Crazy Daddy

Crazy Daddy
jebakan


__ADS_3

"selamat datang tuan muda... Dan selamat datang untuk kalian semoga nyaman dan silahkan masuk...."


Bryn mengerjapkan matanya rumah ini sangat besar mungkin pantas jika di sebut istana begitu pula Aiden yang sendari tadi terus melihat sekelilingnya sangat banyak para lelaki berbaju hitam


"Masuklah..." Anak Rykel pada kedua temannya


Sebenarnya Bryn dan Aiden takut bertemu ayah Rykel tapi ini sudah terlanjur mau tida mau ia pasti akan bertemu


Tapi tunggu mungkin saja ayahnya Ryu tengah bekerja? Iya bukan? Ah sekarang mereka berdua sedikit lega


"Mommy...." Rykel berjakan menuju ruang tamu


Rykel tersenyum setelah melihat Violet yang tengah berjalan menghampirinya


"Ya Tuhan ibumu sangat cantik..." Ujar Bryn memandangi wajah Violet


"Astaga!" Bryn kaget saat ia melihat Dave berjalan di belakang Violet


"Diamlah kau membuat malu saja!" Ujar Aiden memarahi Bryn


"Duduklah..." Mereka berdua duduk


"Kalian ingin minum apa?..." Tanya Violet dengan senyumannya


"Ah.. tidak usah..." Ujar Aiden dengan senyumannya


"Apakah boleh aku meminum jus buah naga?..." Bryn berasal dari keluarga yang sederhana sangat beruntung ia bisa bersekolah disana


Dan tentu meminum minuman mahal atau sejenis jus sangat jarang


"Tentu..."


"Mommy apakah aku boleh minum jus strawberry?..."


Violet mengangguk mengelus kepala Rykel "tentu sayang... Kamu boleh minta apapun..."


Violet pergi menuju arah dapur Violet senang karena Dave tidak melarangnya mungkin karena ada teman Rykel ia sedikit memperbolehkan Violet beraktivitas


Dave memandang Violet lalu ia duduk di hadapan ketiga anak kecil itu


Kaki kanan berada di atas kaki kiri


Tangan kanan menopang wajahnya yang datar pandangan tajam membuat semua menunduk termasuk Rykel


"Kalian membuat istriku menjadi pelayan?... Istriku bukan babu!!" Semua tersentak kaget


Rykel mendongak menatap Dave "Daddy..." Rykel memohon


Dave mendecakan lidahnya ia berdiri berjalan ke lantai atas


Tak lama Violet datang dengan nampan dan minuman yang mereka pesan


"Tapi aunty aku tidak meminta jus buah naga..." Ujar Aiden saat Violet memberikannya jus yang sama seperti Bryn


"Karena kamu tidak meminta maka aunty buatkan..."


Panggilan aunty membuat Violet rindu grizelle anak dari kakaknya


"Terima kasih mommy..." Violet duduk di tempat Dave duduk tadi


"Aunty tinggal ya... Jika kalian lapar dan butuh sesuatu bilang saja pada bibi di sana..." Ujar Violet menunjuk pelayan

__ADS_1


Bryn dan Aiden mengangguk mereka meminum minumannya


"Mommy ke atas dulu... Have fun sayang..." Rykel tersenyum untung saja Violet lemah lembut tidak seperti Dave yang galak


"Rykel... Kau sangat kaya... Ibumu juga sangat baik... Hanya saja ayahmu kejam sekali..." Ujar Aiden dengan dahi mengkerut


"Tidak perlu takut... Daddy memang seper--"


"Aku lapar..." Hening. Dan tawa pun pecah wajah Bryn sangat memperihatinkan


"Baiklah kalian ingin makan apa"


*


"Dave sayang kamu kenapa?..." Dave tak menjawab ia masih berkutik dengan laptopnya


Violet mendekat ia naik ke atas ranjang duduk di samping Dave


"Sayang..." Violet mulai mengganggu Dave


Menusuk-nusuk pipi Dave


Mencubit kecil pinggang Dave tapi tak ada respon Dave masih mengacuhkannya


Violet mendengus ia merangkak masuk ke sela-sela tangan Dave duduk di paha Dave matanya langsung bertatapan dengan Dave


Violet tersenyum "marah?..." Dave memalingka wajahnya dan laptop menjadi pelariannya


Violet cemberut ia menusuk bahu Dave dengan dagunya


"Sayang?..."


Hening. Tak ada sahutan


Violet mulai berteriak tapi Dave masih tak menjawab


"Sayang!!..."


Dukkk


Dave kaget saat kepala belakang Violet terjeduk laptop


Salahkan Violet yang tiba-tiba melepas pelukannya dan tubuhnya tak seimbang lalu terjengkang ke belakang


Violet memegang kepala belakangnya


Dave terkekeh kecil ia mengangkat Violet menyimpan laptopnya lalu mengusap kepala Violet


"Sakit?..." Violet mengangguk rasanya memang sakit


"Maaf..." Ujar Dave merasa bersalah "di maafin" Violet berucap dengan wajah merah


"Dave kenapa sih?..." Tanya Violet dengan wajah kesalnya


"Aku gak suka jika kamu melayani mereka... Kamu bukan pelayan..."


"Cuman karena itu?!... Ya ampun sayang!... Kamu tu kenapa sih... Sensi amat tau gak..."


Cuman? Dave tau jika ini hanya hal sepele tapi ia tidak mau miliknya merendah pada orang rendah


*

__ADS_1


Rykel menghabiskan kuenya begitu pula kedua temannya yang memakan kue dengan lahapnya


"Rykel kenapa banyak sekali orang di luar?..." Tanya Aiden penasaran


Petra yang tengah berada di samping Rykel langsung melirik Rykel menunggu jawaban sang tuan muda


"Hanya berjaga..." Ujarnya dengan ragu


"Berjaga? Dari siapa?..." Tanya Bryn dengan polosnya


"Iya berjaga dari siapa?..." Aiden ikut bertanya membuat Rykel bingung harus menjawab apa


"Tuan muda di luar cuacanya cerah... Akan seru jika bermain bola di taman belakang..."


Tidak mungkin jika Rykel jujur dan berkata jika mereka berjaga dari musuh


"Ah benar... Mari kita keluar..." Bryn langsung berdiri mengikuti Rykel di susul oleh Aiden


"Anak kecil memang mudah di bodohi" Petra berbicara dengan dirinya sendiri wajahnya masih datar ia tidak suka anak kecil karena tuan besarnya tidak suka anak kecil


Aneh bukan jika Petra sangat terobsesi untuk melindungi dan mengikuti apa kesukaaan dan ketidak sukaan Dave


Waktu berlalu hingga tak terasa sore pun akan menjelang malam


"Aku harus pulang..." Ujar Bryn sembari mengambil tasnya


"Supirku akan mengantar kalian..." Bryn dan Aiden mengangguk


"Mana mommy mu?... Aku ingin pamit..." Ujar Bryn menengok penjuru rumah


"Sepertinya sedang bersama Daddy... Nanti saja pamitnya cepatlah pulang nanti orang tua kalian khawatir..."


Bryn mengangguk lalu masuk ke dalam mobil di susul Aiden di belakangnya


"Sampai jumpa besok..." Rykel melambaikan tangannya dan mobil pun melaju meninggalkan Rykel yang tak henti-hentinya tersenyum


"Eh mereka sudah pulang?..." Rykel menoleh disana Violet berjalan menghampiri nya


"Iya... Mommy dari mana Bryn tadinya mau pamit..."


"Mommy ketiduran..." Tadinya Violet hanya akan memejamkan mata tapi siapa sangka ia malah tertidur dan menyebarkannya Dave malah membiarkannya padahal ia tahu jika mereka tengah kedatangan tamu cilik


"Lain kali ajak mereka menginap..." Violet merangkul Rykel masuk ke dalam rumah


"Pasti... Tapi apakah tidak apa-apa?... Bagaimana dengan Daddy?..." Rykel tidak mau jika kedua temannya ketakutan seperti tadi karena ulah Dave


"Tenang saja... Mommy akan kurung Daddy supaya gak ketemu mereka..." Rykel tertawa jika orang yang mengurung Dave adalah Violet maka pasti Dave akan dengan senang hati menyerahkan diri agar di apa-apakan


Petra melirik handphone sang nyonya besar yang tengah berdering


Petra mengambil handphonenya ia mencari kontak Dave


"Tuan besar ada orang tak dikenal menelpon nyonya besar..."


Dave mengunggingkan senyumannya


Bingo


"Bawa kemari!!" Dave mematikan teleponnya


Petra mengambil handphone Violet membawanya kepada Dave ternyata musuhnya memang sangat bodoh

__ADS_1


Dengan cepat Dave melacak nomor tersebut sungguh hal bodoh jika mereka ingin meneror Violet


Secara tidak sengaja mereka memberikan lokasi mereka pada musuh


__ADS_2