Crazy Daddy

Crazy Daddy
kehangatan


__ADS_3

Sepulang sekolah betapa sialnya Rykel karena harus dihadang mobil jadul yang begitu jelek


Beberapa pemuda turun dan menghampiri mobil Rykel mengetuknya dengan kasar membuat Rykel menghela nafas malas


"Tuan muda biar saya yang keluar..." Ujar supir baru milik Rykel tapi gelengan kepala Rykel membuat sang supir mengerti dan hanya duduk diam


Keluar dari mobil "Kau Rykel?..." Rykel mengangguk


Lelaki tersebut menyunggingkan senyumnya "kau telah mengganggu adikku!!..."


Rykel menaikan satu halisnya kapan ia mengganggu seseorang dan kapan juga ia mau punya masalah


"Katanya saat ia naik bus kau menakutinya dan mengganggunya!!..."


Oh.


Rykel berucap dengan malas ternyata anak sok jagoan di dalam bus itu


"Lalu kenapa?... Bukan aku yang pertama mengganggunya... Ia meminta uang pada temanku..."


Lelaki dewasa tersebut tertawa kecil lalu menoyor kepala Rykel dengan tidak sopan nya


"Kau ganggu adikku jangan salahkan aku akan menghabisimu!!..."


Rykel terkekeh geli sungguh ikatan persaudaraan yang sangat baik tapi apakah Rykel akan takut? Jika Rykel yang dulu mungkin iya tapi ini sudah bukan Rykel yang dulu lagi


Rykel kembali flashback pada kejadian di bus tersebut anak kecil itu telah membuat Baran kesal dan mengeluarkan mata hitamnya berkali-kali


Tidak boleh ada yang mengganggu Baran


"Lalu kau ingin apa?..." Tanya Rykel dengan tenang ia sangat tenang tidak takut sedikitpun


"Ikut denganku bersujud daninta maaflah pada adikku!!..."


Tawa Rykel begitu kencang membuat orang-orang disana terheran karena melihat Rykel yang tengah diganggu malah tertawa bukannya ketakutan


Merasa kesal karena Rykel yang terus tertawa kakak dari sang adik yang diganggu tersebut hendak menarik kerah Rykel dan menyeretnya ke mobil


Tap


Tangannya sudah berada di kerah Rykel


Rykel tersenyum ia melepaskan genggaman di seragamnya ia tidak mau seragamnya kusut kasihan violet akan khawatir saat melihatnya


Memutar tangan tersebut ke belakang tubuhnya membuatnya hanya bisa berteriak kesakitan


"Argghhh lepaskan sialan!!..." Teriaknya begitu keras membuat telinga Rykel ingin pecah


Buagh!


Tendangan maut Rykel berikan pada temannya yang ingin menyelamatkan lelaki di hadapannya


Rykel melepaskan genggamannya membuat tangan lelaki tersebut menjadi kemerahan


"Bocah sialan!! Kau tidak tahu aku?!..."

__ADS_1


Rykel tersenyum ia preman Rykel tahu hal itu karena adiknya memberi tahunya saat itu


Dan untuk apa ia peduli toh membunuh tidak akan melihat dari latar belakang seseorang


"Untuk apa aku tahu?.. itu tidak penting dan sepertinya obrolan ini sangat tidak berguna sebaiknya aku pergi..."


"Pengecut!!..." Rykel yang berbalik langsung menoleh saat mulut kotor itu berkata bahwa ia seorang pengecut


"Maksudmu aku penakut?..." Rykel terkekeh ia memegangi perutnya yang pegal karena terus tertawa


"Jangan bercanda denganku!!" Tatapan Baran begitu menakutkan mungkin ini memang tatapan seorang Baran tapi sekarang itu menjadi tatapan seorang Rykel dikala ia tengah diganggu


"Aku tidak lemah!! Sehebat apapun kalian tidak akan pernah bisa setara denganku!! Aku lebih jauh di atas kalian!! Sebanyak apapun kalian aku tidak akan pernah takut!!"


Deru nafas Rykel begitu membara dadanya naik turun dengan cepat gertakan gigi mulai terdengar


Semua tercengang melihat bagaimana mengerikannya anak kecil di hadapan mereka bahkan orang-orang yang melihat pun menelan ludah melihat bagaimana bengisnya tatapan Rykel


"Bocah t*lol!!.. jangan sok jagoan!!..."


Duaghhh


Dengan lihainya Rykel menaiki tubuh tersebut dan memukulnya dengan lututnya membuat lelaki tersebut tersungkur di bawah Rykel


"Bukannya kalian yang sok jagoan?!!" Itu sebuah peringatan dimana semua harus mundur sebelum Rykel menjadi lebih bengis


"Kau berurusan dengan orang yang salah!!" Ucap Rykel pada lelaki di bawahnya setelah itu mereka semua pergi dengan terbirit-birit


Rykel tersenyum ia tidak tega memukul wajahnya hanya saja entahlah ada sensasi aneh di dadanya


Masuk kembali ke dalam mobil karena kondisi di luar sudah tidak konsisten dimana banyak orang yang memperhatikannya


"Daddy?.." Dave dengan wajah datarnya hanya menghela nafas lalu mensejajarkan tubuhnya dengan Rykel tentu itu membuat Rykel terkejut


"Mulai besok aku akan perketat penjagaanmu... Tidak perlu turun tangan lagi... Simpan tenagamu yang berharga itu... Dan tunggu sebentar lagi aku akan memberi pelajaran pada mereka..."


Rykel mengerakkan matanya apakah di hadapannya itu memang Daddynya dilihat dari postur tubuh dan wajahnya itu memang Dave


"Daddy?... Aku tidak paham.." Dave mengusap wajahnya ini juga tidak mudah yang dulunya ia selalu kasar dengan anaknya pasti akan sulit jika ingin lembut semua butuh proses


"Tendanganmu cukup hebat..." Dave berdiri ia meninggalkan Rykel yang masih diam dengan pikirannya sendiri


Ternyata Dave selalu mengawasinya berarti Dave tahu apa yang Rykel lakukan sepertinya Dave sudah mulai berubah


Rykel senang akhirnya Dave bisa peduli padanya


"Memperketat penjagaan?" Rykel mengerutkan keningnya jika penjagaan di perketat maka ia tidak perlu membuang tenaganya untuk manusia kotor yang selalu mengganggunya lagi


Tidak sia-sia semua perjuangan Rykel dan Baran u tuk mendapatkan cinta dan kasih sayang dari seorang Dave


Rykel merasakan sesuatu yang hangat di tubuhnya ini sangat membahagiakan sekarang ia akan memiliki keluarga yang harmonis seperti keluarga pada umumnya


*


Saat makam malam semua hening karena violet meminta agar jangan ada yang berbicara saat makan bumil memang selalu banyak maunya

__ADS_1


Makan malam pun selsai Rykel telah mengecup kedua pipi Violet dan setelah itu ia tersenyum pada Dave di sampingnya


"Selamat malam Daddy..." Ujarnya dan Dave hanya tersenyum kecil lalu mengangguk


Sebelum Rykel pergi Dave membisikkan sesuatu padanya dan ingat itu tanpa sepengetahuan violet


"Ada sesuatu di ruang bawah tanah.." Rykel menatap punggung Dave yang semakin lama semakin menjauh


Penasaran dengan apa yang Dave katakan Rykel langsung menuju ruang bawah tanah


Ia mengamati sekitar tapi semua tidak ada yang berubah dari posisi barang-barang ataupun organ masih tetap sama seperti semua


Ah


Tentang organ mungkin Rykel akan melihatnya untuk yang terakhir kali karena Dave berniat untuk membuangnya


Rykel terus berjalan sampai ia terhenti di penjara yang terisi dengan para lelaki dewasa yang sepertinya familiar di mata Rykel


Rykel tertawa terbahak-bahak ternyata ini hadiah yang Dave berikan padanya para lelaki yang mengganggunya dan lihatlah siapa lelaki kecil di bawah sana ternyata itu anak yang memalaknnya


"Kita bertemu lagi..." Rykel mendekat ia tersenyum dan hanya diam memperhatikan


"Lepaskan brengsek!!... Keluar kan aku dan akan ku bunuh kalian semua!!... Kau pasti akan mati di tanganku!!... Cepat keluarkan aku sialan!!..."


Rykel mengangkat bahu acuh biarkan mereka mengecoh tak jelas seperti itu


Rykel hanya bingung akan ia apakan para parasit di hadapannya


Oya Baran pernah berkata parasit akan hilang jika kau membersihkannya


Mungkin itu yang akan Rykel lakukan


"Aku tidak akan melukai kalian... Mungkin hanya akan mengantarkan kalian pada Tuhan!!"


Jika kalian pikir itu Rykel kalian salah orang yang mengatakan itu adalah Dave


Menoleh menatap Dave yang semakin mendekat bersama Petra di belakangnya


Semua sandera di bekam dengan lakban hitam lalu tangan diikat ke belakang


"Daddy anak kecil itu masih terlalu kecil untuk mati... " Dave mengangguk setuju lagi pula pemikirannya tersebut masih anak kecil


Tidak ada pembantaian malam itu hanya ada siksaan dari Dave pada mereka dan Rykel hanya memperhatikan


Ia tidak tega tapi ia merasa puas entah rasa mana yang paling dominan yang penting ia harus menonton sampai selsai


Setelah selsai menyiksa mereka di bakar ah mereka dibawa ke luar terlebih dahulu lalu dibakar hidup-hidup dan ya ayah anak ini yang melakukannya


Sementara itu violet tengah sibuk dengan iPad nya ia tengah menonton drama cina yang menurut nya sangat menyenangkan


Tak lupa camilan yang selalu ia makan tak pernah jauh dari tangannya


Dave tidak ingin violet mencium bau darah lagi dari dirinya itulah mengapa ia tidak menggores mereka dan hanya memukul dan memukul


Tak ada darah hanya ada lebam

__ADS_1


Pulang ke rumah dimana violet sudah tertidur lelap sungguh menggemaskan istrinya


"Selamat malam sayang..." Kecupan hangat membuat violet semakin menempel mencari kehangatan tentu Dave tak menolak ia mendekap violet dalam pelukannya


__ADS_2