
"Rykel.. kau kenapa? Kau berubah..." Rykel yang mendengar ucapan tersebut langsung menoleh pada Bryn yang juga tengah menatapnya
"Benarkah?... Apa sekarang aku terlihat seperti Ironman?..."
Bryn memutar bola matanya malas lalu berdecih
"Aku juga merasakan itu... Kau sedikit menjauh... Apa kau sudah tidak mau berteman dengan kami?..."
Rykel melirik Aiden yang juga tengah menatapnya dengan tatapan meminta penjelasan
Rykel menghentikan langkahnya menatap ke depan ia juga sadar jika ia menjauh
Tapi Rykel menjauhi semuanya ia tidak bermaksud menjauhi Aiden dan juga Bryn entah mengapa ia merasa tidak nyaman berada di dekat banyak orang
Ia lebih suka jika bertiga bersama Bryn dan juga Aiden tapi karena kebodohannya membuat para anak kecil itu duduk di dekatnya membuat Rykel tidak nyaman dan menjauh
"Kalian yakin ingin mendengar alasannya?"
Dengan yakin Bryn dan juga Aiden mengangguk
Rykel tersenyum "Aku benci kalian!! Kalian semua!! Jadi... Jauhi aku..."
Menepuk bahu Bryn dan juga Aiden lalu melanjutkan perjalanan menuju mobil jemputannya
*
Setelah sampai rumah Rykel langsung di suguhkan dengan pemandangan dimana Dave tengah berdiri menunggunya di depan pintu utama
"Sepertinya Daddy merindukan ku..." Rykel menggoda dengan senyumannya yang sangat manis
Dave mengeluarkan botol kecil dan menunjukkannya pada Rykel dengan wajah datarnya
"Apakah itu parfum?... Ah Daddy ingin belas dendam?... Sungguh aku takut..." Rykel berucap denga wajah yang begitu menyebalkan di mata Dave
Dave terkekeh kecil dengan satu tangan ia masukan ke dalam saku celana ia menertawakan keberanian Rykel
"Mungkin karena sudah cukup lama kau sampai lupa..." Dave memberikannya pada Rykel terlihat wajah Rykel yang bingung dengan perkataan Dave
Rykel membuka tutup botol tersebut ia mengendusnya ternyata itu racun yang Dave racik dengan sendirinya
Bukannya ia tidak tahu itu racun hanya saja botolnya lebih kecil daripada botol racun yang biasa Dave buat untuknnya
Ternyata Dave mengurangi dosisnya dan racun itu terlalu sedikit untuk diminum oleh seorang Rykel
"Ini hukuman?..." Tanya Rykel dengan senyumannya
"Ini hadiah" Dave berbalik meninggalkan Rykel yang masih berdiri di tempatnya
Rykel langsung meminum racun tersebut dan membuang botol tersebut ke sembarang arah biarkan saja sebentar lagi Elly pasti akan memungutnya lalu membuangnya
Karena Rykel tidak melihat Violet ia langsung naik dan masuk ke kamar sepertinya violet tengah tidur
"Akhhh..." Rykel memegangi dadanya yang sangat sakit itu reaksi dari racun yang Dave berikan
Rykel menahan sakit yang amat menyakitkan tersebut ia memegangi dadanya yang semakin lama semakin menyakitkan
Keringat di pelipis Rykel terus mengalir dengan derasnya
__ADS_1
Hingga beberapa menit berlalu dan efek samping dari racun itu pun perlahan menghilang
Rykel keliru ia kira jika botolnya kecil maka racun tersebut akan turun tingkat menyakitkannya ternyata ia salah Dave tetaplah Dave yang dulu
Berbaring di ranjang dan menghela nafasnya kini dadanya sudah tidak sakit hanya saja detak jantung Rykel sangat cepat
"Sensasi lama yang sudah tidak aku rasakan..."
Rykel terkekeh kecil ia mengingat bagaimana dulu ia tersiksa dengan racun yang selalu Dave berikan padanya
"Baran... Aku merasakan rasa sakit itu lagi... Seandainya kamu masih bersamaku pasti kamu akan berkata bahwa aku lemah tidak bisa menahan rasa sakit sekecil itu... Untuk hari ini saja aku mohon jawablah... fftthh BHAHAHAHAHAH!... aku berbicara sendiri?... Sangat konyol!!"
Sementara itu Dave yang tengah melewati kamar Rykel langsung terhenti setelah mendengar tawa Rykel yang begitu keras
"Apa aku terlalu berlebihan?... Tapi aku sudah menurunkan mengurangi racunnya... Apa ini efek samping baru?... Anakku menjadi gila?..."
Dave melanjutka langkahnya menuju kamar violet dimana istrinya tengah tertidur pulas
*
'Apa yang kau lakukan Rykel?!! Mengapa kau mengambil hak ku untuk hidup?!! Mengapa kau sejahat ini padaku?!! Lenyaplah dari muka bumi ini!! Dan datangi aku!!'
Rykel tidak bisa berkata ia hanya bisa memandang Baran yang tengah menatapnya dengan tatapan membunuh yang begitu pekat
"Kau yang pergi mengapa harus aku yang kau salahkan?!..."
'HAHAHAHAHAHAHAHA!! Kalau begitu berhentilah mengeluh!! Jalani hidupmu yang sekarang juga hidupku!! Jangan jadi aku tapi jadilah dirimu sendiri!! Menjauhi temanmu apakah itu memang benar dirimu Rykel?!! Bukan!! Kau hanya akan menjadi aku jika nyawamu tengah terancam!! Jangan tergila-gila dengan adanya aku di sisimu!! Cukup sudah semua obsesi itu dan hiduplah dengan bahagia!!"
Perlahan Baran tersenyum dan perlahan seluruh tubuhnya hancur berhamburan ke langit layaknya debu yang sebentar lagi akan menghilang tak terlihat
"Brengsek!!... Sudah pergi untuk apa datang ke mimpiku..." Rykel meraih sesuatu di atas laci ia haus tapi air putihnya sudah habis
Karena tidak mau membangunkan pelayan Rykel pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur
Terdengar suara televisi yang menyala dan samar-samar Rykel melihat seseorang yang tengah duduk di sifa
Dengan langkah pasti Rykel berjalan menuju ruang tamu semakin dengan tubuh itupun semakin terlihat jelas
"Mommy?..." Violet menoleh "Rykel... Kenapa bangun?... Apa mommy berisik?..."
Rykel menggeleng ia duduk di samping Violet "aku haus..." Violet mengambil air putih di depannya dan memberikannya pada Rykel
"Minumlah..." Karena sudah tak kuat haus Rykel langsung menghabiskan air di dalam gelas tersebut
"Tidurlah lagi ini masih malam..." Violet mengelus kepala Rykel dengan penuh kasih sayang
"Mommy sedang apa disini?... Dimana Daddy?..." Rykel melihat sekitarnya dan Dave tidak ada disini apa mungkin seorang Dave akan meninggalkan violet sendiri
"Daddy sedang tidur..."
Apa? Jadi benar Dave membiarkan violet sendiri sungguh Dave ceroboh bagaimana jika violet terjatuh dan bagaimana jika violet pergi ke dapur
"Mommy ini sudah sangat larut... Sebaiknya mommy tidur..." Violet tersenyum ia mengangguk
"Baiklah mari kita pergi ke kamar..." Violet mematikan televisi nya
Ia menggandeng Rykel menaiki tangga lalu mengantar Rykel masuk ke dalam kamarnya
__ADS_1
"Selamat malam sayang..." Rykel tersenyum saat mendapat kan kecupan hangat di keningnya
Dan violet pun keluar ia berjalan menuju kamarnya dimana Dave tengah berbaring disana
Violet berbaring di samping Dave ia mulai memperbaiki posisi tidurnya agar lebih nyaman
Dan berbalik memunggungi Dave adalah posisi yang enak jadi violet tidak sadar jika sendari tadi Dave memperhatikan violet yang tengah memperbaiki posisi tidurnya
Mendekat dan memeluk Violet dari belakang membuat violet kaget dan menghela nafasnya
"Dave aku kira kamu sudah tidur..."
"Ya aku seharunya tidak tidur dan menjaga istriku agar tidak berkeliaran di malam hari..."
Violet membalikan tubuhnya menghadap Dave ia menatap Dave yang juga tengah menatapnya
"Aku mau ngemil..." Dave paham ia hanya bisa tersenyum gemas melihat tingkah laku violet yang begitu menggemaskan
"Mulai besok semua makananmu akan ku simpan disini... Supaya kamu tidak terus beralasan untuk pergi dariku..."
Violet mengerutkan keningnya "pergi apanya?... Siapa yang mau cari alasan buat jauh dari kamu?..." Dave terkekeh kecil
Disini Dave telanjang dada itu karena ia sangat gerah dan juga ia suka jika menggoda violet dengan tubuh atletis nya
Dave mengkabedon violet diantara kedua tangannya dan itu membuat violet susah menelan ludahnya
"Cium..." Dave kaget dengan perintah Violet tapi itu juga sesuatu yang ia inginkan
Dengan lembut Dave mencium violet hingga sang empu mencubit pundak Dave tanda jika ia butuh nafas
"Kamu menyukai tubuhku bukan?... Aku berlatih supaya mendapatkan tubuh yang lebih atletis dari sebelumnya... Dan otot ini semakin mengencang... Bagaimana kamu suka?..."
Violet meraba perut Dave mengelusnya dengan lembut lalu mencubit dengan keras pinggang Dave membuat Dave tertawa karena jujur itu sakit dan juga geli
"Kenapa?.. mau selingkuh?... Itu tubuh makin kekar gitu mau selingkuh?... Mana wajah makin tampan lagi... Sana pergi selingkuh aja... Aku kuat tanpa kamu... Nanti aku cari ayah baru buat Rykel dan juga dedek bayi..."
Dave tak bisa marah ia hanya bisa tersenyum mengapa ia selalu di tuduh selingkuh padahal semua yang ia lakukan itu demi violet
"Sayang kemari sini aku peluk..."
"Nggak... Peluk angin juga bisa sana jauh-jauh jangan terlalu dekat kamu gak tahu kalau sekarang lagi pandemi..."
"Sayang..."
"Nggak... Jangan sentuh-sentuh kayak gitu apalagi colek-colek emang aku apaan?... Sambel?..."
"Violet sayang..."
"Udah jangan panggil pake sayang kayak gitu simpen aja buat selingkuhan..."
"Yauda aku tidurnya peluk bantal guling saja..."
"Ishh! Apaan sih Dave! Ada aku kok peluk guling!..."
"Yauda sini... Nah gitu dong jangan ngambek..."
"Iya-iya bawel..."
__ADS_1