
"KAU GILA!!... Aku sangat membencimu!.."
*****
"minumlah..." Violet mengambil air tersebut ia sangat lemas setelah mendonorkan darahnya pada Rykel jika saja Rykel tidak langsung dibawa ke rumah sakit mungkin ia akan kehilangan anak semata wayangnya
"Sayang... " Violet mengangkat tangannya ia tidak mau mendengar apapun ia hanya ingin Rykel segera sembuh
"Apa isi otakmu?!... Bagaimana bisa kamu kepikiran buat jatuhin dia dari atas sana?!..." Jujur Dave masih marah pada Baran tapi sekarang marahnya hilang disaat rasa takut mendatanginya
Jika kalian bertanya mengapa Dave takut jawabannya adalah ia takut Violet pergi lagi dan melupakannya lagi. Lagi?
Ya, Violet sudah ingat separuh ingatannya ia ingat jikalau Dave adalah suaminya tapi ia masih akan terus mencari tahu dan Violet ingat kejadian dimana ia bermanja-manja dengan Dave
Violet melirik Dave "Ceritakan dengan detail..." Ujar Violet sembari memijat keningnya "mau aku pijatin?.." Violet menggeleng membuat Dave kecewa "Apa yang harus aku katakan?..." Violet memejamkan matanya kepalanya sangat pusing karena sudah mendonorkan darah untuk Rykel bahkan badannya sangat lemas
"Kamu bilang aku pernah kecelakaan mobil... Ceritakan kejadian itu... Bagaimana bisa aku kecelakaan..." Dave menghela nafasnya ia mulai membuka mulutnya menceritakan semuanya dimana ia yang membunuh ayah dan ibu kandung dari Violet
Dave menceritakan semuanya dengan baik ia juga menceritakan tentang Agra yang juga sama tergila-gila dengan dirinya dan kecelakaan itu Agra lah penyebab utamanya
Violet yang memejamkan matanya berusaha mengingat apa yang baru saja Dave katakan tapi semuanya hitam ia tidak bisa melihat apapun kegelisahan menyelimuti Violet perlahan darah menetes mengenai paha Violet
__ADS_1
Dave yang melihat Violet mimisan langsung menggoyang goyangkan tangan Violet agar tidak memaksakan diri untuk mengingatnya
"Sayang!... Buka mata kamu dan lihatlah aku!... Violet sudah jangan pikirkan lagi!.."
Violet membuka matanya ia baru sadar jika sekarang ia tengah berada di pelukan Dave "sebaiknya kita ke ruang rawat.." Dave berdiri mengangkat Violet dan membawanya ke ruang rawat untuk istirahat
Dave berdiri di hadapan Rykel yang kondisinya sangat menghawatirkan alat infus yang tertancap di punggung tangannya lalu alat bantu oksigen yang membuatnya bisa bernafas lancar dan alat pendeteksi jantung yang menempel di dadanya membuat Dave seperti merasa bersalah mungkin rasa bersalah ini muncul saat Violet memarahinya ini pasti bukan karena dia anaknya
"Wajahmu begitu menantang membuatku sangat ingin mencekikmu hingga mati!! Bangunlah jangan buat Violetku khawatir!! Aku sangat membencimu!! Kenapa aku tidak membunuhmu saat kau lahir?!! Ingat hal ini bahwa Aku akan selalu membencimu!!"
¶∆¶
Dua hari berlalu dan Rykel masih belum sadar dari komanya itu sangat membuat Violet khawatir ia takut jika Rykel tidak membuka matanya kembali ia takut kehilangan anaknya
"Sedikit saja..." Violet menggeleng lalu berdiri mengusap kepala Rykel berharap Rykel akan bangun "Bahkan kamu lebih tau dari aku jika itu Baran bukan Rykel bagaimana bisa kamu seekjam ini?!... Rykel kesakitan aku mendengar dengan jelas ia menjerit!... Entah kamu terlalu bodoh atau egois meluapkan emosi pada anakmu sendiri!..." Dave hanya bisa mendengarkan ucapan Violet yang tengah memunggunginya
"Kenapa?..." Violet mengerutkan keningnya ia sedikit menoleh melihat Dave yang tengah menatapnya "Dimana Violetku yang dulu?..." Dave merindukan cintanya yang dulu dimana ia mendapatkan cukup kasih sayang nada manja yang selalu Dave rindukan kata-kata polos Violet yang sangat ia rindukan kemana perginya? Bisakah Dave merasakannya lagi
"Dia sudah tewas!... Kini Violet baru akan muncul..." Dave terkekeh "Apa karena lelaki sialan itu?!! Kamu menjadi sebenci ini padaku pasti karena kamu sudah mencintai dia kan?!!" Violet berbalik menatap tak percaya Dave "Bagaimana bisa kamu menuduhku seperti itu?!... Aku tidak mencintainya--"
"Tapi dia pacarmu!!" Violet tertawa "Lalu kenapa?..." Dave berdiri tatapannya berubah menjadi tajam seakan siap untuk membunuh siapapun "kamu bertanya kenapa?!! Apakah kamu tidak menganggap ku masih hidup?!!" Dave mendekat menatap lekat mata Violet mereka sangat dekat bahkan Violet bisa merasakan nafas membawa Dave di wajahnya
__ADS_1
Seberusaha apapun Violet menyembunyikannya Dave bisa melihat bahwa Violet takut dengannya "atau mungkin kamu hanya ingin mencoba jadi *******!!"
Plak!
Tamparan keras Violet lakukan ke pipi kiri Dave bagaiman bisa ia berbicara seperti itu "Kamu marah?!! Apakah itu benar?!!" Dave menyunggingkan senyumnya membuat Violet semakin jengkel "seharusnya kamu memutuskan hubunganku dengannya!! Tapi itu jika kamu masih menghargai aku sebagai suamimu!!" Dave mengusap wajah Violet "Jangan takut sayang... Aku tidak akan membunuhmu hanya saja jika memang harus maka aku akan membunuhmu dan menyimpanmu di sampingku untuk selamanya!!"
Violet tak bisa berkata lagi mulutnya sangat kelu bola matanya bergerak kesana-kemari ia sangat takut pada lelaki di hadapannya ini bagaimana bisa seorang suami berkata seperti itu pada istrinya "Kamu bukan manusia..." Hanya itu yang bisa Violet lontarkan dari mulutnya membuat Dave tersenyum
Dave mengusap bibir Violet dengan ibu jarinya "Kenapa Violetku mengeluarkan kata seperti itu?... Apa karena anak itu?..." Tunjuk Dave pada Rykel "Apakah aku harus membunuhnya?..." Dave gila. Itu yang ada di pikiran Violet "semua ucapanmu omong kosong... Kamu menyalahkan anak kecil yang tengah tak berdaya disana..."
"Haah... Jika saja anon tidak pulang..." Dave berbalik memunggungi Violet "kenapa? Kamu mau siksa dia lagi?!" Untung saja Violet melupakan keahlian anon
Dave lebih memilih keluar dari ruangan itu sudah cukup ia memarahi Violet ia tidak mau emosinya terus mencuat ia lebih baik menetralkan pikirannya jika saja Violet bukan orang yang ia cintai mungkin ia akan menjait mulut Violet yang sangat ia benci untuk saat ini Dave tidak suka semua perkataan Violet yang selalu berfikiran buruk tentangnya
Padahal disini Dave juga korban jika saja Baran tida seperti itu mungkin ini tidak akan terjadi ia tida salah bukan? Ia hanya membela Violet
"Bangun nak... Mommy rindu sama kamu..." Sebesar apapun kesalah Rykel karena telah melukai para bawahannya seorang ibu sudah pasti akan selalu berada disampingnya
Violet duduk di sofa ia belum makan apapun dari kemarin tentu ia lemas entah mengapa ia tak nafsu makan
Tok tok
__ADS_1
Violet melirik pintu ia melihat Elly "masuklah..." Ely melangkah masuk dengan sopan ia menunduk pada Violet "Saya diperintahkan tuan untuk bersama nyonya... Jika ada sesuatu nyonya bisa langsung memberitahu saya... Saya akan bantu sebisa saya..." Violet mengangguk ia tidak membutuhkan apapun untuk sekarang
Tunggu, serptinya Violet membutuhkan sesuatu "Elly? Bisakah kamu belikan aku handphone?..." Violet tidak membawa uangnya dan ia tidak mau meninggalkan Rykel sendiri "ah tentu nyonya... Tunggulah sebentar.." Elly kembali keluar ruangan untuk membeli handphone