
Karena hari ini Dave tidak ingin meninggalkan violet akhirnya ia tidak pergi kemanapun ia menemani violet yang tengah memakan camilannya sembari menonton film
"Bosen mau jalan-jalan..." Ujar violet pada Dave yang tengah tersenyum padanya
"Baiklah kemana istriku ingin pergi?..." Violet terlihat tengah berfikir
*
Dave memejamkan matanya sungguh ini yang ia tidak suka
Dimana sekarang mereka berdua tengah berada di bazar terdapat banyak makanan tidak bergizi berjajar hingga ujung jalan
Dave menelusuri setiap makanan disana dimana ia harus mewajibkan membelinya jika tidak violet akan mendiamkannya Dave tidak suka
Dave yang tengah berada di salah satu stand makanan ringan melirik ke balakang dimana terdapat makanan menjijikan yang sangat berminyak
Semakin aneh semakin ingin violet mencicipinya
Dave memeluk violet ia mendekapnya sembari berjalan terus menelusuri bazar tersebut
"Dave?... Kenapa?... Aku susah makannya... Jangan terlalu dekat..."
Dirasa sudah sedikit jauh Dave melepas pelukannya
"Dave aku mau itu..."
Dave menoleh dan ternyata makanan menjijikan berminyak tersebut tidak hanya satu tapi terdapat satu lagi dihadapannya
"Sayang... Yang lain saja ya.." violet mempoutkan bibirnya ia memalingkan wajahnya tanda jika ia marah
Dave menghela nafasnya "Baiklah tapi setelah ini kita pulang.." violet masih memalingkan wajahnya bahkan mereka belum sepuluh menit disana dan sekarang mereka akan pulang?
Dan lagi violet belum mencoba semua makanan disana
Violet tahu jika Dave sudah banyak membawakan makanan untuk violet tapi tetap saja ini belum cukup
Violet mulai berlinang air mata seharusnya Dave tahu jika bumil akan lebih emosional
"Sayang... Jangan menangis... Baiklah aku belikan... Jangan nangis... Sayang... Lihat aku... Kita beli satu bungkus saja.. setelah itu kita--"
"Nggak mau! Aku masih mau disini... Masih mau lihat-lihat makanan yang lain... Dave jangan paksa aku buat pulang!... Nggak mau hikss... Mau disini dulu hikss.. mau itu... Itu... Itu... Tuh kan masih banyak yang belum aku coba... Dave gak kasihan liat aku hiks..."
Dave mematung semua pandangan beralih pada violet yang tengah menangis sungguh Dave tak suka lihatlah wajah imut violet terekspos
"Baiklah... Aku akan beli semuanya... Kamu tunggu saja dimobil..."
Dave berucap dengan tatapan tajam pada pria hidung belang yang berlalu lalang
"Jangan! Aku mau beli sendiri..." Dave menghela nafasnya sudah cukup ia memperlihatkan keimutan Violet pada manusia di bazar tersebut
Dave menarik tekuk leher violet mencium nya dengan lembut tanpa nafsu
Violet membulatkan matanya semburat merah terlihat jelas di pipinya
Di tengah jalan bercumbu sungguh memalukan
__ADS_1
Violet mendorong Dave "Dave!... Kamu kenapa!..." Violet sangat malu apalagi orang-orang disana sudah memperhatikan mereka
"Masih mau melihat-lihat lagi?.." Dave tersenyum ia puas karena telah membuat semua tahu jika violet hanya miliknya seorang
"Ya nggaklah!" Violet berbalik ia malu ia berjalan dengan menghentakkan kakinya
"Kyaaaaa..." Violet terkejut saat Dave mengangkatnya ini sangat tiba-tiba apalagi violet yang masih malu dengan perbuatan dan barusan
"Dave disini banyak orang..." Dave acuh ia melanjutkan kegiatannya mengangkat violet menuju mobil ia tidak suka saat violet menghentakkan kakinya bagaimana jika bayinya jatuh Dave hanya peduli pada violet bagaiman jika violet akan kesakitan ia tidak mau itu terjadi
Sungguh pemikiran yang bodoh
"Dalam waktu satu jam... Semua makanan disana akan berada di rumah..." Ujar Dave mengecup kening violet
*
"Benarkah?... Tapi Baran apakah kau tidak takut padanya?.. bagaimana jika ia memukulmu?..."
Ujar Bryn saat Rykel berkata bahwa Baran menghajar Kevin yang tengah bersembunyi di pohon dekat rumahnya
"Bryn aku Rykel bukan baran... Lagipula kau tahu jika Baran tidak takut orang asing..."
Bryn mengangguk mengiyakan ia melirik Ariestya yang berdiri di samping Rykel
"Aku akan bicara baik-baik padanya" ujar Ariestya setelah mendengar bahwa Kevin menyukainya padahal ia suka Rykel
"Ariestya kau harus berhati-hati bagaimanapun dia adalah pedofil... Mungkin jika di dekat Baran kau akan lebih aman..."
Rykel menatap tak percaya Bryn jika Ariestya lebih dekat dengan Baran otomatis Kevin akan lebih menempel padanya
Rykel berbalik meninggalkan tempat tersebut ia kembali ke kelasnya
Sangat merepotkan bertemu orang-orang seperti itu
'Jika si pedofil itu terus menempel padamu!! Aku akan membunuhnya!! Sangat menjijikan seseorang bergantung padamu!!'
Rykel paham bagaimana sifat Baran tapi ini tidak mungkin selsai jika pembunuhan jalan keluarnya
"Perlahan... Kita Pikirkan perlahan..."
Rykel memandang jendela yang memperlihatkan anak-anak tengah berolahraga
Beberapa jam berlalu Rykel pun tengah berjalan menuju parkiran ditemani Bryn dan juga Aiden di sampingnya
"Benarkah?... Lalu bagaimana kau mengerjakan nya?..." tanya Aiden pada Bryn dengan wajah penasaran
"Kau tau jika Rykel pintar.. jadi aku menyontek padanya..."
Rykel hanya tertawa kecil mengingat bagaimana Bryn yang dengan santainya merebut buku Rykel
"Eh?" Rykel berhenti di depan mobil ia melihat sang supir yang sepertinya berbeda
"Kamu siapa?" Tanya Rykel karena ini bukan supir yang selalu menjemput Rykel
"Maaf tuan muda... Supir yang biasa menjemput anda sedang tidak enak badan... Jadi saya diperintahkan untuk menggantikannya..."
__ADS_1
Rykel mengangguk mengerti lalu berpamitan dengan kedua temannya
Di jalan sangat hening Rykel sedang tidak mood untuk mengobrol jadi ia hanya Daim sembari memandang ke luar jendela
"Jika tuan muda haus disana ada jus buah yang sengaja tuan besar sediakan..."
Rykel melirik jus tersebut sangat langka jika Dave menyiapkan hal sekecil ini DNA percayalah itu sangat berarti bagi Rykel
Rykel mengambil jus tersebut lalu meminumnya sampai habis ia memang sedang haus
'Aneh. Ini bukan jalan menuju rumah!!'
Rykel menatap sekiranya ini benar Rykel diculik apalagi jalan ini bukan jalan mneuju rumahnya
"Ini bukan jalan menuju rumah..." Rykel mulai ketakutan
"Tak kusangka mengulik anaknya semudah ini!!.. diamlah aku tidak akan membunuhmu!.. kau hanya akan ku bawa pada boss ku!!..."
Rykel mengepalkan tangannya sebanyak lagi Baran akan keluar
"Benarkah?... Apa kau tidak takut Baran?..."
Pria tersebut malah tertawa keras dan menoleh ke belakang
Srakkk
Mata mereka saling menatap Baran menyunggingkan senyumnnya
Begitu pula dengan pria di hadapannya ia menunjukan senyum menakutkan nya
"Boss yakin jika didikan Dave tidak akan main-main... Dan aku pun yakin jika kau pasti sudah biasa meminum racun seperti itu... Karena itu aku menambah puluhan kali lipat dosisnya..."
UHUKKKK
Baran membulatkan matanya darah menetes keluar dari mulutnya rasanya sangat sakit dada Baran sangat sakit ia tidak suka karena Rykel pasti akan ikut kesakitan
Semua perlahan buram
Baran mengepalkan tangannya badannya sangat sakit
"Pengecut!!" Lelehan rendah terdengar dari mulut pria di depannya
"Kenapa? Bukannya kita one by one?..."
"Kau curang memberiku racun!!"
"Seharusnya ini imbang!.. karena kau hebat jadi aku membuatmu lemah terlebih dahulu!!"
Lemah? Sungguh perkataan yang menyebalkan
Baran hendak memukul tapi darah semakin banyak keluar dari mulutnya Baran melihat tato di lehernya dan terdapat dua huruf disana
"MJ?"
ia tak sadarkan diri
__ADS_1