
Ting tong...
Anon berdecak siapa yang pagi buta seperti ini bertamu ke rumahnya eh ralat rumah sahabatnya "iya tunggu sebentar.." anon ingat jika Dave belum pulang mungkin itu Dave "hoam.. Dave sialan kenapa pulang pagi dini hari seperti ini... Lebih baik kau tidak pulang..." Gerutu anon di depan pintu ia membuka pintu utam tersebut
"Astaga!... Paman anon?... Ah ternyata kamu sudah sembuh.. apa kabar paman hehe..." Rykel yang merasa tidak enak telah menjatuhkan anon dari lantai dua sangat malu bahkan sekarang ia tengah menunduk walaupun kenyataannya Baran lah yang membuat anon terjun bebas tapi raganya lah yang Baran gunakan "sepagi ini kamu pulang?.. masuklah diluar dingin..." Anon hendak menarik tangan Rykel "tunggu paman... Tolong bantu aku mengangkat mommy di mobil... Dia pasti sangat lelah..." Anon yang sudah berbali akhirnya membalikan badannya lagi "apa? Mommy?..." Rykel mengangguk lalu berjalan menuju mobil ia membuka pintu mobilnya
"Ini gila... Bagaimana bisa kamu membawanya kemari?..." Rykel yang tidak mengerti hanya mengedipkan matanya lucu "Daddymu sedang gila... Sebaiknya kamu tinggal di apartemen paman dulu..." Ujar anon berusaha membantu "benarkah?!... Ya ampun aku harus segera pergi!..." Saat Rykel hendak masuk ke dala mobil
Tin.. tin..
Suara klakson mobil di balik pagar membuat mereka berdua terdiam "paman aku harus bagaiman?... Daddy sudah pulang..." Anon bingung kakinya tak bisa berhenti bergerak maju mundur "baiklah begini saja..."
Dave memasukan mobilnya ke bagasi dan saat ia turun ia melihat mobilnya yang Rykel gunakan untuk antar jemput bandara "apakah anak itu sudah kembali?..." Dave berharap jika Rykel kembali dengan seseorang yang sedang saat ini tengah ia rindukan tapi nyatanya saat Dave masuk ke dalan rumah hanya ada Rykel dan Anom yang tengah berbincang
"Daddy?... Kenapa jam segini baru pulang?..." Rykel mendekati Dave yang juga tengah berjalan ke arahnya "menyingkirkan aku lelah!!" Bagaimana bisa nada dingin seperti ini yang Rykel rindukan beberapa hari ini "baiklah selamat istirahat Daddy.." Dave tak menjawab ia berbalik dan berjalan menuju kamarnya
Prang!..
Dave yang tengah berjalan menuju kamarnya melirik pintu kamar tamu apakah ada seseorang disana? Sepertinya tadi ia mendengar suara benda jatuh "maaf nyonya saya tidak sengaja..." Itu suara Elly tapi siapa yang ia panggil nyonya? Ini mencurigakan Dave mendekat "kamu terluka?..."
Deg!
__ADS_1
Dave membelalakkan matanya saat ia mendengar suara tersebut apakah ini imajinasinya yang terlalu tinggi? Kenapa begitu jelas? Dave melirik Rykel dan Anom yang sepertinya tengah panik karena Dave berdiri di depan kamar tersebut
Ceklek
Seorang wanita yang tengah mengobati maidnya yang tengah terluka betapa bahagianya Dave melihat wanita cantik nan imut itu tengah menatap ke arahnya bahkan tatapannya sangat hangat mungkin benar Dave memang tengah merindukan Violet bahkan saat ini ia ingin berteriak karena bisa menatap wanita yang tengah dirindukannya
Dave berlari dan langsung memeluk Violet membuat Elly terkejut dan berdiri seharusnya Elly menyembunyikan Violet tapi ia malah ceroboh memecahkan gelas yang baru saja ia berikan pada Violet
"Aku mohon jangan pergi lagi Vi... Tinggallah bersamaku disini aku janji akan buat kamu bahagia... Aku mohon sayang jangan pergi lagi..." Violet menatap Dave yang tengah berkaca-kaca "Dave?.." senyuman terukir di wajah Dave betapa ia merindukan suara itu memanggil namanya lagi dan untuk pertama kalinya dalam hidup Rykel ia melihat senyuman di wajah Dave "kamu Dave?... Berarti kamu Daddy Rykel... Perkenalkan aku Violet..." Wajah Dave menjadi menyeramkan
Dave berdiri "jaga dia jangan sampai nyonya keluar dari kamar ini!!" Ujar Dave pada Elly yang dibalas anggukan dan dengan cepat Dave berbalik menarik kerah anon dan menyeretnya ke luar ruangan Rykel yang kaget pun mengikuti Dave
"Dia kenapa?... Kenapa kasar begitu?... Lalu itu Rykel mau kemana?..." Violet mulai khawatir ia hendak berdiri "tidak nyonya sebaiknya tetap disini..."
Dave membanting anon ke meja hiasan di depan tembok "sepertinya patah lagi..." Ujar Anon berbisik saat ia merasakan tanganya kembali merasakan linu yang amat luar biasa "kau bilang ia akan ingat kembali saat melihatku!!" Dave murka "Daddy tenanglah..." Rykel meraih tangan Dave
Bugh
Pukulan kasar Dave berikan pada Rykel membuat bibirnya mengeluarkan darah yang cukup banyak "Dave! Tenanglah biar aku jelaskan!!..." Dave menatap tajam anon yang sepertinya memang ketakutan "bicaralah!!" Dave memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya
"Aku tidak pernah mengatakan jika kalian bertatap muka maka Violet akan ingat semuanya... Aku hanya bilang bahwa kau yang bisa membuatnya ingat semuanya kembali... Jika itu psikologi mungkin dengan tatap muka saja ingatan Violet akan kembali... Tapi sadarlah Dave dia hilang ingatan butuh waktu untuk mengembalikan ingatannya..." Sepertinya perkataan anon benar mungkin Dave yang terlalu emosional
__ADS_1
"RYKEL!!.." Dave berbalik saat ia mendengar Violet berteriak dan berlari menghampiri Rykel yang terduduk sembari memegangi bibirnya
"Kamu kenapa?!.. ah kenapa berdarah?!..." Violet menangkup wajah Rykel yang meringis kesakitan "kamu juga kenapa?..." Violet bertanya saat melihat anon yang tengah memegangi tangannya dan dengan cepat Violet melirik Dave
Hancur hati Dave saat ia melihat tatapan benci dari Violet bahkan terakhir kali ia melihat tatapan itu saat Violet berteriak padanya dan setelah itu tragedi mengerikan itupun terjadi dimana Agra hendak membunuh Violet
"Sepertinya saya salah telah membawa pulang Rykel..."
Saya? Sepertinya Dave sudah menjadi orang asing di mata Violet "Vi?... Aku mohon jangan seperti ini... Mari aku jelaskan..."
"Nggak!" Violet membantu Rykel berdiri "kita pulang ke rumah mommy... Tinggalkan orang yang gak menghargai kamu... Buat apa kamu masih sebut dia Daddy?... Dia gak pantas buat kamu..." Rykel membelalakkan matanya ia terkejut dengan semua perkataan Violet begitu berani Violet menentang Dave hanya demi dirinya? Sungguh Rykel sangat menyayangi Violet
Violet membantu Rykel berdiri "apa itu sakit?.." Rykel menggeleng "ah.." Violet terkekeh saat ia menyentuh luka di bibir Rykel "mommy tau itu sakit..." Rykel tersenyum mereka berbalik berjalan menuju pintu utama
"Berhenti!!" Tidak ada nada perintah didalamnya "Violet melirik Dave yang sepertinya sedang marah mungkin karena ia membawa Rykel lelaki itu jadi marah "Dave tenanglah... Kau harus mengerti situasinya..." Ujar Anon karena ia juga sudah mulai takut dengan hawa dingin disekitarnya
"Jangan dengarkan dia... Sebaiknya kita pulang..." Dave menggeram saat Violet malah terus berjalan "Violet carammelle berhenti disana..." Violet membeku bagaimana bisa orang itu tau nama lengkapnya "bagaimana bisa kamu mengambil dia... Sedangkan dulu kamu menelantarkannya..." Dave mendekat berhadapan langsung dengan Violet yang sepetinya tak bisa berkata apa-apa
Dave menyunggingkan senyumnya "sebelum dia lahir bahkan kamu sudah memberikan hak asuhnya padaku... Seegois inikah kamu?... Bagaimana bisa kamu tidak menerima darah daging kamu sendiri?... Tapi tidak apa jika kamu memang menginginkan dia... Aku hanya akan bertanya apakah kamu tau kelainan yang dia miliki?..."
"Cukup!" Dave melirik Rykel yang berteriak dengan nyaring "aku mohon Daddy jangan bicara lagi... Biarkan aku pergi dengan mommy..." Dave tertawa "lalu mau apa kau kemari?..." Perkataan Baran memang benar mereka berdua tidak akur dan malah membuat kesengsaraan Rykel bertambah
__ADS_1
"Aku kira aku akan bahagia setelah kalian bersama tapi nyatanya..." Rykel mengepalkan tangannya matanya sudah mulai berkaca-kaca tapi tangan hangat Violet menggenggam tangan Rykel "tidak peduli sepeti apa aku di masa lalu... Karena aku yakin aku tidak akan seperti itu jika bukan kamu penyebabnya... Dan aku tidak peduli dengan kelainan yang Rykel miliki... Aku tetap menyayanginya karena apa? Karena dia ANAKKU..."