Crazy Daddy

Crazy Daddy
Sekolah


__ADS_3

Tengah malam tapi Dave tidak kunjung pulang tentu Violet khawatir


Setelah Rykel tidur Violet langsung menunggu Dave di halaman rumah


Violet lega saat ia melihat mobil Dave memasuki garasi


"Sayang?... Diluar dingin..." Dave memegangi pipi Violet


"Kenapa baru pulang?..." Dave tahu si cantiknya khawatir dan itu hal yang tida diperlukan


Khawatir pada Dave? Khawatir apa? Khawatir jika ada yang melukainya? Come one ini Dave siapa yang berani melukainya? Kecuali jika itu Violet sendiri


"Masuk diluar dingin.." Dave merengkuh Violet membawanya masuk tidak ingin Violet kedinginan


"Sudah makan?" Tanya Dave setelah selsai membersihkan dirinya


Violet mengangguk "aku siapkan makan malam dulu buat kamu..." Violet berdiri berjalan melewati Dave


Dave memegang tangan Violet menciumi wajah Violet tanpa ampun


"Dave!.."


Dave terkekeh ia melepas pelukannya


"Katanya mau siapkan makanan?..." Violet mengerutkan keningnya bagaimana ia bisa ambil makanan jika tangan Dave memeluk nya


"Yauda lepasin..."


Dave semakin erat


"Aku udah lapar sayang... Gak tahan mau makan... Makan kamu..."


BLUSHH


"Dave!..." Teriak Violet membuat Dave tertawa lepas lalu melepaskan pelukannya


"Aku tunggu disini sayang..." Violet berlaku pergi mengambil makan malam untuk suaminya


*


"Noe aku ngantuk..." Ujar Arnold pada arnon yang tengah asik menonton film


"Tunggu sebentar... Ini masih seru..." Jika saja anon tau jika si kembarnya belum tidur anon pasti marah


Karena elija sedang sakit anon harus menemani elija


Dua jam berlalu film yang Arnon tontong sudah Tamat


"Noel?..." Arnold terbangun ia menoleh pada Arnon


"Ayo kita ke kamar..." Arnold mengangguk ia berdiri berjalan dan berhenti di depan tangga


"Ngantuk aku tidak bisa naik ke atas kakiku lemas..." Arnon menghela nafas malas Arnold sangat manja


Arnon berdiri di samping Arnold ia berjongkok


"Naiklah" Arnold langsung naik ke gendongan Arnon


Arnon memegang pegangan tangga ia juga menahan pantat Arnold supaya tidak jatuh lalu mulai menaiki tangga


Dan Arnold ia mengalungkan tangannya ke leher arnon ia tidak mau jatuh


"Noel apa kau tahu film ku tadi sangat seru... Mereka memiliki panggilan masing-masing pada orang yang mereka sayangi... Dan panggilan mereka dari hewan yang lucu... Apakah kau mau buat nama panggilan bersamaku?..."


Arnold mengangguk di tidurnya ia membuka matanya


"Aku akan memanggilmu ayam..." Ujar Arnold tersenyum


Arnon tersenyum ia melirik Arnold lalu berdehem


"Aku akan memanggilmu ****"


*

__ADS_1


Malam pun berganti menjadi pagi dimana Rykel sudah bersiap dengan seragam nya


Ia duduk kursi makan menunggu Violet yang tengah mempersiapkan sarapan di dapur


"Mommy... Saat disana aku harus apa?..." Violet menoleh ia duduk di hadapan Rykel


"Jadilah diri kamu sendiri..." Rykel mengangguk mengerti


Drap Drap


Langkah kaki membuat merekaenoleh pada sang pria rupawan yang tengah mengalungkan dasinya


Dan seperti biasa Violet memakaikannya


"Sepertinya sekarang aku mempunyai dua bayi..." Violet terkekeh membuat Dave mengecup kening nya


'apakah kau juga ingin kecupan?!!"


"Tidak" Rykel yang sendari tadi menunduk mendongak menatap kedua orangtuanya


Mengapa ia harus menjawab pertanyaan bodoh Rykel lihatlah Dave mengangkat satu halisnya


Dave tersenyum


"Apakah Baran mengatakan sesuatu?" Rykel menggeleng walaupun ia mau tetap saja ia malu


"Sepertinya aku tahu apa yang Baran katakan" Dave berucap demikian


"Sudah jangan menggodanya... Sekarang makan... Nanti kalian terlambat..."


Rykel langsung mengambil nasi dan lauk pauk memakannya dengan lahap


Sarapan pun berlangsung dan mereka masuk ke dalam mobil bersiap berangkat


Dave duduk di samping Rykel tentu suasana sangat canggung apalagi Dave yang hanya memandang ke luar mobil


Petra sesekali melirik ke belakang melalui kaca di depannya ia tau jika hubungan tuan besar dan anaknya tidak baik


"Haah" Rykel menoleh pada Dave sepertinya Dave sedang memiliki masalah


Dave melirik Rykel itu pertanyaan sama yang Violet tanyakan padanya


"Tidak ada... Tidak usah khawatir lebih baik kau belajar dengan giat supaya bisa membahagiakan mommymu..."


Rykel mengangguk senyumannya begitu lebar tidak sia-sia ia bertanya


Mobil berhenti di depan pagar sekolah dasar


Sekolah yang megah sepertinya ini sekolah orang tinggi


"Jika ada yang mengganggumu cukup katakan bahwa kau anakku" Rykel mengangguk lalu turun dari mobil


Mobil pun kembali melaju


"Kita ke mana tuan besar?" Tanya Petra


"Kantor!!" Jika para cecunguk itu tidak mengincar keluarganya Dave pun tidak akan pergi ke kantor ia lebih baik berduaan dengan istrinya dan untungnya kantor tidak begitu jauh dari sekolah Rykel


"Anda sangat perhatian pada tuan muda... Sampai melindunginya dengan kekuasaan anda memang ayah ya--"


"Cukup!! Apakah akhir-akhir ini aku terlalu baik padamu sampai kau bicara omong kosong seperti ini?!!"


Petra menelan ludahnya ia terlalu lancang


"Maaf"


"Aku hanya tidak ingin istriku khawatir pada anak itu!! Hanya itu tidak ada maksud lain!!"


Semua pasti sudah tahu jika Dave melindungi Rykel ia tidak ingin anaknya dilukai


Hening. Keduanya diam yang satu tidak berani mengeluarkan suaranya


Yang satu sedang tidak ingin berbicara dan memangnya apa yang harus dibicarakan dengan bawahan

__ADS_1


"Hai?" Rykel melirik anak lelaki yang menyapanya


"Kamu anak baru?..." Rykel mengangguk


"Kamu pasti Rykel..." Rykel mengangguk ia menunjuk nametag nya yang terpampang jelas namanya


Anak kecil tersebut tertawa


"Ya aku tau namamu dari nametagmu.. kelas apa yang kau masuki?..." Rykel mengambil kertas di dalam saku celananya memperlihatkannya pada anak lelaki tersebut


"Kau kelas 4?!"


Rykel mengangguk "kenapa?" Wajah lelaki itu terlihat kaget


"Woaahhh tubuhmu sudah sangat besar.. apakah kamu tidak naik kelas?..."


"Tidak. Aku memang baru masuk sekolah" lelakitadi mengangguk


"Baiklah ayo kamu dan aku kita satu kelas..." Anak lelakitersebut berbalik hendak pergi


"Tapi aku harus ke ruang guru terlebih dahulu..." Rykel mengambil kertasnya


"Baiklah semoga sukses... Sampai jumpa teman..."


*


Rykel mengikuti guru lelaki di hadapannya ia akan segera masuk ke kelasnya jujur Rykel sangat gugup ini kali pertama ia masuk sekolah


Kelas sangat ribut membuat sang guru menghela nafas panjang


"Mohon perhatiannya..." Kelas hening menatap sang guru


"Kita kedatangan teman baru... Masuklah..."


Rykel memasuki kelasnya ia malu jika menjadi pusat perhatian seperti itu


"Hai aku Rykel" hanya itu yang Rykel ucapkan ia sangat gugup


"Mrs Weasley! Biarkan dia duduk bersamaku!" Rykel menatap lelaki yang tengah mengangkat tangannya


Itu anak lelaki tadi Rykel melihat sekitar dan hanya itu kursi yang kosong


"Baiklah silahkan duduk..." Rykel mengangguk berjalan ke meja paling belakang dan paling ujung duduk di samping Bryn


"Hay kita bertemu lagi..." Rykel tersenyum lalu mengangguk


"Bryn.." panggil anak lelaki di depannya dan Bryn menoleh


"kemarin aku bertemu ayah si lily.. dan kau tahu aku bertanya siapa namanya ternyata namanya lion..."


Keduanya menahan tawa lalu tertawa terbahak-bahak membuat sang guru menggelengkan kepalanya


'Bocah!! Obrolan apa itu?!! Sangat tidak penting!!'


"Benarkah?... Fftttt .. apakah ayahnya singa?" Keduanya kembali tertawa tawa mereka sangat kencang


"Oya aku lupa aku Aiden.." mengulurkan tangannya dan saling mengenakkan diri


"Kau tau Rykel... Bryn mengusirku agar dia bisa duduk denganmu..." Ujar Ed dengan tampang kesal


"Tapi tak apa disini aku bisa mengobrol dengan Luis..." Tunjuknya pada anak lelaki di sampingnya yang tengah menggambar


"Kenapa kau mengusirnya?" Tany Rykel pada Bryn


Bahunya terangkat "Hanya ingin lebih dekat denganmu... Kau sepertinya asik..."


Rykel tersenyum "terimakasih..."


"Hei kawan tidak perlu berterima kasih..." Rykel memperhatikan kelasnya


Kelasnya luas dan bagus ia suka


"Anak-anak sebentar lagi pergilah ke lapangan..." Guru pun beranjak keluar kelas

__ADS_1


"Untuk apa?" Tanya Rykel tidak tahu apapun


"Olahraga..."


__ADS_2