
Ini sangat familiar di mata Violet mengapa saat ia membuka matanya ia merasa pundaknya basah bahkan degupan jantungnya yang cepat memang sangat familiar apakah memang benar orang disampingnya ini suaminya tapi mengapa ia sangat kasar padanya
"Kamu sudah bangun Vi?... Baguslah mari kita bersiap untuk makan siang... Kamu tidur lama sekali sayang... Kamu capek banget?... Mau aku beliin sesuatu?..." Violet berbalik menatap Dave yang tengah tersenyum hangat padanya "siang..."
Cup
Dengan semangat Dave mengecup kening Violet "Aku mau pulang..." Dave mengangguk pelan lalu membuka selimut yang menyelimuti tubuh ***** mereka berdua "kyaak!... Apa yang kamu lakukan!..." Violet menutupi tubuhnya dengan tangan mungilnya "kenapa sayang?... Bagian mana yang belum aku lihat?... Aku sudah menelusuri semuanya...." Dave memang tidak tahu malu bagaimana ia bersikap biasa saja saat tubuh ***** di hadapan seorang wanita
"Kamu milik aku dan aku milik kamu..." Ujar Dave lalu berdiri dari duduknya dan berjalan mengelilingi ranjang lalu berhenti di samping Violet "apakah kamu gak bisa pakai baju dulu?!.." ujar Violet memalingkan wajahnya "nggak, biar kamu tergoda..." ujar Dave dengan cepat
Dave mengangkat Violet "kyaaaa!... Apa-apaan kamu ini turunin!..." Dave menggigit pipi Violet ia sendari tadi memang sudah sangat gemas pada pipi chubby milik Violet
Violet tak bisa menahan detak jantungnya yang semakin meningkat ia malu full ***** di hadapan pria itu tapi entah mengapa ia nyaman saat Dave memperlakukannya dengan lembut "eh!.. ini mau kemana?..." Tanya Violet saat Dave berbalik dan berjalan dengan santainya
"Mandilah sayang..." Blush Violet menatap Dave yang fokus pada pintu kamar mandi "gak usah diliatin aku emang ganteng..." Dave tertawa sembari melirik Violet yang terlihat semburat merah di pipinya "cowok ganteng itu diakui bukan mengakui!..." Ujar Violet memukul pelan dada bidang Dave
"Itu berarti aku sangat ganteng..." Violet tak bisa berkata apapun
Anon bosan ia hanya berdua bersama Rykel dan ia takut jika sewaktu-waktu Baran keluar kenapa Dave selalu bersenang-senang bersama Violet dan kenapa disaat mereka bersenang-senang anon malah duduk mempertaruhkan nyawanya duduk disamoing Rykel
-abang Abang saya Upin dan ini adik saya ipin-
Anon langsung mengangkat telponnya yang berbunyi ia juga lupa mengganti nada deringnya lihatlah sekarang Rykel menatapnya dengan tatapan horor
"Halo sayang?" Anon senang akhirnya elija istri tercintanya menelponnya
"Iya nanti aku pulang, kamu jangan lupa makan"
"Telat? Kamu lupa bayar listrik? Ha Bukan? Oh aku tau, kamu makan terus telat minum jadi keselek?"
"Bukan juga?"
__ADS_1
'rykel?! Bagaimana bisa kau tahan dengan manusia bodoh ini?! Telat itu artinya wanitanya sedang hamil'
"Paman mungkin bibi sedang mengandung..." Anon melirik Rykel dan bom suara teriakan istrinya langsung mengarah ke gendang telinganya umpatan kesal istrinya lontarkan pada anon yang kelewat bodoh
"Benarkah?... Kamu hamil sayang?... Ya Tuhan aku harus segera pulang... Kamu tunggu aku akan bawa oleh-oleh buat kamu..." Anon mematikan telponnya
Anon berdiri lalu berlari menuju kamar Dave meminta izin untuk dirinya pulang sekarang anon sudah siap membuka pintu kamar tersebut
Ceklek
"Dave a--"
Bruk
Dengan cepat bantal putih elegen terbang dan menghantam wajah anon dan anon yang tak siap dengan lemparan tersebut terjatuh padahal Violet sudah berpakaian dan tengah duduk di ranjang hanya saja Dave tengah melipat kamejanya sampai siku
"Kasian... Kamu jangan gitu..." Dave terkekeh melihat raut wajah Violet yang terlihat kesal "masih sakit?..." Tanya Dave yang membuat Violet malu pasalnya saat tadi Dave hendak menggosok bagain bawah Violet dengan refleks Violet menampar pipi Dave
Bruk! buagh!
Belum anon menyelesaikan kalimatnya bantal lembut dan bantal guling menghantam wajah tampan nan rupawannya yang membuatnya jatuh kembali ke lantai
Violet berdiri dan karena Violet hanya memakai kameja kebesaran Dave itu membuat paha mulusnya terlihat sempurna dan jangan lupa benjolan didadanya membuat Dave susah menelan ludahnya "Jangan berdiri kamu duduk disini... Nanti si mesum anon melihat ini... Itu tidak boleh..." Violet mengerutkan keningnya
Anon hanya diam ia tidak mau berbicara apapun takut barang yang lebih keras mencium kepalanya
Dave berjalan menuju anon yang masih terduduk di bawah membuat anon senang bahwa Dave akan mendengarkan permintaannya tapi nihil Dave mendekat hanya karena ingin menutup pintu
"Aku beli baju dulu buat kamu..." Dave mengambil handphonenya lalu membuka aplikas belanja online
"Nah ketemu... Aku mau lihat kamu pakai baju ini..." Dave langsung membeli baju tersebut dan menyimpan handphonenya "kayak gimana?... Aku mau lihat..." Dave duduk di samping Violet "gak nanti aja... Biar kamu langsung pake..." Semua pasti sudah tahu apa isi dari kepala Dave
__ADS_1
Violet menatap Dave banyak pertanyaan yang ingin Violet tanyakan "kenapa kamu seperti ini sama aku?..." Dave tidak mengerti dengan apa yang Violet tanyakan Dave mengusap kepala Violet "kamu suka sama aku?" Jika boleh Dave ingin mencium Violet bagaimana bisa Violet berekspresi menggemaskan seperti itu "lebih sayang... Bahkan aku sangat mencintai kamu..."
"Lalu bagaimana dengan Rykel?..." Elusan tangan Dave berhenti "Aku juga menyayangi nya..." Ujar Dave dengan senyumannya "perlakukan lah dia dengan adil... Bagaimana kamu bisa berkata bahwa kamu menyayanginya sedangkan pendidikannya saja sangat tidak pantas untuk anak seusianya! Kemarin saja bibirnya berdarah! Dave apakah kamu waras?!... "
"Bahkan kemari kamu juga berdarah tapi mengapa kamu malah memikirkan anak itu?..." Dave kecewa bahkan sangat kecewa ia tidak suka saat Violet lebih memilih Rykel daripada dirinya apakah Violet sangat ingin Rykel mati ditangan Dave? Pasti itu akan memperburuk masalah "karena dia anakku..." Dave tersenyum "jika kamu sudah mengakui dia berarti kamu sudah mengakui aku sebagai su--"
"Nggak! Entah mengapa aku tidak yakin dengan pernikahan kita!... Maksudku aku harus memastikannya jika tentang surat pernikahan itu masih belum cukup... Dan jika memang terungkap bahwa kita suami istri pasti ada alasan mengapa aku menjauhimu bukan?... Aku mau pulang bersama Rykel kembali ke Indo--"
"DIAM!! Seingin itukah kamu kita bertengkar seperti ini?!! Aku seberusaha mungkin mencoba untuk memperbaiki hubungan antara kita!! Tapi apa nyatanya?!! Kamu malah seperti ini bahkan kamu lebih memilih anak sialan itu dibandingkan aku!! Apakah aku harus membunuhnya agar kamu hanya fokus padaku?!! JAWAB VIOLET!!"
Dave mengusap kasar wajahnya emosinya melampaui batasannya lihatlah Violet yang menunduk sembari menangis
Dave melirik meja saat ia mendengar suara telpon yang familiar di telinganya dan itu nada dering handphone Violet
Dave melihatnya dan nama Diego yang tertulis di layar tersebut Dave mengangkatnya lalu menekan loud speaker agar mereka berdua bisa mendengarnya dengan jelas
"Sayang? Kamu dimana?! Kenapa gak ada kabar seperti ini? Kamu share lock nanti aku kesana Vi? Violet kamu kena--"
Brak
Handphone yang baru Violet beli beberapa bulan yang lalu hancur lebur di atas lantai membuat Violet kaget dan menggenggam selimut
"Sialan!!" Dave berjalan menuju pintu "jika kamu berani keluar akan ku bunuh mereka semua!!"
Brak
Pintu ditutup dengan kencang membuat hiasan di dinding berjatuhan dan pecah berhamburan di lantai
"Jika sampai nyonya keluar dari kamar ini!!! Maka besok pagi kepala kalian yang akan menggantung di pagar!!" Para bawahan dan juga para maid menunduk takut lalu Dave pun pergi mungkin ia akan sedikit menjernihkan pikirannya menyelesaikan urusan kemarin yang belum selsai
Violet berdiri ia baru ingat jika pakaiannya sudah berjejer rapi di lemari dan saat Violet membukanya ternyata memang benar semua pakaian yang ia bawa sudah rapi di lemari karena ia juga tidak nyaman hanya dengan memakai kameja tipis milik Dave akhirnya Violet mengambil sepasang pakaian santainya
__ADS_1