Crazy Daddy

Crazy Daddy
teman sesungguhnya


__ADS_3

Pagi yang cerah dimana Violet sudah duduk di tempat makan bersama Dave dan juga Rykel


Rykel tau jika mimpi semalam adalah arahan untuknya agar tidak terlalu terbawa emosi di saat apapun


"Mommy aku berangkat dulu..."


"Eh? Tapi ini masih terlalu pagi..."


Dengan tidak sabaran Rykel mencium kedua pipi violet lalu berlari masuk ke dalam mobil


"Mungkin ada ujian dan ia belum belajar..." Ujar Dave dengan lembut dan Violet hanya mengangguk sembari sesekali menoleh ke pintu utama


"Dave gak kerja?..." Dave memberhentikan kegiatan mengambil nasinya ia mematung dan menoleh pada violet


"Kamu masih pakai baju tidur... Apa kamu gak ke kantor?..."


Dave tersenyum


"Tanpa pergi ke kantor uangku akan terus mengalir seperti air..." Itu bukan Dave yang bersuara melainkan violet yang mengatakannya dengan bibir mengerucut


Tentu Dave tertawa kecil ucapan violet benar tapi ini sangat lucu karena violet tahu persis apa yang akan Dave katakan


"Sayang kamu memang yang terbaik..." Dave tertawa ia juga merasa konyol karena telah meniru ucapan Dave


"Sayang apa kamu tau nama bayi perempuan anon?..."


Violet menoleh ia menggeleng ia juga lupa untuk bertanya pada anon


"Emang namanya siapa?..." Tanya Violet dengan penasaran


"Evelyn"


Violet terdiam perlahan ingatan dahulu tentang ia dan juga vleyn mulai berputar di benaknya


"Papa kenapa nama Vi itu violet?... Apa dulu mama suka bunga violet?.."


Vleyn yang tengah terduduk sembari mengelus Surai hitam violet hanya tersenyum lalu menoleh pada anaknya


"Bukan itu kemauan mama karena dia ingin kamu mekar indah seperti bunga violet..."


Violet kecil hanya mengangguk mengerti walaupun sebenarnya ia tidak paham dengan ucapan mekar


"Itu nama yang mama berikan padamu dan kami sepakat untuk memberi nama violet..."


"Yang mama berikan? Lalu papa beri Vi nama apa?..."


Vleyn kembali tertawa kecil violet kecilnya ini sangat menggemaskan


"Evelyn"

__ADS_1


"Violet?... Sayang?..." Violet langsung tersadar dari lamunannya ia menatap Dave yang tangah menatap dengan khawatir nya


"Kamu kenapa sayang?..." Violet hanya bernostalgia mengingat kebahagiannya bersama vleyn


Ish tidak. Violet tidak boleh menghancurkan suasana hari ini bagaimana pun sekarang ia punya kehidupan baru apalagi sekarang ia sudah menjadi ibu


"Sayang?..."


"Ah.. apa?.. nggak apa-apa kok... Cuman kepikiran bagaimana cara buat bolu kukus..."


"Sayang.. biar Elly yang buat..."


"Oke kalau begitu aku gakan pikirin apapun..."


Dave tau jika violet tengah berbohong tapi ia tidak bertanya lebih karena semua butuh privasi


Sekarang Dave harus lebih mengerti violet karena bagaimana pun ia harus membuat violet betah terus berada di sampingnya


*


Berjalan masuk menuju kelas disana memang selalu sepi jika kalian berangkat pagi


Tapi yang selalu Rykel ketahui adalah Aiden dan juga Bryn selalu berangkat pagi hanya untuk mengobrol dan juga duduk-duduk di seluruh kursi kelas


Bryn dan juga Aiden menoleh mereka kira siapa yang berangkat sangat pagi ke sekolah ternyata itu Rykel


Rykel menghela nafasnya ia duduk di kursinya dengan Bryn di sampingnya


"Kalian tau jika kemarin aku berbeda... Maaf aku tidak bermaksud... Hanya saja emosiku sedang buruk... Dan--"


"Fftttt!..."


Rykel menoleh horor pada Bryn yang tengah menahan tawanya sekarang situasi sedang serius dan si Bryn malah tertawa


"Kenapa kau tertawa bodoh?..." Ujar Aiden dengan kesal ia juga tengah mendengarkan perkataan Rykel dengan khidmat


"Aiden.. kau tau jika kawan kita satu ini tengah membuat drama... Dengarlah Rykel... Kita tidak akan marah... Kita tahu jika kau memang dalam emosi yang buruk... Kita paham dengan bentul jikalau kau memang sedikit gila..."


Ujarnya dengan memutar tangan di dekat kepala memberi gerakan tangan bahwa Rykel memang benar-benar gila


Rykel mengerjapkan matanya ternyata mimpi itu tidak ada hubungannya dengan semua ini


Ah tidak. Ada hubungannya dimana ia tidak boleh berbicara seenaknya pada teman karena bisa saja temannya tersebut tersinggung


"Baiklah tapi aku benar-benar minta maaf..." Aiden mengangguk lalu menepuk pundak Rykel


"Kau teman kami jadi jangan sungkan untuk bercerita tentang apapun yang terjadi..."


"Sebagai permintaan maaf kau harus mentraktir kita makan sampai puas..." Rykel mengangguk toh ia kaya bisa memberikan apapun pada temannya

__ADS_1


Bahkan jika mereka meminta helikopter Rykel akan menyangupinya dan membelikan masing-masing dua pada temannya ini


Dan masalahnya uang itu milik Dave bukan miliknya


"Makanlah sepuas kalian aku yang akan membayar..." Aiden yang tadinya tidak setuju dengan usulan Bryn akhirnya mengangguk ia juga sedang tidak punya uang jadi untung saja Bryn suka memeras Rykel


"Sialan Bryn!! Aku yakin dia ada dikelas hampiri dia sebelum si Rykel itu datang!!"


Teriak itu berada di luar kelas dimana saat para kelas enam yang jumlahnya hanya empat orang itu langsung terdiam saat mereka masuk ke dalam kelas


Disana mereka melihat Rykel dengan tampang dinginnya menatap mereka silih berganti


"Berisik!!" Ujar Rykel dengan senyumannya tapi jujur itu sangat mengerikan


"Ma--maaf kami salah masuk kelas..." Mereka semua langsung berlarian keluar kelas dimana larinya mereka mengundang tawa dari mereka bertiga


"Sebenarnya kau buat masalah apa?..." Tanya Aiden pada Bryn yang masih tengah tertawa


"Tidak ada... Aku hanya memergoki mereka merokok dan aku melaporkannya ke guru..."


Rykel bingung dengan anak jaman sekarang mengapa gaya selalu di utamakan


"Apa aku sebegitu menakutkan nya?..." Tanya Rykel dengan wajah datarnya


Bryn menggeleng ia menepuk pundak Rykel


"Kau menyenangkan... Hanya saja sedikit menyeramkan... Aku juga tidak paham mengapa kau membuat semua buku kudukku berdiri jika tenga berbicara dengan sedingin itu... Aiden mengapa aku merasa ada yang salah disini?... Aura nya sangat dingin... Apa kau menyalakan AC nya?..."


Tanpa disadari Rykel mengeluarkan aura yang hanya ia keluarkan jika tengah dalam bahaya


Dengan tangannya Aiden memberi kode untuk melihat Rykel yang sekarang tengah menatap Bryn


Perlahan Bryn menoleh dan ia kaget dengan tatapan Rykel yang begitu menunjuk hingga ke dalam jantung


Bryn langsung berdiri dari duduknya "Aiden.. pr lusa apa kau sudah?.. aku ingin melihatnya..." Ujarnya sembari duduk di samping Aiden


"Tapi bukannya kemarin kau sudah menyalinnya?..."


Rykel dan juga Aiden tak bisa menahan tawanya melihat tingkah Bryn yang begitu ketakutannya dengan Rykel


"Tenanglah aku Takan melukaimu..." Bryn mengusap dadanya ia mulai merasa tenang


"Tapi setahuku saat lusa tidak ada pr dan terakhir kali kita diberi tugas adalah seminggu yang lalu..." Ujar Rykel sedikit bingung


"Maksudku pr Minggu kemarin bukan lusa..."


"Kau baru mengerjakannya kemarin?..." Bryn mengangguk dengan percaya dirinya


"Itu sebuah kemajuan..." Ujar Aiden dengan malas "kau tahu jika dulu ia tidak pernah mengerjakan pr.." Bryn kembali mengangguk menyanggah pun itu tidak akan berarti karena itu sebuah kebenaran

__ADS_1


__ADS_2