
Violet tengah menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya
Dave menuruni tangga ia berjalan menuju dapur seperti biasa ia akan berangkat ke kantor mungkin ada sedikit masalah
Tidak lupa dasi yang hanya ia kalungkan sengaja agar Violet yang memakaikannya
"Sayang?..." Dave memeluk Violet dari samping
"Pagi... Ayo sarapan dulu..." Violet menghadap Dave lalu memakaikan dasi ini juga akan menjadi rutinitasnya lagi
"Ada apa?..." Tanya Violet karena Dave yang terus memandangnya dengan wajah sedih
"Aku berharap disaat aku membuka mata wajah kamulah yang pertama aku lihat..."
Violet tersenyum ia tahu maksud Dave dan Dave juga pasti tidak suka saat Violet berada di dapur
"Makan... Aku mau manggil Rykel..." Violet berlalu meninggalkan Dave yang memandang punggung sang istri
*
"Rykel?..." Violet duduk disamping Rykel
"Euhh... Mommy..." Rykel langsung memeluk Violet ini sangat indah untuk pertama kalinya disaat Rykel membuka mata dan langsung melihat bidadari tak bersayap nya
"Bangun mommy udah siapin sarapan..." Rykel memejamkan kembali matanya membuat Violet menggoyang goyangkan tangan Rykel
"Tapi aku masih ngantuk..." Violet terkekeh
"Kalo gak bangun nanti kamu gakan mommy bawa jalan-jalan..."
Rykel mendudukan tubuhnya ia kaget ia senang akan berduaan dengan Violet
"Baiklah aku bersiap-siap dulu..." Rykel berlari ke kamar mandi ia harus mencuci mukanya
*
Violet melihat Dave yang tengah duduk sembari mengetuk-ngetuk sendok pada piring kosong
"Sayang?... Kenapa belum makan?..." Tanya Violet duduk di samping Dave
"Aku nunggu kamu..." Violet langsung mengambil nasi dan lauk pauk pada piring Dave
Rykel yang baru datang langsung duduk berhadapan langsung dengan Violet
"Pagi Rykel..."
Rykel tak percaya dengan pendengarannya apa barusan Dave menyapanya
"P-pagi Daddy..."
What?! Barusan Dave tersenyum padanya
Rykel tak bisa berbohong jika hari ini ia sangat bahagia
Sarapan pun berlangsung dengan canda dan tawa dari Violet dan juga Rykel
Dave berdiri ia bersiap pergi bekerja
Mengecup kening sang istri dan sang anak
Berjalan menuju mobilnya dimana Petra sudah berdiri di samping mobil tersebut membukakan pintu untuk sang tuan besar
__ADS_1
Petra mengelilingi mobil masuk ke dalam mobil dan mengemudi dengan kecepatan normal
"Tuan besar mereka sudah bergerak... Dan kita kalah jumlah... Lima puluh bawahan saya tewas dan mereka menguliti dua bawahan saya..."
Dave hanya memandang lurus dengan wajah datarnya
"Ck. Merepotkan!!" Dave tidak tahu jika Diego memliki kenalan yang sudah sangat akrab dengannya
Dan sialnya diatas Langit masih ada langit
Dave tidak mau turun tangan langsung tapi jika semua sudah tidak mengasyikkan mungkin bermain sedikit dengan para cecunguk itu akan sedikit memuaskan
"Kau takut?!!" Tanya Dave dibalas gelengan kepala oleh Petra
"Saya hanya menunggu perintah... Saya yakin tuan besar sudah memiliki rencana..."
Dave tidak salah memilih bawahan
"Kau benar!!" Petra tersenyum dan mengangguk kecil
Dan sekarang mari kita biarkan para lelaki itu berunding
*
"Mommy... Aku juga mau..." Rykel merengek saat melihat Violet yang tengah memakan permen kapasnya
"Tapi bagaiman dengan Baran? Ia tidak suka makanan manis..."
Rykel memajukan bibirnya lucu dan selintas ide membuatnya merekahkan senyuman
"Barusan Baran bilang tidak apa-apa... Dia bolehin..." Ujar Rykel dengan girang
'kapan aku berucap demikian?!'
'Hei bocah! Kau ingin aku mematahkan tangan si penjual permen kapas tersebut?! Berhentilah mengada-ngada!!'
Rykel sedih ia tidak jadi maka ia menggapai tangan Violet
'Baiklah hanya untuk hari ini'
Rykel membinarkan matanya
"Mommy cepatlah aku sudah tak tahan... Air liurku sudah menetes banyak..." Violet memberikan dua permen kapas pada Rykel
"Sekarang kita pulang..."
Rykel mengangguk mereka berdua berjalan menuju mobil
Dan tidak lupa bawahan berjejer rapi mengikuti kemana pun Violet pergi
Itu perintah Dave itu mutlak tidak boleh dilanggar
Di dalam mobil Violet hanya memandangi Rykel yang tengah makan dengan lucunya
Ia teringat kembali dimana saat ia tidak menerima Rykel sebagai darah dagingnya
"Mommy?..." Violet tersenyum
"Ya?" Rykel memeluk Violet menerima elusan hangat di kepalanya
"Mommy sedang memikirkan apa?... Itu pasti berkaitan dengan aku benar bukan?..."
__ADS_1
Violet tidak menjawab ia sibuk mengelus Rykel
"Mommy... Kakek dan nenek orang seperti apa?..." Elusan tangan Violet terhenti ia kaget dengan pertanyaan Rykel
"Mereka orang yang sangat baik... Nenek orang yang tegas dan kakek sangat penyayang dan juga lembut..."
Rykel mengangguk mengerti tapi walaupun ia masih belum puas
"Lalu dimana mereka?" Violet tersenyum
"Mereka sudah tenang disana..." Rykel sedih mengetahui ayah dan ibu Violet yang sudah mati
Sadar dengan perubahan wajah Rykel akhirnya Violet mencairkan suasana
"Rykel... Apa kamu tahu jika nenek mempunyai dua suami..."
Rykel mengedipkan matanya lucu ternyata neneknya wanita hebat
"Benarkah..." Violet mengangguk
Dan perbincangan berlangsung hingga mereka pulang ke mansion
*
"Rykel besok kamu sekolah... Mommy udah daftarkan kamu..." Ujar Violet yang tengah asik meminum jusnya
"Ehh.." Rykel gelisah ia takut jika sekolah tidak mengasikkan ia tidak pernah sekolah apalagi mengenal apa itu teman
Violet yang menyadari perubahan raut wajah Rykel tersenyum karena tau apa yang tengah Rykel pikirkan
"Rykel... Jangan takut sekolah adalah tempat menyengkan dimana kamu akan mempelajari pengetahuan yang belum pernah kamu ketahui... Dan yang paling penting anak mommy akan mempunyai teman..."
Rykel tersenyum lalu mengangguk tapi tetap saja ia takut jika sekolah tidak sesuai ekspektasi nya
"Apakah perlu mommy antar?..." Rykel menggeleng ia tidak mungkin diantar ia bukan anak kecil
"Aku sudah besar mommy... Aku akan berangkat sendiri aku akan belajar dengan giat dan aku akan membanggakan mommy..."
Violet membawa Rykel ke dalam dekapannya ia sangat gemas pada anaknya
"Dalam hidup seorang ibu tidak ada kata jika anaknya sudah besar... Itu hanya ucapan semata... Mommy sayang kamu nak..."
Rykel sangat ingin menangis ia sangat senang ia ingin berteriak berterima kasih kepada Tuhan karena ia lahir dari rahim seorang Violet
"Aku sayang mommy!... Aku sangat sayang... Aku hikss sayang hiksss mommy!..."
Rykel begitu terbawa emosi ia menangis membuat Violet berlinang air mata sebegitu besar rasa sayangnya pada dirinya
KRUYUKK
BLUSSHHH
Violet melepas pelukannya ia menatap Rykel yang sudah sangat malu
Kenapa perutnya berbunyi di saat yang tidak tepat
Violet tertawa ia teringat dulu dimana kondisi sedang tidak konsisten dan perutnya berbunyi membuat Dave tertawa dan itulah tawa pertama yang Violet lihat dari Dave
"ITU BARAN!..." Rykel berbicara dengan rusuh ia sesekali menghapus air matanya
'hei bodoh apa maksudnya itu?'
__ADS_1
"Kita makan?" Tanya Violet dan dibalas anggukan oleh Rykel
Hai sider ^°^