
"aku tidak mau!!... Kau ingin saraf otaknya rusak?!... Aku sudah bertahan disini cukup lama... Aku akan pulang!..." Anon berbalik langsung membuka pintu dan pergi untuk pulang menemui istrinya
Dave tidak mencegahnya pikirannya sedang tidak jernih ia harus tenang ia tidak boleh emosi karena bisa saja ia melukai Violet ia tidak mau Violet terluka karenanya
Sekarang Dave tengah duduk di kantornya sangat jarang Dave duduk disana tapi mau bagaimana lagi setelah kejadian Dave membentak Violet sudah tiga hari ia tidur di kantor ia tidak mau bertemu Violet terlebih dahulu sebelum emosinya stabil
Dan sudah tiga hari juga Violet tidak keluar dari kamar besar tersebut ia hanya duduk di ranjang setiap harinya para pelayan akan membawakan makanan untuk Violet
Bahkan Rykel yang meminta mohon untuk masuk saja dilarang betapa bosannya mereka berdua dan bertapa rindunya tidak bisa bertatap muka di rumah yang sama
"Minggir!... Aku ingin bertemu mommy!... Jangan halangi aku!..." Teriak Rykel saat para bawahannya mencegahnya membuka pintu kamar utama
"Maaf tuan muda... Ini perintah dari tuan besar..." Ujarnya dengan sopan membuat Rykel jengkel
'pria ini sangat menjijikan bukan? Gejolak kan amarahmu bakar api dalam jiwamu! Jangan biarkan orang yang menghalangi jalanmu!'
Srak
Begitu mudahnya Baran menghasut Rykel untuk mengeluarkan emosinya dan Rykel sangat bodoh tidak bisa mengendalikan emosinya
"Paman?! Sudah lama kita tidak berjumpa!!" Senyuman yang membawa petaka bagi siapapun yang melihatnya membuat para penjaga tersebut ketakutan dan saling memandang satu sama lain
"Tuan muda kami mohon kami hanya menjalankan perintah..." Baran tertawa kecil "Untuk apa kau panggil aku TUAN MUDA jika kau sendiri tidak menuruti PERINTAHKU!!"
Brak!
Baran berputar melayangkan kakinya ke arah rahang membuat salah satu penjaga disana langsung pingsan Baran bisa mendengar Rykel berteriak Baran juga merasakan dorongan kuat di jiwanya
"Tuan muda ampun... Ampuni saya..." Ujar salah satu penjaga lain disana dan memang penjagaannya tidak ketat bagaimana bisa Dave hanya menempatkan dua penjaga kecil seperti ini di tengah Rykel yang kapan saja bisa berubah menjadi Baran
"Diam!!" Baran berteriak bergigi lantang membuat sang penjaga terduduk takut padahal Baran tengah kesal pada Rykel yang terus berbicara
'apa kamu gak denger?! Apa pemdengarammu tidak berfungsi?! Berhentilah!!'
Baran melirik penjaga tersebut tangannya menggapai pipi sang mengelusnya "tu-tuan muda ampuni saya... Saya hanya menjalankan perintah tuan bes-- ARGHHH!!!"
Apa yang terjadi? Well baru saja Baran mencabut telinga kanan penjaga tersebut membuatnya menjerit kesakitan
Baran mendekatkan telinga tersebut ia menjilat darah yang menetes cukup banyak
"Mungkin pendengaranku sedang rusak!! Jadi aku meminjam milik pria ini!! Silahkan bicara sepuasmu!!" Rykel bungkam dengan apa yang Baran perbuat
Ceklek
Baran melirik pintu yang terbuka dan itu Violet
Baran menyunggingkan senyumannya
__ADS_1
'nggak! Baran aku mohon jangan!'
"Rykel?... Ka-kamu apain mereka?!..." Violet melihat salah satunya tengah menangis memegangi telinganya dan Violet melihat telinga di tangan Rykel
Deg
Violet ingat ia melihat mata hitam tersebut dan Violet harus menghindar ia tau jika dihadapannya ini adalah Baran bukan Rykel
"Mommy... Aku rindu padamu aku sangat ingin memelukmu..." Baran berkata dengan anda manja matanya mengeluarkan air mata
Baran melangkah mendekat membuat Violet mundur "mommy?... Ada apa kenapa mommy takut?... Ini aku anakmu..." Violet menggeleng ia tahu anak dihadapannya ini Baran yang akan membunuh siapapun yang ia mau
Salah seorang pelayan yang tengah mendengar musik sembari mencoba mengambil sesuatu di dalam sakunya tak melihat ke depan dimana ada Baran yang tengah memunggunginya
Baran melirik ke samping ia bisa mendengar suara langkah yang mendekat tangannya perlahan bergerak ke atas meja menggenggam vas bunga yang terbuat dari kaca
Violet yang melihat itu mengerti apa isi pikiran Baran dengan cepat Violet berlari menuju pelayan tersebut tapi nihil baru saja selangkah vas itu mengenai tepat kepala pelayan tersebut
Pelayan tersebut terduduk memegangi kepalanya tengah merasakan pusing yang amat luar biasa ia mendongak menatap Baran yang mensejajarkan wajahnya dengan pelayan tersebut
"Sakit?!!" Baran berdiri menatap Violet yang menutup mulutnya tak percaya
Smirk kemenangan Baran perlihatkan pada Violet dan
Brak
"BARAN!!..." Teriak Violet berlinang air mata kepala Violet sangat sakit saat melihat hal seperti ini banyak ingatannya yang sudah mulai kembali Violet terduduk kepalanya sangat sakit dan akhirnya Violet pingsan
Baran melangkahkan kakinya mendekati Violet
'berhenti Baran! Menjauhkan dari mommy!'
Baran menyingkirkan rambut Violet yang menghalangi wajah cantiknya lalu menepuk bahu Violet "Bangun!! Jangan mati dulu!!" Sangat lancang ucapan Baran membuat Rykel marah dan terus berontak
"Percuma Rykel!! Semakin marah engkau semakin kuat aku memiliki ragamu!!" Baran berdiri ia memasukan tangannya ke dalam saku celana lalu kakinya diangkat setinggi mungkin mengarah langsung ke kepala Violet
"Selamat tinggal mommy.." Baran tersenyum
Syutt
Pisau lipat menancap tepat di bagian punggung Baran ia mencabutnya dan merasakan perih yang luar bias ia berbalik ternyata Dave tengah menatapnya dan serptinya ia sangat murka terlihat matanya yang melotot tangannya yang digenggam kuat Dave melirik Violet yang terkapar di lantai
"Sepertinya pertarungan sesungguhnya akan segera dimulai pak tua!!" Baran menegakkan tubuhnya menggerakkan tangannya agar lebih leluasa "aku akui kemampuanmu memang di atas rata-rata!! Tapi kita lihat apakah kau memang bisa melukaiku sedangkan kau tahu jika istri tercintamu sangat menyayangiku!!" Baran tertawa
"Kenapa kau hadir di hidupku?!!" Dave bertanya dengan menggertakan giginya
Baran tertawa terbahak-bahak "pak tua apakah kau lupa jika aku adalah cerminan dirimu?!!"
__ADS_1
Habis kesabaran Dave ia sangat ingin mematahkan leher anak kecil di hadapannya ini
"Come on pak tua!! Hari ini detik ini juga adalah hari dimana kita memiliki keinginan yang sama!! Dimana kita sangat ingin membunuh satu sama lain!!" Baran menyunggingkan senyumnya
Dave melipat kemejanya sampai siku wajahnya ia buat tenang agar ia bisa lebih menikmati menguliti Baran tatapan mereka berdua sangat tajam
mengambil ancang-ancang ia bersiap menghadapi Dave begitu pula Dave ia bersiap dan keduanya berlari menghampiri satu sama lain
Baran yang paling pertama melayangkan pukulannya dan Dave menepisnya dan langsung membalas nya tepat di bagian perut
Baran yang tidak terima kembali maju dan melayangkan pukulan beruntun yang semuanya bisa Dave tepis dengan mudah
Buagh!
Baran tersungkur memegangi pipinya yang terasa sangat sakit ia bisa merasakan sesuatu yang amis di mulutnya
'hentikan jangan bertarung lagi! Sudah cukup Baran!'
Baran berdiri ia mengambil pisau lipat yang tadi ia buang di lantai
"Apakah kau tidak suka pertarungan tangan kosong?!! Sepertinya kau lebih banci daripada Rykel!!" Baran membulatkan matanya bagaimana bisa ia dibandingkan dengan Rykel
"Tutup mulutmu sialan!!" Baran berlari dan dengan cepat mengarahkan pisaunya ke dada bidang Dave
Jleb!
Baran terdiam ini seperti mimpi bagaimana bisa pisau tersebut sekarang sudah menancap indah di perutnya bahkan ia tidak bisa merasakan apapun ia serpti melayang seakan tidak menginjak bumi
Dave menundukan wajahnya bocah ingusan serpti ini ingin bertarung dengannya? Mungkin bocah ini harus menunggu di kehidupan selanjutnya
Bruk
Baran terduduk lemas dan Dave berjongkok membuat Baran kesal karena Dave yang mengeluarkan senyum kemenangan
"Bahkan aku tidak mengoleskan racun pada pisau itu tapi bagaimana bisa kau selemah ini?!! Sia-sia latihanmu selama ini!!" Dave berdiri menyeret Baran ke dalam kamar utama
Ia membuka kaca jendelanya lalu menarik Baran agar duduk di jendela tersebut
"Kau akan merasakan apa yang anon rasakan!!"
Baran terkekeh "Pak tua ini sangat penuh perhatian!!.."
Dave sedikit melonggarkan cengkramannya "Dan kau orang spesial yang akan segera mati ditangan ku!!"
Baran sudah tidak kuat ia sangat lemas apalagi sebentar lagi ia akan terjatuh belakangnya adalah tanah mungkin jika ia jatuh dari sini ia akan cedera cukup parah
Perlahan Dave melepaskan genggamannya membuat Baran tak bisa menahan tubuhnya ia terjatuh dan mata hitam itu berganti menjadi hijau dimana Rykel yang memperlihatkan ketakutannya
__ADS_1
"TIDAK!!..."