Crazy Daddy

Crazy Daddy
populer


__ADS_3

Hening.


Perjalanan pulang sangat hening tidak ada yang berani membuka suara


Rykel menatap ke luar jendela ia hanya memandang gedung-gedung tinggi


Takut jika membuka suara maka Dave akan menatap tajam dirinya


Dave malas bersuara ia hanya ingin diam sibuk dengan pikirannya sendiri


Mobil pun masuk ke dalam garasi


Tanpa menunggu lagi Rykel Langsung membuka pintu dan berlari masuk ke dalam rumah rindu sang mommy


"Mommy..." Rykel langsung masuk ke dalam pelukan Violet dimana Violet yang tengah membaca majalah di ruang tamu langsung berdiri memeluk sang putra


"Bagaimana sekolahnya?..." Rykel diam lalu mendongak tersenyum setelahnya


"Seru.. aku punya teman..." Violet tersenyum mengelus rambut Rykel dengan penuh sayang


Dave datang dengan wajah dinginnya berjalan mendekat


Tentu Rykel gugup takut sang Daddy memberi tahu kejadian di sekolahnya


"Rykel sebaiknya kamu mandi..." Senyuman Dave membuat Rykel menelan ludahnya


Rykel mengangguk sepertinya Dave memang ingin mengatakannya pada Violet


Rykel melepas pelukannya lalu berlari ke kamarnya


"Sayang..." Kecupan manis di kening Violet Dave berikan


Dave mendudukan Violet di atas sofa lalu melirik Petra di sampingnya


Petra langsung memberikan paper bag kecil pada Dave


"Ini buat kamu... Aku tau kamu pasti bosan..." Violet menerimanya melihatnya dan itu sebuah handphone keluaran terbaru


Violet melirik Dave mengerutkan keningnya bukannya Dave tidak mau Violet mempunyai handphone? Lalu kenapa sekarang ia memberikannya handphone?


"Aku tidak mau kamu bosan..." Violet mengangguk mengiyakan


Rykel bergegas turun ke ruang tamu ia ingin tau Dave membicarakan apa dengan Violet


Terlihat Violet tengah tertawa kecil dengan Dave yang tersenyum


"Rykel? Kemari sayang..." Rykel menurut duduk di tengah-tengah Dave dan Violet


Tentu Dave tak suka


Jarak dengan Violet selangkah lebih jauh


"Sayang kamu lapar?..." Rykel mengangguk ia memang belum makan


"Baiklah mari kita makan..." Violet membawa Rykel ke meja makan wajah cerainya membuat suasana menjadi mengasikan


Dave menghela nafasnya


"Tuan besar apakah itu tidak akan membahayakan nyonya besar?..."


Petra bertanya pada dasarnya Dave memang selalu memiliki rencana sendiri untuk semua semua masalahnya


"Kau meremehkanku!!" Dave berdiri masuk ke dalam ruang kerjanya


Petra tau ia salah Dave pasti tidak akan mungkin membiarkan istrinya terluka meskipun Dave telah menjadikan Violet umpan

__ADS_1


"Jadi sayang disana kamu bertemu siapa..." Violet duduk di samping Rykel


"Ada dua orang mommy... Yang satu namanya Bryn dan satu lagi Aiden mereka sangat baik padaku..." Ujar Rykel sembari memakan makanannya


Rykel sangat takut jika Dave mengatakan sesuatu pada Violet


"Daddy bilang--"


DEG!


Rykel melirik Violet dengan tiba-tiba apakah Dave memberi tahu kejadian di sekolah tadi


Violet mengerutkan keningnya kenapa Rykel terlihat panik


"Ada apa Rykel?" Rykel memalingkan wajahnya berfokus pada makananya lagi


"Tidak ada apa-apa... Emm.. apa yang Daddy katakan?..."


Violet tersenyum "kamu populer... Bahkan saat pulang sekolah pun orang-orang menatap kagum padamu... Benar begitu?..."


Rykel lega jika itu yang Dave katakan tapi lihatlah Baran ia tengah tertawa terbahak-bahak sungguh itu sangat mengesalkan


"Bukan begitu mommy..."


Violet tahu jika anaknya sedang malu


"Yasudah makan yang banyak suapaya cepat tumbuh besar..." Rykel mengangguk kembali melanjutkan makannya


Tapi mengapa Dave berbohong apa karena ia tidak mau Violet khawatir


'apapun uang terjadi ingatlah mommy adalah prioritas bagi Daddy!!'


*


Malam hari Violet yang sudah menemani Rykel hingga tertidur akhirnya kembali ke kamarnya dimana Dave sudah pasti tengah menunggunya


Dave menoleh ia menutup majalahnya


"Sayang..." Dave menyimpan majalahnya menatap sang istri yang mendekat dan duduk di sampingnya


"Kenapa begitu lama?..." Violet menyamankan posisinya dimana dada Dave menjadi bantalan


"Rykel ingin mendengar dongeng..." Satu halis Dave terangkat dongeng? Yang benar saja apakah anak sepertinya akan mengerti apa itu dongeng


"Dave kenapa pulang siang?..."


"Besok aku akan temani kamu dirumah..." Violet mendongak bukannya Dave harus kerja agar dapat uang


Dave tau apa yang Violet pikirkan dan tentu itu pikiran yang tidak perlu


"Tanpa pergi ke kantor uangku akan terus mengalir seperti air... Bahkan sampai tujuh turunan pun kekayaanku tidak akan habis..."


Sombong.


Itu yang Violet katakan membuat Dave terkekeh kecil melihat ekspresi menggemaskan sang istri


Dave meremas pinggang ramping Violet membuat sang empu mencubit kecil tangannya dan cubitan itu tidak main-main rasanya sangat sakit


"Jangan nakal..."


"Aku seperti ini hanya padamu sayang..."


Dave membaringkan tubuhnya membuat tubuh Violet pun ikut terbaring


"Aku milik kamu begitu pula kamu hanya milik aku seorang..."

__ADS_1


Dave menatap kosong ke depan


"Sayang?... Kenapa jadi serius seperti ini?..."


Shit. Dave terlalu memikirkan masalahnya ia tidak boleh memperlihatkan jika ia ada masalah pada Violet


Sadar jika suasana menjadi hening Violet menghela nafasnya dan mulai bernyanyi


"Aku cinta Dave... Suami aku yang tampan dan juga wangi..."


Violet menghirup badan Dave yang tidak tertutup baju tidur


"Kamu nyanyi apa sayang?..." Dave tertawa sungguh nyayian Violet tidak nyambung lirik dan nadanya


"Kamunya yang kenapa... Bengong kayak gitu... Biasanya juga ngelus punggung..."


Dave mulai mengelus punggung Violet


"Tidur sayang... Ini sudah malam..." Violet mendengus tapi ia juga memang ngantuk


*


Pagi hari pun tiba Violet yang sudah menyiapkan semua sarapan berjalan menuju kamar Rykel


"Anak mommy sangat tampan..." Violet menangkup kedua pipi Rykel


Rykel sudah lengkap dengan seragamnya senyuman manis membuat Rykel semakin tampan


Pantas saja Rykel populer dari fisiknya saja wanita mana yang tidak suka?


Violet memanas Rykel menuju meja makan


Semua sudah berkumpul di meja makan


"Hari ini kamu diantar supir..." Ujar Dave sembari menatap Rykel


"Apa? Ah... Baiklah..."


Violet menyiapkan piring untuk mereka berdua


"Jangan nakal disana..." Rykel mengangguk ia akan menjadi anak baik


Selesai sarapan Rykel langsung berangkat menuju sekolahannya membuat Dave bisa bermesraan dengan Violet


"Sayang..." Dave memeluk Violet dari belakang menggigit kecil telinga Violet


"Dave! Ngapain sih... Bukannya ke kantor..." Violet melepas pelukan di perutnya


"Untuk apa? Lebih baik aku disini sama kamu..." Violet menghela nafas lalu menggandeng Dave masuk ke dalam rumah


"Banyak orang!"


Ah! Dave paham ternyata Violet malu jika dave nakal di depan banyak orang


Lantas kenapa? Itu hanya bodyguard Dave saja lagian mereka tidak akan berani melirik Violet dan juga Dave


"Dan maid disini terlalu banyak... Bahkan tanpa maid aku bisa ngurus rumah..."


Dave mendekat mengangkat satu halisnya


"Benarkah?... Rumah ini gak kecil sayang... Aku tidak mau kamu lelah dan untuk apa nyonya rumah bekerja di rumahnya sendiri?... Bahkan kamu tidak perlu memasak seperti tadi karena bisa saja tangan indahmu terluka..."


"Aku seorang ib--"


"Ibu yang ingin menjalankan kewajibannya untuk keluarga kecilnya?..." Sahut Dave memotong ucapan Violet

__ADS_1


"Dengan kamu terus berada di sisiku itu sudah cukup..." Dave membawa Violet kedepankannya sepetinya Violet tidak bisa berkata apa-apa


__ADS_2