
Violet berlari menyusul Dave yang tengah memandang keluar jendela wajahnya sangat dingin hawa di ruangan itu sangat menegangkan
"Sayang... Kamu lepasin Rykel dia gak salah apa-apa... Dave kamu tau jika dia anak kita kamu gak boleh kayak gini..." Violet menggoyang goyangkan tangan Dave ia takut dengan apa yang tadi Dave katakan 'eksekusi'
"Sayang... Dave lihat aku... Lepasin Rykel..." Dave menoleh
"Dia Baran!!" Dave memegang kedua bahu Violet dengan kasar "Dia Baran!! Bukan Rykel!! Dia sengaja membawa pacar kamu kemari!! Dan saat mata kamu hampir buta dia yang memberikan racun itu padamu!!"
Violet tertawa kecil "aku tau jika didepanmu dia bersikap layaknya Rykel... Tapi di depanku dia menjadi dirinya sendiri... Dia Baran..." Dave menurunkan nada bicaranya
"Jangan lukai siapapun..." Dave tertawa sepertinya Violet memang menyukai si Diego itu
"keinginanmu tidak terkabul sayang..." Dave berbalik ia menutup pintu membuat Violet menabrak pintu yang dengan kencang Dave tutup
"Buka!... Dave buka pintunya!!..." Dave tidak mau kejadian dulu terulang lagi Violet hanya miliknya
Apa dave harus merusak wajah Violet agar tidak ada yang menyukainya? Mungkin itu terlalu bengis atau ia ikat Violet di rumah saja? Haah ini terlalu membingungkan
Dave menyenderkan tubuhnya di depan pintu dimana Violet tengah memukul-mukul pintu tersebut "Vi... Aku tidak akan menyakitinya... Kamu tidak akan mendengar teriakannya dan kamu juga tidak akan pernah mendengar suara mereka lagi..." Violet tentu mendengar apa yang Dave ucapkan
"Nggak!!.. jangan lakukan Dave!!... Aku mohon jangan bunuh mereka!.. jangan!!... Dave aku mohon... Hikss... Dave ... Hikss..." Violet terduduk sembari memeluk lututnya
"Aku tidak mau kehilangan lagi hikss... Aku mohon jangan hikss... Dave hiksss... Arghh aku mohon jangan..." Violet menangis ia mengeluarkan semua kesedihannya ia tidak mau anaknya meninggalkannya sudah cukup orangtuanya saja yang pergi tapi jangan anaknya Violet tidak akan kuat jika melihat jasad anaknya yang sudah tak berdaya
"Aku mencintaimu Vi..." Violet berbalik ia menghadap pintu air matanya tak bisa berhenti "aku juga mencintaimu... Aku sangat mencintaimu... Aku mohon jangan lukai Rykel..." Sesenggukan Violet sangat terdengar di telinga Dave
"Tapi jika kau memang mencintaiku tidak akan ada orang ketiga diantara kita..." Violet mendengar suara langkah yang semakin menjauh yang artinya Dave sudah pergi
"Dave!!... Aku mohon kembalilah... Jangan lukai Rykel hikss... Hikss... Dave!..." Violet memukul pintu tersebut membukanya sekuat tenaga tapi itu hanya menguras tenaganya
Dave melangkahkan kakinya di ruangan tersebut ini ruangan bawah tanah tempat paling menyeramkan yang pernah kalian ketahui dimana terdapat anggota tubuh didalam toples ratusan hingga ribuan koleksi mata yang Dave punya dan Baran sangat benci itu ia tidak suka tempat ini
Dave memandang Baran yang terborgol Baran berdiri dengan kedua lututnya rantai melingkar di perutnya kedua tangannya terangkat sempurna karena rantainya yang pendek
Memar dan juga luka sudah memenuhi wajah Baran darah di sudut mata Baran membuat Baran tak bisa membuka mata dengan sempurna Baran ketakutan tubuhnya tak henti bergetar jantungnya berdegup kencang karena takut
Baran mendongak "Tidak peduli siapa dirimu!! Aku sangat membencimu!!" Ujar Dave dengan dingin Dave mensejajarkan tubuhnya puas dengan karyanya
Sudah lama ia tidak menghubungi bawahannya dan sekarang ia tinggal menunggu satu kabar yang sudah sangat ia tunggu-tunggu
__ADS_1
Salah satu lelaki dengan pakaian serba hitam nya mendatangi Dave ia menunduk hormat "Dia anak dari PT MJ..." Dave mengangguk
"Jadi dia anaknya Michael Jhoenic.." ujarnya dengan senyum diwajahnya "hancurkan perusahaan kecil itu!!" Nada perintah yang tidak akan bisa siapapun bantah dan dengan cepat bawahan tadi pergi melaksanakan tugasnya
"Ada apa Baran?!!..." Dave mencengkram rahang Baran "Kau pria tua sialan!.."
Plakk
Tamparan keras mendarat di pipi kiri Baran bibir kanannya saja sudah sobek sekarang bibir kirinya ikutan sobek
"Sakit?!!" Tanya Dave setelah ia mendengar ringisan Baran
"Kenapa kau tidak membunuhku saja saat aku dilahirkan jika ujungnya kau menyiksaku seperti ini?!!..." Teriak Baran sudah tidak kuat dengan penghinan yang Dave lakukan padanya
Dave tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Baran "SIAPA YANG MENGHARAPKANMU?!! Aku tidak pernah mengharapkanmu lahir!!"
Baran mengepal kuat "Tapi pak tua sayangnya kau tidak bisa menyingkirkan ku!!" Baran menyunggingkan senyumannya
"Jika aku mati maka Rykel juga mati!!"
Jika memang begitu Dave tidak akan membunuh Baran Dave hanya akan menakuti Violet saja ia tidak akan membunuh Rykel karena Dave tau jika ia melakukannya Violet akan membencinya setengah mati
Dave menelpon anon
"Dave sialan aku sedang sibuk! Ada apa?" Anon membuat Dave semakin naik pitam
"Kemari sekarang juga!!"
Telpon pun dimatikan sepihak membuat anon terkejut anon juga takut jadi mau tidak mau ia harus datang toh itu tidak merugikannya malah untung buatnya karena penjagaan untunya dan keluarganya menjadi lebih ketat dibanding dulu dan uang ke rekeningnya selalu mengalir layaknya air dari Dave
"Sayang aku pergi dulu mungkin beberapa hari..." Elija yang sudah biasa "nanti kamu telpon aja kalau mau aku beliin sesuatu..." Anon mencium perut datar elija karena bagaimanapun Sekarang ada janin disana
*
Violet berlari menuju laci ia membuka semua laci mencoba mencari kunci cadangan
Violet tak bisa menemukan apapun di dalal lemari ia sudah tidak sabar ia takut Rykel terluka
"Dave!!" Violet berteriak ia bisa gila jika Dave terus seperti ini padanya
__ADS_1
Ceklek
Violet menoleh dengan cepat ia berlari menghadap Dave
"Apa yang sudah kamu lakukan?!.. mana Rykel?!!..." Dave tak menjawab ia menatap datar Violet
"Aku bertanya!... Baiklah jika kamu tidak mau menjawab!..." Violet melangkah melewati Dave tapi tangan Dave dengan cepat menariknya menuju ranjang mendorong Violet dengan kasar membuat sang empu tersentak kaget
Dave menindih tubuh Violet "Dia sudah tewas..." Ujar Dave dengan dingin
Hening
Violet terdiam
air mata mengalir di pelipisnya bibirnya tak bisa berkata
Ia baru saja menjadi seorang ibu dan Dave membuatnya merasakan kehilangan lagi
"Aku sangat membencimu... Jika sampai itu benar aku akan menghilang... Tidak peduli seposesif apa kamu padaku aku akan tetap pergi... Bahkan jika itu termasuk ke dunia lain aku tetap akan pergi..."
Dave ******* bibir Violet menggigitnya dengan kasar menahan tangah Violet yang terus memukulnya
"Kalau begitu aku akan membuatmu tidak bisa menggunakan kakimu!!" Ujar Dave setelah melepas lumatannya
"Ini yang aku benci dari kamu!... Disaat kamu marah kamu selalu menggunakan tubuhku sebagai pelampiasanmu!... Sebegitu sukanya kah kamu menyiksa seseorang?!... Kalau begitu siksa aku!... Bahkan kamu bisa bunuh aku!... Aku salah membawa Rykel kembali kesini seharusnya aku hidup berdua dengannya--"
"Dan menikah dengan lelaki tadi?!! Ingat Violet kamu MILIKKU begitu juga sebaliknya!!"
Dave merobek celana dan juga kaos yang Violet pakai membuat Violet terus berontak
Dave menyiksa Violet bahkan jeritan Violet pun tak ia pedulikan
Satu jam dua jam bahkan tiga jam pun sudah berlalu dan Dave masih dengan kegiatannya ia memasuki Violet tanpa pemanasan miliknya dijepit membuat Dave menggeram
Dave terus menyiksa Violet hingga akhirnya Violet pun tak sadarkan diri dan dengan amarahnya yang masih memuncak Dave terus melakukannya ia mencapai puncaknya saat beberapa hentakan terakhir
Dave berbaring disamping Violet tadinya ia hanya ingin melihat Violet tapi apa nyatanya Violet malah membuatnya naik pitam ia yakin bagian intim Violet sangat sakit
"Apa yang aku lakukan?... Aku mohon Vi jangan berbicara seperti itu lagi... Emosiku sangat tidak bersahabat denganku..." Dave memeluk pinggang Violet ia menelusupkan wajahnya pada tekuk leher Violet dan menyusul Violet ke alam mimpi
__ADS_1