Crazy Daddy

Crazy Daddy
persiapan sempurna


__ADS_3

"kau tidak berguna!! Hal sepele seperti ini kau malah lapor padaku!! Padahal kau tinggal bereskan saja!!"


Petra menunduk takut pasalnya ia mengganggu waktu berdua tuan dan nyonya besarnya


Sekarang mereka berdua berada di dalam ruang kerja Dave


Perusahaan Dave sedang dalam masalah dimana ada hacker yang ingin meretas perusahan Dave


Perusahaan Dave banyak tentu tidak masalah jika salah satu hancur hanya saja itu akan menngganggu perusahaan yang lain


"Apakah aku harus turun tangan?!!" Oke itu bukan pertanyaan tapi nadanya memang bertanya


Dave memberi tahu jika hal seperti ini tangan kanan harus bisa mengatasinya


"Baik tuan besar saya akan mengatasinya..." Petra berbalik meninggalkan Dave


Sungguh para cecunguk mulai berkeliaran setelah kemarin ia mendapatkan lokasi dimana orang yang telah menganggap Diego sodara telah berada di negara tetangga


Kemungkinan besar Dave adlah sasaran utama tapi ingat Dave mengalahkan Dave tidaklah mudah


Jika ada yang meretas perusahaannya Dave juga bisa melacak orang yang meretasnya


Malam ini ia akan memusnahkan orang yang berusaha menganggu kehidupannya


Bahkan tidak perlu ribuan bawahan ia bawa hanya dengan Ia dan Petra saja ia pasti akan menang


Terlalu percaya diri bukan? Tapi itulah kenyataannya jika otak dan otot bersatu siapa yang bisa mengalahkannya


Dave berjalan keluar ruangan masuk ke dalam ruang bawah tanah tentu Violet tidak tahu ia sekarang tengah tidur


Mempersiapkan senjata yang akan ia bawa dan satu lagi ia akan memperketat penjagaan di rumahnya itu hanya untuk berjaga saja


Alat-alat canggih tak lupa ia persiapkan setelah itu pergi untuk mengatur strategi


*


"Enghh.." lenguh Violet saat merasakan pundaknya yang basah


"Bangun sayang... Kamu belum makan siang..." Violet membuka matanya ia berbalik memeluk Dave entah mengapa ia sangat mengantuk mungkin cuacanya yang mendukung untuk tidur


"Nanti aku masih ngantuk..." Violet memejamkan matanya lagi


"Sayang... Makan dulu nanti lanjut tidur..." Violet membuka matanya menatap wajah tampan Dave


"Bibir aku sakit..." Violet memanyunkan bibirnya lucu terdapat luka di bibirnya itu ulah Dave semalam

__ADS_1


"Kasihannya malaikat ku..." Ujar Dave sembari mengecup singkat bibir Violet


Lihatlah kissmark di leher Violet berguru banyak apalagi di bagian tubuh lainnya


Bahkan tadi pagi saja Violet tidak ikut sarapan karena masih mengantuk


"Mungkin karena kamu yang masih belum terbiasa... Nanti kita lebih sering lakukan biar kamu terbiasa..."


Violet mencubit pinggang Dave semakin hari Dave semakin mesum


Dan karena memang lapar akhirnya Violet pun ikut turun ke bawah untuk makan siang


"Nanti malam aku pergi... Tidak akan lama besok pagi pasti sudah pulang kembali..." Violet mengerutkan keningnya bukannya Dave bilang tanpa kerja pun uangnya akan terus mengalir


"Biasanya juga gak mau kerja..." Ejek Violet membuat Dave tersenyum ini berbeda bukan hanya sekedar kerja


"Demi kamu apapun aku lakukan... Jaga diri kamu jangan keluar dari rumah..." Violet mengangguk mengiyakan


Tak la setelah mereka makan Rykel pulang ia tidak membawa temannya karena mereka sedang sibuk


"Mommy sakit?... Kenapa tadi pagi tidak sarapan bareng aku?.." Violet menggeleng tidak mungkin ia berkata jika ia lelah sehabis bercinta dengan Dave


"Mommy hanya kurang enak badan tapi sekarang sudah mendingan..." Untung saja Violet memakai jaket membuat kissmark di lehernya tertutup


*


Rykel duduk di samping Violet yang tengah membaca buku


"Mommy tadi di sekolah ada yang memberiku surat..." Violet menoleh ia menutup bukunya


"Benarkah?... Apakah itu surat cinta?.." Rykel mengangguk membuat Violet kaget


"Walaupun aku tidak pernah melihatnya tapi aku tidak suka padanya dari cara ia menulis surat itu saja itu sudah sangat menjijikan..."


"Sayang... Kau tidak boleh berkata seperti itu... Jangan membenci seseorang karena orang itu bisa saja lebih membenci kamu... Mommy gak mau anak mommy di jauhi dan di benci..."


Sayangnya terlambat Rykel pasti sudah dijauhi satu sekolah hanya saja untungnya Bryn dan Aiden tidak berteman dengan memandang kekuasaan


Violet mengakui wajah Rykel "temui dia jika kamu tidak suka bicarakan baik-baik..." Rykel mengerti ia mengangguk pelan


"Dan jika kamu menyukai seseorang jangan paksakan dia untuk suka sama kamu... Dapatkan hatinya bukan raganya..."


Violet tidak mau jika Rykel harus seperti Dave cara yang Rykel lakukan untuk mendapatkan sang pujaan harus manusiawi


"Ya mommy aku mengerti..."

__ADS_1


*


Malam pun tiba Dave sudah siap dengan jas hitamnya dan beberapa senjata di balik jas itu sudah ia persiapkan dengan rapi


Dave mengecup kening Violet malam ini akan menjadi malam yang panjang untuknya


"Hati-hati... Jangan lupa istirahat..." Dave tersenyum lalu melirik Rykel yang berada di samping Violet


"Baran jaga mommy..." Hanya itu yang dave katakan selepas itu Dave pergi dengan Petra


'kenapa aku?!! Bukannya bawahan disini banyak?!!'


Dave memandang keluar jendela mobil ia sudah lama tidak berolahraga dan sekalinya berolahraga taruhannya dengan nyawa sungguh kehidupan yang memacu adrenalin


"Petra jika kau takut kau boleh putar balik!!" Itu bukan kesempatan yang Dave berikan untuk Petra menyerah itu adalah pertanyaan apakah Petra berani atau tidak menantang maut


"Saya akan bertarung hingga titik darah penghabisan... Apapun untuk tuan dan nyonya besar saya akan mengalahkan mereka..."


Dave tertawa kecil "Aku tidak menyuruhmu berpidato!!" Petra menelan ludahnya mungkin semangatnya terlalu membara "maaf tuan besar"


Cukup lama mereka mendiskusikan kembali rencana awal mereka membuat renca itu menjadi sempurna


Bom. Jebakan. Bazoka. Dan lainnya sudah sempurna ia rencanakan hanya tinggal pembantaian dan hidupnya akan damai bersama keluarga kecilnya


Sudah sekian lama ia tidak mendengar teriakan jeritan kesakitan dari sang korban


Tetesan darah yang menetes ke dasar lantai serta sayatan cantik di sekujur tubuh membuat Dave tak sabar merasayakan sensasi menyengkan itu lagi


Ia memang berjanji jika ia tidak akan membunuh lagi tapi janji itu tidak akan berlaku jika sang istri tercinta yaitu Violet sedikit terancam


"Apa kau ingin mati?!!" Bola mata Petra melirik kesana-kemari apakah tuan besarnya tengah berbicara padanya? Tapi ia memandang ke luar jendela


"Maaf tuan besar?..." Dave menoleh pada Petra


Lihatlah ujung jari Petra gemetar tak karuan ia ketakutan disaat Dave menatap tajam dirinya


"Kau membuat istriku tidak nyaman!! Jangan menatap Rykel dengan penuh kebencian seperti itu jika ada istriku di depanmu!!"


Petra mengangguk ternyata memang benar tuan besarnya tengah berbicara padanya


"Maaf tuan besar..." Dave menyunggingkan senyumannya


"Dari tadi kau terus meminta maaf!! Akan ku maafkan jika kau membawa kemenangan untukku!!"


Petra menajamkan tatapannya ia bersumpah akan membawa kemenangan ia akan membuat tuan besarnya bangga memiliki tangan kanan sepertinya

__ADS_1


__ADS_2