamu!... Cepat minta maaf padanya!... Makan tanah kuburannya!!.."


Violet membelalakan matanya ia tidak mau itu hal tidak berguna


"Aku tidak mau!..."


Duagh


Tendangan kasar di pipi Violet membuat Violet merasakan sakit dan perih yang luar biasa


"Cepat!! Aku harus memberimu pelajaran agar kau tahu jika aku tidak main-main dengan perusahaanku!! Kembalikan kejayaan nya maka aku akan mengampunimu!!"


Violet mendongak menatap Diego ia takut tapi ia tidak bisa melawan body mereka berbanding jauh


"Mintalah itu langsung pada Dave... Aku tidak bisa membantumu..."


Plak


Tamparan kasar di pipi kiri Violet mampu membuat Violet mengeluarkan darah segar di bibirnya ringisan kecil terdengar telinga Diego


"Dasar ******!... Tidak berguna!.." Diego menarik baju violet agar Violet berdiri tangan Violet menahan Diego agar tidak terlalu menarik pakaiannya


Bughh


Pukulan tangan Diego membuat Violet terjatuh ke tanah kepalanya langsung pusing penglihatannya buram


"Bangun!!"


Diego menginjak wajah Violet membuat darah di hidung Violet keluar begitu deras sedangkan Violet langsung tak sadarkan diri


"Nyonya!... Sialan tangkap dia!... Jangan biarkan dia hidup!..."


Diego melirik sumber suara beberapa orang berpakaian hitam tengah berlarian padanya ia takut dan segera masuk ke dalam mobil melajukan mobil dengan kecepatan tinggi hingga ia menbarak beberapa satu orang tersebut


"Kejar dia!.." salah satu bawahan mengangkat Violet dan langsung melarikan Violet ke rumah sakit setelah itu memfoto Violet dan mengirimkannya pada anon


Dan pengejaran terhadap Diego gagal para bawahan kehilangan jejak Diego ketakutan di wajah para bawahan karena telah gagal membawa Diego tentu akan menjadi musibah bagi mereka

__ADS_1


Flashback off*


*


Regan menatap kendaraan berlalu lalang di jalanan ia sudah menunggu beberapa jam dan Violet masih belum terbangun


"Kak?.." Regan langsung mendekat ia mengusap pelan kepala Violet


"Masih sakit? Mau kakak panggilan dokter?..." Violet menggeleng walaupun memang sakit tapi ia masih ingin Regan di tetap disampingnya


"Ada apa jelaskan pada kakak..." Violet tau jika Regan khawatir tapi ia tidak mau merepotkan Regan


"Aku tidak apa-apa.." Regan menghela nafasnya "Jangan buat kakak khawatir..."


Violet tersenyum sembari mengangguk


"Kakak gak ngapa-ngapain Diego kan?.." Regan mengerutkan keningnya kenapa Violet masih peduli pada orang yang sudah membuatnya seperti ini


"Aku lelah dengan kekerasan seperti ini... Aku nggak tau apakah aku masih kuat atau tidak--"


"Ssttt... Kakak mengerti... Tapi jangan pernah berfikir untuk mengambil jalan seperti itu... Kamu punya Rykel... Kasihan dia jika jadi yatim... Kakak tau jika semua yang terjadi antara kamu dan Dave itu hanya kesalahpaham saja... Kakak memang ingin kamu berpisah dengan Dave tapi kamu memiliki kebahagiaan kamu sendiri... Dan Dave adalah kebahagian kamu... Jangan lupakan Rykel pelengkap keluargamu... Kakak yakin kamu ibu yang tangguh..."


Violet mengangguk ia tersenyum ia sudah bertekad akan meminta maaf pada Dave karena bagaiman pun Rykel membutuhkannya


"Baru saja anon mengirim pesan Dave sudah berangkat kemari... Kamu perbaiki jangan cari yang baru..."


Karena telpon dari Alena yang mendesak Regan untuk segera pulang membuat Regan pun pamit pulang


Dan sekarang hanya seorang suster yang tengah menanganinya padahal ini sudah larut malam dan suster itu menemani Violet dengan senang hati


"Benarkah?... Anda menikah di usia semuda itu?... Bahkan saya saja belum menikah sedangkan usia saya lebih tua dari anda..."


Ujar suster itu dengan kekehan di akhirnya


"Apakah kamu sudah memiliki pacar?..." Tanya Violet penasaran


"Eum... Belum aku tidak pernah pacaran... Dan aku belum ada calon untuk menikah..." Wajahnya sedikit masam


"Kamu cantik dan baik hati... Aku yakin suamimu kelak adalah orang yang baik hati yang mampu membahagiakanmu..."


Suster itu terkekeh mereka menjadi akrab karena memang keduanya mudah akrab


"Kenapa diluar banyak lelaki berbaju hitam?..." Tanya sang suster penasaran


"Benarkah?... Mungkin mereka penjaga yang kak Regan perintahkan untuk menjagaku?.." suster tersebut mengangguk paham berarti wanita dihadapannya adalah orang penting


"Sangat asik bisa ngobrol dengan anda tapi maaf jam kerja saya sudah habis... Besok saya akan kembali lagi... Sebaiknya anda cepat istirahat..."


Violet menurut ia yang sendari tadi sudah berbaring membenarkan selimutnya

__ADS_1


"Selamat malam..." Suster itu pun pergi


Violet kesepian menunggu Dave ternyata sangat lama


Apa yang harus ia katakan pada Dave saat Dave sampai ia bingung dan ia harus apa saat Dave membuka pintu lalu menatapnya


Jantungnya tidak karuan degupannya semakin cepat saat Violet memikirkan Dave


Ceklek


Itu Dave.


Violet mematung ia terus menatap Dave yang semakin mendekat padanya


"Pasti sakit... Maaf" Violet mengerjakan matanya membuat Dave tertawa kecil dan percayalah itu sangat tampan


"Ini aku... Suamimu..." Mata Violet melirik kesana-kemari lucu membuat Dave mengecup setiap memar di wajah Violet dan terakhir di bagian bibir ini hal yang Dave rindukan


"Maaf gak seharusnya aku seperti itu.." walaupun Regan sudah memberi tahu kedatangan Dave tapi tetap saja Violet kaget dengan datangnya Dave


"Dave?... Kamu beneran Dave?..." Violet mengusap wajah Dave


"Iya Violet... Ini aku" Violet mendudukan tubuhnya ia langsung memeluk Dave dan tanpa membuang waktu Dave membalas pelukan tersebut tak kalah erat


"Maaf hikss... Gak seharusnya aku ngomong kayak gitu hikss... Maaf ..." Dave mengusap punggung Violet membiarkan Violet menangis sepuasnya


"Bukan salah kamu... Aku yang salah..." Violet melepas pelukannya


"Aku hikss.... Aku yang salah hikss... Maafin! hikss..." Jika sudah seperti ini Violet pasti akan kekeh merasa jika itu kesalahannya


"Aku maafin jika kamu ubah panggilan kamu jadi Vi lagi..." Violet mengangguk cepat


Violet menyeka air matanya ia menunduk malu


"Maaf karena Vi ngomong kasar sama Dave..." Dave sangat berbunga-bunga Violet sangat imut ia seperti bernostalgia Violet nya kembali


"Vi mau kalo Dave manggil Vi pake sebutan sayang lagi... Vi kangen Dave... Vi sayang Dave... Vi cinta Dave..." Violet tersenyum ia mendapat senyuman balik dari Dave


"Aku juga mencintaimu sayang... Aku cinta Violet sayangku yang begitu menggemaskan..."


Dave menciumi wajah Violet lagi membuat semburat merah terlihat di pipi Violet


"Kyaaaaa.... Udah Dave..." Violet menahan dada Dave agar berhenti walaupun memang ia suka


"Sayang Violet cinta Violet... Aku sayang kamu... Sayang... Sayang..."


Violet terkekeh "kamu yang minta aku buat manggil kamu pake sayang lagi..." Dave membaringkan Violet mengecup wajah Violet lagi


"Basah... air liur kamu banjiri muka aku..." Dave terus mengecupi wajah Violet tawa Violet menggema membuat Dave semangat karena sudah lama tidak mendengar suara indah itu

__ADS_1


__ADS_2