
Jika bukan untuk Violet mungkin Dave tidak akan berbuat seperti ini sekarang ia tengah berjalan menuju ruangan Rykel sembari membawa beberapa jinjingan yang berisikan makanan untuk istrinya tercinta
Dave membuka pintu ruangan tersebut "sayang?..." Violet yang tengah membaca majalah menoleh ia malas bertemu Dave ia kembali melanjutkan kegiatannya membaca majalah
Dave mendekat "sejak kapan sayangku menjadi dewasa seperti ini?..." Violet terganggu ia menatap tajam Dave "apakah kamu gak mau nonton film Naruto?..." Ujar Dave dengan senyumannya
Dave terkekeh kecil lalu duduk di samping Violet "makanlah kamu belum makan..." Violet hanya melirik Dave lalu kembali fokus pada majalahnya "pasti ada racunnya" ujar Violet tanpa menatap Dave
Dave menyenderkan tubuhnya 'maaf sayang hanya sebentar saja'
"Satu hal yang harus Dave tau kenapa Vi gak curiga itu karena Vi percaya... Vi buang jauh-jauh pikiran buruk tentang Dave... Jangan simpulkan semuanya jika Dave gak mengetahui semuanya..."
Violet melirik Dave rasa sakit di kepalanya kambuh kembali ingatan di dalam pesawat perlahan kembali
"Akhh.." Violet memegangi kepalanya dan dengan cepat Dave memeluk Violet "itu yang kamu katakan padaku... Dan sekarang semuanya sudah berubah..."
Violet menggeram sakitnya bukan main ini lebih sakit dari pada sebelumnya mengapa sangat sakit
"Sudah Vi... Jangan diingat lagi..." Violet mendorong Dave "Tapi kamu yang membuatku mengingatnya!..." Violet berteriak tentu Dave tidak suka
"Sampai kapan kamu mau seperti ini?..." Ujar Dave dengan lirih "Aku sudah menahannya agar nafsu ini tidak semakin besar tapi keegoisan kamu menghancurkan pertahananku!!" Wajah Dave menjadi datar
"Kamu sekarang memang memiliki perubahan tapi aku tidak sayang!! Aku tetaplah Dave yang dulu!! Aku akan menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalanku untuk memilikimu!! Termasuk membunuh anakku sendiri!!"
Tok tok
Violet menghela nafas panjang ia sangat takut saat Dave berbicara seperti itu
"Nyonya saya sudah beli--" ucapan Elly terpotong saat ia melihat Dave dengan wajah kesalnya karena telah mengganggu waktu mereka berdua
"Apa yang kau beli?!!" Elly berjalan mendekat "saya membeli handphone untuk nyonya..." Dave merebut tas kecil tersebut dan membukanya
Ini handphone keluaran terbaru pembantunya ini sangat tahu perkembangan teknologi "Pergilah!!" Elly mengangguk lalu berjalan keluar dan menutup pintu kembali
Kini tatapan Dave beralih pada Violet yang tengah pura-pura membaca majalah kenapa Dave menyebutnya pura-pura? Karena terlihat dari tangan Violet yang gemetar tentu sudah jelas Violet sedang takut
"Handphone? Untuk menghubungi kekasihmu?!!" Violet menelan ludahnya ia menggeleng
__ADS_1
"Kamu punya mulut sayang!! Gunakan mulutmu!!" Violet sudah tidak tahan ia takut pada Dave
"A-aku hanya ingin mengabari kak Regan.." Dave tertawa kecil ia membuka handphone tersebut dan memperlihatkannya pada Violet
"Benarkah?..." Tanya Dave seakan ia tahu bahwa Violet berbohong
Violet melirik handphone tersebut ia hendak mengambilnya sebelum Dave melemparnya ke jendala membuatnya bertemu tanah dan hancur lebur
"Apa-apaan kamu ini?!... Itu baru dibeli dan sekarang aku sedang membutuhkannya!..." Violet berdiri ia menatap Dave yang tengah berdiri menghadap dirinya langsung
Dave menangkup kedua pipi Violet membuat Violet meringis "sepertinya bukan hanya ingin memberi kabar tapi ada maksud tertentu bukan?!!" Violet menggeleng berusaha melepas Cengkareng Dave di pipinya
"Biar aku ingatkan supaya kamu tidak jadi pelupa lagi!! Hari dimana kamu memberi dengan ceroboh memberi alamat itu!! Lalu Membuat suami tercintamu pergi ke alamat tersebut!! Dan sayangnya suamimu masuk perangkap sialan itu!! Dan setelah itu tragisnya kamu malah meninggalkan aku padahal kamu tau jika aku tengah di jebak!! Itulah yang akan terjadi jika Regan kemari!! Maka tidak ada gunanya kamu meminta tolong pada siapapun!!"
Violet melepas cengkraman tersebut pipinya sangat sakit Violet memegangi pipinya yang sedikit memerah
Dave mengumpat dirinya sendiri ia pasti sudah gila kembali berbuat kasar pada Violet bagaimana ia bisa membentak kesayangannya kenapa emosinya tidak terkontrol seperti ini
"Sayang?... Maaf aku hanya terbawa emosi..." Violet tidak boleh membantah ia tidak boleh mendorong lagi Dave yang sekarang tengah memeluknya ia harus menjadi gadis penurut ia tidak boleh membahayakan keluarganya apalagi Rykel seorang anak yang tidak tahu apa-apa sekarang tengah diambang Kematian
"Apa kamu mau sesuatu?..." Tanya Dave di alas gelengan oleh Violet
"Baiklah sekarang kamu makan dulu..." Violet mengangguk perlakuan Dave sangat lembut berbeda dengan tadi
Tapi Violet menjadi mengerti Rykel memiliki dua kepribadian dimana kepribadian Violet dan Dave menyatu dalam tubuh Rykel
Violet mengambil tissue lalu mengelap bibirnya yang basah karena habis minum
"Kenapa harus sekarang?" Violet mengerutkan keningnya "aku tau jika kamu pasti akan bersikap dewasa dan tidak manja lagi padaku tapi mengapa harus sekarang?... Kenapa tidak nanti?" Violet tidak bisa menjawabnya
"Sepertinya aku akan ke kantor terlebih dahulu... Banyak pekerjaan menumpuk disana..." Violet mengangguk lalu Dave mengecup singkat kening Violet setelah itu ia pergi ke kantornya dan apakah kalian lupa jika Dave sangat jarang pergi ke kantor ia biasanya mengerjakan semuanya di ruang kerjanya di dalam rumah dan kalian pasti mengerti kenapa Dave pergi ke kantornya karena masih ada tikus-tikus kotor yang menggerogoti perusahaannya
Berubahnya Violet membawa dampak besar bagi Dave dimana Dave menjadi kasar emosinya selalu tak terkontrol seakan ia takut Violet pergi lagi
Ini sangat mengejutkan saat Violet hendak keluar untuk membeli sesuatu kenapa banyak bodyguard tengah menjaga ruangan tersebut ia juga melihat Elly dengan dipannya menunduk saat Violet membuka pintu
"Nyonya jika ada sesuatu anda bisa perintahkan pada saya..."
__ADS_1
Dan akhirnya Violet tidak jadi pergi keluar pasti ini kerjaan Dave
*
Semua putih ini sangat silau Rykel mendudukna dirinya kenapa penglihatannya sedikit aneh dihadapannya semua hitam tak ada yang terlihat ia melirik sekitarnya sekarang ia tengah duduk di depan perbatasan putih dan hitam
Rykel melirik pakaiannya yang sekarang berwarna putih apakah sekarang ia setengah berada di surga
"Kau tidak berguna"
Rykel menatap tempat gelap tersebut mengapa terdengar gema tidak ada emosi di nada suara itu
"Kau anak yang tidak diinginkan"
Rykel menelan ludahnya "siapa kamu?!..."
"Kau lupa padaku? Aku dirimu!"
Jeng!
Tepat beberapa senti lagi hidung mereka bersentuhan Rykel tak bisa bergerak saat tiba-tiba Baran muncul Baran yang mengenakan pakaian serba hitam matanya pun hitam pekat
"Kau anak pembawa sial!"
Rykel beringsut ke belakangnya "Baran?"
Suara tawa Baran begitu menggema membuat bulu kuduk Rykel berdiri
"Jangan mundur aku tidak bisa menggapaimu! Kemarilah warna hitam ini begitu indah bukan? hanya saja hanya iblis penghuninya!!"
"Aku tidak suka warna hitam aku tidak bisa melihat apapun..."
"Lihatlah sekelilingmu apakah kau melihat sesuatu?!" Baran tertawa "kau bisa melihat luasnya tapi kau tak tahu harus kemana sekarang kau pasti bimbang! Lihatlah aku disini aku tidak bisa melihat apapun membuatku bebas melangkah tanpa harus melihat! Kemarilah percantik warnaku dengan dirimu! Jadilah berguna untuk keluargamu akan ku buat mereka bahagia! Mendekatlah Rykel kau pernah bilang bahwa kita sama jadi jangan takut kemarilah! Bagus mendekatlah Rykel maximova berteman baiklah dengan iblis ini!"
Grep!
Tangan Baran menyeret Rykel ke dalam kegelapan setelah itu suara tawanya menggema sangat mengerikan Perlahan kegelapan menyebar seperti asap terus memenuhi semuanya hingga kegelapan menguasai jiwanya
__ADS_1