Crazy Daddy

Crazy Daddy
merindukanmu


__ADS_3

Pagi hari yang cerah tentu hari ini Dave dan juga Rykel belum kunjung pulang tapi violet sudah tidak terlalu khawatir lagi ia lebih pada perasaan kesal


"Petra!.." teriak violet di dalam kamarnya dengan cepat Petra menghampiri Violet


"Belikan bubur ayam..." Petra mengangguk lalu berbalik meninggalkan violet


Rykel violet sangat merindukam Rykel sebenarnya kapan mereka akan pulang violet sudah menunggu dari kemarin lusa


Deg


Suara mobil. Violet langsung berlari menuju jendela dan itu mobil Dave dengan tergesa-gesa Violet menuruni tangga lalu menuju pintu utama


Disana Rykel tengah menunggu Dave yang baru saja keluar dari mobilnya


Dengan cepat violet berlari menuju Rykel memeluknya dengan erat entahlah ia sangat rindu pada Rykel


Dave kaget karena violet tiba-tiba berlari hampir ia menangkap violet ia kira violet jatuh ternyata violet hanya ingin memeluk Rykel hei tunggu kenapa hanya Rykel yang istrinya peluk


"Kamu dari mana saja?..." Tanya violet saat mereka sudah melepas pelukannya


"A--aku... Em... Habis dari..."


"Pentas seni..." Violet menoleh pada Dave yang menjawab dengan senyumannya


Violet berdiri anehnya Dave merasa jika tatapan violet tak sehangat biasanya sepertinya violet sedang marah padanya


"Kenapa tidak hubungi aku?... Apakah hanya memberi kabar itu sangat sulit?!..." Dave mengusap pipi violet ternyata ia ceroboh tidak memberi kabar


"Maaf.. aku tidak akan melakukannya lagi..." Violet mendengus beralih pada Rykel yang masih diam


"Ada apa?... Kamu terlihat sedih... Apa terjadi sesuatu disana?..." Rykel tersenyum ia menggeleng


"Baiklah.. kamu pasti lelah pergilah istirahat..." Rykel masuk ke dalam rumah


Untung saja Dave dan Rykel sudah berganti pakaian dan sebelum itu mereka sudah menggosok tubuh mereka agar tidak ada aroma darah yang tercium


Wanita hamil sangat tajam akan penciumannya karena itu mereka harus berhati-hati


"Dimana seragam Rykel?..." Violet mengerutkan keningnya saat Dave malah cengengesan


"Rusak.. kotor.. jadi aku buang..." Violet curiga tapi tak apalah Dave bisa membelinya lagi

__ADS_1


Violet menoleh pada Petra uang baru saja sampai dengan wadah di tangannya itu pesanan violet


"Ini nyonya besar..." Violet menerimanya dengan senang hati ia tak sabar ingin segera memakannya


Petra menunduk ia masih takut dengan kejadian keram nya perut violet ia berniat baik tidak ingin Dave tidak fokus dengan musuhnya tapi ternyata itu tindakan salah


Violet duduk di sofa ia langsung memakannya dengan wajah penuh kesenangannya rasanya sangat enak


Dave menyusul ia duduk di samping Violet


"Pelan-pelan..." Dave memeluk violet dari samping ia sangat rindu pada violet


"Kenapa pentas seninya begitu mendadak?... Dan kenapa harus sangat lama?... Dave kamu sedang tidak berbohong bukan?... Dan walaupun kamu bohong aku bisa tahu loh..."


Dave menatap violet yang masih setia dengan kegiatannya memakan bubur kacang hijau sembari menonton film


"Apa yang kamu katakan sayang... Aku tidak berbohong Rykel begitu bersemangat mengikuti lomba di sekolahnya..."


Takkk


Violet menyimpan wadahnya dengan kasar di atas meja menoleh pada Dave yang bingung


"Sayang... Dengarkan aku dulu..." Violet memalingkan wajahnya kenapa kehidupannya tidak pernah tenang


Dave paham ternyata violet tidak mau mengatakannya di depan Rykel itulah mengapa Rykel langsung disuruh naik ke atas


"Diam Dave!!... Kalian anggap aku apa?!... Apa jika dengan saling bunuh kamu akan puas?!!... Kamu gak pernah pikirkan aku yang menunggu kamu untuk pulang!!.."


"Mereka mengincar ka--"


"AKU TAHU DAVE!!..." Dave kaget ia hanya bisa diam sembari melihat violet yang sudah hampir menangis


"Tapi apa kamu tidak pernah berfikir bahwa apa yang kamu lakukan itu salah?!!.. tidak semuanya akan selsai jika saling membunuh!!... Aku takut!!... Bagaimana jika kamu tewas saat pembunuhan tersebut?... Apalagi sekarang kita sudah memiliki Rykel... Lihatlah wajahnya... Kelelahan... Lebam di wajahnya itu akan membuat anak seusianya menangis... Hanya saja ia anak kita ia sangat tangguh... Dave aku mohon... Berhentilah... Semua tidak akan berakhir jika kalian saling bunuh..."


Dave mendekat mengusap pipi violet yang sudah basah


"Tapi semua sudah berakhir..." Dave memeluk violet pelukan hangat yang semakin erat saat violet kembali menangis


"Dave... Kasihan Rykel... Aku sangat tidak berguna menjadi ibu..."


"Sstttt... Sayang.... Jangan berbicara seperti itu.."

__ADS_1


Mendudukan violet berharap sang istri akan sedikit membaik dan emsoinya akan sedikit mereda


"Bisa kamu jelaskan kemana kalian pergi?..."


Dave tidak mau bagaimana jika violet kenapa-napa apalagi tentang Rykel yang di siksa di depan matanya


"Sayang... Semua baik-baik saja... Berkelahi... Aku membunuh mereka... Menang... Tidak ada yang berbeda.."


Violet tau jika Dave menyembunyikan kebenaran nya tapi entah mengapa ia menolak untuk bertanya lebih lanjut biarlah ia tahan saja demi anaknya emosinya bisa meledak sewaktu- waktu jadi ia harus bisa menahannya


"Kamu bekerja... Rykel sekolah.. dan aku menunggu kalian untuk pulang... Apakah sesulit itu?... Hanya menjadi keluarga normal apakah itu sangat sulit?..."


*


Memandang langit-langit kamar, Rykel sedih tapi ia juga marah ia tidak tahu harus bagaimana


"Baran?"


Tidak ada sahutan Rykel tau jika sekarang Baran sudah tidak ada hanya saja tidak akan mungkin Rykel menerima kenyataan itu dengan cepat


Kata 'berbahagialah' terus terngiang di benak Rykel sepertinya apa perkataan Baran benar ia harus bahagia dengan begitu baran juga akan bahagia


Rykel mendudukan tubuhnya ia bertekad untuk hidup layaknya air yang terus mengalir walau banyak bebatuan yang menghadang


"Terimakasih Baran... Aku akan mencari kebahagiaanku..."


Rykel tersenyum ia harus melepaskan Baran seberusaha apapun berharap bahwa Baran akan kembali itu hanya harapan yang sia-sia


Baran sudah pergi dan itu sebuah takdir yang tidak bisa di ubah setidaknya Baran telah banyak memberikan kenangan yang tidak akan pernah Rykel lupakan


Mulai detik ini Rykel akan menjadikan Baran sebagai motivasi untuk dirinya


Dan ia juga tidak boleh terus bersedih toh sebentar lagi ia akan memiliki adik dan tentu Rykel ingin adik perempuan


Tapi jika lelaki pun tak apa ia akan terima asalkan lelaki yang pendiam dan imut yang bisa kapanpun ia cubit pipinya


"Aku akan merindukan perkataan dinginmu... Sifat bengis mu... Segalanya darimu akan sangat aku rindukan... Sayangnya apa yang aku rindukan semuanya telah aku dapatkan... Aku sendiri pusing memikirkannya... Baran konyol... Jika saja kamu tetap menjadi Baran yang dulu mungkin aku tidak akan merindukanmu seperti ini... Terima kasih sudah mau berubah... HAHAHAHAHA aku berbicara sendirian... Sungguh bedebah Baran!... Aku membencimu..."


Rykel kembali berbaring sembari memeluk bantal guling nya seberusaha apapun Rykel menahan tangisannya selalu menetes di pipinya


Biarkan Rykel tumbang hanya untuk hari ini ia janji bahwa hari esok dan seterusnya ia akan berbahagia

__ADS_1


__ADS_2