Crazy Daddy

Crazy Daddy
pedofil


__ADS_3

Rykel bangun dari ranjangnya ia membuka pintu kamar Violet melihat ke dalam ternyata Violet sudah tertidur entah mengapa ia merasakan firasat buruk


Rykel berjalan menuju jendela karena ia melihat para penjaga yang tengah berjaga


Klik


Rykel menoleh ke sumber suara di dalam semak-semak ia mendengar suara kamera


"Baran aku takut..." Rykel menelan ludah dan sedetik kemudian Baran keluar sembari menatap asal suara tadi


"Untuk apa bawahan sebanyak ini jika kerja mereka sangat tidak becus?!!"


'baran jangan terlalu ribut nanti mommy bangun'


Baran memutar bola mata malas Tantu ia akan hati-hati tanpa mengeluarkan suara


Baran mundur beberapa langkah sepertinya di pohon yang tidak jauh dari rumahnya terdapat Curut


Baran berlari dan melompat naik ke atas pohon yang dimana ia langsung terjatuh dengan seseorang di bawahnya


Baran memandang ke bawah dimana tepat di bawah kakinya terdapat tubuh yang sedang ia injak


Bugkkk


"Akhh... Sialan..." Baran mengusap kepalanya kenapa kamera itu jatuh sangat tidak elit mengenai kepala Baran


Para bawahan langsung berlari menghampiri Baran


"Tuan muda... Anda tidak apa-apa?..." Baran menatap tajam mereka membuat mereka menunduk


"Katakan!! Siapa yang menyuruhmu!!" Baran menginjak tepat di bagian leher membuat pria itu kesusahan bernafas


'Bagaimana ia bisa bicara jika kamu menginjaknya!'


Baran menghela nafas panjang lalu melepas pijakannya beralih pada muka ia menepatkan kakinya di atas kening pria tersebut


"Siapa kau?!!" Pria itu tidak menjawab ia hanya menatap Baran dengan penuh amarah


"Ck!" Baran mendecakan lidahnya ia tau apa yang pria ini sedang pikirkan


"Kalian semua pergi!!" Perintah Baran pada bawahan tak bergunanya


"Apa?.. tapi tuan muda..."


"Aku bilang pergi!!" Semua menunduk lalu mengangguk dan pergi meninggalkan Baran


Baran melepas pijakannya ia jongkok mensejajarkan tubuhnya dan pria itu langsung duduk sembari membersihkan keningnya


"Aku bukan pengecut yang dimana aku tidak berani menghadapi mu sendirian!!" Inilah yang Baran baca dari raut wajah pria tadi


"Bocah sepertimu tidak pantas berbicara seangkuh itu!!..."


Come on dude! Ia berteriak pada Baran membuat raut wajah Baran semakin menakutkan


Berdiri lalu berputar menendang kepala pria sialan tadi hingga kepala belakangnya terbentur tanah berumput


"Ahkk!.." ia meringis sembari mengusap kepalanya dan tak lupa keningnya yang sekarang sudah sangat biru

__ADS_1


"Padahal aku sudah memberimu kelonggaran tapi kau menyepelekan ku!!" Baran menyunggingkan senyumannya


Mendekat menatap wajah kesakitan itu dengan tawa remehnya


"Bangun!! Jika kau masih ingin mempertahankan harga diri mu!!"


Pria tadi duduk ia harus mempertahankan harga dirinya ia lebih dewasa dan lebih besar dari bocah itu


"Siapa kau?!! Ada niat apa kau memotret rumahku?!!" Baran bertanya ia sedikit baik tidak langsung membunuhnya


"Aku hanya ingin mencari tahu dirimu..."


Baran mengerutkan keningnya jika dia ingat sepertinya Baran tidak pernah buat masalah mungkin


"Kau yakin ingin berurusan denganku?!!"


Lihatlah betapa baiknya Baran sehingga bertanya kembali tanpa harus menebas kepala pria gila ini


"Dengar aku bukan ingin berurusan denganmu..." Ia menelan ludahnya "namaku Kevin... Aku hanya mencari tahu pria yang disukai wanitaku..."


Baran melihat ke atas berusaha mengingat ah tapi sangat banyak wanita yang menyukainya itu akan sangat tidak terhitung


"Tidak berguna!!" Baran berbalik "tunggu!.." sangat lancang memerintah seorang Baran


Baran berbalik dan menendang perut datar tersebut membuatnya terduduk ke tanah


"Jangan memerintahku!!" Baran kembali murka ia memegang kerah Kevin dengan kasar


"Tenanglah... Kenapa kau sangat galak bocah..." Baran terkekeh geli


"Wanitaku, tidak lebih tepatnya wanita yang akan segera menjadi milikku ia menyukaimu... Dan anehnya kau menolaknya... Jadi aku hanya mencari tahu sehebat apa sehingga ia mengirim surat padamu..."


Satu


Dua


Tiga


"Kau pedofil?!!" Kevin mengangguk


Sialan. Tidak berguna mengobrol dengan pedo seperti ini apalagi anak yang Kevin sukai adalah anak perempuan yang satu sekolah dengan Rykel


"Kenapa kau tidak menculiknya dan mengurungnya di suatu tempat agar hanya kau yang bisa melihat dan menikmatinya!!"


Kevin tercengang anak sekecil ini memiliki pemikiran yang bahkan tak Kevin pikirkan


"Hei boc--"


Kevin merinding sekaligus takut melihat tatapan tajam tersebut padahal ia hanya menyebut bocah saja tatapannya seolah akan membunuh dirinya saat itu juga


"Baiklah.. apa kau bisa membantuku?..."


Sudah cukup berbasa-basi dengan pedo menjijikan seperti Kevin


"Pergi!! Jika tidak jangan salahkan aku wanita tercintamu aku lenyapkan!! Dan jika sampai aku melihatmu lagi!! Mungkin kalian berdua yang akan aku lenyapkan!!"


Kevin langsung berdiri mengambil kameranya ia berlari terbirit-birit seperti orang dikejar setan

__ADS_1


"Kau masih takut?!! Penakut!!"


'ish aku memang penakut'


Baran terkekeh geli karena tadi ia turun dengan cara melompat maka ia akan masuk seperti manusia normal lainnya yaitu lewat pintu


Baran menatap para bodyguard yang menunduk untuk apa ketakutan seperti itu untuk apa merasa menyesal seperti itu jika akhirnya mereka melakukan hal ini lagi


"Karena aku sangat baik!! Aku maafkan!! Dengan sarat berdiri disana tanpa istirahat!! Jika nanti pagi aku melihat kalian duduk jangan salahkan aku melaporkan kejadian ini pada Daddy!!"


Baran berlaku masuk ke dalam rumah ia berjalan ke kamar Violet memegang kenop pintu dan membukanya dengan perlahan untung saja Violet masih tidur masuk ke dalam dan menutup jendela


Menutupnya kembali lalu Baran kembali ke kamarnya berbaring di atas ranjang


"Kau tau jika aku memiliki firasat bahwa Daddy tengah bersenang-senang!!"


Srakkk


"Apa?!... Tidak mungkin hikss... Bagaimana bisa Daddy selingkuh hikss...." Baran sangat ingin memukul wajah Rykel tapi itu tidak mungkin


'Kau tau arti kata bermain? Ya bersenang-senang dan bermain dengan para korbannya!!'


Rykel menyeka air matanya "Benarkah?... Tapi Daddy pergi berdua dengan Petra..."


'Ck! Jangan ingatkan aku pada lelaki sialan itu!!'


"Memang nya kenapa?..."


'Lihatlah dengan jelas jika ia tidak menyukaimu!! Yang artinya jika ia tidak menyukaimu!! Berarti ia tidak menyukaiku!!'


"Benarkah?... Aku akan memastikannya..."


Karena Rykel tidak begitu peka dan tidak terlalu memperhatikan sekitar ia jadi tidak tahu bagaimana Petra menatapnya ia hanya tau jika Petra itu tangan kanan Dave dan ia orang baik


Berbeda dengan pandangan Baran ia bisa merasakan bahwa aura Petra pada dirinya sangat berbeda


*


Darah sudah menghiasi tempat sepi tersebut hotel-hotel yang dipakai oleh para pengganggu itu sudah hancur oleh bom yang baru saja Dave ledakkan


Bazoka yang menembus dan meledak tepat di bada mereka membuat seluruh organ mereka berceceran kemana-mana


Darah menetes di pipi Dave ia menatap para mayat ternyata orang yang ia kira hebat ternyata hanya segumoana para pecundang


Hanya uang dan bodyguard yang ia andalkan untuk melawan Dave sungguh bodoh


Dave tak menghiraukan Petra yang sendari tadi bersujud di belakangnya karena kecerobohan Petra dalam menggunakan pisau membuat pipi kiri Dave tergores


"Tuan saya pantas mati... Tolong hukum saya...."


Dave menoleh "Kedua tangan kananku sebelumnya mati karena kecerobohan dirinya sendiri!! Tapi aku memaafkanmu!!"


Dave masuk ke dalam mobilnya ia sudah sangat rindu pada Violet ternyata ini sudah hampir pagi ia harus segera pergi


Petra tau jika Dave akan memaafkannya karena hukuman yang Dave berikan adalah rasa bersalah Petra yang akan terus membekas karena kecerobohannya


-jangan jadi sider, author nanti kasih up yang banyak dah.

__ADS_1


__ADS_2