
Keesokannya mereka sudah berada di bandara Indonesia mereka masuk ke dalam mobil dan pergi menuju rumah anon yang lumayan jauh dari sana
Rykel yang duduk di tengah Dave dan juga Violet masih tak habis pikir dengan pria dewasa kemarin
*Flashback on
Semua bersiap menuju mobil untuk pergi ke bandara
Rykel keluar dengan menghirup dalam udara di luar rumahnya ia melirik para bawahan yang kelelahan salahkan mereka yang membuat Baran kesal
Rykel berjalan menuju mobil "apa itu..." Rykel melihat sesuatu di balik pagar
"Tuan muda... Itu lelaki semalam..." Rykel mengerutkan keningnya bukannya Baran sudah mengusirnya
Rykel menghampirinya "kenapa kembali lagi?..." Sangat berbeda dengan semalam anak kecil ini terlihat seperti anak kecil pada umumnya
Apakah jika malam maka ia akan menyeramkan? Dan siang akan terlihat imut? Aneh
Baran tau apa yang ia pikirkan
Srakkk
"Apa?!! Kau memang ingin mati?!! Baiklah!!"
"Ee... Tunggu!... Aku hanya ingin kau membantuku..." Baran memutar bola matanya malas kasihan sekali amatiran ini
"Culik. Ikat. Selesai." Kevin membulatkan matanya sangat singkat padat dan tidak jelas
"Tapi aku tidak tega... Apa kau bisa membantuku?..."
Baran berbalik sangat tidak berguna berbicara dengan pedo amatir seperti Kevin
"Kau memiliki dua kepribadian..." Ujar Kevin yang tidak membuat Baran menghentikan langkahnya toh itu memang benar
Kevin memutar otaknya "Akan ku beritahu ibumu tentang perkelahianmu..."
Baran berhenti ia sudah cukup sabar meladeni orang seperti Kevin tapi malah ancaman yang ia berikan pada Baran
Dan mengapa harus membawa Violet dimana yakni Violet adalah kelemahan terbesar seorang Rykel dan menjadi kelemahan bagi Baran
"Kau benar-benar ingin mati?!!" Kevin menggeleng ribut ia tau jika perkataannya sangat tidak mainly tapi ia sangat menyukai Ariestya
Baran menoleh saat melihat Violet dan Dave yang tengah menghampirinya
"Bagaimana?..." Tanya Kevin membuat Baran semakin geram "pergilah!!"
Kevin mengepalkan tangannya ia menatap Violet melangkah ingin menghampiri Violet
Dengan cepat Baran menghadangnya senyuman sinis Baran berikan tangan kecilnya mencekik leher Kevin
"Matilah!!" Baran semakin geram
__ADS_1
"Rykel?..."
Baran berhenti ia berbalik "Baran?..." Untung saja Violet tidak melihat Baran yang tengah mencekik Kevin
"Ya mommy?..." Violet melirik Kevin ada yang aneh mengapa ia memegang lehernya
"Ada apa?... Ini teman kamu?..." Baran menggeleng ia menatap tajam Kevin dengan senyumnya
"Dia aku tidak mengenalnya..." Kevin menatap Baran lalu beralih pada Violet
"Sampai kapan kau ingin menatap istriku?!!" Kevin menoleh pada Dave mengapa anak dan ayah ini sangat menakutkan
"Tidak tuda.. sa-saya hanya sedang mengobrol dengan Rykel..." Violet mengerutkan keningnya
"Tapi ini Baran..." Ujarnya dengan suara pelan "sayang... Mari kita masuk biarkan mereka mengobrol..." Violet mengangguk mengusap kepala Baran lalu mereka berbalik
Dave tahu jika Baran sudah keluar lelaki tadi pasti sedang mencari masalah dengan Rykel biarlah toh Baran tidak akan kalah
"Aku mohon..." Kevin menyatukan tangannya ia sangat ingin disukai Ariestya tapi ia tidak tahu bagaimana caranya
"Kenapa aku harus mengikuti permintaan mu?!! Sedangkan kau malah mengancam ku!!"
"Aku tidak akan mengancammu jika kau membantuku..." Baran tertawa kecil sungguh lucu sekali amatari di depannya
"Tidak masalah kau megancamku!! Hanya saja kau telah membawa ibuku di dalam masalah ini!! Tidak perlu aku ikuti kemauanmu aku bisa langsung membunuhmu detik ini juga!!"
Kevin mebggelang ia bersujud di hadapan Baran
Baran mengangkat kakinya ia sudah bersiap untuk menendang jauh sampah di hadapannya
'berhenti! Nanti kita bantu dia sekarang Mari kita pergi'
Baran menghela nafas panjangnya "Akan aku bantu jika kau diam disini hingga aku pulang!!" Baran berbalik masuk ke dalam mobilnya sungguh apakah lelaki itu tidak lelah? Banyak wanita dewasa di dunia ini kenapa ia harus jadi pedo
Flashback off*
Tak menunggu lama mereka pun sampai di rumah anon
Anon dan elija sudah berdiri di depan rumah ia tau Dave sudah sampai karena bawahan Dave yang memberi tahu
Dave dan Violet turun dari mobil ia menghampiri anon dan juga istrinya
"Hai apa kabar... Kamu sangat cantik..." Ujar Violet sembari cepaka-cepiki pada elija dua perempuan itu langsung masuk ke rumah meninggalkan para lelakinya di luar
"Merepotkan!!" Ujar Dave sembari menyilang kan tangannya di depan dada
Anon menaikan satu halisnya baru juga sampai ia sudah mengajak ribut anon
"Baru datang ngomong gak jelas! Mau gelud?" Ujar anon dengan watafos
Rykel berjalan mendekati Dave yang tengah memunggunginya
__ADS_1
"Hai paman..." Anon menoleh ia tersenyum ia bersyukur Rykel baik-baik saja
"Rykel... Apa kamu lelah?... Masuklah..." Rykel mengangguk dan berjalan masuk ke dalam rumah
"Rotimu!! Itu sangat mahal!!" Dave berlalu meninggalkan anon yang melirik Petra dengan Bulusan besar ditangannya
"Tuan ini rotinya..." Ujar Petra sembari memberikan roti tersebut pada anon
Bagi seorang Dave tidak mungkin memberi roti saja hingga membuatnya berkata bahwa roti ini mahal
Apa sebenci itu Dave pada anon hah sungguh nasib anon yang begitu malang
"Oya.. mana si kembar?..." Tanya Violet tidak sabar ingin melihat anak kembar elija
"Mami.." Violet dan elija melirik ke arah tangga dimana salah satu dari si kembar tengah menuruni tangga sembari mengucek matanya
Dave yang baru sampai langsung duduk di sofa di samping Rykel
"Noel menangis lagi..." Ujar arnon sembari terus mendekat dengan mata yang tertutup
Semua tidak ada yang bicara mereka memperhatikan arnon yang mulai berjalan ke ruang tengah
Anon yang baru datang hanya berdiri sembari menatap anak nakalnya
"Padahal aku masih mengantuk..." Arnon berdiri di depan Violet ia naik ke atas oangkuan Violet
Membuka matanya sedikit lalu mengerjap lucu
"Mami?... Kenapa tambah cantik?... Mami Operasi plastik kah?... Kalau begitu sekalian ganti papi saja..." Violet tertawa kecil bagaimana bisa pemikiran anak kecil seperti ini
"Noe.." Arnon menoleh pada elija "eh?.." menoleh pada Violet lalu kembali menoleh pada elija "mami?..." Elija mengangguk "kemari sayang kamu duduk di pangkuan orang lain..." Arnon menggeleng
"Hikss!... Huwaaaaaa!... Noe kenapa tinggalin aku!.... Huwaaaaaa!...."
"Ck! Berisik!!" Ujar Dave memjitak keningnya
Anon memangku Arnold dan mendudukkannya di pangkuan elija
"Mami Noe jahat!..." Elija mengelus kepala sang anak "benarkah?... Kasihannya anak mami..." Arnold melirik Arnon
"Kamu sedang dengan siapa?..." Tanya Arnold melirik Violet
Arnon langsung memeluk Violet dengan erat wanhinya ia suka
"Ini mamiku..." Arnold membulatkan matanya yang sudah berkaca-kaca "huwaaaa.... Tidak mau! Noel tidak mau punya mami tiri! Mereka jahat... Huwaaaaaa..."
Rykel merasakan kehangatan keluarga ini sangat seru memiliki saudara kandung dan ia sangat menantikan hal itu dimana ia akan memegang tangan kecil sang adik
Menjadi pegangan untuk sang adik jika ia berdiri dengan tidak seimbang
Itu sangat menyenangkan sekali Rykel sangat menantikannya semoga saja untung saja daddynya sangat bernafsu
__ADS_1
'Kau tidak kasihan pada mommy?!! Ia pasti kewalahan menyeimbangi permainan Daddy!!'