
Jalanan ini sangat sepi terlihat jelas jika ini wilayah kekuasaan hanya Dave yakin pelaku yang mempersiapkan ini semua
Puluhan orang berbadan besar bejejer rapi di hadapan Dave
DORR!!
Sialan.
Dave melirik supirnya yang sudah mati berlumuran darah Dave kaget walaupun ia melihat salah satu orang tersebut menodongkan pistol tetap saja ia kaget
Dave turun dari mobilnya jangan lupa katana di tangan kirinya
Semua memakai pakaian hitam sangat cocok untuk pembantaian hari ini tapi Dave lebih suka jika mereka memakai pakaian putih darah akan sangat terlihat jelas
Suara tepukan tangan mengalihkan pandangan Dave ia melirik pria yang dengan angkuh berjalan di depan para bodyguard nya
"Aku sudah bilang datang sendirian!!.. untuk apa kau bawa supir?!..."
Datar. Pandangan Dave sangat datar tidak peduli dengan ucapan rendahan seperti itu
"Perusahaanmu sudah hancur!! Percuma kau meminta!! Bahkan jika kau bersujud di kakiku pun aku tidak akan memberikan apa yang kau mau!!"
Suara tawa terdengar keras di tempat itu dia adalah Danielle ternyata Baran hanya menambak bahu Danielle sungguh ceroboh
"Bawa dia kemari!!"
Dave tak percaya dengan pandangan di depannya Baran tengah di seret dengan tangan terikat ke belakang wajah penuh memar dan bibir yang tak henti mengeluarkan darah segar
BRUKK!!
Baran dibanting ke jalanan dan lagi ia mengeluarkan darah di mulutnya wajahnya terlihat lelah
"Hanya melawan anakku saja kalian melakukan hal rendah seperti ini!! Julukan apa yang pantas untuk kalian selain kata pengecut?!!"
Danielle mengepalkan tangannya membawa Rykel sangatlah susah apalagi tangan kanannya memberi saran agar memberikan racun karena Danielle buntu jadi ia mengikuti rencana tangan kanannya
"Ughhh..." Baran kembali mengeluarkan darah di mulutnya sungguh ini sangat menyakitkan ia mendongak menatap Dave
Merasa tak berguna karena tidak bisa menjaga Rykel malahan Dave yang harus datang menolongnya sungguh Baran merasa sangat tidak berguna
Baran sengaja tidak menggantikan posisi Rykel ia tidak mau mendengar tangisan Rykel
"Daddy.. ma--maaf.. UHUKKKK!!!"
Cukup. Dave geram ia memang suka darah tapi untuk saat ini ia tidak suka darah tersebut kleur dari tubuh anaknya
Sutttt
Dave sedikit terbelalak melihat Danielle yang mengeluarkan samurainya yang sekarang sudah berada di atas leher Baran
"Berikan semua saham milikmu!! Maka akan aku ampuni anakmu!!.." Dave menggertakan giginya wajahnya masih tetap datar
"Beri dia pelajaran!!.." ujar Danielle pada tangan kanannya yang langsung menendang perut Baran hingga Baran menggigit bibir menahan rasa sakit
Lebih baik Baran di lempar dari lantai atas oleh Dave daripada harus disiksa oleh orang lain seperti ini
Baran menyunggingkan senyumnnya ia menatap Danielle yang tengah menaikan halisnya
__ADS_1
"Aku hanya akan memberi tahu!! Jangan singgung mommy di depan Daddy!!"
Sengaja. Agar Dave lebih murka
Danielle menyunggingkan senyumnnya ia ingat saat Baran menembaknya itu karena ia menyinggung kedua orang tuanya
Danielle menatap Dave yang masih diam di tempatnya
"Percuma aku membawa anakmu jika akhirnya ia tidak berguna sepeti ini!!... Lebih baik aku menculik istrimu yang tengah hamil itu!!.. mungkin sedikit menendang perutnya akan membuatnya kesakitan!!.." Danielle tertawa kecil sebalum sesaat menatap Dave "atau bahkan bisa saja ia!!.. MATI!!..."
SRINGGGG!!!
Dave mengeluarkan katananya perlahan berjalan mendekat detik demi detik semakin cepat ia menghampiri gerombolan menjijikan tersebut
Dave berlari wajahnya sudah sangat menyeramkan tatapan mematikan tangan yang sudah siapa melenyapkan siapapun dan juga katana yang sudah siapa untuk menebas siapapun yang menghalanginya
Gerakan tangan yang terlihat sangat lihai layaknya seorang profesional dalam pedang
Gerakan tubuh layaknya atlit bela diri yang telah mendapatkan sabuk hitam
Dave begitu tidak suka disaat orang tercintanya di ancam akan di bunuh lebih baik Dave membunuh orang tersebut dari pada harus mendengar lebih kata-kata yang tidak berguna
Baran terkekeh saat melihat sebagian orang disana menatap takut Dave termasuk Danielle yang menatap tangan kanannya tengah bertaring dengan Dave dan sayangnya tangannya tertebas membuatnya meringis kesakitan
"Kau takut pak tua?!!" Danielle menatap tajam Baran yang hanya bisa berbaring di jalanan
"Lawanlah!! Jangan hanya diam saja!!..." Teriak Danielle dan para bawahannya pun berlari bersiap membunuh seorang Dave
Danielle mendekat pada Baran menendangnya membuatnya berbaring menatap indahnya malam
Danielle mengangkat samurainya bersiap menancapkannya tepat di jantung Baran
Baran menyunggingkan senyumnnya apakah ini akan menjadi hari terakhir untuknya dan apakah langit gelap tersebut akan menjadi yang terakhir untuk ia lihat
Melirik Dave yang tengah sibuk dengan kegiatannya membantai para manusia bodoh
Kenapa Baran menyebut mereka bodoh? Karena mereka secara sadar mendatangi ajal mereka dengan cara menerima uang dari Danielle dan kematian itu adalah Dave
Tuhan jika ingin memilih biarkan Baran mati dan lenyap di muka bumi layaknya abu di lautan tapi biarkanlah Rykel hidup dengan bahagia
Baran yakin jika ia mati maka Rykel akan mati tapi satu hal yang selalu mengganjal di hatinya
Ia merasa jika ia akan pergi meninggalkan Rykel pergi meninggalkan kehidupan yang selama ini ia jalani dengan Rykel
"Aku merasakannya!! Terima kasih untuk semuamya!! Ingatlah bahwa kau tidak lemah!! aku adalah dirimu!! Lawanlah mereka tunjukan bagaimana kehebatanmu!! Rykel ini sebuah permintaan dariku!! Berbahagialah!!"
Samurai melesat dengan cepat terbanting ke arah samping akibat tendangan Rykel
Menendang dan bangkit lalu terduduk Rykel bersujud ia menangis ia juga merasakannya
Tenaganya yang sangat besar layaknya seorang Baran
"HIKSSS... Aku mohon!!.. kembalilah hikss... ARGHHHH!!!"
Rykel berdiri menghampiri Danielle menendang kepalanya menginjak nya lalu mengambil samurainya
Ia menebas wajahnya lalu menancapkannya di jantungnya seperti apa yang akan Danielle lakukan padanya
__ADS_1
Mengambil pistol yang sembari tadi Danielle genggam menempatkannya tepat di dalam mulut Danielle
DOR!!
Sekarang Danielle sudah benar-benar mati
Dave menoleh kegiatannya sudah selsai semua sudah mati hanya saja ia mendapat luka di tangannya biarlah ia masih bisa menahannya
Hujan deras bercampur dengan banyaknya darah di jalanan bau amis perlahan tidak terlalu menyengat
Rykel terduduk kembali memegangi kepalanya berusaha berinteraksi dengan Baran
"Baran!! Hikss... Jawablah hikss... Argghh aku mohon hikss... Jangan pergi Baran!!..."
Dave berjalan mendekat pada anaknya ia iba anehnya melihat anaknya menangis sedikit membuat hatinya sakit
Rykel melirik Dave ia berdiri dan berjalan memeluk Dave
Dave tak menolaknya ia mengusap punggung Rykel mencoba menenangkan anaknya
"Daddy hikss.. Baran pergi hikss... Aku mohon hikss.. panggil paman anon untuk mengembalikan baran hikss..."
Dave menepuk pundak Rykel anaknya sangat cengeng
Membawa Rykel masuk ke dalam mobil lalu Dave memuta mobil dan mengeluarkan mayat supirnya dan mobil mereka pun pergi dari tempat pembantaian tersebut
Di perjalanan Rykel tak henti menangis ia terus mengusap pipinya yang basah
"Ughhh" Rykel menutup mulutnya yang mengeluarkan darah lagi
Dave mengambil kopernya ia memilih obatnya dan memberikannya pada Rykel
"Minumlah.." nadanya begitu lembut entahlah secara tidak sadar Dave bertutur kata dengan penuh kasih sayang
"Daddy hiks..." Dave tersenyum ini sungguh tidak terduga sepertinya pintu hatinya terketuk oleh Baran
"Daddy akan membawamu pulang..." Rykel yang masih sesenggukan hanya mengangguk
Dave mengambil handphonenya yang percayalah sendari tadi terus bergetar
35 panggilan tak terjawab dan 151 pesan yang ia terima
Dave menelpon Regan yang sepertinya sangat khawatir padanya
"Kau dimana?!"
"Perjalanan pulang"
"Datanglah ke rumahku! Aku tau kau masih di disini!!"
"Ta--"
"Jangan banyak alasan! Aku tunggu kau di rumah!!"
Tuuuttt
Dave tersenyum ia melirik Rykel "mereka pasti akan terkejut saat melihat kita..." Ujar Dave lalu melajukan mobilnya menuju rumah Regan
__ADS_1