Crazy Daddy

Crazy Daddy
Petra


__ADS_3

*


*


*


*


Setelah itu mereka menjalani hidup yang bahagia


semua bahagia


End


Terimakasih


¶∆¶


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


o


TAPI BO'ONG


o


o


enjoy \=\=\=>


"mommy... Aku merindukanmu... Sangat merindukanmu..." Violet yang tengah duduk di sofa ruang tamu langsung mendapatkan pelukan hangat dari Rykel mereka baru saja sampai di mansion


"Mommy juga merindukanmu..." Violet membalas pelukan Rykel


"Mommy jangan pergi lagi..." Ujarnya dengan parau


"Ya sayang... Mommy tidak akan pergi lagi..."


Rykel sangat senang akhirnya Violet memanggilnya dengan kata sayang


Rykel menelan ludahnya ia mendongak menatap Violet


"Ada apa?..." Tanya Violet dengan lembut


"Baran... Ingin bertemu..." Violet tersenyum ia mengusap kepala Rykel

__ADS_1


"Pertemukan saja..." Rykel tersenyum ternyata Violet tidak dendam pada Baran


Rykel memejamkan matanya dan Baran tidak berani menatap Violet ia menunduk


Violet meraih dagu Violet membuatnya mendongak menatap Violet


"Anak mommy sangat pemberani..." Baran menatap Violet


"Tapi jangan seperti itu lagi... Apalagi membawa bazooka seperti itu..."


Baran tertawa kecil ternyata Violet tau bagaimana ia menghabisi para bawahan Danielle mungkin anon yang memberi tahunya


"Aku harus berani seperti Daddy dan lemah lembut seperti mommy... Dan aku harus melakukannya disaat Rykel membutuhkanku... Dia berteriak membuat aku yang tertidur membuka mataku... Dan perjuangan anon membuatku sadar jika sekarang aku sudah dicintai..."


Violet menarik Baran ke dalam dekapannya ia menciumi kening Baran


"Sendari dulu kalian memang sudah dicintai... Tidak ada seorang ibu yang tidak mencintai anaknya... Terkecuali ibu itu mengalami gangguan jiwa..." Baran terkekeh kecil ia mendongak


"Aku akan berubah... Aku akan menjadi anak yang baik..." Violet mengangguk "kamu memang selalu menjadi anak baik..."


"Mommy apakah aku boleh mengatakan sesuatu?..." Violet melepas pelukannya ia mengangguk "tentu.."


"Sebenarnya itu bukan bazooka... Itu RPG-7..." Violet mengerutkan keningnya apakah pembahasan itu sangat penting untuk dibahas


Di ruang kerja Dave dan anon tengah membicarakan hal yang tidak boleh Violet ketahui


"Danielle?" Tanya Dave dan anon mengangguk


"Dia saudara dari Diego... Hanya saja mungkin psikologis nya terganggu ia menjadi seperti itu..." Dave mengangguk paham


Petra yang sedang berdiri di samping Dave terus menjadi perhatian anon


"Dia tangan kanan barumu?..." Tanya anon


"Ya" Dave melirik Petra yang tengah memandang lurus dengan wajah datarnya


Mengerti mengapa Dave meliriknya Petra Langsung membungkuk hormat dan mulai berbicara


"Orang yang berkaitan bernama sindy... Ia memberi semua informasi yang memang ingin Diego ketahui setelah perusahannya bangkrut... Dan kini mereka sudah--"


Dave mengibaskan tangannya yang artinya berhentilah bicara itu sudah cukup


"Dave? Kau membunuh mereka?!.." ujar anon membulatkan matanya pasalnya ia baru saja melihat anaknya membunuh puluhan orang dan kini ayahnya juga sudah membunuh


Dave menyunggingkan senyumannya


"Tadinya!! Tapi akan sangat tidak menyenangkan jika mereka mati begitu cepat!!"


Petra mengangguk membuat anon menaikan halisnya


*Flashback on


Petra memandang wanita yang sekarang tengah duduk berdua dengan seorang lelaki mungkin kekasihnya mereka cukup mesra


Petra memanggil bawahannya dengan jarinya


"Iya tuan Petra..."


Petra yang memang dasarnya berwajah datar memang begitu menyeramkan


Tadinya Petra ingin langsung mendatangi sindy tapi sepertinya akan lebih syok jika seluruh bawah yang ia bawa ikut mendatangi sindy


"Semua turun dari mobil! Ikuti aku!"


Petra turun dari mobil dan seluruh bawahannya mengikuti apa yang atasannya lakukan berjalan mendekati sepasang kekasih yang sedang bercanda ria


Karena sindy memunggungi jalanan otomatis ia tidak melihat segerombolan orang tengah mendekati nya


"Atasan saya--


Sindy langsung menoleh saat ada yang berbicara ia kaget dengan banyak orang di belakangnya


Bernama tuan besar Dave dan nyonya besar Violet!..."


Petra sedikit membungkuk mendekatkan diri pada sindy


"Anda pasti sudah tahu apa yang telah terjadi dan tentu anda harus menerima hukuman! Mari ikut saya--"


"TIDAK!... Aku tidak mau ikut kalian..." Sindy berdiri ia menoleh pada kekasihnya yang sudah lari terbirit-birit


"Menjauhlah!... Aku tidak mau pergi dengan kalian!... Pergi jika tidak aku akan lapor polisi!..."


Sindy merogoh tasnya ia mencari handphonenya dengan tangan gemetar


Petra membuang nafasnya ini membuang waktunya ia tidak suka


"Bawa!" Perintah Petra pada bawahannya lalu pergi


Sindy terus berteriak saat ia diseret dan dipaksa masuk ke dalam mobil matanya di tutup kain mulutnya di lakban dan lebih parahnya Petra yang duduk di depan menyalakan roko dan menempelkannya pada tangan sindy


"ARGHHHH!..."


Mereka melaju menuju Dave yang tengah berada di rumah sakit

__ADS_1


"Bawa mereka berdua ke ruang bawah tanah!!" Ujar Dave tanpa melirik dua korbannya


Dan tentu yang ia maksud ruang bawah tanah itu rumah yang ada di USA


Petra melakukan apa yang Dave perintahkan padanya semuanya sangat rapi ruang bawah tanah dipenuhi isakan dan tangisan


Petra mengambil pisau lipat yang Dave berikan sebagai hadiah dan percayalah ini sangat tajam makanya Petra menyimpannya


Petra membuka lakban Diego membuat Diego berteriak minta tolong


Tentu Petra tidak suka itu sangat berisik ia takut tuan besarnya terganggu


Bodoh memang, Dave berada di Indonesia bagaimana ia bisa terganggu tapi itulah Petra


"Berisik!" Petra memasukan pisaunya ke dalam mulut Diego menyobek bibir Diego menjadi sangat lebar kedua belah pipinya sudah sobek tak terbentuk Diego hanya menangis


Kini tinggal sindy karena Dave yang memerintahkan nya untuk mempercantik sindy akhirnya Petra menepatkan pisau indahnya di bawah hidung sindy


Sayatan pelan Petra lakukan hidung sindy sudah berada dilantai


Tidak ada ekspresi yang Petra perlihatkan ia seperti sudah sangat terbiasa


Karena sindy menangis lambannya menjadi terbuka dan ia berteriak


"Diam! Nanti tuan besar terganggu!!" Petra mencengkram rahang sindy


Memotong lidah sindy dengan pisaunya


Petra berdiri meninggalkan mereka menangis menahan sakit


Flashback off*


"Apa?!" Anon terkejut semengerikan itukah Petra


"Dia pantas mendapatkannya mereka melukai milikku!!"


Anon terkejut saat Dave mengatakan hal tersebut ini seperti bukan Dave ini tidak boleh terjadi mengapa ia merasa Dave yang dulu kembali


"Dave tenanglah kau tahu jika Baran sudah mulai berubah... Dan kau juga tidak harus ikut berubah..."


Dave terkekeh geli


"Bukannya kau ingin pulang?!! Kalau begitu pergilah!!"


Hei kawan itu mengusir memang anak dan ayah sama saja


Anon lelah ia juga rindu Elija


Anon berdiri lalu pergi meninggalkan Dave


"Tuan besar ada berita tentang mayat-mayat yang berada di pinggir jalan... Dan polisi disini hampir menemukan bukti jika tuan muda lah yang melaku--"


BRAKK


Petra langsung menunduk saat Dave menghentakkan meja


Tangan Petra gemetar nafasnya memburu matanya terpejam takut


"Menurutmu apakah harus aku yang melakukannya?!!" Dave bertanya sembari tersenyum pada Petra


Petra menggeleng "S-saya yang akan membereskannya tuan besar permisi..." Petra membungkuk lalu pergi ia menghela nafasnya ia tidak boleh mengecewakan Dave pengorbanan besar Dave harus ia balas dengan balas Budi yang tulus darinya ia tidak mau Dave membuangnya ia harus berguna untuk membalas Budi hingga ajal menjemputnya


Dave telah menyelamatkannya dari lelaki tua yang hampir menyentuhnya, Petra dijual ia dijual ke tempat hiburan malam ia tidak bisa berontak demi orangtuanya ia rela dijual oleh mereka


Petra hampir dilecehkan oleh lelaki tua yang tidak straight


Sangat menjijikan disentuh oleh gay tua seperti itu


Petra kabur ia berlari dijalankan dengan belasan orang mengejarnya


Petra melawan mereka kemampuan bertarungnya sangat hebat


Tapi satu tamparan dari pemilik hiburan tersebut membuat Petra terdiam


"MURAHAN!! KAU MAU SOK JUAL MAHAL?!! CEPAT LAYANI MEREKA!!"


Mobil mewah berhenti di depan mereka


Dave turun dari mobilnya


"Aku akan membelinya!!" Petra terkejut apakah pria dihadapannya juga gay


"Kenapa?" Tanya Petra dengan wajah datarnya


Dave terkekeh


"Jika kau ingin menjadi tangan kananku dan setia padaku kau akan mendapatkan kehidupan layak!!"


"Akan ada dimana kau sudah harus bekerja hari ini bersantailah hingga aku memanggilmu!! Dan ingat aku straight!!"


Dave berbalik menuju mobilnya


"Iya tuan saya akan mengabdi pada anda... Terima kasih sudah menyelamatkan saya..." Petra mendongak ia akan selalu mengingat apa yang kedua orang tuanya lakukan padanya

__ADS_1


Maaf kalau chapter ini tentang Petra semua katanya Petra mau lebih detail di kenalin ke pembaca kkkk


__ADS_2