
Anon melihat banyak mobil sama didepannya ia yakin itu bawahan Dave
Tin!..
Mengerti mengapa mobil anon mengklakson para mobil bawahan Dave langsung memberi jalan untuk anon
Anon mengikuti titik merah yang semakin menjauh
"Ughh.." anon gemetar
Darah mengalir di bibirnya sepertinya ia baru saja muntah darah
Anon semakin mengeratkan pegangannya pada kemudi ia menancap gas
*
"Paman... Hikss..."
Plakk
Tamparan yang Danielle berikan pada Rykel tentu membuat sudut bibir Rykel berdarah
"Diamlah aku tidak akan menyakitimu!!"
"Tapi barusan paman menamparku hikss..." Rykel memegangi pipinya
Sang supir hanya diam sembari memerhatikan jalanan
"Diam bocah!! Atau ku pukul!!"
Rykel gemetar ia sangat takut
"Bocah sialan sepertimu lebih baik diam!! Kau tidak tahu apapun!! Ini urusan orang tuamu!!"
"Jangan sakiti Daddy sama mommy hikss... Jangan... Hikss..."
Yang benar saja jangankan menyakiti bertatap muka dengan Dave saja Danielle tidak berani tapi ia tidak boleh terlalu memperlihatkannya
"Terserah aku ingin menyakiti atau membunuhnya itu kemauanku!! Dan aku bisa saja mencongkel matanya di depan wajahmu!!"
Rykel menggeleng air matanya menetes terus menerus
"Jangan lanjutkan hikss... Berhenti..."
Danielle tertawa ia suka menyiksa
"Aku akan menguliti mereka dan menjadikan kulit mereka makanan ringan bawahanku!! Aku akan menyiksa mereka hingga mereka meminta untuk dibunuh!!"
Rykel gemetar matanya semakin ketakutan ia sangat takut ia tidak ingin hal itu terjadi matanya semakin melotot
"Aku akan mencincang daging mereka untuk anjing di rumahku!! Dan membuatmu menjadi yatim itu sangat keren bukan?!!"
Danielle mengepalkan tangannya anak di hadapannya tak bereaksi lagi ia malah menunduk
Danielle menghadap ke jalanan
Grep!!
Merasa ada yang memegang tangannya Danielle melirik anak tersebut ia tengah tersenyum
"Paman?!.. sepertinya kau sedang bercerita hal yang menyenangkan!! Aku ingin mendengar lebih!!"
Danielle tersenyum ia juga belum puas memakin Dave tapi kenapa hawa anak kecil ini menjadi berbeda dan apakah matanya memang berwarna hitam?
*
Anon merasa tidak berguna Violet sudah mempercayakan Rykel padanya tapi ia malah membiarkan orang lain membawa Rykel
Nafas anon sudah terengah-engah tangannya sangat dingin
Anon mengambil handphonenya Dave pasti akan sangat marah padanya ia mematikan handphonenya
Bingo!
Anon semakin dekat dengan titik merah ia melajukan mobilnya dengan kecepatan lebih tinggi
*
"Cincin ini sangat berisik!! Sepertinya paman anon sudah dekat!!" Danielle membulatkan matanya kemana wajah ketakutan anak tadi
"Apa?!" Danielle melirik ke belakang di barisan paling belakang bawahannya terdapat mobil yang sedang melaju cepat
"Kenapa paman?! Kau takut?! Dari tadi kau hanya berbicara omong kosong sekarang buktikan bahwa kau seorang lelaki!!" Ejeknya dengan smirknya
"Sialan kau!!" Tangan Danielle terangkat berniat menampar
Plakk
__ADS_1
Plakk
Tepisan kasar dan juga tamparan indah di pipi Danielle membuat Danielle tak bisa berkata
"Walaupun aku suka darah tapi aku tidak suka jika tubuh ini terluka!!"
Baran tersenyum
Danielle mengambil pistolnya mengarahkannya pada Baran
Crack
Pistol sudah berada di tangan Baran kecepatan tangan Baran sangat luar biasa
"Aku ingin berbakti pada orang tuaku paman!! Jadi mari kita sama-sama berbakti!!"
DOR!!
Danielle melirik sampingnya kaca mobilnya berlubang
"Kepinggirkan mobilnya paman!!..." Baran minta tolong tapi kesannya seperti memerintah itulah Baran
"Berhentikan mobilnya..." Mobil pun berhenti
"Terima kasih paman!! Apakah aku boleh keluar?!!"
Apakah Danielle akan menolak? Disaat pistol tersebut berada tepat di depan matanya
"Te-- tentu.." Baran tersenyum lalu mengangguk tapi saat akan membuka pintu mobil ia melirik Danielle
"Jika saja Daddy yang berada di posisiku ia tidak akan pergi seperti ini!! Aku membencinya tapi tidak bisa dipungkiri jika aku menyayanginya!!"
DOR!!
Danielle mati.
Baran keluar dari mobil di belakangnya puluhan orang berbadan besar dengan senjata api ditangannya tengah bingung apa yang terjadi pada atasannya
"Takut?!! Kau meremehkan ku?!!"
Bawahan tersebut heran dengan Baran yang berbicara sendiri bawahan Danielle semua keluar dari mobil
"Halo semua!! Aku BARAN!!"
Deg!
Baran menyipitkan matanya bukankah itu anon mengapa ia bersender di mobil dan wajahnya terlihat pucat sepertinya lukanya sangat parah Baran tidak boleh melukai anon lagi
"Sudah lama aku tidak olahraga!!"
Baran berlari mendekat ia melompat dari atas mobil yang berada di barisan paling depan
DOR!!
DOR!!
Tembakan beruntun Baran arahkan pada bawahan di dekat anon ia ingin anon aman
Baran menunduk disaat tembakan mulai menghampirinya
"Pistol ini sangat jelek!!" Baran berlari dan menembak kepala bawahan yang tengah memegang senjata api besar
Baran mengarahkannya ke depan
"Ini sudah pernah aku coba!!" Ujarnya sembari mengotak-atik kecewa ia kira ini barang baru ternyata hanya bazooka biasa
DOR!
Baran menunduk ia kaget hampir saja mengenai kepalanya
"Kenapa kau sangat tidak santai?!! Aku kaget!!" Teriak Baran kesal
Baran berdiri ia membulatkan matanya saat seorang membawa RPG-7 (granat berpeluncur roket anti tank yang diluncurkan dari pundak, bentuknya hampir sama kayak bazooka tapi ini lebih unggul)
"Hei kau gila?!! Tangan kosong kalau berani!!"
Baran menembak semua tanpa ampun semua tertembak tidak ada yang tersisa eum sepertinya orang yang membawa RPG-7 itu tidak tertembak lebih tepatnya Baran memang tidak menembaknya
Baran mendekat wajah pria tersebut sangat pucat apakah dia sakit? Ya Tuhan kenapa celananya basah? Apa dia beser? Kasihan sekali
"Kau gemetar sekali!! Kenapa dengan wajahmu?!! Apa kau baru saja melihat hantu?!!"
Baran mengambil alih RPG-7 tersebut mengarahkannya pada perut pria tadi
Baran mengangkat satu halisnya wajahnya penuh dengan kepuasan senyumannya sangat menawan
"Pow" pria itu berlari terbirit-birit padahal Baran hanya sedang bermain-main saja
__ADS_1
"Pengecut!!" Baran melirik RPG-7 nya
"Woaahhh!! Ini belum pernah aku coba!!" Baran mendongak saat ia mendengar suara puluhan mobil berhenti di dekatnya
Wajah Baran kembali datar
"Tuan anon... Anda tidak apa-apa?!..."
Anon menatap tajam orang disampingnya
Baran diam ditempatnya ia memperhatikan bawahan Dave yang semakin sini semakin tidak berguna
"Mobil semewah ini saja kalian sangat terlambat apalagi jika Daddy tidak memberikan kalian kendaraan mungkin satu Minggu kalian baru sampai di TKP!!"
Baran melangkahkan kakinya mendekat pada anon
Wajahnya begitu angkuh darah di sekujur tubuhnya membuat Baran semakin sempurna
"Maaf tuan muda... Kami terlambat..."
Baran tertawa ia memukul-mukul mobil yang anon pakai sebagai senderan RPG-7 nya ia simpan dipundak
"SUDAH TAHU TERLAMBAT UNTUK APA DATANG?!!" Semua menunduk takut bulu kuduk mereka berdiri tuan muda mereka sangat menakutkan
"Paman?..."
Anon melirik Baran tentu ia takut pada Baran yang kapanpun bisa saja membunuhnya
Baran yang menatap anon dengan penuh kelembutan langsung mengeraskan rahangnya tangannya semakin erat mencengkram RPG-7 yang sekarang sudah menjadi miliknya
"Apa kau buta?!!" Teriak Baran pada bawahan disampingnya
"A--apa?.. apa maksud tuan muda?..."
Baran mengusap wajahnya kasar ia mengangkat RPG-7 nya mengarahkannya langsung bawahannya
"Paman anon terluka dan kau hanya diam saja?!!" Keringat dingin bercucuran ia hanya mengangguk
"Baik akan saya bawa ke rumah sakit..." Anon dibantu berdiri
"Sampai jumpa paman..." Ujar Baran saat anon dibawa pergi
"Kau mau kemana?" Tanya anon karena Baran mengucap salam perpisahan padanya
"Memangnya ada apa? Aku ingin ke mansion Daddy... Sampai jumpa disana..."
Baran berbalik ia masuk ke salah satu mobil disana RPG-7 nya ia simpan di sampingnya jaga-jaga jika ia membutuhkannya
"Semua sudah beres!! Kau senang?!!" Mata hitam Baran perlahan berubah menjadi hijau kembali
"Ya!.. terima kasih Baran hikss... Terima kasih..." Rykel mengusap air matanya
'aku mengorbankan nyawaku karenamu dengan itu jangan kecewakan aku!!'
"Ya Baran!... Aku akan melindungi orang yang ku sayang hikss..."
'berhentilah menangis cengeng!!'
"Aku hikss... Tidak menangis hikss... Ahhh!... Jangan bertanya dulu hikss.... biarkan air matanya berhenti hikss..."
Rykel membulatkan matanya ia tak percaya dengan pendengarannya barusan
"Baran kamu tertawa?" Tanya Rykel
'Tidak!! Siapa yang tertawa?!! Ftt..'
Rykel mendengar kembali tawa Baran tawa ini sangat berbeda dari tawa Baran biasanya
Baran sangat tampan jika tertawa seperti ini eh bodoh Baran itu kan Rykel tentu saat tertawa tampan
"Untuk apa bazooka ini?..." Tanya Rykel membawanya ke atas pangkuannya dan ini cukup berat
'Ini RPG-7 bukan bazooka!! Tidak kah kau lihat mereka berdua sangat berbeda?!'
Rykel pikir bazooka dan RPG-7 ini sama karena Rykel tidak begitu memperhatikannya dan itu tidak penting baginya
'sudahlah kau tidak akan mengerti ini urusan orang hebat sepertiku!! Ingat jangan dibuang ini hadiah untukku!!'
Rykel menurut saja lagian itu kemauan Baran ia harus turuti selagi tidak berdampak negatif padanya dan lingkungan sekitar
"Paman... Antar aku ke paman anon..."
"Baik tuan muda..."
Kenapa Baran malah mau membawanya ke mansion sedangkan anon berada dalam kondisi yang buruk dan tengah dilarikan ke rumah sakit
'aku tau apa yang kau pikirkan Bodoh!! Itu sengaja aku tidak ingin anon melihat kau menangis!! Dan tidak ada alasan tertentu!!'
__ADS_1