
Rykel tertawa terbahak-bahak saat melihat melihat Bryn yang harus membelinya minuman dan makanan di kantin
"Kenapa kau jadi hebat?!... Jika tau aku akan kalah... Aku tidak akan membuat perlombaan..."
Bryn mendengus ia memberikan makanan pada Rykel sekarang uang jajannya sudah dikuras habis
"Aku memang hebat... Lagipula untuk apa kalah jika ada hadiah bagi pemenang..."
Aiden hanya bisa menertawakan kesengsaraan yang sedang Bryn rasakan itulah mengapa orang tidak boleh Sombong
"Hai?..." Semua menolah itu Ariestya Dimana ia langsung duduk di samping Rykel
"Ayah lagi makan?..."
Dude? Apakah pendengaran Bryn Aiden dan juga Rykel sedang tidak berfungsi atau apakah ada sesuatu yang masuk ke dalam telinga mereka?
"A-ayah?..." Bryn berucap dengan menaikan halisnya sungguh di luar dugaan Ariestya mengucapkan kata ayah
Ariestya mengangguk "bunda lapar... Boleh minta makanan ayah?..."
Rykel memandang Ariestya dengan wajah bingungnya apa yang telah dilakukan pedo itu sehingga Ariestya menjadi seperti ini
"Kau gila?..." Tanya Rykel dengan wajah tenangnya
"Kevin pernah memanggilku bunda ia kata itu panggilan sayang untukku dan aku harus memanggil nya ayah supaya kami berdua memanggil orang tersayang dengan panggilan lucu... Karena aku tidak suka ia maka aku pergunakan kata itu padamu..."
Rykel tertawa kecil sungguh pikiran yang sangat dangkal ia mengusap dagunya lalu meminum minumannya
"Percaya diri sekali" Rykel terkekeh geli ia meremas botol minumannya beralih melirik Ariestya
"Aku tahu jika kita masih kecil pemikiran kita masih kecil tapi kau tahu Ariestya?... Aku berbeda!! Bahkan orang dewasa seperti Kevin pernah lemah tak berdaya di bawah kakiku!!"
Ah tidak lebih tepatnya kaki Baran
Bryn manyadari ada sesuatu yang berbeda dari Rykel atau apakah ini Baran? Tapi matanya masih hijau seperti biasa
"Baran?" Panggil Bryn dan Rykel menolah tatapannya masih teduh tapi sangat mengintimidasi
"Bukan. Rykel. Aku Rykel..." Rykel menolah pada Ariestya yang terdiam ketakutan
Berdiri meninggalkan kantin yang terlihat sangat memuakkan bagi Rykel lebih baik ia duduk di kursinya sembari membaca buku
Mereka berdua menyusul lalu duduk di samping Rykel
"Kenapa kau semakin misterius?... Kita ini teman... Terbukalah..." Aiden mengangguk setuju dengan ucapan Bryn
"Ini sedikit rumit... Akan menyita banyak waktu jika kalian ingin mendengarnya..."
*
"Bukan!.. Dave aku udah bilang biar aku aja yang buat!..."
__ADS_1
Dave yang melihat violet berdiri dari duduknya langsung menghampiri violet dan mendudukkannya kembali
"Oke sayang sekarang aku sudah paham... Aku akan mengaduknya dengan perlahan..."
Dave mengecup kening violet lalu kembali menuju kompor listrik miliknya dimana sudah ada panci dan juga puding di dalamnya
Sebenarnya violet sangat ingin tertawa melihat Dave yang tengah memakai celemek dan jangan lupakan otot tangan Dave yang terlihat sangat mainly
Violet bosan tadinya ia ingin membuat puding tapi apa daya Dave melarang nya dan malah menyuruh violet hanya melihat saja
Gatal sekali hidung violet sepertinya ia akan bersin ia sudah tidak tahan
HACIMM
"Kyaaaa" Violet kaget saat ia membuka mata Dave sudah ada di bawahnya dengan wajah yang khawatir
"Kamu sedang apa?..." Tanya violet sembari menggosok hidungnya
Dave berdiri dan langsung membuang puding cair tersebut ke dalam sampah membuat violet membuka mulutnya
"Dave!... Kenapa dibuang?!..."
"Ada racunnya..." Violet mengerutkan keningnya Dave orang yang teliti tidak mungkin menduga sesuatu yang belum pasti
"Benarkah?..." Dave mengangguk ia mendekat pada Violet berjongkok agar Violet tidak mendongak menatap nya
"Kamu bersin... Puding itu pasti ada racunnya..."
Seketika tatapan violet menjadi datar kenapa pemikiran Dave semakin bodoh
"HUWAAAAAAAA.... Kenapa dibuang?!... Hiksss mau puding hikss... Buatin lagi hikss... HUWAAAA... Kalo nggak nanti aku mogok makan dua jam hikss.... Dave jahat!... Hikss... Puding hikss... Sayang lihatlah Daddy yang begitu jahat padamu bahkan saat kamu mau puding Daddy malah buang pudingnya... Tak apa nanti kita cari Daddy baru buat kamu..."
Dave memegang tangan violet yang tengah mengusap perut datanya semua perkataan violet sangat lucu
Mogok makan? Dua jam? Satu jam saja Violet tidak sanggup apalagi dua jam mungkin ia akan sepeti orang yang tidak makan selama seminggu
Dan Daddy baru? Sungguh? Dave tahu ini hanya omong kosong tapi tetap saja ia tidak suka mendengarnya
Jangankan Daddy baru melangkah keluar dari rumahnya saja violet tidak diijinkan
"Aku akan buat yang baru... Kamu tunggu sembari menonton film saja..."
Violet yang nyatanya sudah tidak tahan ingin memakan camilan hanya mengangguk lalu Dave mengantar violet ke ruang tamu
Di atas meja camilan sudah sangat memenuhi atas meja bahkan terdapat beberapa makanan di bawah meja
Violet mengambil salah satu dari makanan tersebut dan mulai dengan acara makan camilannya
Dave tersenyum violet nya sungguh manis mata yang berlinang air mata pipi yang memerah dan camilan di tangannya sungguh sangat imut
Dave kembali ke dapur sekarang ia harus serius membuat pusing untuk violet
__ADS_1
Mengaduknya dengan tenang memberi gula secukupnya tidak terlalu manis karena Violet sudah manis
Shit
Salahkan Dave yang tidak berhati-hati menuangkan puding tersebut ke dalam wadah tangannya memerah itu masih sangat panas
Membuka celemaknya
Setelah selsai langsung dimasukan ke dalam kulkas agar lebih cepat dingin
Sembari menunggu Dave menghampiri Violet yang tengah asik dengan filmnya sepertinya sangat seru
Duduk di samping Violet dan langsung merangkulnya agar lebih dekat
"Dave tokoku bangkrut..." Dave mengelus rambut violet mengecupnya dengan gemas
"Baguslah istriku tidak boleh bekerja nanti ia kelelahan..."
Violet mendengus "jahat" ujar violet sembari terus memasukan makanan ke dalam mulutnya
"Aku tahu.. dan sayangnya kamu mencintainya..." Violet tertawa kecil ia mendongak
"Sayangnya itu benar..." Keduanya kembali tertawa
"Permisi nyonya besar... Pesanan anda sudah sampai..."
Violet mengambil kotak besar yang Petra berikan padanya itu adalah camilan baru
Pantas saja Dave merasa aneh karena Petra tidak terlihat sendari tadi ternyata tengah menjalankan misi dari nyonya rumah
"Sayang... Kamu akan terlihat lebih menggemaskan jika pipi ini menjadi lebih besar..."
Violet mendatarkan kembali wajahnya tidak suka dengan apa yang Dave ucapkan
Dave ingin violet gemuk? Ayolah itu tidak akan terjadi violet akan menjaga tubuhnya tapi jika itu bisa
"Aki tidak gendut... Kamu yang gendut..." Ujar violet memakan kembali camilannya
Dengan tubuh atletis seperti ini Dave dikatai gendut oleh istrinya? Apa violet tidak lihat otot bisep nya?
Dave membuka kaos yang ia kenakan memperlihatkan tubuh kotak-kotak Dave yang sangat menggiurkan
Dave menarik tangan violet menyimpannya di atas perut Dave
"Apa?" Tanya violet yang masih bingung dengan tingkah Dave
"Tubuhku ini memang dibuat untuk menggoda seorang violet..." Violet menaikan satu halisnya lalu menarik kembali tangannya
"Bilang saja jika untuk menggoda wanita lain... Aku tidak akan marah... Lagi pula tak apa jika kamu mau selingkuh asalkan semua harta kamu milikku... Dan jangan lupa jika aku akan buat kamu menjadi gelandangan dan meminta-minta pada orang lain lalu kamu memohon buat rujuk sama aku... Sudahlah aku benci kamu..."
Dave kagum dengan semua perkataan violet yang menurutnya itu sangat tidak masuk akal apalagi violet yang sekarang menjadi gila harta tak apa itu hanya sebuah lelucon
__ADS_1
Dave mendekat Violet ke dalam pelukannya
"Aku juga mencintaimu..."