Crazy Daddy

Crazy Daddy
Amarah


__ADS_3

Jam menunjukan pukul sembilan malam tapi Rykel tak kunjung pulang itu membuat Violet khawatir


"Sayang... Masuklah diluar dingin..." Violet merasakan tangan Dave yang melingkar di perutnya "Tapi Rykel belum pulang..." Dave menghela nafasnya "Aku yakin sebentar lagi dia pulang..." Dave menuntun Violet masuk ke dalan rumah


Dave mendudukan Violet di sofa ruang tamu "Dia pasti pulang..." Dave menghibur Violet agar tidak terlalu khawatir pada bocah itu


Dave mengelus kepala Violet ia mendekat mengecup singkat bibir Violet "Dia sudah besar... Mungkin dia sudah lama tidak bertemu temannya..." Dave membaringkan Violet dengan hati-hati


Violet tau arah pembicaraan Dave "Tapi aku khawatir..." Dave tersenyum ia mengecup singkat kening Violet "Pikirkan aku juga... Tepati ucapanmu..." Dave mencium bibir Violet ciuman yang sangat dalam Violet saja tidak bisa menolak


"Uhh.." lenguhan Violet membuat nafsu Dave semakin besar tangan nakal Dave tidak diam tangan kanannya masuk ke dalam kaos milik Violet terus naik hingga ia mendapatkan apa yang ia cari sedikit remasan agar Violet juga ikut terangsang


"Dave.. tunggu... Lepas dulu..." Dave melepas tautannya wajahnya kesal karena Violet mengganggu kegiatannya


"Kenapa harus disini?..." Tanya Violet berusaha bangun tapi Dave mendorongnya membuat Violet kembali berbaring


"Entahlah... Kita tidak pernah mencoba di sini..." Violet tidak mau disini bagaimana jika pelayan atau penjaga melihat


"Nggak mau!" Dave teringat dulu diamana Violet selalu menolaknya dan nada itu sangat Dave benci


Dave mendudukan tubuhnya ia memalingkan wajahnya


"Dave?... Kamu marah?..." Violet bangun ia melirik Dave yang tengah minum


"Untuk apa marah?... Aku hanya haus..." Violet menghela nafasnya ia tahu jika Dave sangat ingin tapi ia khawatir Rykel yang biasanya tidak pernah keluar rumah sekarang belum juga pulang


"Aku lupa jika semua ucapan kamu selalu tidak konsisten..." Violet tahu jika ucapannya memang selalu ia langgar sepertinya Dave memang sedang marah


"Sayang..." Violet memiringkan kepalanya menatap Dave yang tengah mengerutkan keningnya Dave melirik Violet


Dave tersenyum "Baiklah... Nanti jika dia pulang kamu harus tepati janji..." Violet mengangguk ia masuk ke dalam pelukan Dave


Dua jam sudah berlalu betapa hebatnya Dave menahan nafsunya


Dave yang tengah melihat saham di handphonenya melirik Violet yang sayangnya sudah tertidur pulas


Dave membuang nafasnya kasar ini semua karena bocah itu ia gagal memakan Violet


Dave mendengar sesuatu ia mendengar suara mobil dengan cepat Dave berdiri ia berjalan menuju parkiran


Mobilnya terparkir di garasi dan Dave menunggu seseorang yang akan keluar dari mobil itu ia melipat kedu tangannya


Dave melihat Baran yang sudah turun Baran menyunggingkan senyumnya

__ADS_1


Dan seseorang turun dari mobil membuat Dave mengerutkan keningnya siapa lelaki itu mengapa Baran membawanya ke rumahnya


Mereke berdua berjalan mendekati Dave


"Kenapa kau pulang selarut ini?!! Dan siapa dia!!" Baran melirik lelaki tinggi di sampingnya bodynya tak kalah dengan body Dave


"Aku lupa mengenalkannya dia paman Diego!!" Diego tersenyum


"Berani sekali kau membawanya kemari!!" Dave mengepal dengan kuat bocah itu sudah semakin melunjak


"Halo tuan... Saya Diego pacar Violet..." Begitu tanpa dosanya Diego berkata seperti itu apakah ia tidak tahu jika Dave suami sahnya


"Apa maksudmu?!! Pacar?!! Aku suaminya!!" Diego menaikan halisnya seolah bertanya -lalu kenapa?-


Buagh!


Pukulan indah mendarat di pipi kiri Diego membuat Diego yang tidak terima malah membalas pukulan Dave mereka saling memukul satu sama lain dan Baran ia hanya menonton sembari tersenyum


"Mommy!..." Baran berteriak ia mencoba memanggil Violet dan melihat pertunjukan asik di depannya


Baran mendengar suara langkah kaki sepertinya Violet tengah berlari dan dugaannya benar Violet langsung datang dan melerai kedua lelaki tersebut


"Stop!!... Berhenti apa yang kalian lakukan!... Dave berhenti!..." Dave menghentikan pukulannya sudah lama ia tidak melatih ototnya dan itu sangat menyenangkan ia ketagihan ia ingin memukul wajah babak belur lelaki brengsek itu


Violet menahan Dave karena ia tahu emosi Dave memang tidak stabil


"Ada apa ini?... Diego kenapa kamu bisa ada disini?..." Tanya Violet dan Diego tersenyum


"Kamu tiba-tiba pergi gak ada kabar... Aku kangen.."


"Sialan!!" Dave berusaha maju tapi Violet menahannya


"Kamu tau jika aku sudah menikah?..." Diego mengangguk "lalu kenapa kamu masih mencari aku?..." Diego menundukan wajahnya


"Aku akan pulang jika kamu yang nyuruh... Aku akan lupain kamu jika kamu suruh aku... Aku sayang sama kamu... Tolong beri aku kepastian..." Dave geram dengan lelaki dihadapannya


"Seharusnya kau lupakan Violet!! Kau bahkan sudah tau jika dia memiliki suami!!" Diego tidak mendengarkan ucapan Dave ia fokus pada Violet


Violet diam hanya kata 'pergi' 'lupakan' itu saja pasti akan menjawab semuanya tapi kenapa mulutnya tidak bisa mengatakan itu apa mungkin Violet suka Diego


"Sayang?... Apa lagi? Ayo usir dia..." Violet melirik Diego hatinya berdegup dengan kencang apalagi saat Diego tersenyum


Dave mengerti ia mendorong Violet agar ia bisa berjalan mendekati Diego

__ADS_1


Dave mengangkat kerah baju Diego membuat Diego mendongak menatap Dave


"PERGI!! LUPAKAN ISTRIKU!! DIA MILIKKU!!" Violet diam ia bodoh hanya tinggal mengucapkan tiga kata itu saja sangat sulit


"Aku sudah bilang aku akan pergi jika dia yang menyuruhku dan aku akan melupakannya jika dia yang meny--"


"Pergi.." Diego melirik Violet senyum miris terukir di wajahnya ia melepas cengkraman Dave


"Apakah kamu gak mau ucap terima kasih karena aku telah menjadi pengganti dia saat dia tidak ada?..." Violet yang menundukan wajahnya melirik Diego


"Terima kasih... Kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dari aku..." Diego mengangguk


"Sebesar ini pengorbanan cintamu?!!" Baran kesal susah-susah ia membawa Diego dan hanya ini yang ia dapat


"Diam anak kecil! Baiklah Vi aku akan pergi... Semoga kamu bahagia... Dan satu hal lagi hati-hati dengan suami dan anakmu..." Diego hendak berbalik


"Kamu mau kemana?..." Semua melirik Violet Dave menatap tajam Violet dia yang mengusirnya dan sekarang dia bertanya


"Aku mau pulang..." Violet menelan ludahnya "mommy... Ini sudah malam biarkan paman Diego bermalam disini... Besok pagi ia akan pulang..." Violet melirik Diego


"Nggak!!" Suara dingin Dave membuat suasana menjadi hening bahkan Baran pun bungkam


"Kau bisa memakai pesawatku!! Dan sayang..." Dave mendekat "jika dia tidak pulang hari ini jangan salahkan aku jika ini menjadi hari terakhir baginya!!" Dave masuk ke dal rumah meninggalkan Violet yang mematung


"Diego sebaiknya kamu cepat pulang!..." Violet berlari ke dalam rumah


"Tidak berguna!!..." Baran memaki Diego yang sudah pergi dengan supirnya ia sepertinya akan kembali ke Indonesia


"Penakut!! Kau takut melihat pak tua itu?!!" Baran mendengus ia bahkan belum puas melihat pertunjukannya


Baran masuk ke dalam rumah ia melihat Violet yang tengah mengobrol dengan Dave


Baran kaget saat Dave menatapnya Dave berjalan menuju tempat Baran berdiri tentu Baran sedikit takut melihat tatapan bengis dari Dave


Dave mengangkat Baran dan membantingnya ke arah tembok agar Baran jera dan tidak mengulangi kesalahannya lagi


Buagh


"RYKEL!..." Violet menghampiri Baran yang sepertinya sedang kesakitan "Apa kamu gi--"


"IYA!! KAMU TERLALU BAIK PADANYA!!" Para bawahan Dave langsung berdatangan puluhan bahkan ratusan mobil berhenti di depan rumah pantas saja tadi Dave menelpon seseorang untuk membawa bawahan secukupnya


salah satu pria menghampiri Dave

__ADS_1


"Dia baru saja pergi!! Perketat pengamanan jangan sampai ada yang keluar dan bawa anak itu ke ruang eksekusi!!" Dave berbalik ia pergi ke dalam kamarnya


Violet memegangi Baran yang hendak dibawa pergi tentu Baran tidak bisa menolak tubuhnya masih sakit


__ADS_2