
Cup
Dave mengecup kening Violet ternyata saat ia tiba di rumah Violet masih belum bangun padahal ini sudah pagi
Dave yakin Violet pasti bosan sekarang ia berencana untuk membawa Violet bertemu si kembar
Ya lebih tepatnya jalan-jalan ke luar negri dimana tempat anon tinggal
"Sayang..." Violet membuka matanya ia bisa mencium aroma Dave aroma musk yanf sangat mainly
"Astaga!... Dave ini kenapa?!..."
Shit! Salahkan Dave yang lupa akan lukanya
"Hanya luka kecil..." Violet bangun dari tidurnya mengambil obat merah dan perban
"Duduk!" Perintah Violet yang marah karena melihat luka Dave
"Sayang... Ini cuman luka kecil... Aku bisa tahan..." Violet tak menghiraukannya ia fokus dengan pipi Dave jika infeksi bagaimana
Setelah selsai Violet menyimpannya kembali lalu duduk berhadapan dengan Dave
Violet mencium sesuatu ia mendekat pada Dave berusaha mencium aroma di baju Dave
"Darah?... Kamu habis darimana?..." Dave menggenggam tangan Violet
"Sayang..." Dave mengecup punggung tangan Violet menyimpannya di pipinya yang sudah memakai perban
"Dengan begini saja aku sudah sembuh... Dan bau ini karena mereka yang telah menganggu kamu..."
Violet melepas pegangan tangan Dave ia menepis kasar tangan Dave
"Dave!... Kamu kenapa?!... Kenapa harus bunuh-bunuhan lagi?!!... Kamu kenapa sih hikss... Aku gak mau kamu gini terus hikss... Kapan kamu berubah Dave hiks... Aku mau keluargaku hidup dengan damai hikss... Jangan saling bunuh lagi hikss... Bahkan kamu sudah janji kenapa kamu ingkari hikss...."
Rykel yang haus dan ingin mengambil air tak sengaja mendengar suara tangsi sang ibu
"Mommy?..." Rykel berjalan mendekati pintu
"Apakah mommy dan Daddy sedang bertengkar?...."
'Bodoh!! Cepat pergi dari sana!!'
Rykel menurut ia pergi dan lanjut pergi ke dapur untuk mengambil minum
Baran tidak ingin Rykel mendengar pertengkaran kedua orang tuanya karena korban utama dari pertengkaran itu adalah sang anak
"Sayang..." Dave memegang tangan Violet yang menutupi wajahnya istrinya sedang menangis itu melukai hatinya
"Nggak! Aku mohon biarin aku sendiri..." Dave menarik Violet ke dalam dekapannya
"Mereka mengincar kamu... Tujuan utamanya memang aku... Tapi kamu adalah prioritas utama ku... Aku tidak akan membiarkan mereka... Jangankan menyentuh... Melirik saja akan ku congkel mata mereka... Aku mencintaimu sayang... Jangan menangis kamu membuatku terluka...."
Violet melepas pelukannya ia mendongak "mereka? Siapa yang kamu sebut mereka?..." Dave tersenyum mengusap wajah Violet yang basah
"Dulu hingga sekarang banyak orang yang membenciku... Dan mereka memanfaatkan kamu yang merupakan kelamahanku... Aku tidak ingin kamu terluka..."
Violet memeluk Dave ia merasakan cinta Dave yang begitu besar melebihi dirinya pada Dave
"Jangan menangis lagi..." Ujar Dave sembari mengusap kepala Violet
__ADS_1
"Aku cinta kamu Dave... Aku sangat mencintaimu..."
Dave tersenyum ternyata air mata bahagia kalau begitu ia tidak akan melarang nya untuk menangis
"Apakah kamu ingin bertemu si kembar?..." Violet mengangguk
"Bersiaplah... Kita akan kesana..."
*
"Arnon diam disana!..." Anon memijat keningnya kenapa salah satu dari anak kembarnya sangat nakal seperti ini
"Kamu makan eskrim di pagi hari seperti ini?..." Arnon menggeleng ia membuka kedua tangannya dan itu kosong
Tapi ia tidak tahu jika di bibir atasnya ada eskrim yang belepotan membentuk kumis
"Lalu apa itu di mulutmu..." Arnon menjilat bibir atasnya dan itu manis ia suka
"Ini eskrim..." Anon menghela nafasnya anaknya sangat polos atau bodoh? Kenapa ia bisa membuat tuyul kecil seperti ini
"Apakah Noel memakannya?..." Tanya anon karena ia tidak melihat Arnold
"Tadinya aku akan memberinya satu... Tapi ia menolak dan memilih bertemu mami..."
Akhirnya ada satu anak yang menurut dan tidak nakal seperti Arnon
"Lalu kenapa kamu memakan eskrim?..."
Arnon memutar bola matanya "karena ingin...." Oke itu jawaban yang mantap
"Kembali ke kamarmu..." Arnon menurut ia kembali ke kamarnya
"*Halo?"
"Jangan kemana-mana aku akan main ke rumahmu dengan Violet dan juga Rykel"
"Hei aku tuan rumah mengapa kau memerintah?"
"Kau ingin ku tarik semua bodyguardku agar pulang kemari?!"
"Kau ini aku kan hanya bercanda janganlah galak-galak seperti itu cepatlah datang aku sudah rindu padamu"
"Kau sangat menjijikan*"
Tuuuutttt
Anon menatap handphonenya "kau sangat menyebalkan kau menjijikan Dave!.. ingin sekali ku memukulmu.... Tapi aku takut..."
Anon berjalan menghampiri elija ia memberi tahu jika Dave dan keluarga kecilnya akan datang kemari mungkin besok pagi baru sampai
"Mau roti Belanda..."
Anon melotot kaget jika itu Dave mungkin sekarang juga roti itu akan sampai tapi ini anon ia harus menyuruh siapa
"Tapi sayang... Masa aku harus kesana..." Elija cemberut ia menggulung dirinya dengan selimut
"Pergi aku benci kamu..." Anon bingung jika pergi ia pasti akan disiksa oleh Dave dan jika tidak pergi ini adalah keinginan bumil
Anon mengambil handphonenya menekan nomor Dave
__ADS_1
"*Dave kau kan baik bisakah kau belikan roti Belanda"
"Kau memerintahku?"
"Bukan begitu aku minta tolong"
"Tidak"
"Aku mohon aku akan melakukan apapun untukmu"
"Baiklah*"
Tutttt
Sial Dave memanfaatkan semuanya Sekarang bagaimana masih anon apa yang akan Dave lakukan padanya
"Sayang... Besok rotinya akan sampai..."
Elija membuka selimutnya ia tersenyum lalu memeluk anon
"Makin cinta sama kamu..."
Anon mengelus punggung elija ternyata kebahagian bumil adalah makanan bukan suami
Biarlah anon yang menderita agar keluarganya bahagia
"Sayang aku mau kamu buatin bolu kukus...." Elija mengeluarkan puppy eyes nya
"Tapi aku tida bi--"
"Yasudah" elija menggulung dirinya dengan selimut lagi
"Baiklah..." Anon berdiri membuat elija senang dan duduk sembari menunggu sang suami membuat bolu kukus
Tak lama Ano datang dengan bolu kukusnya sebenarnya cukup lama bahkan hampir tiga jam entah apa yang anon lakukan di dapur
"Nah sayang makanlah..." Elija memandang bolu tersebut dari bentuknya saja itu sudah sangat tidak memungkinkan
"Tidak jadi... Aku maunya kamu yang makan..." Anon tertawa hambar jika tau seperti ini ia akan membuatnya dengan asal-asalan
Anon mengambil satu bolu kukus tersebut memasukannya ke dalam mulutnya
Tidak enak.
Itu yang anon rasakan rasanya sangat tidak sopan bagaimana bisa anon menabur micin di atasnya hanya untuk sebagai penambah rasa untung saja elija tidak memakannya
"Lagi... Abisin.." anon mengangguk dan memakannya dengan lahap agar elija tidak memakannya
Sudah anon katakan biarlah anon yang menanggung penderitaan agar keluarganya bahagia
Setelah habis anon menaruh piring tersebut di atas laci lalu ia meminum air putih hingga habis rasanya sangat enek
Anon duduk di depan elija wajah anon sangat menyedihkan ia sangat ingin muntah karena terlalu banyak memakan bolu kukus mengerikan itu
"Cium"
Anon menggeleng ia tidak mau elija merasakan bibirnya yang tidak enak itu
Elija berekspresi marah lalu mengecup bibir anon dan sedetik setelah itu elija muntah
__ADS_1