
Dave membukakan pintu untuk Violet setelah debat panjangnya akhirnya Dave lah yang memutuskan untuk makan dimana mereka tengah makan siang di luar
Sebenarnya Violet tidak mau pergi karena Rykel yang sendirian di rumah "Ayolah Vi... Banyak maid pasti dia akan baik-baik saja..." Ujar Dave padahal ia tidak khawatir sama sekali
Violet duduk berhadapan dengan Dave "Ada apa?" Tanya Violet karena Dave yang terus memandangnya "Kamu sangat cantik..." Ujar Dave dengan tulus membuat Violet tertawa kecil ternyata Dave tak seburuk apa yang ia pikirkan
"Kamu sewa tempat ini?.." tanya Violet karena hanya mereka berdua disana Dave menggeleng "Ini punyaku... Ketika mereka tahu aku akan datang dengan cepat temoat ini kosong..." Violet mengangguk paham pantasan tidak ada pelayan menghampirinya untuk memberikan menu ternyata mereka sudah tahu apa yang harus mereka buat
"Berhentilah bertengkar dengan Rykel... Dia masih kecil..." Dave melirik Violet "Seberusaha apapun aku untuk menjelaskan siapa dirinya kamu tidak akan pernah percaya jika tidak melihatnya secara langsung..." Ujar Dave dengan wajah seriusnya
Violet menggapai tangan Dave "Bukannya kamu mau aku kembali? Dan sekarang aku sudah pulang... Aku mau keluargaku kembali seperti dulu... Keharmonisan... Itu yang aku mau... Kita mulai dari awal lagi... Aku percaya kamu... Jangan ragukan kepercayaanku padamu... Aku mencintaimu sayang..."
Dave tersenyum ia berdiri duduk di samping Violet karena tempat duduknya sofa itu lebih mudah untuk membuatnya melangsungkan niatnya
Dave mengangkat Violet dan mendudukkannya di pahanya ia memeluk pinggang ramping Violet dan dengan senyum hangatnya Violet mengalungkan tangannya di leher Dave mereka saling menautkan bibirnya tidak ada nafsu disana karena mereka tengah menyalurkan rasa bahagia rasa cinta dan rasa rindu mereka
Para pelayan yang hendak membawa makanan mengurungkan niatnya dan berbalik badan mereka menjaga privasi tuan besarnya
Setelah itu makanan pun datang
"Sayang?..." Panggil Dave karena Violet yang tidak turun dari pahanya dan malah memeluk Dave "Bentar lagi..." Violet mendusel di tekuk leher Dave aroma Dave sangat maskulin Violet suka
"Kamu pasti lapar... Makan dulu nanti lanjut di rumah..." Violet membuka pelukannya saat Dave mengelus pinggangnya "Mesum" ujar Violet dengan datar dan diberi kekehan kecil oleh Dave
Setelah selsai makan Dave menguap ujung bibir Violet seperti biasa Violet memang selalu belepotan
"Ayo pulang... Takutnya Rykel udah bangun..." Dave meminum jusnya "sampai malam juga dia gakan bangun" ujar Dave setengah berbisik
Dave melirik pelayannya dan ia pun mengnggukan kepalanya setelah itu dessert pun datang dimanapermen kapas dengan eskrim dan juga buah-buahan segar di atasnya tentu saja membuat Violet tergiur
"Pulang? Yauda ayo kita pulang..." Ujar Dave mulai dengan aksinya "hah? Tunggu dulu..." Violet mengambil eskrimnya lalu mencicipinya "kalo gak dimakan sayang tunggu sebentar..." Dave juga mengambil bagiannya entahlah punya nya berbeda lebih tepatnya sangat tidak menggoda karena Dave tidak terlalu menyukai manis
¶∆¶
__ADS_1
"Papa?..." Regan memeluk anaknya lalu duduk di kursi kerjanya "ada apa sayang?..." Alena yang baru saja duduk di sofa langsung mengambil handphonenya
"Mau main sama papa... Mama nggak mau temenin aku..." Regan melirik Alena yang fokus pada handphonenya
"Alena... Aku lagi sibuk..." Ujar Regan yang tidak dipedulikan oleh Alena "papa ayo main..." Ujar grizelle semangat "sayang papa lagi sibuk nanti saja mainnya..."
Ekspresi Grizelle berubah seketika wajahnya merah menahan amarah
"Hikss aunty!!... HUAAAAA.... Aunty!.. Risel kangen Aunty!... Hikss..."
¶∆¶
"Anon?..." Panggil elija istrinya "iya sayang ada apa?..." Ujar anon menghampiri istrinya yang sudah siap untuk pergi "aku titip anak-anak sebentar..." Anon mengangguk "bye sayang..." Elija pergi dengan teman-temannya katanya sih mau arisan
Anon memiliki dua anak kembar dan sialnya mereka berdua laki-laki entah mengapa jika di hadapan anon mereka seperti iblis yang ingin memangsa ayahnya sendiri tapi jika di depan elija mereka berubah menjadi kelinci imut ya walaupun mereka menggemaskan tapi mereka pembawa masalah
Arnold tidak pernah membuat kekacauan tapi karena kembarannya yaitu arnon akhirnya mereka menjadi duo tuyul mengerikan
"Vas baru?... Arnon... Lihatlah vas barunya cantik..." Arnold berteriak sembari menatap vas tersebut tak lama arnon pun datang
"Dengar anak kecil... Papi bekerja untuk menghasilkan uang dan uang itu untuk kita... Jika kita tidak menghabiskannya maka untuk apa papi cari uang?..." Arnold mengangguk lucu
"Tapi hari ini papi tidak bekerja..." Ujar Arnold karena ia baru saja melihat anon mencuci piring
"Papi sedang menjadi pemalas maka dari itu mari kita buat papi bekerja..." Arnon mengambil vas tersebut ia tersenyum
"Peganglah mari kita pecahkan sama-sama..." Arnold mengangguk mereka menggenggam vas tersebut lalu mulai berhitung dan dalam hitungan ketiga
Prang!
Anon melirik ke belakangnya dan astaga vas baru pembelian elija pecah baru saja vas itu ia letakan disana untuk menggantikan vas kemarin yang pecah karena mereka tendang katanya pengganti bolanya yang dibuang oleh anon
Anon menghampiri kedua bocahnya yang tengah berdiri sembari menatap takut anon
__ADS_1
"Siapa yang memecahkannya?..." Tanya anon dan saat melirik arnon dengan cepat arnon melirik Arnold "Noel yang melakukannya..." Ujar arnon menunjuk Arnold yang sudah berlinang air mata "tapi itu perintah Noe"
"Kamu berbohong arnon... Jelas-jelas kamu yang menyuruhnya... Jangan berbohong pada papi... Papi akan tau jika kamu berbohong... Dan berbohong sangat tidak baik..."
Arnon tersenyum "Benarkah?... Tapi saat aku bertanya kenapa mami memiliki tanda merah di lehernya dan mengapa bibir mami bengkak... Jawaban papi karena mami jatuh di kamar mandi... Tapi saat aku bertanya pada mami ia kata karena nyamuk yang menggigitnya... Bukankah kalian berdua sama-sama berbohong?..."
Arnold yang tidak mengerti hanya diam menatap anon yang tidak bisa berkata apa-apa lagi
Kring... Kring (anggap aja suara telpon)
Anon mengangkat telpon tersebut
"Halo?"
"Nomor telpon Dave? Iya aku punya"
"Baiklah akan aku kirim sekarang juga"
Telpon pun dimatikan sepetinya Regan memiliki urusan penting dengan Dave atau dengan Violet? Ah masa bodoh sekarang ia tengah sibuk
Anon berdiri berjalan menuju dapur ia belum selsai mencuci piring
"Papi?" Panggil arnon dengan suara kecilnya membuat anon berbalik melihat senyuman arnon yang begitu mematikan dosa apa yang telah ia perbuat hingga mendapatkan anak sepertinya
"Berbohong demi kebaikan itu tidak apa-apa..." Ujar anon mensejajarkan tubuhnya pada arnon
"Aku selalu melakukannya tapi papi selalu memarahiku..." Anon mengerutkan keningnya "benarkah? Apa contohnya?..." Arnon menarik tangan Arnold
"Aku selalu berkata bahwa kami tidak kembar... Itu karena aku tau jika aku lebih tampan... Aku tidak mau Arnold menangis jika mengetahui nya..."
'Entah kau terlalu polos atau terlalu bodoh' batin anon
Sekatika arnon dan anon melirik Arnold yang sudah bersiap untuk menangis
__ADS_1
"P-papi" suara kecil Arnold dan BUM tangis Arnold pun pecah membuat gendang telinga mereka hampir pecah