
Rykel memandang bangunan tinggi di luar jendela entah mengapa ia sangat malas untuk pergi ke sekolah
Ia juga masih memikirkan perkataan Baran apakah benar bahwa Baran akan pergi meninggalkannya
Tapi bukannya jika baran pergi maka Rykel juga akan pergi apakah Baran akan membunuh mereka berdua
Itu membuat Rykel bingung ia belum mau mati
"Tuan muda kita sudah sampai..." Rykel menatap sekitar ia mengangguk lalu turun dari mobil
"Aku tidak mau mati" Rykel berucap dengan menundukan wajahnya
'Kau ini kenapa?!! Aku hanya bercanda!!'
Rykel memandang ke depan wajahnya berubah menjadi datar jadi dari semalam apa yang ia pikirkan sangat percuma
"Sialan!"
Rykel masuk ke kelas ia duduk di kursinya disana dua temannya susah duduk dengan rapi
"Rykel wajahmu terlihat seperti telah ditipu... Sangat menyebalkan untuk dilihat..."
Rykel mendengus sungguh harinya yang menyebalkan
*
Huweeekkk~
Dave mengusap punggung istrinya sendari tadi terus mual membuat Dave kalang kabut
Padahal semalam setelah melakukan °itu° ia menyelimuti Violet dengan selimut bahkan ia memeluk Violet Tidak mungkin Violet masuk angin
"Sayang... Dokter sudah sampai kita periksa dulu..." Violet mengangguk ia berdiri penglihatannya buram
"Vi?" Dave memegang Violet ia mengangkat Violet dan membaringkannya di atas ranjang
Tak lama Dokter pun datang dan langsung memeriksa Violet sungguh tatapan Dave sangat menakutkan
"Selamat anda tengah mengandung..."
Dave senang melihat Violet bahagia tapi ia tidak terlalu suka anak kecil apalagi jika nanti calon anaknya sama seperti Rykel
Sang Dokter pun keluar Dave duduk di samping Violet
Di satu sisi ia senang melihat Violet berinteraksi dengan anak kecil membuat senyum Violet semakin merekah
Tapi ia tidak suka saat anak kecil mengganggu waktunya berdua
Jika dulu ia senang saat Violet mengandung Rykel itu karena ia tidak tahu bagaimana kehadiran orang ketiga di antara mereka
"Dave.. Rykel punya adik..." Ujar Violet mengusap perutnya yang masih rata
Dave tersenyum mengecup kening Violet "ya sayang..." Dave mengusap perut Violet
__ADS_1
*
Rykel pulang ia berjalan masuk ke dalam rumah dan disana sang mommy tengah duduk sembari membaca majalah dan Dave di sampingnya
"Mommy..." Rykel duduk di samping Violet
Elly datang menyimpan mie instan di atas meja Rykel merasa aneh ia kira Dave tidak akan suka jika Violet makan mie instan ternyata Dave hanya diam saja
"Mommy tidak baik makan mie instan..." Violet tersenyum ia mengusap wajah Rykel
"Entahlah sayang... Ini kemauan adikmu.."
Kedip
Kedip
Kedip
"Apa?!" Dave diam ia sedikit kaget dengan teriakan Rykel
Violet tertawa kecil ia mengangguk sebagai jawaban dari ketidakpercayaan Rykel
"Ya ampun! Dedek bayi masih di dalam?" Violet mengangguk membuat Rykel kembali tersenyum
'Itu pertanyaan konyol'
"Kapan dedek bayinya lahir?..." Violet kmebali tertawa sungguh anaknya yang sangat polos
'Hei orang bodoh! Jika sedang belajar jangan tidur!!'
"Kenapa tidak menendang?"
'Semakin sini kau semakin tol*l!!'
"Karena masih kecil..." Rykel kembali mengangguk ia melirik Dave "Daddy usaha yang bagus..." Dave melirik tajam Rykel sungguh kata yang hebat untuk seorang Rykel
"Sekarang kamu ganti pakaian kita makan..." Rykel langsung berlari ke kamarnya ia ingin segera kembali menemui Violet
"Sayang... Perlahan... Dekati Rykel..." Dave tersenyum ia mengangguk "apapun untuk mu..." Violet mengambil piringnya ia langsung memakan mie nya sampai habis
Setelah itu mereka langsung makan siang memang ya bumil banyak makan pantas jika tubuh mereka menjadi lebih besar
Rykel melirik pintu ruang bawah tanah ia seperti mengingat sesuatu tapi apa mengapa ia sangat tidak ingat
Ting
Rykel ingat jika ia punya sandera "Daddy! Bagaimana dengan Kevin?" Dave melirik lalu ia lanjut makan ia tidak peduli biarkan saja toh bukan siapa-siapa
"Kevin?" Tanya Violet karena ia tidak tahu apa-apa "itu hanya teman Rykel ia lupa jika ia punya janji" ujar Dave dengan tenang dan Rykel hanya mengangguk
Setelah makan Dave langsung memberikan kunci sel tahanan dan berkata "Jauhi pedo seperti itu!! Kau mengerti?!!" Rykel mengangguk paham lalu ia berjalan ke ruang bawah tanah diikuti Petra dibelakangnya
Rykel berdiri di hadapan sel "Kapan kau akan membebaskanku?!" Teriakannya begitu nyaring membuat telinga Rykel berdengung
__ADS_1
"Kau sangat bawel! Aku akan melepaskanmu sekarang" Rykel membuka kunci tersebut dan Kevin pun berjalan keluar
"Pergilah lewat pintu belakang..." Ujar Rykel melihat Kevin yang sepertinya sudah sangat kucel
"Lalu bagaimana dengan bantuan mu? Kau sudah berjanji!" Kevin menatap tajam Rykel bagaimana pun janji harus ditepati
"Ekhem!! Tuan sepertinya perintah tuan muda tidak anda dengar?!!" Kevin menelan ludahnya ia tidak mau kejadian waktu itu menimpanya lagi apalagi bawahannya saja sangat menyeramkan
Kevin mendengus lalu berjalan ke luar dan pergi dari rumah milik Dave
"Tuan muda bagaimana kalau ia dilenyapkan? Supaya tidak mengganggu tuan muda" Rykel menggeleng ia Tidak mau merepotkan Petra lagipula ia tidak mau Kevin mati biarkan saja ia hidup
'Kau tidak usah suruh Petra untuk menghabisinya!! Masih ada aku!!'
Rykel memutar bola matanya malas "jangan bodoh..." Ujar Rykel sembari berjalan keluar meninggalkan Petra yang mematung sepertinya ia sudah salah mengucapkan kata sehingga tuan mudanya bilang ia bodoh
Dave memandang tangga dihadapannya ia sempat berfikir apakah ia harus buat lift saja supaya Violet tidak naik turun menggunakan tangga karena bisa saja ia terjatuh
Karena Dave ingat bagaimana Violet yang kekeh ingin memasak Dave jadi kepikiran bagaiman jika kandungan di dalam Violet meminta sesuatu yang menjurus ke dapur
Kalau begitu ia buang saja peralatan masak dan jika ingin makan ia makan di luar atau ia pesan saja
Sepertinya itu ide yang cukup bagus tapi ia yakin Violet tidak akan setuju
Dave memandang ke bawah terdapat tangan melingkar yang begitu indah ia lihat
"Dave lagi apa?.." Dave tersenyum ia mengelus tangan tersebut sangat halus ia suka
"Aku sedang memikirkan apakah aku harus membuang semua peralatan dapur suapaya istri tercintaku tidak nakal mendekati dapur" Violet mengembangkan pipinya Dave bisa merasakannya di punggungnya
Dave memutar tubuhnya menatap Violet yang sepertinya sedikit kesal dengan perkataan Dave
"Vi gakan kesana... Tapi janji jangan buang... Vi lagi mau masakan rumah..." Dave tidak bisa menolak melihat bagaimana Violet mengeluarkan puppy eyes nya
Dave memeluk Violet "Baiklah" ujar Dave dengan tenang
Violet mendongak "Dave.. Vi mau nasi Padang.." Dave mengangguk
"Besok nasi goreng untuk ratuku akan sampai..." Violet menggeleng ia menghentakkan kakinya dengan pelan
"Sekarang!" Ujar Violet dengan kesal membuat Dave gelagapan "yasudah tunggu dua jam" Violet kembali menggeleng ia memeluk Dave dengan gemas
"Sekarang! Kalau nggak Dave bobo di luar!" Dave menggenggam Violet yang hendak pergi
"Iya iya sayang sekarang aku pesan jangan ngambek" Violet tersenyum ia mencium pipi Violet
"Aku ke bawah sambil nunggu" ujar Violet bersemangat berjalan ke bawah
Violet menoleh ke belakang saat tangannya di genggam Dave detik selanjutnya tubuhnya diangkat ala bridal style sembari menuruni tangga
"Sepertinya aku harus buat lift" ujar Dave membuat Violet bingung
Untung saja Dave ada disana ia sedikit menggeram saat melihat Dave berjalan dengan sedikit berlari
__ADS_1
"Dave buat apa lift" Dave tak menjawab ia fokus pada pijakannya